Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 48 : Siksaan Ibu Mertua


__ADS_3

Aku mulai membersihkan dengan tanganku.Mencabuti rumput rumput itu.


"Aku akan mandi,ingat!!jangan minta tolong pada siapapun dalam mengerjakan tugasmu"ucap ibu sambil pergi berlalu.


"Ya Allah... panas banget"ucapku.


"Minum dulu non"ucap bik Imah.


"Terima kasih bik Imah"


"Saya bantu ya non"


"Tidak usah bi,nanti bibi malah kena marah sama nyonya kalau bibi membantuku"


"Siapa yang disebut nyonya olehmu non"


"Ibu bik"


"Kok nyonya non"


"Dia tidak membolehkanku memanggil dengan sebutan ibu,aku disuruh memanggil nyonya."


"Kenapa non"


"Entahlah bik,ibu memang tidak menyukaiku.Ibu tidak setuju dengan pernikahanku.Dia tidak menginginkan menantu sepertiku.Menantu yang jelek dan miskin"


"Nona tidak jelek,nona orang yang baik.Nona juga pandai dalam hal apapun"


"Entahlah bik, tapi akan tetap di sini selama suamiku masih menginginkanku bik"


"Non sabar sekali"ucap bik Imah.


"Semoga kesabaranku membawa berbuat nikmat bik"


"Aamiin"ucap bik Imah.


Bi Imah yang kasihan padaku ikut membantuku.


"Bik, pergilah.Aku tidak mau nanti bibi dimarahi karena membantuku"


"Tapi non.."


"Sudahlah bik,aku tidak apa-apa kok.Pergilah!biarkan aku sendirian"


"Baiklah non,kalau butuh apa-apa nanti minta ke bibik ya non"


"Iya bik"


Bik Imah pergi meninggalkan aku sendiri.Bukannya aku tidak mau dibantu, hanya saja aku tidak mau nanti bik Imah terkena imbasnya.Matahari yang begitu terik membuat keringatku semakin mengucur.Aku menyeka keringatku dengan lengan bajuku.


"Panas ya Allah"ucapku pelan.


Aku tahu pasti akan ada saatnya aku akan mengalami ini semua.Aku sudah mencabut rumputnya separuh taman.Pak Maman yang biasa merawat taman datang.


"Non... ngapain cabut rumput panas panas gini"ucap pak Maman


"Oh..ibu yang menyuruh pak"


"Non segera masuk saja,biar saya yang meneruskan"


"Maman.... jangan bantu dia"tiba tiba ibu datang dengan wajah segarnya yang sudah mandi.


"Pergilah pak Maman"ucapku dengan suara pelan.


"Kalau sampai ada yang membantunya,aku akan semakin menambah pekerjaan Cinta"ucap ibu.


"Baik nyonya"jawab pak Maman.


"Kamu kerjakan yang lain saja Maman"ucap ibu.

__ADS_1


"Non,maafkan pak Maman ya"


"Tidak apa-apa pak Maman, pergilah"ucapku.


Aku meneruskan pekerjaanku mencabut rumput.


"Hei anak miskin"ibu menendang tanganku.


"Iya nyonya"jawabku.


"Jangan sampai kau mengadukan ini semua pada Zen.Kalau sampai kamu mengadukanku padanya,aku akan membuat keluargamu menderita.Aku akan membuat ayahmu tidak akan bisa bekerja lagi"


"Tidak nyonya,aku tidak akan mengadukan ini semua"


"Bagus...jadi anak baik di sin."ibu pergi dengan tersenyum melihat penderitaanku.


"Ini baru awal Cinta...aku akan membuatmu menderita lagi hahaha"ucap ibu dalam hatinya.


Setelah 3 jam lamanya,aku sudah selesai dengan pekerjaanku.


"Alhamdulillah... sudah selesai.Aku akan mandi dan santai sejenak"


Aku berdiri dan akan masuk ke kamar.


"Hei...mau kemana kamu"ucap ibu.


"Saya mau mandi nyonya"ucapku.


"Pekerjaanmu belum selesai"


"Sudah nyonya,aku sudah selesai mencabut rumputnya"


"Tapi belum kamu buang ke tempat sampah depan.Sebentar lagi tukang sampah akan mengambil sampahnya.Segera kamu bersihkan semua."


"Baik nyonya"


"Maman, berikan dia karung untuk memasukkan sampah-sampah rumput itu"


"Baik nyonya"


"Maaf non"


"Tidak usah minta maaf pak"ucapku sambil tersenyum.


