Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 25 Kejutan Untuk Cinta


__ADS_3

Mereka berdua keluar dari Butik dan segera naik ke mobil.


"Sayang...kok hanya berdua? Robert kemana?


"Dia sudah pulang ,aku suruh dia naik ojek online tadi.Aku ingin jalan jalan berdua denganmu".


"Mau kemana sayang.."


"Yang pasti ke tempat yang hanya ada kita berdua"sambil mencium tangan Cinta.


Zen mengemudikan mobilnya ke kota sebelah.


"Apa masih jauh sayang..."


"Kamu ngantuk ya.Tidur saja dulu,nanti kalau sudah sampai akan aku bangunkan"Zen menepuk bahunya agar Cinta tidur di atas bahunya.


Cinta yang mengantuk menurut saja pada Zen.


Satu jam kemudian mereka sampai di depan sebuah villa mewah.Zen menghentikan mobilnya.Dia membangunkan Cinta.


"Sayang.. kita sudah sampai"sambil menepuk manja pipi Cinta


"Hoaemm... kita sudah sampai ya sayang"sambil mengucek ngucek matanya.


Zen mendekatkan dirinya pada Cinta.Cinta memejamkan mata.Zen tersenyum kecil,


"Kenapa dia memejamkan matanya, apa dia kira aku akan menciumnya"


Ceklek...bunyi sabuk pengaman dilepas


Cinta membuka matanya,


"Ternyata kak Zen hanya mau membantuku membuka sabuk pengaman"


Cinta merasa malu dengan kelakuannya sendiri.


"Ayo kita turun sayang.."


"Iya sayang.."


Zen turun dari mobilnya, begitupun Cinta.Mereka berjalan bergandengan masuk ke villa itu.


Ceklek... pintu villa terbuka.


"Ayo masuk sayang"ucap Zen


Villa itu begitu luas dan mewah.Semua interiornya juga mewah.Cinta terheran heran melihat semua kemewahan yang ada di depan matanya.


"Ehm...ehmm"Zen berdehem


"Maaf kak,Cinta terkagum-kagum dengan rumah mewah ini."


"Ini milikmu sayang..."


Cinta membelalakkan matanya mendengar omongan Zen.


"Jangan bercanda lah sayang...darimana kamu punya uang untuk membeli ini semua"


"Ini hadiah dari ayah ku untuk calon menantunya"


"Benarkah sayang..."


"Iya sayang...ini untukmu.Ini hadiah pernikahan kita.Aku sudah mengatasnamakan villa ini atas namamu"


"Ayah kak Zen begitu kaya,siapa sebenarnya mereka"

__ADS_1


"Sayang.. apakah aku boleh tanya sesuatu"


"Bertanyanya nanti saja, sekarang kita ke atas dulu"


Zen menarik tangan Cinta menuju ke lantai atas rumah itu.Dia membuka pintu sebuah kamar.


Ceklek....kriet....


Pintu terbuka dan terlihat sebuah kamar yang luas.Zen membawa masuk Cinta.


"Ini kamar kita nantinya sayang.."sambil membelai rambut Cinta


Cinta berkeliling melihat lihat dalam kamar.Ada kamar mandi yang luas dan bath up, tempat tidurnya pun juga besar dan empuk.Cinta duduk di kasur dan bermain main seperti anak kecil.


"Kemarilah sayang...duduk bersamaku"


Zen hanya tersenyum melihat Cinta seperti anak kecil.Dan dia mendekatinya untuk duduk bersama.


Mereka berdua bermain di atas kasur sambil tertawa tawa hingga mereka lelah dan tidur terlentang bersama.Tiba tiba suasana menjadi sepi.


Zen membalikkan badan menghadap Cinta.Mereka saling memandang dan saling mendekatkan tubuhnya.Bibir Cinta yang begitu ranum, membuat Zen ingin menikmatinya.Zen mencium lembut bibir Cinta,semakin lama semakin dalam.Cinta menikmati itu semua.Tangan Zen mulai masuk ke dalam kaos Cinta.


Cinta segera tersadar bahwa ini tidak boleh terjadi.Cinta melepas pagutan mereka dan duduk di tepi kasur.


"Maaf kak,jangan sampai kita melakukan hal bodoh"


Zen segera mendekati Cinta dan memeluknya.


"Maafkan aku sayang...aku yang salah.Aku terlalu bernafsu dan tidak bisa menguasainya.Sebaiknya kita pulang sebelum terjadi hal yang lebih jauh"


Mereka berdua sama sama merapikan bajunya yang sudah acak acakan.Mereka segera pergi dari rumah itu.Di dalam mobil mereka sama sama diam tanpa Selama perjalanan Cinta hanya tidur dan Zen fokus menyetir.


