Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 27 H-1


__ADS_3

"Apa kau sudah memeriksa semua persiapan Robert"ucap Zen


"Sudah boss,aku sudah memeriksa semuanya"


"Undangan sudah kamu sebar?"


"Sudah"


"Berapa banyak orang yang kau undang?"


"Bukankah anda sendiri yang menulis siapa saja yang harus di undang boss.Hadeh...payah"Robert berbicara rendah.


"Apa katamu,aku payah"


"Tidak boss,mana berani aku bilang boss kayak gitu.bisa bahaya nih kalau boss dengar,bisa bisa gajiku di.potong 3 bulan.


", Undangan sudah saya sebar boss,semua kolega ayah anda juga di undang"


"Baiklah, kalau begitu undangan sudah beres"


"Hotel yang untuk keluarga bagaimana?'


"Itu juga sudah beres boss, hotelnya dekat dengan tempat resepsi.Saya sudah membooking kamar kamarnya"


"Baguslah kalau begitu.Aku akan menelfon ayah dulu.Kamu pergilah melihat semua persiapannya!


"Oke ..siap boss"


Robert pergi dari apartemen Zen .


Kringgg kringgg kringgg....


Pak Bambang mengangkat ponselnya.


"Hallo.. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam..."


"Ayah..nanti sampai sini jam berapa?Aku sudah memesan hotelnya"


"Mungkin nanti sore nak, ayah masih menyelesaikan pekerjaan kantor"


"Baiklah ayah,apa ibu ikut kemari?"


"Mungkin ikut, malu lah dia kalau tidak datang di pernikahan anaknya.Kan banyak kolega kolega ayah yang akan datang."


"Ya sudah,aku menunggumu yah"


Sementara di rumah Cinta...


Ibu sibuk mempersiapkan segala sesuatu.Semua ibu siapkan sendiri bersama para tetangga rumah.Dari masakan sampai kue kue.


Di rumah Cinta hanya di adakan akad nikah, resepsi nya Zen yang mengatur.


Ibu ibu pun sudah ramai di rumah Cinta.


"Cinta... kamu tidak ke salon untuk persiapan"


"Untuk apa ke salon Bu, buang buang uang saja"


Ibu memberikan uang pada Cinta.


"Ayo..segera berangkat ke salon.Lakukan perawatan diri untuk persiapan pernikahan agar kamu terlihat lebih segar dan cantik besok"


"Aku kan ingin membantu ibu mempersiapkan semuanya"


"Tidak usah Nak, disini sudah banyak tetangga yang membantu ibu"ibu mengelus rambut Cinta


"Pergilah,rawat diri kamu, agar mertua perempuanmu tidak malu denganmu"


"Baiklah Bu"


Cinta pergi ke kamar untuk ganti baju.Dia memakai baju seperti biasanya.Kaos dan celana jeans.Tak lupa sedikit bedak dan olesan lip gloss.


"Ibu..Cinta berangkat ya"


"Naik apa nak"


"Biasa Bu, ojek online"


"Hati hati ya nak"


"Iya bu .. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Cinta mencium tangan ibunya dan segera keluar rumah.Ojek yang dipesan sudah datang, Cinta segera naik ke ojek online itu.


"Sudah siap non?"


"Sudah pak!!"


Pak ojek segera melajukan kendaraannya ke tempat yang sudah dipesan Cinta.Tak jauh di belakang Cinta ada sebuah mobil mengikutinya.


"Bram...jangan terlalu dekat,nanti dia curiga"


Edo mengikuti Cinta hari itu.Dia ingin mengikuti Cinta seharian ini.Karena ini hari terakhir, dia akan melihat Cinta sebelum menjadi istri orang.


"Iya boss,santai lah"


"Sepertinya dia mau ke salon boss"

__ADS_1


"Kita mendekat ke sana menunggu Cinta masuk"


Cinta sudah sampai ke salon langganan Reta.Dia sering ikut ke sana, tapi hanya menemani Reta.


Cinta melepas helmnya.


"Terima kasih bang"sambil menyodorkan ongkos ojek online itu


"Sama sama non"


Ojek itu segera pergi mencari orderan lagi.


Cinta masuk ke dalam salon.


