
Pagi menjelang,aku membuka mata.Suamiku masih memeluk erat diriku seperti enggan untuk melepasku.Aku melihat wajah tampannya.Aku tak pernah bermimpi aku akan menikah dengan CEO perusahaan besar.Telunjukku meraba wajahnya, dari mata sampai bibirnya.
"Kamu memang tampan sayang"ucap Cinta.
"Aku memang suamimu yang tampan sayang"ucap Zen tiba tiba.
Aku terkejut.
"Kamu sudah bangun sayang?"
"Sejak kamu tadi melihat diriku dan meraba raba wajahku, sebenarnya aku sudah bangun"
Aku merasa malu dengan hal yang kulakukan.
"Kagumilah aku sesukamu,aku milikmu istriku"Zen semakin memeluknya erat.
"Sayang.. ayo bangun.Sudah subuh"
"Sebentar lagi sayang...aku masih ingin memelukmu"ucap suamiku.
Aku membiarkan dia memelukku sesuka hatinya.Tiba tiba perutku sakit.
"Sayang...aku mau bangun.Ada panggilan alam nih!"
"Panggilan alam apa sayang"suamiku memelukku semakin erat.
Aku sudah tak bisa menahan sesuatu yang akan keluar dari tubuhku.
"Tuitttt....."kentutku berbunyi.
"Hahahaha......bunyi kentutmu seperti peluit"ucap suamiku.
Aku malu karena sudah kentut di depan Untungnya kentutku hanya berbunyi dan tidak bau.
Tiba tiba...
"Duuutttttt"
"Hahahaha...."kami tertawa bersamaan.Ternyata suamiku membalas kentutku.Pagi itu kita saling melempar bom molotov alami.
"Sudah sudah...aku mau ke kamar mandi sayang,aku sudah tak tahan"ucapku.
Aku melepaskan pelukan suamiku.Aku turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.Aku masuk dan menyelesaikan hajatku.Karena sudah terlanjur di kamar mandi,sekalian saja aku mandi.
".Suamiku....bisa ambilkan pembalut di dalam lemari.Aku tadi lupa mengambilnya karena terburu-buru."pintaku.
Suamiku yang sedang tidur akhirnya bangun dan mengambilkan pembalut untukku.
"Buka pintunya sayang"ucap Zen
Aku membuka pintu dan mengambilnya.
"Cepetan ya sayang,aku sudah tak tahan.Perutku juga sakit."suamiku berucap.
Aku segera memakai pembalut dan keluar dari kamar mandi.Zen terburu buru masuk kamar mandi.
"Bruak...."pintu tertutup.
Aku kaget karena bunyinya keras sekali.
"Jangan keras keras banting pintunya,nanti lepas pintunya"ucapku sambil tertawa kecil.
"Kalau lepas biar aku ganti yang baru"jawabnya dari kamar mandi.
"Begitu kalau orang kaya,rusak tinggal ganti"gerutu ku.
Aku duduk di meja riasku,aku memakai bedak tipis dan lip gloss.Zen keluar dari kamar mandi dan memelukku dari belakang.Dia mencium tengkukku.
"Kamu cantik istriku"ucapnya
"Istri siapa dulu,istri Zen Andrian gitu loh.Sayang,kamu sudah sholat kah?
__ADS_1
"Belum hehe... lupa"
"Segera sholat sebelum subuhnya habis"
Zen kembali ke kamar mandi dan berwudhu.Dia sholat sendirian kali ini, karena aku masih udzur.
Aku merapikan tempat tidur dan berjalan ke dapur.
Aku membuka kulkas,di dalamnya sudah tersedia aneka macam daging dan sayuran.
"Masak apa ya hari ini?"ucapku.
Aku mengambil daging dan sayur sop dan juga telur.
"Aku masak sop daging saja,dan martabak telur"
Aku segera mengeksekusi bahan bahan itu.
"Sayang masak apa..?"Zen tiba tiba datang dan memelukku.
Aku yang terkejut tidak mendengar langkahnya, langsung memukulkan sendok sayur yang kupegang.
"Aduh.. sakit sayang"
Aku membalikkan badan,dan ternyata suamiku yang memelukku.
"Maaf sayang.... sakit ya?? Habisnya kamu ngagetin aku!".Aku menggosok gosok dahinya bekas pukulan centong sayur ku.
"Sakit..."ucap suamiku.
"Sini aku cium sayang"aku mencium dahi Zen yang sakit, juga semua wajahnya.
