
Melihat Zen yang sudah tidak bisa menolaknya,dia bahagia.
"Apa kamu tidak ingin menikmatinya sayang... bukankah dulu kau tidak pernah menyentuhnya.Sekarang nikmatilah seluruh tubuhnku"
Riska mengubah posisinya.Dia duduk di atas Zen.
"Robert... kenapa kau tak segera datang"ucap Zen dalam hatinya.
Dia masih setengah menahan hasratnya yang terkena pengaruh obat perangsang itu.
"Dasar kurang ajar kamu Ris,suatu saat aku akan membalasmu"dalam hati Zen.
Zen hanya diam saja,dia menciumi dan berusaha membuat Zen semakin menginginkannya.Tiba-tiba...
Bruak... pintu terbuka.Robert datang dengan segera.Dia masuk ke dalam tanpa mempedulikan Riska yang sedang memakai lingerie itu.Riska berlari menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kurang ajar,siapa kau berani mengacaukan rencanaaku"
Robert tidak peduli dengan pertanyaan Riska.Yang dia pikirkan sekarang,dia harus segera membawa bossnya pulang bertemu dengan istrinya.Dia menancap gas mobilnya.Bossnya semakin kepanasan.Zen menggeliat-geliat di dalam mobil.
"Sabar ya boss,aku akan membawamu ke istrimu'
Dia mempercepat laju mobilnya.Dia mengebut di jalanan.Dia kasihan melihat boss nya yang sudah sangat kepanasan.Lima belas menit Robert sudah sampai ke rumah boss nya.Zen segera keluar dari mobil.Dia berlari ke ruang tamu dan menutup pintu.
"Cinta.....kamu dimana..."teriak Zen.
"Aku di sini sayang"ucapku dari dapur.Aku terkejut melihat suamiku yang sudah bertelanjang dada.
Zen segera ke dapur.Dia melucuti celemekku.Dia juga melucuti semua yang aku pakai.Dia pun melakukan hal yang sama pada dirinya.
'Ada apa ini sayang "
"Diamlah,nanti aku ceritakan sayang,saat ini aku harus menyalurkan hasratku yang sudah kutahan sejak tadi."
Aku dinaikkan ke meja dapur.
Si junior yang sudah mode on siap masuk ke gua selarong yang gelap.Dia bergerak maju mundur dengan semangat.Aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya si junior memenuhi relung gua milikku.
Nafasnya terengah-engah tak karuan.Tiba-tiba dia menghentikan kegiatannya.
"Ada apa sayang,apa kamu capek"ucapku.
"Tidak sayang,aku hanya ingin pindah tempat"kata Zen.
Dia menggendongku ke lantai dua kamar kami.Dia melemparkanku ke atas kasur.
"Aw....."jeritku.Aku menjerit bukan karena sakit, tapi karena terkejut dilempar oleh suamiku.
"Sayang.... kenapa dilempar"
"Aku ingin sensasi yang lain hari ini"kata suamiku.
Mereka melanjutkan lagi pergumulan yang masih belum selesai.
Dia menyentuh lembut kedua bukit kembarku,dia mainkan dengan lidahnya.
"Ah...."aku menahan suaraku.
"Keluarkan saja suaramu sayang... jangan kau tahan...tidak akan ada yang mendengarnya"
Dia semakin membuatku merasa melayang.Ada rasa yang tidak bisa lagi kuungkapkan.
__ADS_1
"Ah.....nikmat sayang..."aku menjabak rambutnya.
Kepala suamiku ada di tengah gua gelapku,dia memainkan lidahnya di sana.Semakin lama semakin membuatku tak bisa berkata-kata.Hanya nikmat yang aku rasakan.
"Ada yang mau keluar sayang....aku tidak kuat lagi"
"Keluarkan saja sayang...."ucapnya.
"Ah ......Zen......"aku menggelinjang hebat.
Dia yang sudah tak kuasa lagi, segera memasukkan si junior ke gua gelap yang bersemak semak.
Guaku terasa penuh sesak dengan si junior yang pandai maju mundur.Aku dibalik dan dia menghujamku dari belakang.
"Ah...uh...ah . uh..."hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut kami.
"Sayang.....siap ya...aku mau sampai ini"
"Aku juga sayang....",ucapku.
Dia semakin mempercepat gerakan si junior,tak lama semburannya laharnya keluar di dalam gua yang gelap bersamaan dengan aku yang menggelinjang.
