Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 21


__ADS_3

Pak Hadi menuju ruang tamu bersama Bu Hadi,tak lupa pak Hadi berganti pakaian lebih dulu.


Pak Bambang mengulurkan tangannya pada pak Hadi,


"Perkenalkan,saya Bambang,ayah Zen "ucap Pak Bambang


"saya Hadi, ayah Cinta."ucap pak Hadi sambil menjabat tangan Pak Bambang.


Pak Bambang duduk kembali setelah berjabat tangan.


"Saya memang bilang pada Cinta,agar Nak Zen ke sini,tapi saya tidak tahu kalau bersama bapak"ucap ayah Cinta


"Saya kesini juga untuk membicarakan pernikahan anak -anak kita Pak"ucap pak Bambang


Zen melihat kemana mana, tapi dia tidak melihat Cinta dimanapun.


"Ada apa Nak Zen?"tanya ibu


"Tidak ada apa apa Bu"ucap Zen


", Cinta masih ibu suruh belanja sebentar Nak,...itu dia baru datang"ucap ibu sambil menunjuk ke luar pintu


Zen dan Ayah menoleh ke arah yang ditunjuk ibu.


"Assalamualaikum..."ucap Cinta


"Waalaikumsalam..",ucap mereka bersama sama


Cinta terkejut,ada seseorang yang tidak dikenalnya.


"Mungkin itu ayah kak Zen"ucap Cinta dalam hati


Untuk pertama kalinya dia bertemu dengan mertua laki lakinya


Cinta segera masuk ke rumah dan mencium tangan Pak Bambang dan kedua orang tuanya.


"Saya mau menaruh belanjaan di belakang dulu Ayah"Cinta pamit pada mereka.


Ibu mengikuti Cinta untuk menyiapkan hidangan untuk tamu mereka.Ibu dan Cinta sudah memasak banyak untuk menyambut mereka.Cinta membuat kan minuman untuk mereka semua.


"Cinta... minumannya keluarkan dulu ke depan"ucap ibu


"Baik Bu.."ucap Cinta.


Cinta berjalan ke depan mengantar minuman,Zen melihat Cinta sampai tak berkedip,dia begitu kangen dengan calon istrinya.


Cinta memberikan minuman pada setiap tamunya.


"Dia begitu sopan, meskipun dia tidak begitu cantik,Zen tidak salah memilih pendamping"ucap Pak Bambang dalam hati


Robert mengibaskan tangannya di depan wajah Zen.


"Berkedip Napa??? kasihan tuch matanya!!"

__ADS_1


Zen terkejut dengan tingkah Robert.


"Namanya juga lama gak ketemu"ucap Zen


"Halah...baru 2 hari gak ketemu sudah bilang lama,dasar bucin"Ucap Robert


Pak Bambang dan pak Hadi segera membahas pernikahan anak anaknya.


"Pak Hadi, karena permintaan anak saya yang mendadak memajukan pernikahan,maka kami akan menanggung semua biaya pernikahan ini"ucap Pak Bambang


Sebelum Pak Hadi mengutarakan maksudnya, ternyata Pak Bambang sudah menjawab keluh kesahnya.Sebenarnya Pak Hadi memang mau membicarakan biaya pernikahan yg mendadak ini.


"Terima kasih Pak Bambang, sebenarnya memang hal ini yang akan saya bicarakan dengan anak anda"ucap Pak Hadi


Pak Bambang memaklumi keluarga Pak Hadi, karena memang kehidupan ekonomi mereka tidak seperti keluarganya.Tapi pak Bambang tidak mempermasalahkan itu.Dia sudah sayang pada menantunya sejak pertemuan pertama tadi.


Mereka berempat berbincang bincang di depan, sedang kan ibu dan Cinta menyiapkan makanan di meja.Setelah selesai menyiapkan makanan,ibu menyuruh Cinta untuk memanggil Ayah dan tamunya untuk makan di ruang makan.


", Ayah...ayo kita makan di dalam."ucap Cinta berbisik pada ayahnya


"Baiklah"ucap Ayah


Ayah mengajak para tamunya untuk makan di dalam.


",Mari makan pak, silahkan ikuti saya ke dalam"ucap ayah Cinta


Mereka mengikuti Pak Hadi ke dalam dan duduk di tempat duduk yg sudah disediakan.


