Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 33: Pulang ke Apartemen Suami


__ADS_3

Setelah pergumulan panas yang entah sudah kesekian kalinya mereka mandi dan benar-benar bersiap untuk pulang dari hotel presiden suite room itu.


"Sayang.. sudah selesai"ucap Zen sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Sudah sayang,tinggal menutup kopernya",ucap Cinta.


Zen membalikkan badan istrinya dan menciumnya,tiba tiba..


"Ceklek...pintu kamar terbuka"


"Mataku sudah ternoda oleh kalian berdua"ucap Robert


"Dasar penganggu, kalau masuk ketok pintu dulu"ucap Zen sedikit marah


"Pintu tidak di kunci jadi aku langsung masuk saja"ucap Robert tanpa rasa bersalah.


"Kamu tidak mengunci pintunya sayang"ucap Cinta


"Aku lupa sayang,karena memang aku menunggu Robert datang makanya pintunya tidak aku kunci"ucap Zen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jangan menyalahkan Robert kalau kamu sendiri yang salah"ucap Cinta menyalahkan suaminya.


"Hahahaha...."Robert menertawakan Zen yang disalahkan oleh Cinta.


"Berani beraninya kamu menertawakanku,nanti ku potong gajimu 3 bulan ya"ucap Zen.


Robert langsung terdiam mendengar ucapan Zen.


"Maaf boss",ucap Robert


"Segera angkat barang barangku ke mobil"Zen dan Cinta berjalan bergandengan menuju basement .


Sedangkan Robert membawa koper mereka.


Tak berapa lama Robert datang bersama room boy yang membawa koper bossnya dan istrinya.


"Aku kira dia membawa kopernya sendirian"ucap Cinta


"Aku membiarkan Robert membawa koper itu karena aku tahu dia tidak akan membawanya sendirian sayang,aku tidak jahat padanya"ucap Zen.


"Suamiku ini seperti bisa membaca pikiranku"ujar Cinta dalam hati.


Robert memasukkan koper itu ke bagasi mobil.


Dengan santainya dia masuk ke dalam mobil sambil berucap,


"Nasib jomblo,hanya bisa melihat pengantin baru bermesraan.Memangnya masih belum puas semalaman bercumbu"ucap Robert


Pantas saja Robert bilang seperti itu.Ternyata matanya melihat boss nya sedang berciuman.


"Mengganggu saja kamu Robert.Matamu taruh di depan saja,gak usah kemana mana"


"Mataku memang ada di depan boss,gak kemana mana"jawab Robert


"Sudah menyetir saja, tidak usah memperhatikan kita.Anggap saja kita tidak ada"


"Emangnya mataku buta kalee,sampai gak bisa melihat mereka yang bercumbu mesra"ucap Robert.


Akhirnya Robert berkonsentrasi menyetir,dia tidak mempedulikan suami istri di belakangnya.


"Sayang.. udah ah mesra mesraannya,gak enak sama Robert"ucap Cinta

__ADS_1


"Biarkanlah sayang.."ucap Zen sambil meremas dada istrinya


"Sayang....!sudah dong..!geli...!aku gak tahan.Masak kita mau melakukannya di depan Robert"


"Gak mungkin lah sayang,kan Robert nanti tahu tubuhmu"


"Makanya berhenti sayang.."ucap Cinta yang mulai terangsang dengan kelakuan suaminya.


"Aku lepaskan tapi kamu harus janji"


"Ah. janji apa sayang"


"Nanti kita meneruskannya di apartemenku"


"Iya suamiku tercinta"jawab Cinta segera.


Zen melepaskan tangannya dari istrinya dan memeluknya sambil mencium keningnya.


Untung saja Robert tidak mendengar suara de**han Cinta.Dia menyetir sambil mendengarkan lagu dari ponselnya dan memakai headset.Dia paham bagaimana boss nya.Tak pernah tau tempat kalau sudah jatuh cinta.


Zen merasa Robert begitu lambat.


"Bert...bisakah lebih cepat?"


"Jalanan lagi macet boss"


"Huh .tidak ada jalan lain kah agar lebih cepat sampai",Zen mendengus kesal.Dia sudah ingin melakukan penyatuan lagi dengan istrinya yang sedang tertidur di pelukannya.


"Saya akan cari jalan tercepat boss"


Robert langsung memutar mobilnya mencari jalan yang cepat menuju apartemen boss nya.


