
Aku merasakan sesuatu yang membuat tubuhku bergetar,dia membuatku serasa melayang.Dia mengangkatku masuk ke bath up.
"Aku akan memberikan sensasi yang tak pernah kau dapatkan sebelumnya sayang"ucap Zen.
Tubuhku diturunkan di bath up,
"Duduklah sayang, aku akan menggosok punggungmu"
Dia duduk di belakangku, bukannya menggosok punggungku, tapi malah menggosok yang di depan punggung.Semakin lama dia semakin membuatku menggeliat-geliat.Aku sudah tak tahan dengan yang dia lakukan padaku,
"Sayang....ayo lakukan,aku sudah tak tahan"
"Kau yang memintanya ya,jangan salahkan aku kalau nanti lama"
"Ayo sayang...."pintaku.
Zen segera meluncurkan si junior ke pawangnya.Dia hujamkan si junior dari belakang,
"Akh...."entah kenapa rasanya tidak seperti biasanya.
"Sayang... kenapa pawang si junior ini semakin sesak,aku sampai hampir tak bisa menerobosnya"
"Aku juga merasa si junior semakin tumbuh besar,aku semakin merasa senang"
"Hmmmm... juniorku ini akan selalu membuat dirimu bahagia sayang,aku jamin dia akan selalu membuatmu kangen dengan dia"
Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi,dia selalu membuatku selalu terbuai dan serasa terbang ke awang-awang.
Kami keluar dari bath up,tubuh kami sudah licin dengan sabun,
"Ayo kita ke bawah shower sayang,tubuh kita penuh dengan sabun."
Aku mengikuti saja kemauan suamiku ini.Kami bermain di bawah sana.Dia semakin menghujamku tanpa ampun dengan berbagai gaya.Juniornya yang besar membuat ku selalu puas,
"Akh ..aku mau keluar sayang"
"Ayo kita keluar bersama sama sayang"
Dia mempercepat irama gerakannya,dan...
"Akh......"kami selesai bersama.
Setelah pertemuan sengit itu,kami mandi bersama.
Aku duduk di depan meja rias dengan handuk kimonoku,Zen pun hanya memakai handuk yang dililitkan.Badannya begitu seksi bagiku, perutnya yang seperti roti sobek itu,selalu bisa membuatku ingin mencubitnya.Aku sedang menyisir rambutku.
"Sayang.. biarkan aku menyisir rambutmu"kata Zen.
Dia mengambil sisir di tanganku,dia sisir rambutku dengan hati-hati.Kemudian dia mengeringkan rambutku dengan hair dryer
"Apa kamu senang di sini sayang?"
"Aku sangat senang sayang, apalagi ada kau yang bersamaku di sini"
Zen menaruh hair dryer itu.
"Suamiku, duduklah di sini"ucapku.
"Apa yang akan kau lakukan sayang"
"Sekarang aku yang akan mengeringkan rambutmu.Kamu duduk manis di sini ya suami tercintaku"
Zen menurut saja dengan apa yang aku katakan.
"Sayang...apa kau tidak ingin berbulan madu"
"Ingin lah sayang..."
"Ingin kemana?"
"Paris boleh?"
"Kemanapun boleh sayang?"
__ADS_1
"Beneran"
"Benar sayang..."
"Aku ingin keliling Indonesia, belanja baju ke Paris, pergi ke Capadocia, pergi ke India"
"Mau pergi kemana saja boleh sayang,asal kamu bahagia"
Zen membalikkan badan menghadap istrinya.
Dia memegang tanganku,
"Cinta Andriana,aku akan membahagiakanmu seumur hidupku,aku berjanji,jika aku mengkhianatimu, maka aku tak akan pernah bisa hidup bahagia, aku akan sengsara jika tak hidup bersamamu"
Aku menutupkan dua jariku ke depan mulutnya,
"Sayang... apa yang kamu ucapkan itu.Jangan pernah bilang seperti itu Aku percaya padamu sayang,aku yakin kau tak akan pernah mengkhianatiku sampai maut memisahkan kita"
Zen menarik tubuhku hingga aku terduduk di pangkuannya.
Dia memelukku,aku mengalungkan tanganku ke lehernya.
"Aku mencintaimu istriku"
"Aku juga mencintaimu suamiku"
Kruk....kruk....kruk... suara perut Cinta berbunyi.
"Kamu belum makan ya sayang?"tanya Zen.