Pukul empat sore mereka sampai di rumah Cinta.


"Sayang..ayo bangun..Kita sudah sampai di rumahmu"


"Apa dia marah padaku"ucap Zen


Dia langsung turun dari mobil untuk menyusul calon istrinya itu.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..kok sampai sore nak"ayah menjawab salam mereka


Mereka mencium tangan pak Hadi.


"Tadi saya masih mengajak Cinta jalan jalan pak.Maaf kalau sampai sore.Saya tidak duduk dulu ya pak, saya mau segera pulang, ingin segera istirahat"


"Ya sudah hati hati nak"


Cinta mengantar Zen sampai ke pintu dan melambaikan tangannya.Dia bersikap tidak terjadi apa apa di depan ayahnya.Zen melajukan mobilnya.


"Ayah.. Cinta mau ke kamar dulu ya"


"Iya Nak"


Cinta berjalan masuk dalam kamar.Dia membersihkan diri dan menunaikan sholat.


"Alhamdulillah ya Allah,Engkau masih melindungiku dari godaan nafsuku"


Cinta berucap syukur pada Allah karena tidak sampai melakukan hal itu di villa tadi.


Dia merapikan mukenahnya dan berbaring di atas kasurnya.Dia memikirkan hal yang terjadi tadi.


"Kenapa aku begitu bodoh.Untung saja tadi tidak keterusan.Kalau sampai keterusan bisa bahaya" sambil mengetok ngetok kepalanya

__ADS_1


Di apartemen Zen...


Zen terbayang bayang dengan kejadian tadi.Dia memejamkan matanya.


"Bibirnya begitu ranum, tubuhnya putih mulus tanpa cacat, sesuatu yang tadi sempat ku pegang,serasa lembut dan kenyal.Rasanya aku sudah tak tahan ingin merasakannya"


Tak terasa bayangannya itu membuat sesuatu di bawahnya bangun.


"Bulsetttr... membayangkannya saja sudah bikin aku seperti ini"Zen menjambak rambutnya


Dia segera ke kamar mandi menyelesaikan sesuatu yang mulai mengeras.


Sejam kemudian dia keluar kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


"Apa ada yang terjadi bosss"ucap Robert


"Dasar kurang ajar,aku kaget tahu!!Kenapa tiba tiba kau masuk kesini"


"Ada berkas yang harus ditanda tangani boss"


Zen memakai baju santai dan celana boxernya.


"Mana berkas yang harus ku tanda tangani"


Robert menyerahkan setumpuk berkas padanya.


"Boss, gedung resepsi sudah saya pesan.Semua urusan pernikahan sudah selesai saya booking"


"Bagus..!!! Dimana tempatnya?"


"Di hotel A boss,aku juga sudah memesan kamar terbaik di sana untuk malam pertama anda"


Mendengar perkataan malam pertama,Zen teringat dengan kejadian tadi.


"Untung saja tadi gak berlanjut, kalau berlanjut,pupuslah cerita malam pertama romantis nantinya."ucap Zen dalam hati.


"Ada apa boss"tanya Robert yang melihat bossnya melamun.


"Ah.. tidak ada apa-apa.Ini semua sudah selesai.Segera pergi dari sini.Aku lelah ingin beristirahat"


"Siap bosss"Robert beranjak keluar dari apartemen Zen.


Robert sudah terbiasa keluar masuk apartemen Zen,Dia mempunyai kunci apartemen Zen.


Zen sendiri yang memberikan kunci duplikat apartemennya pada Robert.Dia sengaja memberikannya,agar jika ada sesuatu yang ketinggalan, Robert bisa mengambilkannya untuknya.Sepeninggal Robert,Zen menelfon Cinta.


Dia merasa tidak enak dengan kejadian tadi.


Kring.. kring.. kringg...


Ponsel Cinta berbunyi.Tertera nama Zen di layar ponselnya.


Cinta mengangkat ponselnya dengan sedikit malas.


"Hallo.. Assalamualaikum."jawab Cinta


"Waalaikumsalam.. Sayang..apa kamu baik baik saja?"


"Aku baik-baik saja sayang"


"Emh ..aku minta maaf atas kejadian yang terjadi di villa tadi.Aku tidak bermaksud melecehkanmu.Aku khilaf, sekali lagi aku minta maaf sayang.Aku janji,aku tidak akan menyentuhmu sampai hari pernikahan kita"


"Aku juga minta maaf kak,Cinta juga salah karena membiarkan kakak berbuat seperti itu.Sebaiknya kita tidak mengulanginya lagi".


Mereka berdua berjanji pada dirinya masing-masing bahwa tidak akan melakukan hal bodoh seperti tadi sebelum mereka sah menjadi suami istri.

__ADS_1


To Be Continue....


.


__ADS_2