Cinta masih tertidur dengan nyenyak di pelukan suaminya.Zen menepuk nepuk pipi istrinya.


"Sayang..ayo bangun! sudah sampai"ucap Zen.


"Hoaemm...sudah sampai ya suamiku"ucap Cinta sambil mengucek matanya.


Robert membukakan pintu mobilnya.


"Silahkan keluar boss, saya yang akan membawakan koper nya ke atas"ucap Robert.


Zen menggendong Cinta dari dalam mobil.


"Sayang.. turunkan aku.Jangan seperti ini"ucap Cinta


"Diamlah sayang,aku tidak ingin istriku ini berjalan tertatih tatih, tadi aku melihatmu masih tidak berjalan dengan normal,pasti itu semua karena ulahku"Zen menggendong Cinta ala bridal style


"Oh ... ternyata suamiku yang ganteng ini sadar ya kalau semua karena ulahnya"Cinta tertawa.


Zen segera mencium bibir istrinya yang menertawakannya.


"Kalau tak mau diam, aku akan menghabiskan bibirmu ini sayang "ancam Zen dengan santainya.


Cinta yang sudah malu karena dicium di depan umum hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


"Bagus sayang,sembunyi yang baik di situ"ucap Zen.


Tring...lift terbuka


Zen masuk kesana berkumpul bersama orang orang di dalamnya.Cinta semakin menenggelamkan dirinya di dada Zen.

__ADS_1


Orang orang yang satu lift dengannya iri melihat mereka.


"Sayang... belum sampai kah"bisik Cinta


"Belum..kamu sembunyi saja.Nanti wajah mu di lihat orang.Aku tidak mau lelaki lain melihatnya"


Ternyata di dalam sana ada lelaki yang mulai tadi memperhatikan mereka.


"Mas, tolong jangan melihat istri saya"ucap Zen tiba tiba


"Saya tidak melihat istri anda tuan,saya melihat pacar saya yang ada di sebelah anda.Karena tadi anda tiba tiba masuk dan pegangan tangan kami terlepas."


Zen hanya bersikap dingin dan tak merasa bersalah.


Tring...


Zen keluar dari lift dan mulai berjalan menuju apartemennya.


Ceklek.. pintu terbuka.


Zen masuk dan menurunkan Cinta.Dia langsung mencium bibir istrinya.


"Suamiku.. kamu mau apa? ucap Cinta


"Aku mau dirimu sayang"


Zen menciumi istrinya dan Cinta membalasnya.Mereka saling membuka bajunya dan di lempar ke sembarang tempat.Sambil saling membuka baju Zen membawa Cinta ke kamarnya.Dia mengunci pintu kamarnya.Zen merebahkan istrinya di kasur, mereka sama-sama tanpa busana.Mereka saling memagutkan bibir,dan saling meraba satu sama lain.Mereka memulai lagi pergumulan pengantin baru yang panas.


Ceklek... pintu apartemen terbuka


Robert masuk membawa koper milik tuannya.Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat baju-baju berserakan.Dia terus menuntun koper ke dalam.Dia mendengar suara suara yang saling bersautan dari dalam kamar tuannya.


"Telingaku yang suci ini telah kotor oleh suara suara sumbang pengantin baru, Sebaiknya aku segera pergi dari sini, telingaku panas mendengarnya"


Mereka berdua yang sedang asyik mengarungi indahnya cinta tidak mendengar kalau di luar apartemen ada orang.


Robert memang punya kunci apartemen Zen, karena dia sering disuruh mengambil berkas berkas atau yang lainnya.


Mereka bermain sangat ganas, Cinta memimpin permainan.


"Sayang.. ternyata kamu pandai juga ya"ucap Zen


"Aku belajar dulu sayang"ucap Cinta sambil meliuk-liukkan badannya di a**s suaminya.


"Akh.....Cinta.... Kamu hebat sayang"sambil membalikkan badan istrinya ke kasur.


"Sekarang gantian aku yang memimpin sayang"ucap Zen


Tak berapa lama mereka saling meneriakkan nama, tanda mereka sudah selesai melakukannya.


Zen mencium kening Cinta.


"Terimakasih sayang,aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu sayang.."cinta mencium bibir suaminya.


"Kita istirahat dulu saja sayang,nanti saja kita berbenahnya"


Zen tidur sambil memeluk istrinya dari belakang.


"I love you Cinta Andriana"bisik Zen pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2