Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 18


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Zen menatap telfon nya.Dia menunggu notifikasi dari Cinta.Tapi tidak ada sama sekali.Cinta sama sekali tidak menghubunginya sejak terakhir tadi pagi.


Kemana ya Si Cinta,kenapa dia tidak menghubungi ku sama sekali.pikir Zen dalam hati.


Mereka tiba di hotel A, Zen segera masuk dan Robert memarkirkan mobilnya.


",Tunggu aku Zen,"Robert mengejar Zen yang sudah keluar mobil duluan.


Mereka berjalan dan melihat seseorang yg sepertinya mereka kenal masuk ke lift dalam hotel bersama seorang om om.


"Robert...aku seperti kenal dengan wanita yang masuk lift tadi"ucap Zen


"Yang mana Zen"tanya Robert


", Yang sama om om tadi, wajahnya sepertinya familiar,"ucap Zen


"Aku tidak melihatnya"Ucap Robert


*Sepertinya dia Reta,apa aku salah lihat ya.


Mungkin aku memang salah lihat.


Zen berucap dalam hati.


Kling.. pintu lift terbuka*


Robert menarik Zen yang melamun dalam lift.


"Woy...ayo keluar dari lift, emangnya kamu mau terus di situ", ucap Robert


Zen terkejut tangannya ditarik oleh Robert.


"Lepasin tangan ku Robert,ntr kita dikira pasangan homo"ucap Zen sambil melepaskan tangannya dari genggaman Robert


"Hahaha...dikira begitu juga tidak apa apa"ucap Robert


"Najis tau,gue masih normal.amit amit... jauhkan aku dari orang orang seperti itu"ucap Zen


"Wkwkwkwk...."Robert tertawa lebar


Zen menggesekkan kartu hotel nya.Dan malah Robert yang masuk duluan mendahului Zen.


Robert langsung tidur ke kasur dan terlentang


"Akhirnya aku bisa istirahat dengan lega"ucap Robert


Zen segera menyusul Robert ke dalam dan tidur di tempat tidur sebelahnya.


Zen sebenarnya ingin memesan kamar sendri sendri untuk mereka, tapi semua kamar penuh dan hanya tinggal yg ditempati Zen sekarang.


Zen bersyukur, meskipun satu kamar tapi ada 2 bed.


Dia tidak mau berbagi kasur dengan si Robert, karena dia kalau tidur seperti bertarung dengan harimau.Zen tidak mau menjadi mangsa si Robert.


Zen merebahkan diri nya di kasur, mengistirahatkan dirinya yg begitu lelah Tak lupa dia melakukan kewajibannya dulu pada Allah.


Ketika akan terlelap, Ponselnya berbunyi.


Nama Cinta tertera di layar ponsel nya Dia segera mengangkat ponselnya itu.


"Assalamualaikum calon suamiku"ucap Cinta


"Waalaikumsalam sayang...kamu darimana saja.kenapa tidak menghubungi ku sama sekali setelah tadi pagi.Aku begitu khawatir padamu, takut terjadi apa apa.Aku juga takut kamu kemana mana"ucap Zen


"Bernafas dulu kenapa, seperti kereta api saja tidak ada lampu merahnya"ucap Cinta

__ADS_1


"Hahaha..ada ada saja kamu sayang, tidak apa apa deh aku jadi kereta api,yang penting kamu masinisnya."ucap Zen


Cinta memang selalu bisa meredam emosi Zen dan membuat hati Zen tenang.Itulah salah satu alasan Zen mencintainya.


"Sayang....maafkan aku yang tidak mengabarimu.Tadi siang aku tertidur, karena capek habis bantuin ibu membuat pesanan dan juga mengantar nya.Kebetulan hari ini ibu banyak pesanan.Aku terbangun karena ibu membangunkan ku untuk membantunya membuat pesanan untuk acara pengajian tetangga sebelah dan ini baru selesai.Jadi aku baru pegang ponsel sayang..."Cinta menjelaskan panjang lebar sebelum Zen bertanya.


Zen mendengar kan dengan seksama.


",Baiklah sayang.... seperti nya bukan aku yang seperti kereta api, tapi kamu"ucap Zen bercanda


Cinta berpikir lalu tertawa


"Hahaha..iya.Gerbongku lebih panjang dari pada kamu ternyata."Ucap Cinta


"Berarti kamu kereta nya,aku masinisnya"ucap Zen


"Iya dong..khan kamu calon suamiku yang nantinya akan menjadi imamku.Kamu imamnya aku makmumnya."celoteh Cinta


Zen tersenyum mendengar celotehan Cinta.