"Selamat siang mbak,ada yang bisa saya bantu?"ucap salah satu karyawan salon.


"Saya mau perawatan mbak"


"Silahkan masuk dulu, silahkan duduk"


"Perawatan apa yang mbak inginkan"


Cinta bingung memilih perawatan apa yang akan dipilihnya.


"Saya bingung mbak, soalnya ini baru pertama kali saya ke salon.Kalau perawatan sebelum menikah apa ada Mbk?"


"Ada Mbk..mau paket lengkap apa paket biasa?


"Kalau paket lengkap berapa mbak,kalau paket biasa berapa?"


"Kalau paket lengkap 10 juta mbak, kalau paket biasa 5juta"


Cinta terbelalak mendengar harganya.


"Paket yang lengkap aja mbak,nanti saya yang membayarnya"tiba tiba dari belakang terdengar suara bariton seorang laki-laki.


Cinta seperti mengenali suara itu.


"Kak Edo??? Kenapa kak Edo ada di sini?"


"Aku ingin perawatan juga"ucap Edo


"Memangnya laki-laki juga bisa perawatan ya mbak?"


"Iya mbak, laki-laki juga bisa perawatan.Kami melayani customer laki laki dan perempuan"ucap karyawan salon sambil tersenyum.


"Kak.. ngapain dibayarin.Cinta bawa uang kok"


"Gak apa apa, anggap saja ini kado dariku untuk pernikahanmu"


"Mbak, segera lakukan perawatannya ya!"


"Baik Mas"


"Silahkan dibuka bajunya Mbak"


"Saya mau diapakan kok pake dibuka bajunya segala"


"Mau dipijat mbak, biar rileks.Silahkan ganti dengan ini ya mbak!"


"Oh saya kira mau di apain?"Cinta mengambil kemben ganti yang akan dipakainya.


Setelah selesai berganti baju, Cinta merebahkan diri di tempat yang sudah disediakan.Bau lilin aroma terapi membuat Cinta semakin rileks.Dia merasakan pijatan pijatan lembut di tubuhnya.


Sedangkan Edo duduk di ruang tunggu.Dia tidak jadi perawatan, karena sebenarnya dia hanya ingin menemui Cinta.


Kringgg kringgg kringgg....


Ponsel Cinta berdering, mengagetkan dia yang ketiduran karena keenakan dipijat.


Nama Zen tertera di layar ponselnya.


"Hallo Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam.."


"Kamu dimana sayang?"


"Aku lagi di salon sayang.Kenapa?"


"Wah... Cinta benar benar menyiapkan dirinya untukku"ucap Zen dalam hati


"Kamu di salon mana sayang?"


"Aku di salon xxx di jalan xxx"


"Baiklah..aku akan kesana"


"Jangan kak,gak usah kesini"


"Kenapa??"


"Kata orang kalau ketemu sebelum pernikahan nanti terjadi sesuatu yang tidak tidak"


"Ngapain percaya seperti itu sayang....??"


"Gak usah ke sini ya kak.Kita ketemunya besok saja.Biar rindu kita semakin bertambah dan besok semakin mesra"


"Bisa saja kamu sayang...Ya sudah perawatan yang lama,siap siap untuk belah duren besok ya..."


Muka Cinta memerah mendengar kata-kata Zen.

__ADS_1


"Kakak apaan sih"


"Kan bener sayang..Aku sudah gak tahan,ingin cepat bersamamu'


"Kan besok sudah bersama kak..Sudah ya kak, Cinta mau melanjutkan perawatannya"


"Baiklah.. Sampai jumpa besok sayang.Emmuuaacchhhh....Assalammualaikum"


"Waalaikumsalam"


Mereka menutup telfonnya.


Empat jam kemudian perawatan Cinta sudah selesai.Dia mengambil semua perawatan.Sampai gurah dia jalani juga untuk persiapan pernikahannya besok.Cinta sudah keluar dari ruangan perawatannya.


"Sudah selesai Cin..."


"Sudah kak.Kakak sudah selesai juga perawatannya."


"Sudah Cin.."padahal dia hanya duduk manis menunggu disitu sambil mengerjakan tugas kantornya.


"Cin.barengi aku makan siang ya...mau gak?"