" Tidak usah basa basi, segera kerjakan tugasmu anak miskin"


Aku segera memasukkan rumput rumput itu ke karung.Semua ada 10 karung.


Aku sudah selesai memasukkan rumput- rumput itu di karung.Aku membawanya ke depan.Jaraknya lumayan kalau harus membawanya ke depan.Aku menyeret karung itu karena aku tak kuat untuk membawanya.


"Non Cinta bawa apa"ucap pak Dadang.


"Ini rumput dari belakang pak"


"Kenapa bukan Maman yang mengerjakannya"


"Aku hanya membantu pak Maman pak.Beliau membersihkan lainnya."ucapku.


",Saya bantu nona"


Pak Dadang membantuku memasukkkan ke tempat sampah.


Aku menyeret karung terakhir,dan terdengar bunyi klakson mobil.Aku tetap menyeret karung sampah itu sampai ke depan.Aku melihat Deni turun dari mobil.


Aku tidak menyapanya, pak Dadang membantuku lagi.


"Huft.... selesai.Terima kasih pak Dadang"


"Sama sama non"

__ADS_1


Deni terkejut melihat kondisi Cinta yang kotor dan penuh tanah.


"Kak Cinta habis ngapain"


"Habis bantu pak Maman membersihkan taman belakang"


"Biasanya pak Maman sendiri saja cukup kok kak"


"Hehe..tidak apa apa-apa.Daripada aku diam di rumah, lebih baik aku membantu pekerjaan rumah Den"


Namun Deni merasa janggal.Dia merasa ada yang tidak beres.


"Sudah dulu ya Den,aku mau masuk ke rumah dulu"


"Iya kak Cinta,aku juga akan masuk kok"Deni berjalan masuk ke rumah.Dia pulang sendiri tanpa istrinya.


Aku membersihkan tangan dan kakiku.Aku naik ke kamar dan membersihkan diri.


Aku berendam di bath up untuk membuat diriku rileks.Tanganku sedikit sakit,dan ada sedikit luka di tanganku.Mungin tergesek rumput.Aku menikmati relaksasi di kamar mandi sampai aku tertidur lama.


Adzan magrib membangunkanku dari mandi.Aku segera keluar dari bath up dan memberikan sisa sisa sabun di badanku.


Aku keluar dari kamar mandi dengan handuk kimonoku.Aku mengeringkan rambutku di depan kaca.Tiba-tiba Zen datang dan memelukku.


"Kamu begitu wangi Cintaku"


Aku terkejut.


"Sayang kapan datang,aku tidak mendengar langkahmu masuk"


"Suara hairdryer mu mengalahkan suara langakahku."


"Maafkan aku tidak menyambutmu sepulang kerja sayang"


"Tidak apa-apa sayang"Zen mengambil hairdryer dan membantuku mengeringkan rambutku


Aku berdiri dan mengambil hairdryer dari tangan suamiku.


"Sudah ya sayang, sekarang waktunya aku melayanimu"


Aku membuka dasi dan bajunya.


"Sayang segera mandi dulu, terus sholat magrib ya sayang"


"Siap istri tercintaku"dia memeluk dan menciumku.


"Segeralah mandi sayang,aku akan membuatkan kopi untukmu"ucapku.


"Baiklah sayangku"dia melepas pelukannya dan pergi ke kamar mandi dengan handuk sepinggangnya.


Begitu seksi terlihat di mataku.Aku memakai baju dan menyisir rambutku.Aku turun ke bawah untuk membuatkan kopi untuk suamiku.Sudah ada bik Imah di dapur memasak untuk makan malam.


"Non Cinta,mau buat kopi untuk tuan muda ya"


"Iya bik"


Bik Imah melihat tangan Cinta yang penuh luka.


"Non,tanganmu penuh luka"


"Tidak apa-apa bik,ini hanya luka kecil"


"Bibi kasih salep ya non"


"Nanti saja bi, aku akan mengobatinya sebelum tidur.Obatnya berikan saja padaku,nanti aku akan mengobatinya."ucapku.


"Non Cinta tidak mau merepotkan orang lain.Dia begitu baik, kenapa nyonya bisa tidak mau punya menantu seperti dia"ucap bik Imah dalam hati .


Yo Be Continue

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini kakak kakak


❤️❤️❤️🌹🌹🌹


__ADS_2