"Semakin hari aku semakin mencintai mu Cinta Andriana.Aku ingin segera menikahimu.Bagaimana kalau seminggu lagi"ucap Zen


",Apa???... menikah itu banyak yg harus dipersiapkan sayang..."ucap Cinta


"Kamu tidak usah menyiapkan apapun,aku yang akan menyiapkan semuanya."ucap Zen


"Aku akan coba bilang ke orang tua ku sayang"kata Cinta


"oh iya sayang..kamu mau minta mas kawin apa"kata Zen


"Aku belum memikirkankannya "ucap Cinta


"Oke lah kalau begitu,aku tunggu kabarmu besok ya sayang.Ayo kita istirahat, bukankah besok kamu harus membantu ibu lagi."Ucap Zen


Zen semakin gemas dengan tingkah Cinta.


Kemudian mereka berdua menutup ponselnya masing-masing.


Krucuk krucuk krucuk....


perut Zen berbunyi...


Perutku Zen lapar lagi, padahal tadi sudah makan.


"Tumben perut ku lapar lagi"ucap Zen


Dia menoleh pada Robert untuk mengajak nya mencari makan.Tapi orang yang mau diajak, lagi membuat sebuah pulau di bantalnya alias ngilerrr...


Akhirnya Zen pergi sendiri keluar dari kamarnya.


Dia menuju restoran yang ada di hotel itu.Pelayan mendekatinya dan bertanya


"Mau makan apa Tuan"


"Nasi goreng dan lemon tea hangat"ucap Zen


Sambil menunggu pesanan datang, Zen melihat lihat tamu yang juga makan di sana.Matanya terhenti pada seorang wanita yang wajahnya familiar.


"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu, Siapa ya?? ucap Zen


Zen mengingat ingat wanita itu.


"bukan kah itu wanita yang tadi sore bertemu bersama om om.sepertinya aku kenal dengan wanita ini, tapi siapa ya....???


Pesanan Zen datang membuyarkan lamunan nya

__ADS_1


"Silahkan dinikmati Tuan"ucap pelayan


"Terima kasih"ucap Zen


Zen menikmati makanannya dengan lahap, karena dia sangat lapar.


Selesai menyantap makanannya, Zen berniat memberi tahu ayahnya untuk memajukan hari pernikahan nya.Dia tahu kalau jam segini Ayah nya pasti belum tidur.


kring ... kring... kring...


Ponsel ayah berdering, tertera nama Zen di layar ponselnya.Pak Bambang mengangkat ponselnya.


"Hallo.. Assalamualaikum"jawab Ayah Zen


"Waalaikumsalam.. Ayah.."Ucap Zen


"Ada apa kamu telfon malam malam Nak,apa terjadi sesuatu"tanya Ayah nya


"Iya ayah..telah terjadi sesuatu padaku"ucap Zen dengan nada sedih


"Apa yang terjadi Nak,???tanya Ayah


"Aku ..aku ..aku ingin pernikahanku dimajukan seminggu lagi Ayah..."ucap Zen sambil terbata bata


"Dasar anak kurang ajar, bikin Ayah jantungan saja.Ku kira ada apa"ucap Pak Bambang


Zen tertawa terbahak bahak sampai mengeluarkan air mata


"Maaf Ayah.... ampun.Maafkan anakmu ini"ucap Zen


"Dasar kamu... hahaha"ayah ikut tertawa juga


"Benar kamu mau memajukan hari pernikahan mu Nak..??? tanya ayah


"Iya Ayah..aku ingin segera memilikinya, Aku takut dia diambil orang"ucap Zen


"Takut diambil orang apa sudah kebelet"goda ayah


"kebelet apa yah"tanya Zen


"kebelet pipis"kata ayah sambil tertawa.Sekarang giliran ayah yang menertawakan Zen.


"Ayah...."Ucap Zen geramm


"Aku akan mengabari Tante dan Om om mu Nak"ucap Ayah


"Baiklah Yah, terima kasih"ucap Zen.


Ayah menutup telfonnya.


Setelah selesai makan,dia membayar bill ke kasir restoran tersebut.Dia mencari cari wanita yang tadi menyita perhatiannya,tapi dia tidak menemukan apa yang dicarinya.


Akhirnya Zen naik ke kamarnya dan secara tidak sengaja,dia berada di belakang wanita yang dicarinya itu.Wanita itu berada di lorong hotel yang sama dengan Zen,dan ternyata dia masuk ke kamar yang berhadap hadapan dengan kamar Zen.


**Kira kira siapa wanita yang menyita perhatian Zen


To Be Continue.......


*** Up sampai sini dulu ya...


Terimakasih yg masih setia di sini


Silahkan tinggalkan koment ya,agar Author bisa lebih semangat.


***.I LOVE U my readers*...

__ADS_1


__ADS_2