
Tak lama Zen dan Cinta sudah membersihkan dirinya dan sudah berpakaian.
" Mas,aku pingin jalan-jalan,ayo ke mall"
" Mau beli apa sayang..?"
" Gak beli-beli,cuma ingin jalan-jalan.Tadi sih tidak jadi ke mall,aku kan pingin jalan-jalan mas "
" Iya sayang...ayo aku antar.Kita berangkat sekarang"
" Mas,aku ajak mbok Ijah ya.Kasihan dia,biar refreshing sekali-kali"
" Terserah padamu sayang.." jawab Zen.
Mereka berangkat ke mall bersama mbok Ijah.
" Nyonya.. kenapa saya diajak"
" Biar mbok refreshing sekali-kali, jangan bekerja terus " jawab Cinta.
Tak lama mereka sudah sampai ke mall.
" Ayo kita turun mbok" ucap Cinta.
Mereka bertiga memasuki mall.
" Nyonya...gede amat ya bangunannya?"
'' Ini mall namanya mbok '
" Itu yang bisa berjalan apa nyonya?"
"Itu eskalator mbok.Ayo jalan mbok,kita belanja"
" Katanya hanya jalan-jalan " kata Zen
" Kalau mas gak mau bayarin juga gak apa-apa,aku bayar sendiri."
" Ngambek ya..."
" Hem...." Cinta membuang muka pada Zen.
Zen yang merasa gemas dengan sikap istrinya segera memeluk Cinta dari samping.
" Silahkan belanja apa aja sayang,mau belanja satu mall juga bokeh,"
" Beneran sayang..." ucap Cinta girang.
" Bener sayang...." jawab Zen
" Terima kasih mas...." Cinta mencium Zen sambil menggandeng pergi mbok Ijah.
" Dasar istriku" ucap Zen sambil berjalan mendekati istrinya yang sedang memilih-milih baju.
" Mbok... beli apa yang mbok inginkan, sekalian beli untuk anak dan cucu mbok di kampung" ucap Cinta.
Mbok Ijah melihat-lihat baju-baju di sana.
Harganya sangat mahal-mahal,jadi dia tidak jadi membelinya.
Cinta sedang memilih-milih baju untuk dirinya sendiri dan juga untuk saudara-saudaranya.
Ketika dia menyingkap kumpulan baju, Cinta tak sengaja melihat mertua perempuannya bersama seorang laki-laki sedang naik eskalator.
Dia melihat dari celah-celah baju.
" Bukankah itu mertuaku,apa aku tidak salah lihat ya"
Cinta mempertajam penglihatannya.
" Benar! Itu ibu mertuaku, lebih baik aku pergi dari sini sebelum suamiku melihat ibunya" Tak lupa Cinta memotret ibu dan kekasihnya.
Cinta berjalan mendekati mbok Ijah dan mengajaknya pergi dari situ.
__ADS_1
" Mbok, ayo pergi dari sini,kita makan dulu ya" ajak Cinta.
Mbok Ijah menurut saja pada Cinta.
" Mas,makan dulu yuk.Aku lapar "
" Gak jadi belanja "
" Nanti saja mas,aku lapar" Cinta beralasan.
" Baiklah kalau begitu,ayo kita ke food court"
Zen berjalan di belakang mereka berdua.
Mereka masuk ke food court dan memesan makanan.
" Mbok Ijah makan apa?"
" Terserah nyonya saja,apapun saya mau nyonya" jawab mbok Ijah.
" Kita makan lalapan saja mas"
" Aku akan memesannya " ucap Zen.
Zen berjalan memesan makanan.Cinta duduk berdua dengan mbok Ijah.
Cinta membuka galeri fotonya.Dia melihat foto ibu mertuanya .
" Aku tidak mengira ibu seperti ini,apa kurangnya ayah " Cinta bergumam sendiri.
Mbok Ijah tidak mendengar Cinta yang bergumam,dia asyik melihat lihat sekeliling mall.
" Gede banget ini mall,kayak yang di tivi-tivi itu" kata mbok Ijah dalam hati.
Tak sengaja Cinta juga melihat Fitri sedang bersama seorang laki-laki yang tidak dia kenal sedang bergandengan tangan.
" Sepertinya dia bukan Deni,Fitri sedang bersama siapa ya?" ucap Cinta
" Tidak ada apa-apa mas, sebaiknya kita pulang saja,aku sudah tidak selera makan" Ujar Cinta menutupi apa yang dilihatnya.
