Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 46


__ADS_3

Aku sudah selesai memasak,aku menyiapkan bekal yang akan kubawa ke kantor suamiku.


"Sudah selesai... Sudah terlihat indah"ucapku sambil menghias terakhir kali.


Aku melepaskan celemekku dan menggantungnya.


"Bik Imah,saya akan ke kantor tuan muda.Aku tidak bisa membantumu menyiapkan di meja makan."ucapku.


"Tidak apa apa non,bukankah tadi nona sudah memasak.Itu saja sudah membantu saya non.Segeralah pergi nona, sebelum terlambat"ucap bik Imah.


"Terima kasih bik Imah"ucapku.


Aku segera ke kamar dan berganti baju.Kusisir rambutku yang sepunggung dan kubiarkan tergerai.


Kupoles sedikit lip gloss agar aku terlihat lebih segar.Aku memakai dress selutut warna merah kesukaaan Zen dan sepatu hak tinggi.


"Emmuachhhhh..."ku kecupkan bibirku.


Aku sudah selesai berdandan dan segera pergi keluar kamar.Aku menuruni tangga dan akan menelfon Robert.


Kring.... kringg... kringg....


"Hallo Robert,kamu dimana?"tanyaku.


"Saya sudah di depan nona"


"Baiklah"ucapku sambil berjalan.


Aku mengambil bekal yang tadi sudah kusiapkan di dapur.


"Bik Imah,aku berangkat dulu ya"


"Iya non,hati hati"


"Pamitkan pada ayah dan ibu ya bik Imah", ucapku.


"Iya Non"ucap bik Imah.


Robert sudah muncul di pintu.


"Ayo Robert"ucapku padanya.


Aku berjalan mengekori Robert.Dia membukakan pintu untukku.


"Silahkan nona"sambil membukakan pintunya.


Aku masuk ke dalam mobil dan Robert menutup mobilnya.


Robert segera masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya ke kantor dengan cepat.Walaupun jalanan macet namun Robert bisa menemukan jalan alternatif untuk segera sampai ke kantor.


Beberapa jam kemudian aku sudah sampai di kantor.


"Ayo turun non,kita sudah sampai"ucap Robert.


Aku turun dengan membawa bekal dari rumah.


Aku menunggu Robert mengunci mobil.


"Ayo kita masuk non."ucapnya.


Aku mengikuti langkah Robert sampai ke lobi.


"Nona.. tunggu di sini saja ya.Sebentar lagi tuan Zen akan turun, karena dia akan mengumpulkan karyawannya di sini."


"Asiap Robert"


Aku duduk di tempat yang di sediakan oleh Robert.

__ADS_1


Robert segera pergi,dia memberi tahu setiap kepala divisi untuk mengumpulkan semua karyawannya di lobi.


Robert menuju kantor Zen tanpa memberitahu bahwa istri boss nya sedang ada di sini.


Ceklek... pintu kantor Zen terbuka.


"Tuan,saya sudah menyuruh semua karyawan untuk berkumpul di lobi"


"Bagus Robert,aku akan segera turun.Kamu turunlah ke bawah dulu, kalau semua sudah banyak berkumpul kau hubungi aku."ucap Zen.


"Baik tuan"ucap Robert.


Robert turun kembali ke lobi.


Tak jauh dari tempatku,ternyata ada seseorang yang memperhatikan aku yang sedang duduk sendirian.


"Sepertinya aku mengenal perempuan yang sedang duduk di sana itu.Dia seperti kakak iparku.Tapi untuk apa dia kesini.Apa mencari kerja"ucap Deni.


Deni berjalan semakin dekat padaku.Tiba tiba dia menyapaku.


"Kak Cinta... ternyata benar kakak.Ada apa kakak ke sini"tanya Deni.


"Aku mau memberi kejutan untuk suamiku,aku membawakan bekal makan siang untuknya"ucapku.


"Begitu beruntungnya kak Zen mendapatkan istri seperti kak Cinta, sudah cantik, sederhana, pandai memasak,benar benar wanita sempurna di mataku"ucap Deni dalam hati.


"Ada apa Den"tanyaku padanya yang sedang menatapku seperti mau mengulitiku.


Deni segera tersadar.


"Tidak ada apa apa kak"ucap Deni


Aku merasa ada sesuatu dengan Deni, entah ada apa dengan dia.Deni selalu menatapku dengan tatapan seperti itu di manapun.


Tak lama semua karyawan sudah berkumpul di lobi tak terkecuali Fitri.


