
Roni segera melajukan kendaraannya secepat kilat.
Tiba-tiba Roni berhenti mendadak dan membuat wajah Rama dekat dengan wajah Cinta.
Maju satu centi saja,bibir Rama akan menyentuh bibir Cinta.
" Ada apa Ron? Kenapa kamu berhenti mendadak?"tanya Rama
" Mobil di depanku juga berhenti mendadak Ram,makanya aku ikut berhenti mendadak " jawab Roni
" Hampir saja jantungku copot Cin, karena jarak kita yang terlalu dekat.Ternyata kamu cantik sekali jika di lihat dari dekat " Rama berucap dalam hatinya
" Ram ...mau kamu apakan si Cinta." Roni melihat wajah Rama yang semakin lama semakin dekat dengan wajah Cinta.Dan tanpa Rama sadari,Roni memperhatikannya dari kaca depan.
" Emh..gak aku apa-apain kok.Ini tadi ada kotoran di wajah Cinta"
" Kotoran di wajah ya dibersihkan pakai tangan Ram,bukan pakai bibir" goda Roni
" Kurang ajar banget kamu Ron, ngomong seperti itu padaku"
" Halah ..aku tahu kamu siapa Ram.Tapi Cinta bukan orang yang mudah ditaklukkan.Kalau kau memang mau mendapatkannya.Silahkan saja berjuang" ucap Roni sambil tertawa kecil.
" Dasar kamu Ron ! Ayo segera kita bawa dia ke rumah sakit.Jangan bicara terus." ucap Rama mengalihkan pembicaraan.
Roni hanya ketawa ketiwi mendengar Rama.
Roni segera melajukan lagi kendaraannya.
Tak lama mereka sudah sampai ke rumah sakit.
Roni segera membuka pintu mobil dan Rama membopong Cinta ke ruang UGD.
Roni mencari parkir untuk mobilnya.
" Tolong baringkan dia di sana pak.Kami akan memeriksanya."ucap seorang perawat pada Rama
Rama yang begitu khawatir masih berdiri di sisi Cinta.
" Bapak, tolong anda keluar dulu ya.Nanti jika sudah selesai,anda kami panggil" ucap dokternya
" Baik dok" jawab Rama
Rama segera keluar dari ruangan dan duduk di ruang tunggu.
Roni datang menepuk pundak Rama.
__ADS_1
" Hei.. bagaimana"
" Kita duduk manis di sini saja menunggu panggilan" ucap Rama
" Oh...baiklah" timpal Roni
Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan Cinta.Rama segera beranjak dari duduknya dan menghampiri dokternya.
"Bagaimana dok,apa dia sudah sadar?" tanya Rama
Roni berjalan mendekati Rama dan dokter itu berdiri.
"Alhamdulillah sudah sadar.Tolong suami wanita ini ikut saya ke ruangan "
" Dia tidak punya..."Roni tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Rama menutup mulutnya.
"Saya suaminya dok" ucap Rama.
"Baiklah, silahkan anda ikut saya" dokter itu berjalan dan Rama mengikutinya.
"Apa maksud ini semua Ram? Sampai kau menutup mulutku segala"
"Kamu di sini dulu,nanti aku jelaskan.Jaga Cinta untukku ya..." Rama berkata sambil berlalu pergi mengikuti langkah pak dokter.
Dokter masuk ke ruangannya
"Rama dok..."
"Oh...iya.Tuan Rama.
Ehm...selamat ya tuan Rama, sebentar lagi anda akan jadi ayah" dokter Heru menjabat tangan Rama yang kebingungan.
" Maksud dokter bagaimana? Saya tidak paham"
" Istri anda sedang hamil tuan,dan anda akan menjadi seorang ayah sebentar lagi"
" Maksud dokter? Cinta hamil?" Rama masih tercengang dengan semua kejadian ini.
" Iya,istri anda Cinta sedang hamil.Jadi dia pingsan tadi karena hamil tuan" ucap dokter.
" Baiklah dok,terima atas semuanya" Rama beranjak pergi dan berjalan ke ruangan Cinta.
'Jadi Cinta sedang hamil? Tapi kenapa dia mau berpisah dengan suaminya kalau dia hamil.
Bukankah wanita hamil tidak boleh bercerai sampai bayinya lahir,atau jangan-jangan Cinta tidak tahu kalau dirinya sedang hamil" Rama berucap sendiri dalam hatinya.
__ADS_1
Tak terasa Rama sudah sampai di dekat ruangan Cinta.
Rama melihat Cinta sudah siuman dan mendekatinya.
' Cinta, bagaimana keadaanmu"
" Seperti yang kau lihat,aku sudah baik-baik saja.Terima kasih atas semua bantuan kalian berdua,dan maaf jika aku merepotkan kalian" ucap Cinta sambil bangkit dari tempat tidurnya.
" Hei, kamu mau kemana Cin?" ucap Rama sambil memegangi Cinta.
" Aku mau pulang?"
" Duduklah dulu,aku akan memberitahukan apa yang dikatakan dokter tadi padaku"
" Aku sudah baik-baik saja Ram.Tak perlu terlalu baik padaku "
"Cin, jangan seperti itu.Rama itu hanya berniat membantumu" ucap Roni
" Ssttt.... biarkan saja dia seperti itu Ron.Bawaan ibu hamil kali.."
" Apa???" Roni dan Cinta menyahut bersamaan
"Begitulah yang tadi dokter katakan padaku "
" Cin, kalau kau hamil,berarti kau tidak boleh bercerai "
" Ron, tolong urus saja perceraianku.Dan ingat!! Jangan sampai suamiku tahu tentang kehamilanku ini.Biar aku menyimpan rahasia ini sendiri.Paham Ron?" tegas Cinta
" Iya,aku paham Cin" jawab Roni
"Apa yang merubahnya hingga dia menjadi seperti ini.Dari wanita lemah lembut,menjadi wanita yang seperti ini.Apa yang telah suamimu lakukan padamu Cin,hingga kau begitu membencinya "
" Tuan Rama .."panggilan perawat membuyarkan lamunan Roni.
" Iya suster,saya" jawab Rama sambil beranjak dari sofa tempat dia duduk
" Ini resep obat istri anda.Silahkan di beli di apotik!Istri anda sudah boleh pulang.Tolong selesaikan administrasinya.
Dan selamat tuan Rama! Pasti anda bahagia menjadi calon ayah" ucap perawat itu sambil memberikan resep dokter pada Rama
" Terima kasih suster, semoga saja,apa yang anda ucapkan jadi kenyataan " ucap Rama
" Maksudnya tuan "
" Tidak ada maksud apa-apa kok,sekali lagi terima kasih suster.Kami akan pulang agar Cinta bisa beristirahat.Biar teman saya yang mengurus administrasinya"
__ADS_1
" Baik tuan "