
Setibanya di kota S, Zen langsung menghubungi Cinta.
Kring kring kring......
Ponsel Cinta berbunyi....
"Assalamualaikum sayang ku"jawab Cinta
"Waalaikumsalam sayang.."ucap Zen
"Sudah sampai ya"ucap Cinta
"Sudah...aku kangen padamu sayang... terutama pemberian terakhir dari mu tadi"ucap Zen
Cinta tersipu malu dengan ucapan Zen.
"Nanti kalau sudah menikah puas puasin deh Sayang..."ucap Cinta
"Kamu disana bersama siapa sayang,apa sendirian??"tanya cinta
"Sama temen sayang..."Zen
"Cowok apa cewek"Cinta bertanya lagi
",Cowok sayang...."jawab Zen.Kenapa sih si Cinta ini,tumben dia jadi seperti ini.
"Kamu cemburu ya..."goda Zen
"Enggak kok, Cinta tidak cemburu.Disana tidur dimana sayang"ucap Cinta
"Tidur di hotel sayang..."ucap Zen
"Tidur sama siapa"tanya Cinta
"Sama temen ku sayang..."ucap Zen
"Beneran sama temen,gak ada cewek lain"ucap Cinta
"Astaghfirullah..gak ada sayang.Aku bersama laki laki,tak ada perempuan"ucap Zen
Karena kekasihnya itu seakan tak percaya, akhirnya Zen pindah ke video call
"Lihatlah sayangku...gak ada cewek Kahn"teman Zen melambaikan tangan pada Cinta
"Cuma laki laki Khan..."ucap Zen
"Baiklah,aku percaya pada kakak,hati hati disana ya sayang...jaga mata jaga hati"ucap Cinta
"Iya sayang ku yang tambah gemesin dan semakin aku cintai"ucap Zen
"Aku tutup telfonnya ya sayang, istirahat dulu,d
jangan lupa sholat dan jangan lupa makan,emmmuuacchhhh"ucap Cinta sambil menutup telfonnya
"Belum juga dijawab,eh. sudah ditutup.Waalaikumsalam."jawab Zen sambil menutup telfonnya.Meskipun yang diajak telfonan sudah tidak mendengar salamnya.
Sayangku semakin genit dan semakin perhatian,aku semakin mencintainya.kata Zen dalam gumamannya
"Cie...yang mau nikah, akhirnya kamu berhasil dapatkan dia ya..???ucap Robert
"Alhamdulillah..kalau jodoh gak akan kemana.Ayo kita segera istirahat, besok pagi-pagi kita harus melihat kantor cabang nya"ucap Zen
Keesokan hari di kota S
Zen segera bangun dan menunaikan sholat subuh,tak lupa dia membangunkan Robert dan menelfon kekasihnya.
"Assalamualaikum sayang..."ucap Zen
"Waalaikumsalam sayangku.. cintaku,kekasihku,calon suami ku"ucap Cinta
"Cintaku ini lama lama semakin genit"ucap Zen
"Gak apa apa dong, Khan genit nya ke kamu aja"ucap Cinta
"Jangan sampai kamu genit ke orang lain juga"ucap Zen sedikit marah
"Ya gak lah sayang...apa yang ada pada diriku hanya untukmu.Genitku pun hanya untukmu, Emmuachhhhh"ujar Cinta
__ADS_1
Sikap Cinta yg seperti itu membuat Zen rindu ingin bertemu.
",Aku kangen sayang .. "ucap Zen
"Baru juga sehari, gimana kalau ditinggal seumur hidup kak"ucap Cinta
"Kamu apa apa an sih sayang, jangan bilang seperti itu lah.Aku jadi khawatir"ucap Zen
"Enggak sayang..aku cuma becanda, jangan diambil hati"ucap Cinta
"Sayang aku sebentar lagi berangkat, sudah dulu ya.Cium kangen buat kamu..... Emmmuuacchhhh"ucap Zen
"Hati hati ya sayang...Aku mencintai mu"ucap Cinta
Mereka berdua menutup telfonnya masing-masing.