"Sudah gak sakit Kahn sayang"tanyaku.
"Sudah gak sakit kok sayang, kalau aku dipukul terus di cium seperti ini,lebih baik aku di pukuli terus saja"
"Apaan sih suamiku ini"kucubit pipi suamiku yang menggemaskan.
Aku melanjutkan memasak dan dia memangku laptopnya.Mungkin dia menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena pernikahan kami.
"Sayang...ayo kita makan bersama"ucapku.
"Sebentar sayang,nanggung ini"
"Taruh lah dulu sayang...nanti dilanjutin lagi setelah makan"
"Sebentar sayang..."
Aku menghampiri Zen dan memeluk dirinya dari belakang.
Aku mencium pipinya.
"Ayo cintaku...taruh laptopmu dulu"ucapku.
"Baiklah sayang...dia menaruh laptopnya, memegang kepala ku dan menciumku.
"Emmmuuahhh... istriku ini memang pandai merayuku"
Dia berdiri dan berjalan ke meja makan dengan menggendongku di punggungnya.
"Sayang....awas jatuh"
"Tidak akan sayang,kamu tak akan jatuh,kamu hanya akan jatuh ke pelukanku"
Dia duduk sambil memangku diriku.
"Kalau seperti ini apa bisa makan sayang..."
"Aku mau makan kamu aja"
"Aku lagi palang merah sayang... Udah ah becanda nya,aku sudah lapar sayang"
__ADS_1
Zen melepasku dan aku duduk di sebelah kursinya.
Aku mengambilkannya nasi dan lauk di piring.
"Sudah cukup sayang"ucapnya.
Aku mengambil lagi untuk kutaruh di piringku.Dan kami makan bersama tanpa suara.
Setelah selesai Zen kembali ke ruang depan dan berkutat dengan laptopnya.Ponselnya berdering.... Dia mengangkat telfonnya.Aku tidak tahu dia akan berbicara dengan siapa.Aku di dapur mencuci piring dan peralatan memasak yang tadi ku pakai.Dia terlihat begitu serius.
Aku menaruh celemekku dan mendekati suamiku yang sudah meletakkan ponselnya.
"Ada apa sayang...??"tanyaku.
"Ayah menyuruh kita untuk segera pulang ke kota P, perusahaan tiba tiba ada masalah"
"Terus...?"
"Ayah menyuruh kita tinggal bersamanya"
"Terus...?"
"Aku hanya takut ibu menyakitimu istriku"Zen memelukku.
"Sayang..jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.Aku yakin, setelah kita menikah ibumu pasti akan baik padaku"
Dia menatapku dan mencium keningku.
"Aku mencintaimu sayang"ucap Zen.
"Aku juga mencintaimu sayang.Kalau begitu ayo kita berkemas"ucapku.
"Aku akan menelfon Robert untuk mengantar kita"
"Terserah padamu sayangku"aku mencium pipinya dan pergi berkemas.
Cinta mengemasi semua barang barang mereka yang berada di apartemen.
Kring.. kring.. kring...telfon Robert berbunyi.
"Hallo boss..ada apa?"
"Segera ke apartemen,aku akan pulang ke kota P,ada sesuatu yang harus kuselesaikan."
"Siap boss"ucap Robert menutup telfonnya.
Zen membantu Cinta untuk berkemas.Dia memang lelaki yang tak mau tinggal diam.Dia tidak mau istrinya kecapekan karena pekerjaan.Tak berapa lama mereka selesai berkemas.
"Aku sudah siap sayang.."ucapku
"Tinggal menunggu Robert.Sebentar,aku akan menelfonnya"ucap Zen.
kring ... kringg kringg...
Tertera nama boss nya di layar ponselnya.
"Iya boss"jawab Robert.
"Kamu di mana?Aku sudah siap!" ucap Zen.
"Aku ada di depan kamar apartemen mu boss"
"Segera masuk saja,bantu aku membawa koper ke mobil"
"Iya boss,"Robert mematikan ponselnya dan membuka pintu apartemen.
"Non Cinta cantik sekali", ucap Robert.
"Hei...kupenggal kepalamu kalau kau memuji istriku di depanku"
"Hemm.... kumat deh posesifnya"ucap Robert dalam hati.
__ADS_1
Robert mengangkat kopernya sedangkan tuannya lagi berjalan sambil pelukan dengan istrinya.
To Be Continue