"Iya,aku tadi lupa belum makan"
"Ayo kita keluar cari makan,kita ganti baju dulu"
"Oke sayangku"
Aku pergi dari pangkuannya dan membuka lemari.
"Sayang... kenapa di sini banyak baju"
"Aku memang menyiapkan baju itu untukmu sayang, jika tiba-tiba kau ingin pindah kemari,kau sudah tak perlu repot-repot membawa banyak baju"
"Kamu memang suami siaga sayang"
Aku menciumnya dengan mesra.
Aku mengambil baju berwarna biru muda untuk suamiku,
"Sayang..ini baju untukmu.Pakailah ini sayang.Aku juga akan memakai baju yang senada denganmu"
Aku mengambil celana dan kaos oblong dengan warna senada.
Aku tidak suka memakai baju yang ribet.
Kami pun berganti baju.
Aku memakai bedak tipis dan sedikit lip gloss agar terlihat lebih segar.
"Kamu sudah cantik sayang,ayo kita pergi"ucap Zen.
"Iya sayang...ini sudah selesai"
Aku yang sudah selesai berdandan, segera menuju suamiku yang sudah menantiku.
"Ayo kita pergi..."ucap Zen.
Seperti biasa,aku selalu disuruh menggandeng tangannya.Aku sudah terbiasa dengan hal itu,aku pun menyukainya.
Kami pun turun ke lantai bawah.
"Robert kemana sayang"
"Aku tadi menyuruhnya pulang,aku hanya ingin berdua denganmu"
__ADS_1
"Suamiku ini memang so sweet"aku mencubit pipinya.
Kami berjalan ke mobil dan pergi untuk mencari makan.
"Kita mau kemana ini sayang?"ucapku
"Terserah padamu sayangku"
"Aku ingin makan seafood"
"Baik boss"
Zen segera meluncurkan kendaraan ke resto seafood terdekat.
Beberapa menit kemudian kami sampai di tempat yang dituju.Zen membawaku ke resto mewah di tengah kota.
Kami turun dari mobil,dan di sana sudah ada pelayan yang sudah menunggu untuk memarkirkan mobil tamu.
"Silahkan masuk tuan?"
Kami berjalan menuju lantai dua.Tempatnya sangat mewah,aku melihat tamu-tamu di sana terlihat seperti orang kaya.Mereka memandangiku yang hanya berdandan sederhana.
"Sayang... restoran ini terlalu mewah untukku.Lihatlah,semua orang-orang itu terlihat seperti kaum elit"
"Sudahlah..cuek saja.Memangnya di sini hanya kaum elit yang boleh masuk.Semua orang boleh masuk ke sini sayang....asalkan mereka bawa uang"
"Hahaha .ada-ada saja dirimu sayang"
"Kalau gak bawa uang,kan gak bisa bayar sayang"
"Benar juga sih"aku hanya manggut-manggut.
Tak lama kami menemukan tempat duduk.Di sana juga banyak orang yang makan.
"Resto ini rame ya sayang?"
"Ini resto paling enak dan paling terkenal di daerah sini.Di samping tempatnya mewah, makanannya juga enak"
Waiters mendekati kami,
"Mau pesan apa mas,mbak"
"Apa makanan yang spesial di sini"ucap Zen.
"Nasi goreng seafood spesial, cumi bakar,ikan bakar sambal matah"
"Kamu mau yang mana sayang?"Zen berkata padaku.
"Aku mau semuanya ya..."ucapku dengan manja.
"Ya sudah kalau begitu.Aku pesan semua yang spesial tadi ya"
" Minumnya apa tuan"
"Sebentar mbak,aku tanya istriku dulu.Sayang mau minum apa?"
"Jus alpukat kental dengan banyak susu coklat"
"Itu mbak minumannya"
"Baik tuan,mohon ditunggu ya...."ucap waiters.
Kami berbincang-bincang sambil menunggu pesanan datang.
Di depan meja kami,ada seorang wanita yang memperhatikan suamiku.Sebenarnya aku tidak peduli dengan wanita itu.Namun tiba-tiba wanita itu bangkit dan mendekati suamiku.Dia tiba-tiba memeluk suamiku di depan mataku.
To Be Continue
Jangan lupa tinggalkan like,vote and koment.
Thanks a lot of to all readers
😍❤️😍❤️😍 I ❤️ U All Readers ❤️😍❤️😍❤️
__ADS_1