Tiba tiba aku mendengar suara seseorang yang aku kenal.Itu suara suamiku.


" Selamat siang semua bapak dan ibu"


"Siang pak"ucap para karyawan serentak


"Perkenalkan,saya Zen Andrian Wijaya.Anak kedua dari tuan Andrian.Mulai hari ini saya yang akan memimpin perusahaan menggantikan ayah saya.Jika ada sesuatu yang kurang nyaman bagi anda semua.Silahkan komplain saja melalui sekretaris saya,tuan Robert"ucap Zen sambil menunjuk pada Robert.


Semua karyawan wanita mulai berbisik-bisik.


"Tampan sekali CEO kita,aku mau jadi istrinya."


"Kepedean kamu, emangnya dia mau sama kamu"timpal temannya.


"Aku cantik loh....masak dia gak mau.Bodiku seksi, wajah ku cantik,kulitku putih.Tidak ada yang kurang dariku"ucapnya.


Aku hanya tersenyum mendengar mereka.


"Hei. gadis jelek, kenapa kamu senyum senyum sendiri"ucap karyawan yang cantik itu.


"Tidak ada apa apa nona"jawabku.


"Dasar gila"ucap wanita itu lagi.


Zen masih meneruskan sambutannya pada para karyawannya.Tiba tiba dia menghentikan pandangan padaku.


"Sepertinya aku melihat istriku"ucapnya lirih.


Dia menghentikan sambutannya tiba tiba.


"Robert,apa benar itu istriku"ucap Robert.

__ADS_1


"Yang mana tuan"


"Yang berbaju merah itu"


"Iya tuan,itu istri anda"


"Bawa dia kemari Robert"perintah Zen.


Zen melanjutkan sambutannya.Sedangkan Robert menjemput Cinta.


"Nona...ayo ke sana.Tuan Zen menyuruhku untuk menjemput anda"


"Baiklah Robert"ucapku.


Aku berdiri dan meninggalkan bekalku di meja lobi.


Aku mengikuti Robert.Semua orang memandangiku.Aku cuek saja dengan pandangan mereka.Aku berjalan dengan santainya.


Perempuan yang menghinaku tadi sempat berkata.


"Siapa dia ini, kenapa dia dibawa oleh sekretaris tuan itu."ucapnya.


Aku tak peduli dengan ocehannya,aku terus berjalan ke depan.


Suamiku memelukku,dan dia memperkenalkanku.


"Karyawanku semua,kenalkan..ini istriku Cinta Andriana.Dia perempuan yang sangat berarti dalam hidupku"Dia menciumku dengan mesranya, membuat semua orang menjadi iri padaku.


Aku sangat bahagia dia memperkenalkanku pada karyawannya.Dia tidak malu mempunyai istri seperti aku yang berasal dari kalangan biasa.Zen melanjutkan sambutannya.


"Cukup sekian hari ini,jika ada salah kata,saya minta maaf"Dia berjalan menggandengku.


"Sayang..sebentar,aku akan mengambil makan siang di meja sana"ucapku.


"Kamu membawakan makan siang untukku sayang"dia menciumku lagi.


"Iya sayang.. Sebenarnya aku ingin memberikan kejutan untukmu sayang, tapi akhirnya jadi begini"


Aku berjalan mengambil makanan yang kuletakkan tadi.Tiba tiba ada perempuan yang mendekatiku.


"Bu..maafkan saya.Tadi saya tidak bermaksud menghina ibu" ucapnya.


Ternyata dia wanita yang menghinaku tadi.


"Tidak apa apa mbak, santai saja"ucapku sambil berlalu.


"Ternyata dia orang yang baik hati"


"Untung saja dia baik hati, kalau tidak kamu pasti sudah dilaporkan ke suaminya dan dipecat"ucap temannya.


Aku berlalu meninggalkan mereka yang sedang berbicara.Aku menuju suamiku.


"Ayo sayang kita ke kantorku"ucap suamiku.


Aku menggandeng tangannya dan pergi ke kantornya.Semua mata melihat kami dan banyak karyawan perempuan yang berbisik-bisik tentang kami.Aku cuek saja dengan mereka.


Aku masuk ke ruang kerja suamiku.


"Sayang...ini ruang kerjamu"


"Iya sayang..."ucap Zen sambil duduk di meja kerjanya.


To Be Continue.


Terimakasih yang masih setia dengan novelku.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


I love you All


__ADS_2