
Tak lama Zen dan Robert sampai di rumah Cinta.
" Boss,kok sepi ya...???"
"Mungkin mereka semua ada di dalam Robert" ucap Zen sambil membuka pintu mobilnya.
"Tapi ini sepi yang tidak biasanya boss"
" Sudahlah..ayo kita turun.Gak usah banyak bacot"ucap Zen
Akhirnya Robert ikut turun dari mobilnya,
Di situ memang terlihat sepi, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.
" Assalamualaikum" Zen mengetuk pintu rumah Cinta, namun tak ada jawaban dari dalam.
" Assalamualaikum....." Zen mengulangi ucapan salamnya.
" Seperti tidak ada kehidupan bos!! Saya coba ke belakang saja bos, barangkali Cinta ada di belakang " ucap Robert.
Robert berjalan ke belakang rumah untuk mencari Cinta,namun yang dia temukan hanya pintu yang tertutup juga.
" Di belakang juga tidak ada apa-apa bos, sepertinya Cinta sedang pergi" ucap Robert.
Tiba-tiba ada seorang perempuan lewat di depan sana.
" Ada yang bisa saya bantu nak?" ucap wanita itu
" Saya mencari perempuan yang tinggal di sini "
__ADS_1
" Oh....nak Cinta..."
" Iya Bu,benar" Zen bahagia mendengar kata-kata wanita itu.
" Oh...nak Cinta sudah tidak di sini lagi sejak 3 bulan yang lalu"
" Dia kemana Bu?"
" Kamu siapa nak, kenapa sangat ingin tahu dia dimana?"
" Saya suaminya Bu"
" Oh...nak Zen"
" Iya benar bu.."
" Cinta pergi entah kemana nak, orang sini tidak ada yang tahu dimana keberadaannya.Semenjak kematian orang tuanya dia banting tulang untuk menghidupi kedua adiknya yang masih sekolah"
" Lalu bagaimana kedua adiknya bu"
" Kedua adiknya juga sudah meninggal"
" Jadi Cinta hanya hidup sendiri Bu?" ucap Zen sambil tercengang.
" Iya nak Zen.Setelah orang tuanya meninggal,dia yang menghidupi kedua adiknya.Semua dia tanggung sendiri,dan dia harus kerja keras untuk itu semua."
Zen hanya terdiam mendengar penuturan ibu itu.
" Sekarang dia dimana Bu"
__ADS_1
" Tidak ada yang tau sekarang Cinta ada dimana.Sejak kedua adiknya meninggal dan para rentenir itu merebut rumah beserta tanahnya.Dengar-dengar dari tetangga dia jual diri untuk memenuhi kehidupannya dan membayar hutang-hutang oraang tuanya."
" Apa buuu....Jangan memfitnah sembarangan bu...Saya tahu betul kalau cinta tidak mungkin melakukan itu semua " ucap Zen marah sambil berdiri.
" Tenang bos,ibu itu hanya menyampaikan yang dia dengar di sini " ucap Robert sambil mendudukkan Zen kembali.
Ibu itu sedikit takut dengan reaksi Zen.
" Terserah nak Zen,mau percaya atau tidak,saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari orang-orang sekitar " ucap ibu itu sambil terbata-bata.
" Terus dia kemana bu sekarang?"
"Saya tidak tahu nak Zen,yang pasti dia dibawa oleh seorang laki-laki ke tempat yang jauh.Begitulah kira-kira yang saya dengar"
Zen menghela nafas panjangnya.
" Ayo kita pergi Robert, terima kasih Bu"Zen berpamitan sambil memberikan sejumlah uang pada ibu itu
" Apa ini nak Zen"
" Itu tanda terima kasih saya pada ibu Ambil saja untuk ibu" Zen berlalu pergi tanpa menoleh lagi.
" Bruak....." suara pintu mobil ditutup dengan kerasnya oleh Zen.
" Ayo segera berangkat Robert!" ucap Zen
" Iya boss...ini aku sudah jalan" sanggah Robert
Zen terdiam menatap ke luar jendela
__ADS_1
" Kamu pergi kemana cintaku....???Kalau kamu sampai jual diri aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri." Zen berucap sendiri dalam hati.