
" Darimana Zen tahu ini bukan anaknya setelah sekian tahun.Hancurlah impianku jadi orang kaya.Tapi tidak apa-apa lah, dapat rumah ini pun juga lumayan" ucap Desi
" Mama...mama" ucap anaknya
" Jangan panggil aku mama,aku tidak mau punya anak.Sebentar lagi kamu tidak akan bersamaku lagi"
Anak laki-laki kecil itu hanya diam mendengar perkataan Desi.
" Asyekkk... rumah ini akan ku jual dan uangnya akan aku buat senang-senang...hahaha" Desi berjalan menaiki tangga menuju lantai 2.
Sedangkan anaknya hanya diam di ruang tamu dengan bingung.
kring...kring...kring...
Desi menelfon seseorang.
"Hallo, selamat sore.Apa ini benar panti asuhan Kasih Bunda" ucap Desi
" Iya benar,apa ada yang bisa saya bantu?" ucap suara di seberang sana
" Saya menemukan seorang anak terlantar di jalan.Apa saya bisa menaruhnya disana? Sebenarnya saya kasihan dengan anak itu, tapi saya hanya janda yang hidup sebatang kara,jadi saya tidak sanggup untuk memelihara anak ini" ucap Desi memelas
" Silakan antar anak itu ke panti asuhan kami.Kami akan menerimanya dengan senang hati "
" Terima kasih bu, nanti saya akan mengantar anak itu kesana " suara Desi terdengar memelas.
" Baik Bu,kami tunggu " ucap suara di seberang sambil menutup telfonnya.
" Hahaha...sekarang aku bisa hidup dengan enak tanpa gangguan anak kecil ini" ucap Desi sambil berjalan ke kamarnya.
Sedangkan Reno anak Desi tetap terdiam kebingungan.
" Mama,aku mau tidur" rengek Reno
__ADS_1
" Tidur saja sendiri di kamarmu,mama mau tidur di kamar mama sendiri ".ucap Desi tanpa belas kasihan sedikitpun.
Reno akhirnya berjalan sendiri ke kamarnya dengan perasaan bingung.
Tiba-tiba HP Desi berdering
Kring... kring... kring.....
" Huh ..siapa sih ganggu istirahatku aja?" ucap Desi sebel
" Hallo... siapa ini"
" Hei, sudah lupa padaku ya...."
" Siapa ya....?"
" Oh.... karena sudah dapat rumah dan segala isinya kau sudah lupa padaku ya?? Orang yang sudah membantumu mendapatkan semua itu"
" Satria...." Desi membenarkan duduknya seakan-akan Satria ada di sana
"Ma...maaf Satria,habisnya nomer telponmu baru"
" Hahaha...ternyata kau sudah menghapus nomerku ya?? Aku tidak pernah mengganti nomer telfonku,aku tahu itu hanya alasanmu saja"
" Maaf Sat,aku benar-benar tidak tahu kalau ini dirimu?" jawab Desi terbata-bata
" Apa karena kau sudah mendapatkan harta yang kau inginkan,jadi kau melupakanku"
" Tidak Sat,maaf maaf" Desi kebingungan
" Ingat ya ..rahasiamu ada padaku.Dan ingat perjanjian kita,20 persen yang kau peroleh adalah milikku hahahaha" Satria menutup telfonnya.
" Dasar kurang ajar, seenaknya saja dia menutup telfonnya " ucap Desi kesal.
__ADS_1
Desi meletakkan hand phone nya,dia melanjutkan tidurnya yang tertunda karena ada telfon dari Satria.
" Sekarang aku mau tidur dulu, nanti aku akan mengantar Reno ke panti asuhan" ucap Desi.
Dan Desi pun tertidur dengan pulas ya
Sementara Reno sendirian di kamarnya.
" Tante Cinta kemana ya ... Kenapa tante cinta yang baik pergi meninggalkan aku.Semoga saja suatu saat aku bertemu dengannya"
...****************...
Di lain tempat Zen begitu bahagia karena dia akan bertemu dengan Cinta kembali.
Zen bernyanyi dan bersiul bahagia di dalam mobil.
" Anda pasti sangat bahagia ya boss, akhirnya bisa bersatu kembali dengan cintamu"
" Aku sudah lama menunggu ini semua Robert,aku tak akan berbuat kesalahan lagi.Aku sudah sangat menyakiti hati Cinta,dan aku berjanji pada diriku sendiri,aku akan selalu membuat Cinta bahagia."
" Apa anda yakin,non Cinta mau kembali pada anda"
"Pletak..." Zen menjitak kepala Robert
" Jadi gitu ya...kamu seneng lihat aku menderita "
" Hahaha.... sakit kepalaku kau jitak Zen."
" Salahmu sendiri "
" Coba kamu pikir Zen,jika kamu yang ada di posisi Cinta,apa kau masih akan memaafkan dirimu yang seperti itu"
Zen terdiam dan berpikir.
__ADS_1
" Aku tak pernah memikirkan itu semua Robert.Aku tahu,aku sudah banyak salah padanya.Tapi aku akan tetap berusaha mengejarnya dan meminta dia kembali padaku.Yang penting usaha dulu, hasilnya apa kata takdir " Zen menghela nafas panjang.
To Be Continue