"Gimana ya kak!!!Kan kakak tau sendiri di rumah lagi repot.Maaf ya kak, Cinta gak bisa"sambil menundukkan wajahnya.


"Ya sudah gak apa apa kalau gitu.Cin..ini buat kamu ya"Edo menyodorkan kartu black card pada Cinta


"Ini untuk apa kak"


"Itu kado pernikahan untukmu.Jika terjadi sesuatu padamu suatu saat dan kamu butuh uang, gunakanlah itu saja.Nomer pinnya adalah tanggal lahirmu, kamu boleh mengubah pin nya kapan saja"


"Kak..aku tidak pantas menerima ini"


"Sudahlah Cin..Ambil saja.Gunakan saja jika suatu saat kamu butuh.Itu permintaan terakhirku untukmu.Mungkin besok aku tidak akan hadir di pernikahanmu"


Dengan berat hati,Cinta mengambil black card dari Edo.Terkait Edo yang tidak mau datang ke pernikahannya, Cinta paham alasannya.Mana ada sih seorang laki-laki mau melihat orang yang dicintainya bersanding dengan laki-laki lain di pelaminan.


"Cin..aku anter pulang ya"


"Eh ..gak usah kak.Biar Cinta naik ojek online saja"


"Cin.. ayolah.Ini permintaan terakhirku.Aku tidak akan bertemu denganmu lagi.Mau ya aku antar pulang"Edo sedikit memaksa pada Cinta.


"Baiklah kak,tapi hanya mengantar pulang ya."akhirnya Cinta yang merasa kasihan melihat Edo mau diantar pulang bersama.


Mereka keluar bersama sama dari dalam salon.Bram hanya tersenyum melihat kelakuan nekat boss nya.Dia tidak paham dengan jalan pikiran boss dan juga sahabatnya itu.


"Ayo masuk Cin!"Edo membukakan pintu mobil untuk Cinta


"Terimakasih kak"Cinta masuk ke dalam mobil disusul dengan Edo yang masuk dari pintu yang sama.


"Selamat sore kak Bram"


"Selamat sore Cin, bagaimana kabarmu?"


"Alhamdulillah baik kak Bram"


Edo sedikit melotot pada Bram.


"Ngapain juga si Bram sok kecentilan menyapa Cinta"


Bram yang paham dengan ekspresi si boss tidak meneruskan pembicaraannya bersama Cinta,dia fokus ke jalan.


"Kak, terima kasih kakak sudah bayarin Cinta nyalon tadi, padahal Cinta sudah diberi uang sama ibu"


"Sudahlah Cin,itu hanya sedikit kok"


"Wuih..ua**ng segitu sedikit.Itu gaji bapak ku 5 bulan kalau gak dibuat makan"ucap Cinta dalam hati.


"Terima kasih banyak kak"


Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Cinta.Bram menghentikan mobilnya.


"Cinta..boleh aku memelukmu untuk terakhir kali?"


Cinta yang merasa kasihan pada Edo, membolehkan Edo untuk memeluknya.


Edo memeluk Cinta dengan erat, rasanya tak ingin melepasnya."


"Kak ..bisakah kau melepasnya.Cinta gak bisa bernafas"


"Maaf Cin kalau aku membuatmu tak bisa bernafas"ucap Edo sambil melepaskan pelukannya.


"Kak,terima kasih sudah mengantar Cinta"


"Sama sama,justru aku yang berterima kasih karena kamu masih memberiku kesempatan untuk bersama meskipun sebentar"


Cinta turun dari mobil tanpa berpamitan lagi pada Edo karena tidak enak dilihat ibu ibu yang sedang membantu di rumahnya.


Ibu ibu yang sedang memasak di rumah Cinta berbisik bisik


"Mobil siapa itu ,mewah sekali?"


"Cin ..naik mobil siapa itu tadi"ucap bu Neni tetangganya


"Ojek online bu.Cinta masuk dulu ya ibu ibu"Cinta tak berkata banyak karena malas mau menjawab pertanyaan pertanyaan mereka.


To be Continue


Terimakasih banyak reader yang masih setia dengan novel ku


Jangan lupa koment ya guys....

__ADS_1


....…........🌹🌹🌹 l ❤️❤️❤️ U🌹🌹🌹........


__ADS_2