
Malam hari di rumah Edo....
Setelah makan malam, Edo sekeluarga berkumpul di ruang tengah.
"Edo...ayah dan ibu berencana pindah dari sini nak.Apa kamu setuju dengan rencana kami"
"Kita mau pindah kemana bu"
"Kita pindah ke rumah kita yang ada di kota Jakarta"
"Aku tidak mau ikut kesana bu,aku akan mengelola perusahaan kita yang di luar negeri saja.Aku ingin melupakan semua kenangan yang ada di sini.Aku ingin membuka lembaran baru"
"Benarkah Edo,kamu akan ke luar negeri"ucap ayahnya senang.Karena sebenarnya ayahnya ingin Edo mengelola cabang perusahaan itu.
"Iya ayah..aku akan kesana "
"Oh iya..kamu akan hadir atau tidak nanti di pernikahan Cinta?"tanya ibunya
"Edo masih tidak tahu bu..."Edo merasa malas membahas itu.Dia masih tidak ikhlas melepas Cinta untuk orang lain.
"Bu...kita akan pindah kapan?"tanya Edo
"Rencananya setelah menghadiri pernikahan Cinta,kita akan langsung ke Jakarta.Untuk lainnya Bram yang mengurus."
"Baiklah.. Edo ke kamar dulu ya bu"Edo berjalan menuju kamarnya di lantai 2.
Bu Ani tahu kalau anaknya masih tidak bisa merelakan Cinta.Tapi dia bersyukur Edo sudah tidak mengunci dirinya lagi di dalam kamar.
"Pak...apa tidak apa-apa kita pergi setelah menghadiri resepsi pernikahan Cinta?"
"Kalau kita mau pergi sebelum menghadiri pernikahan Cinta, bapak merasa tidak enak pada Pak Hadi bu, karena bapak sering minta bantuan padanya.Makanya kita perginya setelah menghadiri pernikahan itu"
"Ya sudah kalau begitu pak.Ayo.kita tidur"
Di kamar Edo..
Dia mencium foto foto Cinta yang dia pasang di dinding.
"Cintaku...aku akan segera pergi dari sini.Semoga kamu baik -baik saja dan suami mu memperlakukanmu dengan baik.Aku selalu mencintaimu sayang ".
Setelah mencium foto Cinta.Dia pergi ke atas kasurnya.Dia masih selalu teringat dengan ciumannya bersama Cinta di kamar itu.Kenangan itu yang melekat di hatinya dan penyemangatnya.
Kringgg..krinng.. ponsel Edo berdering.
Dia mengangkat ponselnya.
"Selamat malam boss.Bagaimana kabarmu"ucap Bram dari seberang
"Aku sudah lumayan baik Bram"
"Aku punya info untukmu boss"
"Tentang siapa Bram?"
"Tentang kekasih sehari mu boss,bukankah kau sudah mendapat ciuman pertamanya"goda Bram
"Kekasih sehari dari mana kamu itu Bram.Ada ada saja"
__ADS_1
"Kan tidak apa apa boss,kamu sempat memiliki nya sehari meskipun dia hilang kembali"
"Gak usah banyak omong Bram,kau punya info apa?"
"Ternyata ibu Zen tidak setuju dengan pernikahan ini boss"
"Apa....??? Kenapa tetap diteruskan pernikahan ini"Edo terkejut
"Ayah Cinta mengijinkannya boss, karena seorang laki-laki tak butuh wali boss.Yang saya dengar seperti itu boss"
"Terima kasih infonya Bram"
"Sama sama boss"Bram menutup telfonnya.
Edo tidak jadi memejamkan matanya.Dia memikirkan Cinta.
"Kasihan Cinta kalau keadaannya seperti itu.Kenapa dia masih mau menikah dengan Zen meskipun tanpa restu.Aku ingin menelfon ya,tapi ini sudah malam".Edo menjadi gelisah tak bisa tidur.Tiba tiba ponselnya berdering.
Kringgg.. kringg.. kriing...
Tertera nama Cinta di layar ponselnya.
"Hallo.. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam kak Edo"
Cinta menelfon Edo untuk memastikan dia baik-baik saja.Cinta sedikit khawatir padanya.
"Kamu kok belum tidur Cinta.Ada apa?"
"Tidak Cinta,kamu tidak mengangguku.Aku senang kamu menghubungiku".
"Apakah kakak sudah baik baik saja?"
"Aku sudah baik baik saja,aku mencoba menerima kenyataan Cinta.Oh iya,aku sebentar lagi akan pindah ke kota Jakarta.Aku juga akan pergi ke luar negeri Cin".
Entah mengapa ada kesedihan ketika mendengar Edo akan pindah dan pergi ke luar negeri.
