
Robert datang membawa pesananku
"Tuan,ini pesanan anda"
"Terima kasih Robert, sebaiknya kamu juga makan"
"Terima kasih tuan"
Zen berjalan ke kamarku.
"Sayang....ayo makan dulu"Zen membuka pintu kamarnya.
Aku bangun dan duduk bersandar di pinggir tempat tidur.Zen membuka bungkus makanan dan kami makan bersama.
"Kenapa aku tidak muntah dan mual semenjak di rumah ya,apa mungkin karena dekat dengan istriku.Entahlah,aku akan menunggu besok.Tapiaku tidak sabar menunggu, lebih baik nanti sore saja temen Heru akan saya suruh kemari"Zen bicara sendiri.
"Ada apa sayang.. kenapa bicara sendiri"
"Aku sudah tak sabar menunggu besok,lebih baik nanti saja temen Heru akan saya suruh ke sini"
"Terserah padamu sayang,mana yang terbaik untukku saja."
Mereka sudah selesai makan.
"Suamiku...aku ingin makan rujak,es krim,dan gado-gado"
"Bukankah kita baru selesai makan"
"Tapi aku ingin..."
"Apa kamu tidak kenyang"
"Aku mau makan itu, kalau kamu gak mau belikan biar aku akan beli sendiri"aku membuang muka pada suamiku.
"Sebenarnya dia ini sakit apa sih"
"Iya sayang....aku akan membelikannya,aku akan menyuruh Robert"
"Setengah jam semua sudah harus ada,aku tidak mau tau"
"Iya sayang... tunggu ya .."
"Kenapa dia jadi seperti itu sekarang "
"Robert, segera belikan rujak,es krim,dan gado-gado"
"Siapa yang mau makan tuan?"
"Istriku"
"Barusan kan baru makan tuan "
"Sudah belikan saja, daripada dia marah -marah.Semua harus siap dalam waktu setengah jam"
"Dimana saya akan mencarinya tuan"
"Itu urusanmu,bukan urusanku"Zen berjalan kembali ke kamar.
"Sebenarnya nyonya Cinta itu sakit apa sih,apa sakit kelaparan ya"Robert menggerutu.
Robert segera berangkat mencari pesanan tuannya.
Zen menelpon Heru...
Kring... kring... kring...
Heru melihat ponselnya.
"Ada apa lagi sih Zen ini,mengganggu saja"
Heru mengangkat teleponnya.
"Hallo,ada apa Zen"
"Bisakah temanmu datang sekarang,aku sudah tak tahan lagi.Istriku semakin aneh.Sebenarnya dia sakit apa sih"
__ADS_1
"Dia masih bekerja Zen"
"Ayolah Her, daripada aku mati gila di sini "
"Baiklah,aku akan menelfonnya agar pergi ke rumahmu"
"Segera ya Her"
Heru menutup telfonnya dengan Zen,dan dia segera menghubungi dokter Nana.
"Hallo...Nana,bisa kau membantuku?"
"Ada apa Her?"
"Tolong segera periksa istri temanku, sepertinya dia hamil.Tapi aku tidak berani memberitahu temanku, aku takut diagnosaku salah"
"Oke, mumpung pasienku sudah tidak ada lagi"
"Aku akan mengirim alamatnya padamu"
"Baik Her,aku segera meluncur ke sana"
Heru mengirimkan alamat Zen pada Nana.
Nana segera mengemasi perlengkapan dokternya dan berangkat ke rumah Zen.
"Selamat siang...apa ini benar rumah tuan Zen Andrian"
"Benar non,ada perlu apa"
"Saya dokter yang di utus dokter Heru untuk memeriksa istri tuan Zen"
"Sebentar non, saya akan memanggil tuan"
Pak satpam mencari Zen untuk bertanya.
"Tuan Zen...anda ada yang mencari"teriak pak satpam.
Zen yang merasa ada yang memanggil namanya, segera keluar dari kamar.
"Ada apa pak?"
"Suruh dia segera masuk pak"
"Baik tuan"
Pak satpam segera pergi ke depan dan mengizinkan Nana untuk masuk.
"Silahkan masuk nona,maaf lama menunggu"
"Tidak apa-apa pak"ucap Nana sambil memasukkan mobilnya ke rumah Zen.
"Ya Tuhan, cantik banget tuh awewe, mimpi apa gue semalam, sekarang ketemu wanita cantik"
"Hei..siapa yang kamu maksud pak?"
