
Aku berjalan ke kamar mandi dan segera melakukan ritual mandi wajibku.Rasanya begitu segar dan menenangkan.
"Suamiku pasti bahagia aku sudah selesai haid.Aku akan memberinya kejutan nanti malam"
Aku segera menyelesaikan mandiku dan mengerjakan sholat duhur.Aku menengadahkan tanganku ke langit,
"Ya Allah,kuatkan hambamu ini dalam menjalani biduk rumah tangga.Semoga aku kuat menghadapi siksaan ibu mertuaku.Aamiin🤲🤲"
Kulipat mukenahku, kutaruh di atas nakas.
"Aku mau tidur siang dulu, badanku serasa capek semua,hoahemm"aku merasa ngantuk.
Aku naik ke atas kasur dan kurebahkan badanku.Rasanya enak sekali bisa merebahkan diri.
Tak lama akupun tertidur.
......................
Sementara itu....
Deni melamun sendiri,dia memikirkan perlakuan ibunya pada Cinta.
"Kenapa ibu begitu tega memperlakukan menantunya seperti itu? Kenapa juga kak Cinta tak mau memberitahukan hal itu pada kak Zen.Aku tak paham dengan apa yang dipikirkan kak Cinta."
"Hei...."rekan kerjanya menepuk bahu Deni, menyadarkan dia dari lamunannya.
"Ada apa"Deni terkejut.
"Lagi melamun apa kamu,lagi jatuh cinta lagi ya....!Awas gue bilangin ke si Fitri istri lo ya"
"Apaan si loh Don, jangan nyebar fitnah kamu"
"Hahahha...becanda kalii! Yuk makan siang Den, cacing di perutku sudah berdisco ngajakin ke kantin"
"Aku juga lapar,ayo kita jalan!"
Deni berjalan ke kantin bersama Deni.Mereka memesan makanan.Sambil menunggu makanannya datang, mereka berbincang.
"Eh..Den, sebenarnya lo lagi mikirin apa sih tadi, serius amat?Gue tuh manggil loe sampai berkali-kali,tapi loe gak dengar"
"Beneran Don,loe manggil gue berkali-kali"
"Iya..ada yang mengusik hati loe ya..pasti seorang perempuan?"
"Ah ..ngaco lo.Bisa habis gue kalau bini gue sampek denger gue sama cewek lain"
"Hahaha..."Kami tertawa bersama.
Pesanan kami datang,kami melahap makanan itu dengan cepat, kebetulan kami sangat lapar.
"Den,loe gak pingin punya anak kah,loe udah nikah selama 5 tahun,apa gak ada tanda-tanda bini loe bunting"
"Emangnya kucing, bunting?"
"Hahaha.... jangan baper napa Den"
"Entahlah Don, sebenarnya aku ingin sekali punya keturunan, tapi istriku masih tidak ingin diribetkan dengan kehamilan.Dia masih ingin bekerja"
"Bukankah ini perusahaan orang tuanya sendiri,lagian peraturan di sini membolehkan karyawannya untuk hamil kok"
"Entahlah Don, istriku tidak seperti kakak iparku.Dia begitu perhatian pada suaminya,dia pandai memasak,dia juga taat pada Yang Maha Kuasa, rasanya dunia ini sempurna jika memiliki istri seperti dia"perasaan Deni menerawang ke awang awang.
Doni mengibaskan tangannya di depan wajah Deni.
"Woy...ingat...ipar loe itu woy... bukan orang lain"
__ADS_1
"Dia juga menantu di keluarga istriku,kami berdua sama-sama orang lain di keluarga itu"
"Oh ....jadi tadi dia yang kau lakukan.Kakak iparmu"
Deni menutup mulut Doni
"Hust.. jangan keras-keras,nanti terdengar orang lain bisa salah paham"
"Bahaya nih...adik ipar mengagumi kakak ipar, sepertinya asyik dibuat judul film nih"
"Apaan sih lo...yuk balik kantor,udah hampir jam satu nih"ucap Deni.
Mereka membayar makana mereka dan kembali ke kantor.
Di ruangan Zen
"Robert... setelah ini aku ada acara tidak?"
"Ada tuan, meeting dengan pemimpin perusahaan Langit Biru"
"Siapa pemiliknya?"
"Tuan Alex teman anda tuan"
"Ketemuan dimana?"