"Kakak pergi karena Cinta ya.Maafkan Cinta ya kak"ucap Cinta sedih
"Kamu tidak usah merasa bersalah Cinta.Semua ini disebabkan olehku sendiri.Keluarga kami pindah karena ayah ingin lebih dekat dengan saudaranya, sedangkan aku ke luar negeri karena ada cabang perusahaan kami yang perlu dibenahi di sana."
Cinta tahu itu hanya alasan Edo untuk menjauh darinya.
"Cinta..boleh aku bertanya sesuatu padamu"
"Tanya apa kak"
", Kenapa kau masih bersikeras menikah dengan Zen,jika ibunya tidak ingin punya menantu seperti mu?Kau benar benar mencintai calon suamimu ya?".
Cinta terkejut,darimana Edo tahu tentang masalahnya.
"Dia bisa membuat aku bahagia kak,aku begitu mencintainya.Dia mau berjuang bersamaku untuk mendapat restu dari ibunya.Selama dia mau berjuang bersamaku,aku akan berjuang juga kak!"
"Semoga kamu kuat dalam perjuanganmu Cinta.Semoga ibunya segera merestuimu.Jika kau ada masalah dan sudah lelah untuk berjuang,ingatlah untuk datang padaku.Aku akan selalu menerimamu"
Kata kata itu keluar lagi dari mulut Edo.Dia begitu mencintai Cinta.Dia tak mau Cinta hidup menderita.
__ADS_1
Cinta terdiam mendengar ucapan Edo yang begitu tulus.
"Aku pasti kuat kak,aku yakin.Terima kasih atas perhatiannya.Semoga kak Edo segera mendapatkan ganti ku.Sudah ya kak, sudah malam.Aku tutup telfonnya ya"
"Iya Cin.. selamat malam, selamat tidur,mimpi indah"
Cinta tiba tiba menangis.Edo mendengarnya.Ternyata Cinta belum mematikan ponselnya dan panggilan itu masih terhubung.
"Kenapa kak Edo baru hadir dalam hidupku,kenapa kakak terlambat menyatakan perasaannya padaku.Seandainya kakak datang dulu padaku.Mungkin aku akan menikah dengan kakak.Tapi takdir berkata lain.Aku yakin akan ada hikmah di balik semuanya.Aku percaya padaMu Ya Allah"
Deg....
"Ternyata Cinta memiliki perasaan juga padaku,ternyata waktu yang sebentar bisa membuatnya jatuh cinta padaku"ucap Edo dalam hati.
Edo segera mematikan ponselnya,dia tidak mau Cinta sampai tahu kalau dia mendengar semua yang Cinta katakan tadi.Edo terkejut dengan apa yang dia dengar.Edo berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tetap akan menunggu Cinta sampai kapanpun.Dia yakin kalau ada jodoh dengan Cinta, pasti Allah akan memberi jalan.Edo begitu senang bahwa Cinta juga punya perasaan padanya.Meskipun dia tahu, dia tak bisa memilikinya untuk saat ini.
kringgg... kringg.. kringg...
Edo menelfon Bram...
"Ada apa boss..tiba tiba menelfon"dengan suara berat Bram menjawab
"Perasaan baru saja kau menelfonku, sekarang udah molor aja"
"Kan boss tau sendiri,aku orangnya gampang terlelap,hehehe.Ada apa boss?"
"Bram...tolong kau tetap mengawasi Cinta untukku meskipun dia sudah menikah!"
"Maksudnya??"tumben si boss bilang tolong, biasanya dia seenaknya saja memerintah ini itu.
"Aku tetap ingin mengetahui bagaimana nanti kehidupannya meskipun dia sudah menikah.Aku tidak ingin dia hidup tersiksa dan menderita".
"Jadi boss menghubungiku malam-malam hanya untuk ngomong ini"
"Iya Bram"
"Hadeh...apa gak bisa besok pagi saja kaleee... Kayak besok gak ketemu aku aja".
"Hahaha..maaf maaf.Karena aku begitu senang sampai lupa kalau ini sudah malam"
"Si boss minta maaf"ucap Bram dalam hati.Kalau terkait dengan masalah Cinta dia jadi begitu baik haha.
"Memangnya habis ketiban duren boss,kok seneng banget"
"Sudah lah...tidur sana, katanya sudah malam Kamu gak perlu tahu apa yang terjadi"Edo menutup telfonnya.Edo menyimpan ceritanya untuk dirinya sendiri.
Bram hanya bingung dengan ini semua.
Dia kemudian melanjutkan tidurnya.
To Be Continue
Terima kasih banyak untuk yang masih setia di sini..
I love you so much readers
Jangan lupa tinggalkan komentarnya ya...
__ADS_1