" Makanan yg kita pesan bagaimana sayang...?" tanya Zen.
" Dibungkus saja,kita makan di rumah " ucap Cinta sambil pergi menggandeng mbok Ijah.
" Sayang..kok aku ditinggal?"
" Aku menunggu di mobil ya mas"
"Iya sudah,aku akan menyusul sebentar lagi" kata Zen.
Cinta dan mbok Ijah berjalan terburu-buru.
" Ada apa nyonya? Kenapa anda terburu-buru?'
" Nanti aku ceritakan di rumah ya mbok, tidak enak kalau di dengar tuan" ucap Cinta.
" Baik nyonya"
Mereka berdua menunggu Zen datang.Dari kejauhan nampak terlihat Zen sedang menenteng makanan.
Dia membuka kunci otomatis mobilnya.Cinta segera masuk ke dalam mobil.Zen menyusulnya.
" Sayang.. kenapa kau tidak jadi belanja,bahkan makan pun juga kau bungkus."
"Tiba-tiba aku merasa tidak enak badan mas,belanjanya bisa kapan lagi.Akhirnya aku beneran jalan-jalan ya mas hehe"
" Kan kamu sendiri tadi yang tidak jadi belanja '
" Iya mas,aku tidak menyalahkanmu kok" Cinta menyandarkan kepalanya manja pada suaminya.
" Agak cepat ya mas,perutku terasa tidak enak" ucap Cinta.
" Iya sayang" ucap Zen sambil membelai lembut kepala istrinya yang bersandar di bahunya.
__ADS_1
Zen mempercepat laju kendaraannya.Dia melihat Cinta seperti tidak enak badan memang.
Di mall....
" Sony, lebih baik kamu pergi sendiri ya,aku mau bertemu dengan anakku,ada yang perlu aku perbincangkan dengan anakku"
" Baiklah sayang,aku pergi dulu ya..da da....." ucap Sony sambil melepas pegangan tangannya.
Ibu Zen melambaikan tangannya pada kekasihnya itu.
Tak lama,Fitri datang dengan Satria tanpa bergandengan tangan.
" Ibu... sudah lama menunggu kah "
" Ibu juga baru saja tiba kok" ucap ibu berbohong.
" Sat, duduklah !" ucap Fitri.
" Ibu,dia yang akan membantu kita untuk menjebak wanita miskin itu" ucap Fitri
" Siapa namamu nak?"
" Satria bu"
" Benar kamu akan membantu kami menyingkirkan wanita miskin itu dari kehidupan kami"
" Benar bu,apapun yang ibu inginkan,saya akan berusaha membantu anda"
" Kamu anak orang kaya ya?" tanya ibu Zen.
" Kenapa bu?"
" Fit, kenapa kamu tidak menikah saja dengannya, sepertinya dia lebih kaya daripada Deni suamimu.Buang saja lelaki miskin itu.Tak perlu kau pertahankan dia , lagipula kalian juga tidak mempunyai anak."
" Ibu ini ada-ada saja,iya kalau Satria mau menikah denganku" ucap Fitri pura-pura tak mengenal Satria.
" Nak Satria sudah menikah belum?" tanya ibu.
" Belum bu"
" Kenapa masih belum menikah,saya lihat dari penampilannnya, sepertinya nak Satria seorang boss besar"
" Ibu bisa saja.Saya hanya pengusaha kecil bu"
Tapi ibu tahu kalau Satria itu pasti orang yang sangat kaya,ibu tahu kalau sepatu dan baju Satria branded luar negeri limited edition.Orang biasa tak mungkin membelinya.
" Kenapa kamu belum menikah nak Satria?"
" Belum dapat yang sesuai hati bu"
" Kenapa tak menikah dengan anakku saja?"
"Apa ibu merestui,bukankah anak ibu masih punya suami"
" Lebih baik suami miskinnya itu dia tinggalkan dan menikah denganmu"
"Apa ibu merestui kami jika kami menikah'' tanya Satria
" Aku akan sangat merestuimu" jawab ibu
" Ibu apaan sih,aku kan masih punya suami, kenapa disuruh menikah lagi"
" Libatkan saja suamimu itu dalam rencana kita, supaya kau punya alasan untuk berpisah darinya"
ucap ibu.
" Nanti aku pikirkan kembali bu" ucap Fitri.
" Bagaimana rencana kita ke depan Fit?"
" Aku sudah menceritakan semua pada Satria,dia sudah paham apa yang akan dia lakukan " ucap Fitri
To Be Continue
__ADS_1