Zen berangkat bersama Robert ke kantor cabangnya.Dia langsung memeriksa keuangan kantornya.
"Siapa yang bertanggung jawab atas ini semua"ucap Zen dengan menggebrak meja.
Semua diam tak berani berkata kata.
", Kalau kalian semua tak ada yang mengaku maka semuanya akan saya laporkan polisi, tapi jika kalian mengaku,aku akan memberikan sedikit kompensasi untuk keluarganya.Aku akan menanggung kehidupan keluarga nya jika ada yang mengaku.Aku tunggu sampai nanti sore!!!Jika salah satu dari kalian merasa bertanggung jawab,silahkan menemui saya nanti di kantor.Saya tunggu"ucap Zen
"Bagaimana ini Robert, kenapa bisa kecolongan sebanyak ini"tanya Zen.
"Mungkin karena kita jarang kemari dan kita terlalu percaya pada orang lain"ucap Robert
"Aku tak mungkin salah dalam memilih orang kepercayaan Robert, pasti ada sesuatu yang membuat orang ini melakukannya"ucap Zen
Mereka berdua tetap memeriksa semua keuangan sampai tidak terasa hari sudah siang.
Tring...ada notifikasi masuk di HP Zen
Ternyata dari Cinta,dia segera membukanya
"Sayang ku ... jangan lupa makan dan sholat ya,salam kangen dari calon istrimu.emmmuachh
"Iya sayang ku, terimakasih.emmmuaach"jawab Zen
Zen tersenyum bahagia membaca chat itu.
"apa sich usil banget jadi orang"ucap Zen
"Pantes senyum senyum sendiri, ternyata dari kekasih tercinta nan jauh disana"ucap Robert meledek Zen
"Robert,ayo kita mengisi perut kita,aku sudah lapar"ucap Zen
Mereka berdua segera ke dapur restoran dan mencari makanan yang bisa dimakan.
Setelah mendapat apa yang diinginkan,mereka kembali ke kantor dengan membawa makanan masing masing.
Kringgg....ponsel Zen berdering
Cinta melakukan panggilan video
Zen mengangkat ponselnya
"Assalamualaikum sayang...!Ucap Cinta
"Waalaikumsalam Cintaku"ucap Zen
"Si bucin lagi telfonan euy... kasihanilah aku yang jomblo ini ya Allah"kata Robert
Zen dan Cinta tertawa mendengar ocehan Robert
"Sayang lagi makan ya..makan dengan apa?"ucap Cinta
"Iya sayang... aku lagi makan.Ini makan bebek goreng dan sambel matah"ucap zen
"Sayang, gimana urusannya,sudah selesai?"tanya Cinta
"Belum sayang..?"ucap Zen
"Sayang makan dimana itu?tanya Cinta
Zen lupa bahwa dia belum memberi tahu Cinta, siapa dia sebenarnya
__ADS_1
"Di kantor temen sayang,khan aku lagi bantu temanku disini"ucap Zen dengan tenang
"Ya sudah kalau begitu,makannya dilanjutkan ya sayang...bye..bye... Emmmuuacchhhh"ucap Cinta
"Bye sayang..emmmauach"ucap Zen sambil melambaikan tangan
Mereka berdua mengakhiri panggilan video itu
"Kapan kamu akan menceritakan siapa dirimu sebenarnya pada calon istrimu itu"tanya Robert
"Nanti lah..aku masih menunggu saat yang tepat"ucap Zen
",Ingat Zen,jangan mengawali sebuah hubungan dengan kebohongan"ucap Robert
"Kalau cm bohong tentang kekayaan ku khan tidak apa apa,yang penting aku tidak pernah bohong tentang perasaanku padanya"ucap Zen
"Terserah padamu Zen, bukan aku yang menjalani nya."ucap Robert
Setelah makan, mereka melanjutkan kembali kegiatannya.
Ketika sore tiba,Pak Deni masuk ke ruangan mereka.