"Di Restoran X,di kawasan elit tuan"
"Baiklah,aku sholat dulu, kemudian kita berangkat.Tunggulah di mobil"
"Baik tuan"Robert pergi ke basement.
Semenjak mengenal istrinya,dia tak pernah lupa untuk menunaikan kewajibannya pada Yang Maha Kuasa.
Dia berjalan menuju basement.
Robert melihat tuannya dan segera membuka pintu mobil
Zen masuk dalam mobil diikuti oleh Robert.
"Jam berapa sekarang Robert?"
"Jam setengah satu tuan"
"Cepatlah Robert, agar kita tidak terlambat"
"Baik tuan"
Robert tancap gas menuju tempat yang sudah ditentukan.
Tak lama mereka sampai di tempat tujuan.
Zen turun dengan memakai kacamata hitam dan setelan jas abu-abunya.Dia semakin terlihat tampan dengan gaya coolnya.
Dia berjalan diikuti Robert di belakangnya.
"Itu tuan Alex,tuan"Robert berucap sambil menunjuk ke salah satu kursi di dalam restoran itu.
Dia berjalan ke tempat yang ditunjuk Robert.
"Hai Lex"Zen membuka kaca mata hitamnya.
"Hai Zen, bagaimana kabar istrimu?"
"Kalau yang kau tanyakan tentang istriku, aku tak akan menjawabnya.Tapi kalau yang terkait dengan proyek ini aku akan menjawabnya"
__ADS_1
"Hahaha..jutek banget sich?"
"Aku disini bicara bisnis, kalau kamu mau bicara yang lainnya aku akan pulang"Zen berdiri mengambil jas nya.
Alex berdiri mencegah Zen.
"Becanda Zen,ayo duduklah lagi.Maaf maaf!"
"Jangan pernah menyinggung soal istriku,aku tidak suka orang lain membicarakannya"
"Baik..baiklah,ayo kita bicarakan kontrak kita"
"Aku tak menyangka dirimu juga pemilik perusahaan besar Lex,pantas saja dirimu suka bermain wanita"
"Maksudmu"
"Uang kamu banyak,jadi kamu hambur-hamburkan bareng cewek-cewek yang sering bersamamu itu"
"Menikmati hidup Zen"
"Terserah padamu lah,ayo kita mulai meeting kita!"
Mereka berdua mengeluarkan berkas masing-masing.
Keduanya terlihat serius,entah kontrak apa yang mereka bicarakan.Sepertinya kontrak besar yang sangat menguntungkan.
"Oke...kita deal ya Lex"Zen menjabat tangan Alex.
"Oke Zen,sampai ketemu di proyek"
"Oke ..!"
Zen meninggalkan tempat pertemuan mereka.
"Kita kembali ke kantor boss"ucap Robert.
"Kita pulang saja Bert,tiba tiba aku ingin pulang ke rumah.Perasaanku tidak enak,aku juga kangen dengan istriku"
Robert segera melajukan mobilnya ke rumah tuannya.
......................
Pukul setengah dua siang,aku terbangun dari tidurku.Aku merasa haus,air di atas nakas habis.Aku turun ke dapur untuk mengambil air minum di kulkas.
"Glek....segarnya"aku merasa tenggorokanku sangat segar setelah minum.
"Kok sepi ya..pada kemana semua?Apa mungkin lagi tidur semua ya??"
Hari itu memang terasa sepi.Ibu pergi arisan, ayah pun belum datang dari luar negeri.
"Sepertinya semua lagi tidur!aku akan kembali ke atas saja."
Aku berjalan menuju kamarku dengan membawa sebotol air.Aku berjalan perlahan-lahan.Rasanya hari itu aku merasa sangat lelah,aku mau melanjutkan tidurku lagi.Tiba-tiba,ada seseorang yang mendekapku dari belakang.
"Hmmmpphhh... siapa kamu"suaraku terdengar tidak jelas karena mulutku juga dibekapnya.Dia malah membawaku ke lantai atas.Aku memberontak sekuat tenagaku, namun usahaku sia sia.Dia terlalu kuat untuk dilawan.Aku tak bisa berbuat apa-apa,aku hanya mengikuti kemana dia membawaku.
Dia terus mendekapku tanpa berkata-kata,dia membawaku ke kamarku.
Ceklek....pintu terbuka.
Aku dibawanya ke dalam kamar tersebut,dia mengunci pintunya.
"*Ya Allah tolonglah hambamu ini ya Allah"aku berkata dalam hati.
To Be Continue*...
__ADS_1