"Silahkan dinikmati hidangan nya Pak,Maaf hanya bisa menyediakan makanan seperti ini"ucap Ibu Cinta


"Silahkan Bapak dan yang lainnya dulu yang makan,nanti saya sama ibu menyusul"ucap Cinta


Zen sedikit kecewa karena Cinta tidak ikut duduk di meja makan.Padahal Zen berharap Cinta bisa makan bareng, karena ingin memandang Cinta lebih lama.Pak Bambang memilih makanan yang disediakan,dia melihat menu favorit nya,sambel pete.Sudah lama Pak Bambang tidak makan makanan itu,karena istrinya tidak mau membuatkannya dan tidak suka dengan bau nya.


"Ini yang masak siapa Pak Hadi"tanya Pak Bambang


"Cinta yang masak semua ini Pak, ibunya hanya membantu.Cinta ingin dia yang memasak karena Zen yang akan datang"ucap Pak Hadi


"Eh..benarkah.!!"ucap pak Bambang sambil melirik anaknya.


"masakan calon menantuku enak,bener bener gak salah pilih anakku"dalam hati pak Bambang.


Zen merasa istimewa mendengar ucapan Pak Hadi.


"masakan calon istri loe enak broo,aku juga mau tuh dapat istri kyk gini"ucap Robert


Zen menjitak kepala Robert,


"Enak saja kamu bilang, jangan sampai kamu macem- macem sama istri ku"ucap Zen


Mereka melahap semua makanan yang disediakan sampai habis.Mereka seperti orang kelaparan yang belum makan dari kemarin.Setelah semua selesai makan,semua kembali ke ruang tamu


"Terima kasih atas jamuannya Pak.Oh iya pak... besok Zen akan kesini menjemput Cinta untuk fitting baju pengantin "ucap pak Bambang

__ADS_1


"Baik Pak,saya akan memberi tahu Cinta"ucap Pak Hadi


Mereka bertiga keluar dengan diantar Cinta dan orangtuanya.Tak lupa Cinta mencium tangan bapak mertua nya dan tangan Zen.


"Ehmm ehmm..tanganku gak dicium juga nich"ujar Robert sambil menjulurkan tangan ke Cinta


"Husstt... Jangan macam macam"ucap Zen sambil menarik tangan Robert


"Serius amat..becanda brooo"ucap Robert


Mereka bertiga segera ke apartemen Zen untuk beristirahat.Satu jam kemudian mereka telah sampai di apartemen.Robert memarkir mobilnya,Zen dan ayahnya keluar dari mobil.Mereka berjalan pelan-pelan sambil menunggu Robert selesai memarkir mobilnya.Robert berlari mengejar mereka berdua.


Tring...lift terbuka


Mereka segera masuk, Zen memencet tombol lantai 55.Selama di dalam lift mereka tak saling bicara,mungkin karena sudah merasa capek.


Tring...lift terbuka kembali


Mereka sudah sampai di lantai 55.Mereka keluar dari lift dan berjalan menuju kamar Zen.Zen membuka kunci apartemen nya dan masuk.


Apartemen Zen ada 2 kamar, dapur,kamar mandi yg besar,dan juga ada basement .


Robert segera naik ke kasur empuknya,dia merebahkan dirinya yang sudah capek menyetir, sedang kan Ayah dan Zen masih berbicara di ruang tamu.


"Nak.. jangan lupa besok memberi uang untuk calon mertuamu,dan jangan lupa bertanya pada Cinta,dia minta mas kawin apa"ucap ayah


"Siap Ayah"Zen sambil hormat pada ayah nya.


"Ayah sudah menelfon pak Sarif untuk menjemput Ayah disini"ucap ayah


"loh..ayah tidak menginap di sini"ucap Zen


"Tidak lah Nak..kasihan ibumu sendirian di rumah"ayah


"Paling paling ibu kumpul kumpul dengan teman teman mentereng nya Yah,"ucap Zen


"Itu memang kebiasaan ibumu, tapi kalau ayah tidak pulang,dia akan bingung"ucap ayah


tok tok tok...


terdengar suara pintu kamar di ketok


"Assalamualaikum...ini saya Pak Sarif Pak"ucap pak Sarif


Pak Sarif sudah diberitahu lokasi apartemen Zen,jadi dia sudah tidak bingung mencari nya.


"Sebentar pak Sarif"ucap ayah


Ayah berpamitan pada Zen.


"Ayah pulang dulu ya Nak,kamu hati hati sampai hari H"ucap ayah


"iya Ayah,ayah juga hati hati di jalan"ucap Zen.

__ADS_1


Zen mengantar ayah nya ke depan pintu dan kembali ke dalam kamar.


to be continue....


__ADS_2