"Permisi.."ucap pak Deni sambil mengetuk pintu
"Masuk pak..ada apa"tanya Zen
Pak Deni bersimpuh di depan Zen,
"Maafkan saya Tuan..., saya lah yang mengambil uang anda,"ucap Pak Deni sambil menangis
"Apa ada yang terjadi dengan keluarga mu Pak, sehingga kau berani melakukan ini semua.Aku kenal anda sejak dulu.Anda orang yang menyayangi keluarga"ucap Zen
"Ma ..ma..maaf Tuan,sekali lagi saya minta maaf.Saya terpaksa melakukan ini semua, karena ibu saya membutuhkan uang banyak untuk operasi ring jantung, sedangkan istri saya kena kanker stadium dua Tuan.Ampuni saya Tuan.Jangan hukum saya Tuan."ucap pak Deni memohon pada Deni
Robert tiba tiba memukul Pak Deni.
"Kami kurang apa padamu selama ini,kami mempercayakan bisnis ini padamu, tapi kenapa kau mengkhianati kami"ucap Robert sambil memukul wajah pak Deni
"Robert... hentikan"ucap Zen sambil menjauhkan Robert dari pak Deni
", Berdirilah Pak..duduklah disini bersamaku"ucap Zen sambil menepuk sofa panjang,tanda agar pak Deni duduk di sebelahnya.
"Maafkan saya Tuan,saya khilaf.Saya bingung mau cari uang dimana lagi, karena mereka membutuhkan biaya yang cukup besar Tuan"ucap Pak Deni
"Pak Deni, kenapa harus seperti ini.Seharusnya Pak Deni membicarakan semua ini dengan saya,tak perlu sampai memakai uang restoran Pak, Khan kasihan karyawan karyawan lainnya yang harus menerima imbasnya"ucap Zen
"Maaf Tuan,saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya.Saya akan menyerahkan diri ke polisi"ucap Pak Deni
"Sekarang bagaimana kondisi istri dan ibumu Pak?"tanya Zen
"Alhamdulillah Tuan, semua sudah baik baik saja.Istri saya juga sdh sembuh dari kanker"
"Sudahlah Pak Deni,saya tidak akan melaporkan Bapak ke kantor polisi, tapi maaf Pak Deni,saya tidak bisa memberi pekerjaan lagi pada anda.Restoran ini harus saya tutup karena saya terlalu banyak uang yang hilang dan saya tidak bisa menutupi biaya operasional nya lagi.Jadi Bapak harus mencari pekerjaan lain."ucap Zen
"Jadi Tuan tidak akan melaporkan saya pasa polisi"tanya pak Deni
",Tidak pak,saya tidak sejahat itu.Saya tau anda adalah tulang punggung keluarga, kalau anda di penjara maka siapa yang akan memberi makan ibu dan keluarga Anda"ucap Zen
", Terimakasih Tuan... Terimakasih banyak..."ucap pak Deni sambil bersujud di kaki Zen
", Berdirilah Pak, jangan seperti ini.Saya tidak pantas diperlakukan seperti ini.Semoga.Bapak bisa menemukan pekerjaan lain segera ya Pak.
Oh iya pak, sejam lagi segera kumpulkan semua pekerja di ruang depan,saya akan mengumumkan sesuatu,"ucap Zen
"Iya Tuan"ucap pak Deni sambil keluar dari ruangan itu
"Kenapa kamu baik sekali sih Zen, restoran mu ini dihancurkan olehnya,kenapa kamu tidak memenjarakan nya saja"ucap Robert
"Tidak Robert,aku tahu dia melakukan ini karena terpaksa.Aku akan menutup restoran ini.Kerugiannya terlalu besar"ucap Zen
"Terserah padamu Zen,apalah dayaku yang hanya menemani mu.Semua keputusan ada padamu."ucap Robert
To be Continue...
Thanks yang masih setia dengan novel Menantu Yang Tak Di Inginkan
Jangan lupa like and vote nya ya kakak readers yang baik hati..
__ADS_1
I love you All....