
"Jadi kau tidak sayang pada anakmu?" ucap Desi
" Apa ???Anakku? Benarkah?'' jawab Zen
" Apa maksud pertanyaanmu itu.Apa kau meragukan kalau dia anakmu"
" Aku memang meragukannya?"
" Apa maksudmu?" tanya Desi lagi
" Zen,apa sebenarnya yang terjadi ini.Ibu tidak paham " ucap ibu
" Tanyakan saja pada Desi" ucap Zen
" Jelaskan semua Des" pinta ibu
" Aku tidak perlu menjelaskannya padamu,aku tak butuh padamu " ucap Desi
Zen hanya diam mendengarkan mereka.
" Sekarang kau mau pergi atau aku yang akan mengusirmu" ucap Zen
" Apa maksudmu kau mengusirku dari sini"
" Aku sudah tau permainanmu Des"
" Permainan apa yang kau maksudkan"
" Kau tak perlu berpura-pura,aku sudah tau semuanya "
" Apa yang kau tahu Zen...??"
" Anak itu bukanlah anakku.Dia anak orang lain.Malam itu aku tak berbuat apa-apa padamu "
" Jadi kau mau menghindar dari kenyataan dan tanggung jawab " ucap Desi
__ADS_1
" Aku sudah cukup mempertanggungjawabkan semua hal yang tidak pernah aku lakukan padamu, sekarang kau mau pergi sendiri atau aku usir dengan cara kasar "
" Aku tidak mau pergi,kau adalah suamiku.Jadi ini juga rumahku "
" Jadi kau tidak mau pergi dari rumah ini?"
" Tidak,aku tidak mau pergi.Mana mungkin aku rela meninggalkan semua kemewahan ini"
" Baiklah kalau begitu.Jika kau tidak mau pergi,maka aku yang akan pergi dari rumah ini.
Mbok Ijah,ayo ikut saya" ucap Zen
" Saya mau kemas barang -barang saya dulu tuan"
"Tidak perlu mbok,kita langsung pergi saja"
" Bagaimana dengan anak tuan "
" Tinggalkan saja dia bersama ibunya.Dia bukan anakku,dia anak orang lain"
" Maksud tuan "
" Sebentar tuan,saya akan mengemasi barang-barang saya dulu."
" Tidak usah bi,nanti aku belikan yang baru untukmu " ucap Zen sambil berlalu pergi
" Tunggu Zen! Kau jangan jadi laki-laki pengecut yang lari dari tanggung jawab "ucap Desi
" Aku tidak lari dari tanggung jawab, karena sebenarnya kau dan anak itu bukan tanggung jawabku.Apa kau mau kubeberkan siapa sebenarnya ayah anak itu " ucap Zen sambil berlalu
Desi hanya tercengang mendengar ucapan Zen.
"Darimana dia tahu kalo anak ini bukan anaknya" ucap Desi dalam hatinya
" Tunggu Zen,apa kau punya bukti kalau dia bukan anakmu" ucap Desi sambil mengejar Zen dan berdiri di hadapannya
__ADS_1
" Aku tidak akan bicara sembarangan jika aku tidak punya bukti Des.Jangan halangi aku lagi.Aku yang akan pergi dari rumah ini.Kau dan anakmu tetaplah di sini.Aku anggap ini hadiah untukmu,sebagai gantinya tolong jangan pernah menggangguku dan pergi jauh dari hidupku.Oea,satu lagi, jangan pernah muncul lagi di hadapanku untuk selamanya " ucap Zen sambil menyingkirkan Desi dari hadapannya.
" Ayo mbok,kita pergi dari sini.Aku sudah bosan di sini." Zen berjalan keluar dari rumahnya sendiri.
Mbok Ijah segera mengikuti Zen dari belakang.
Ibu Zen ikut keluar dari rumah itu.
" Ayo Robert,kita pergi ke rumah Cinta,aku sudah tidak sabar bertemu dengannya.Tapi antar mbok Ijah dulu ke rumah baruku'ucap Zen sambil masuk mobil.
" Baik boss" ucap Robert
Robert segera meluncurkan mobilnya meninggalkan rumah lama itu.
Sedangkan Desi hanya tercengang dengan keadaan ini.
" Hei cewek pe***ur,perusak rumah tangga orang.Kamu mau menguras harta anakku ya.Tapi sayangnya kebusukanmu sudah diketahui"
" Tapi aku mendapatkan rumah ini nenek tua" ucap Desi
" Huh ..dasar cewek murahan"
" Hahaha..rumah ini sudah cukup bagiku"
" Jangan seenaknya kamu, rumah ini akan aku ambil.Bukankah rumah ini masih atas nama anakku"
" Ambil saja nenek tua, kalau kamu ingin perselingkuhanmu aku bongkar di depan suamimu"
Ibu Zen terkejut dengan yang diucapkan Desi.
" Apa maksudmu"
" Kau pikir aku tidak tahu siapa anda.Anda istri pak Wijaya, pengusaha kaya.Kalau anda ingin reputasi buruk anda saya sebarkan, silahkan ambil saja rumah ini"
" Hemmm.. dasar kurang ajar kamu perempuan ja**ng"
__ADS_1
Ibu Zen berlalu pergi dengan wajah kesal.
" Darimana dia tahu tentang diriku" ibu Zen berpikir keras sambil keluar dari rumah itu.