Dia terkapar di atasku.
"Terima kasih sayang,hari ini aku terselamatkan"ucap Zen sambil mencium keningku.
"Kenapa harus berterimakasih sayang,aku adalah milikmu seutuhnya.Kapanpun kau mau,aku selalu siap"
"Kau memang istriku yang solehah,tak salah aku memilihmu"
"Tapi bisakah engkau turun dari atasku sayang, berat..hehe"
"Maaf sayang...aku terlalu menikmati ini semua"dia turun dari atasku dan merebahkan diri di sebelahku.Dia memelukku erat-erat.Aku memiringkan tubuhku ke dia.Aku tidur di dadanya.
"Sayang...aku minta maaf ya"ucap Zen.
"Minta maaf apa sayang"aku mendongakkan wajahku padanya.
"Aku tadi sudah bermain kasar padamu,aku sendiri tidak tahu,aku bisa seperti itu.Mungkin itu efek dari obat yang diberikan Riska"
"Maksudmu"aku bangun dari pelukannya dan meminta penjelasan.
Suamiku bangun dan duduk bersandar.
"Kemarilah sayang.."ucap Zen sambil menepuk tempat di sebelahnya.
Aku beralih Dudu di sebelahnya.Dia memeluk dan menciumku pucuk kepalaku.
"Kamu cemburu ya sayang?"
"Enggak"
"Beneran enggak cemburu"
"Enggak salah hehehe.Mana ada istri yang tidak cemburu jika suaminya menyebut nama wanita lain di depannya"
"Jangan cemberut lah sayang...nanti aku tambahin lagi kalau cemberut ya..."
"Boleh...."
"Hahaha... benar- benar istriku yang solehah.Terus kalau main lagi, jelasinnya kapan"
__ADS_1
"Kapan kapan"
Zen menyentil hidungku.
'Sakit sayang..."ucapku.
"Salah siapa godain aku terus"ucap Zen
"Sudah sudah!Kapan ceritanya"ucapku.
Zen mulai menceritakan semua tentang kejadian tadi.
"Ternyata tadi yang mau meeting denganku adalah Riska.Meetingnya di dalam kamar hotel.Sebenarnya aku sudah merasa janggal dengan semua itu,bahkan Robert tidak boleh ikut masuk.Aku hanya berdua dengannya,aku tidak tahu kalau pemilik perusahaan itu adalah Riska sayang.Dan ternyata dia menjebakku.Dia memberi obat perangsang pada minumanku"
"Kenapa kau mau meminumnya sayang?"
"Dia mau menandatangani kontrak kalau aku sudah meminum minuman itu.Aku yang kesal dengan kelakuannya, akhirnya aku meminumnya tanpa curiga, karena aku ingin segera pergi dari sana.Untung saja Robert segera datang menolongku.Kalau tidak,dia pasti sudah berhasil menjebak ku"
"Lain kali kamu harus lebih hati-hati sayang.Sepertinya dia menginginkanmu lagi"
'Dia sudah menikah"
"Tapi dia masih menginginkanmu.Kejadian ini sudah menjadi bukti kalau dia ingin memilikimu lagi"aku cemberut.
"Aku hanya mencintaimu istriku, Cinta Andriana.Aku tak akan berpaling darimu sampai kapanpun"
"Bisakah aku mempercayaimu?"
"Jika aku sampai berpaling ke lain hati,maka aku tidak akan bisa hidup bahagia.Hanya kau yang bisa membuat bidupku bahagia"ucap Zen sambil mencium bibirku.
Aku membalasnya sambil memegang si junior.
"Sayang.... jangan menggodaku"
"Hehehe..maaf"
"Dia sudah terbangun,kamu harus tanggung jawab"
"Kamu gak ada bosan-bosannya ya seperti itu"
"Tapi kamu ketagihan kan dengan si junior yang selalu memenuhi relung gua gelap yang penuh semak belukar"
"Hahaha.."kami tertawa bersama.
"Lagi ya sayang...."
"Kamu mau lagi sayang"
"Iya.... boleh ya..."
"Gasskeun...."
Dia segera menyerangku lagi.Kami bergumul lagi sampai dua jam lamanya.
"Terima kasih Cintaku"ucap Zen.
Aku sudah kelelahan akibat ulahnya.Aku tertidur di pelukan suamiku.
To Be Continue
Terimakasih untuk para readers yang masih setia disini.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️I Love you❤️❤️❤️