"Itu tuan, dokter yang baru masuk ke dalam "
"Jaga matanya pak, jangan jelalatan"ucap Robert yang tangannya penuh dengan pesananku.
Pak satpam menutup pintu gerbang dan Robert berjalan masuk ke dalam.
Ketika Robert masuk,Nana ada di tangga bersama Zen menuju ke kamarku.
"Ya Tuhan, pak satpam bener banget,selera gue banget lah..."
Wajah Nana yang blasteran,berkulit putih dengan rambut bergelombangnya, membuat Robert terpaku menatapnya.Tak terasa Robert mengikuti langkah Nana sampai ke kamar Zen.
Nana memakai alatnya untuk memeriksaku.
"Tuan,ini pesanan anda"ucap Robert.
"Taruh saja di meja sana Robert,jangan berisik.Istriki sedang diperiksa."
"Apa ada yang sakit nyonya Cinta?"
__ADS_1
"Aku sudah baik-baik saja, tadi perutku sakit.Sekarang sudah tidak lagi "
"Banyak istirahat dan jangan terlalu capek,karena usia kandungan anda masih rawan "
"Apa maksud dokter,saya hamil"
"Iya, selamat nyonya,anda akan menjadi ibu.Selamat juga tuan Zen.anda akan jadi seorang ayah "
"Apa dokter,istri saya hamil "
"Iya tuan, selamat ya.Usia kandungan nyonya masih satu minggu.Ini masih usia rentan tuan.Nyonya Cinta tidak boleh terlalu capek dan harus banyak istirahat."
Zen bahagia istrinya hamil.Dia mendekati dan memeluknya.
"Terima kasih sudah mau mengandung anakku Cinta"
"Alhamdulillah Allah memberi kita momongan"ucapku.
Dokter Nana menulis resep untukku.
"Tuan,ini resep untuk nyonya Cinta.Jangan lupa minum susu hamil agar bayinya sehat"
"Terima kasih dokter.Oh iya..dokter tadi pagi aku mual dan muntah,tapi setelah aku ada di dekat istriku, sakitku langsung sembuh"cap Zen.
"Itu kehamilan simpatik tuan"
"Apa itu dokter"
"Istri anda yang hamil,namun anda juga ikut mengalami gejala kehamilannya.Ketika anda berada di dekat istri anda dan sakit anda sembuh.Sepertinya anda harus membawa istri anda kemana saja anda pergi.Sepertinya sang bayi tak mau jauh-jauh dari ayahnya "
"Kemanapun dokter"
"Sepertinya begitu.Saya juga akan menuliskan resep untuk anda Jika anda mual dan muntah, silahkan di minum obatnya.
Saya pergi dulu tuan, jangan lupa ditransfer saja uangnya"Nana berbicara sambil memberikan resep untuk Zen.
"Baik dokter! Robert,antar dokter Nana sampai ke depan"
"Baik tuan"
"Tumben si boss pengertian"Robert berkata dalam hati..
"Tas nya saya bawakan nona"
"Tidak usah tuan, terima kasih"
"Apa boleh saya minta nomer telfonnya,jadi kalau ada apa-apa saya bisa langsung menghubungi anda"
"Minta saja pada dokter Heru"
"Pelit banget nih dokter,aku akan mendapatkan nomer handphone mu"
Nana masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraannya keluar dari rumah Zen.
Di kamar Zen...
"Aku begitu bahagia sayang...aku tidak mengira kita akan mendapatkan bayi kecil secepat ini.Orang tuaku pasti bahagia"
"Jangan kau kabari mereka,aku tak mau mereka tahu.Tunggu kalau perutku sudah besar baru kau kabari mereka"wajah Cinta nampak sedih.
"Maaf sayang,aku tak akan mengabari ibuku"
"Maaf sayang,aku tidak mau terjadi apa-apa dengan bayi kita.Kau kan tahu sendiri ibu tidak suka padaku.Apalagi usia kandunganku masih rentan"
Zen membelai rambutku.
"Aku tahu sayang,maafkan ibuku ya.Cukup aku saja yang tahu tentang ini,dan aku yang akan menjagamu"
Aku memeluk Zen,
"Terima kasih sudah mencintaiku dan menjagaku.Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu istriku"
To Be Continue...
__ADS_1
Terima kasih banyak yg masih setia dengan ceritaku.
❤️❤️❤️❤️ I Love you All❤️❤️❤️