Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 107


__ADS_3

Tak lama Zen dan Robert sampai di rumah Cinta.


" Boss,kok sepi ya...???"


"Mungkin mereka semua ada di dalam Robert" ucap Zen sambil membuka pintu mobilnya.


"Tapi ini sepi yang tidak biasanya boss"


" Sudahlah..ayo kita turun.Gak usah banyak bacot"ucap Zen


Akhirnya Robert ikut turun dari mobilnya,


Di situ memang terlihat sepi, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.


" Assalamualaikum" Zen mengetuk pintu rumah Cinta, namun tak ada jawaban dari dalam.


" Assalamualaikum....." Zen mengulangi ucapan salamnya.


" Seperti tidak ada kehidupan bos!! Saya coba ke belakang saja bos, barangkali Cinta ada di belakang " ucap Robert.


Robert berjalan ke belakang rumah untuk mencari Cinta,namun yang dia temukan hanya pintu yang tertutup juga.


" Di belakang juga tidak ada apa-apa bos, sepertinya Cinta sedang pergi" ucap Robert.


Tiba-tiba ada seorang perempuan lewat di depan sana.


" Ada yang bisa saya bantu nak?" ucap wanita itu


" Saya mencari perempuan yang tinggal di sini "

__ADS_1


" Oh....nak Cinta..."


" Iya Bu,benar" Zen bahagia mendengar kata-kata wanita itu.


" Oh...nak Cinta sudah tidak di sini lagi sejak 3 bulan yang lalu"


" Dia kemana Bu?"


" Kamu siapa nak, kenapa sangat ingin tahu dia dimana?"


" Saya suaminya Bu"


" Oh...nak Zen"


" Iya benar bu.."


" Cinta pergi entah kemana nak, orang sini tidak ada yang tahu dimana keberadaannya.Semenjak kematian orang tuanya dia banting tulang untuk menghidupi kedua adiknya yang masih sekolah"


" Lalu bagaimana kedua adiknya bu"


" Kedua adiknya juga sudah meninggal"


" Jadi Cinta hanya hidup sendiri Bu?" ucap Zen sambil tercengang.


" Iya nak Zen.Setelah orang tuanya meninggal,dia yang menghidupi kedua adiknya.Semua dia tanggung sendiri,dan dia harus kerja keras untuk itu semua."


Zen hanya terdiam mendengar penuturan ibu itu.


" Sekarang dia dimana Bu"

__ADS_1


" Tidak ada yang tau sekarang Cinta ada dimana.Sejak kedua adiknya meninggal dan para rentenir itu merebut rumah beserta tanahnya.Dengar-dengar dari tetangga dia jual diri untuk memenuhi kehidupannya dan membayar hutang-hutang oraang tuanya."


" Apa buuu....Jangan memfitnah sembarangan bu...Saya tahu betul kalau cinta tidak mungkin melakukan itu semua " ucap Zen marah sambil berdiri.


" Tenang bos,ibu itu hanya menyampaikan yang dia dengar di sini " ucap Robert sambil mendudukkan Zen kembali.


Ibu itu sedikit takut dengan reaksi Zen.


" Terserah nak Zen,mau percaya atau tidak,saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari orang-orang sekitar " ucap ibu itu sambil terbata-bata.


" Terus dia kemana bu sekarang?"


"Saya tidak tahu nak Zen,yang pasti dia dibawa oleh seorang laki-laki ke tempat yang jauh.Begitulah kira-kira yang saya dengar"


Zen menghela nafas panjangnya.


" Ayo kita pergi Robert, terima kasih Bu"Zen berpamitan sambil memberikan sejumlah uang pada ibu itu


" Apa ini nak Zen"


" Itu tanda terima kasih saya pada ibu Ambil saja untuk ibu" Zen berlalu pergi tanpa menoleh lagi.


" Bruak....." suara pintu mobil ditutup dengan kerasnya oleh Zen.


" Ayo segera berangkat Robert!" ucap Zen


" Iya boss...ini aku sudah jalan" sanggah Robert


Zen terdiam menatap ke luar jendela

__ADS_1


" Kamu pergi kemana cintaku....???Kalau kamu sampai jual diri aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri." Zen berucap sendiri dalam hati.


__ADS_2