
Robert sudah sampai di kamar Cinta.Semua infus sudah dilepas dari tangannya.
"Sudah siap nyonya"
"Sudah Robert"
"Ish.. jangan pegang-pegang istriku,kamu ambilkan kursi roda saja di depan sana"
"Hemmm....kumat deh"ucap Robert.
Robert mengambil kursi roda di depan kamar rawat Cinta.
"Silahkan nyonya"Robert membawa kursi roda itu mendekat pada Cinta.
Zen menggendongku Cinta,dan dia mendorongnya.Tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada semua perawat yang sudah merawat istrinya.
"Terima kasih banyak sudah merawat Istriku, silahkan kirim nomer rekening kalian pada asistenku ya"
"Terima kasih tuan"ucap para suster.Dokter Nana dan dokter Heru tidak ada di sana.Pasien mereka sedang banyak.
Mereka naik ke mobil yang di sopiri oleh Robert.
"Hati -hati Robert, jangan ngebut"
"Iya tuan"
Satu jam kemudian mereka sampai ke kediaman Zen.Mbok Ijah sudah menyambut mereka di pintu gerbang.
"Selamat datang nyonya"
"Terima kasih mbok '
Mbok Ijah membawa perlengkapan Cinta ke kamarnya.
Sedangkan Cinta tidak boleh berjalan oleh Zen.Dia menggendong Cinta sampai ke dalam kamar.
"Sayang.. sekarang istirahat dulu"
"Iya sayang... aku akan istirahat "
"Aku mau melanjutkan pekerjaan ya sayang "
Zen duduk di sofa kamar itu melanjutkan pekerjaannya dari laptop.
Malam menjelang,aku baru terbangun dari tidurku
'Sayang...dimana"
"Ada apa sayang..."Zen segera mendekatiku
"Lapar..."
"Dedek bayi mau makan apa?"
"Pingin martabak manis dengan toping coklat dan keju, nasi padang,es teler"
"Beneran kamu mau makan itu semua"
"Iya... aku lapar...."aku berucap dengan manja sambil mengelus elus perutku.
"Baiklah,aku akan menyuruh Robert"
"Aku tidak mau kalau Robert yang beli, tapi aku mau kamu yang membelikannya"
"Itu makanan beli dimana Cin..."
"Gak tau, pokoknya aku mau makan itu semua,kalau enggak dibelikan semua,aku akan berangkat sendiri"
Zen beranjak dari duduknya.
"Akan aku belikan semua, tapi calon ibu muda ini gak boleh ngambek"Zen memegang daguku dan menciumku.
Aku membalas ciumannya.
'Kalau ciuman ini berlanjut,aku tidak jadi makan nanti"ucap Cinta dalam hati.
__ADS_1
Cinta segera melepaskan ciuman mereka yang sudah semakin dalam.
"Sayang... segera pergi, aku lapar...'
"Tunggu ya sayang,kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana"
"Tapi kalau mau ke kamar mandi, boleh kan sayang?"
"Hahaha..ya bolehlah,masak kamu mau pipis di kasur"
"Katanya tidak boleh kemana mana"
'Maksudnya, kamu jangan jalan jauh-jauh sayang"
"Oke calon ayah"
'Kamu jangan turun,aku akan menyuruh mbok Ijah kemari menemanimu"
"Iya sayang..."
"Aku pergi sayang"
'Hati-hati di jalan"
'Iya sayang..''
Zen pergi ke bawah dan mencari mbok Ijah.
''Mbok.. mbok..tolong temani istriku di kamar,aku mau keluar membeli pesanannya"
"Iya tuan':
Zen pergi keluar, sedangkan mbok Ijah pergi ke kamar Cinta.
Zen mengeluarkan mobilnya dan pergi untuk mencari pesanan istrinya.
"Aku mau membeli dimana ya semua pesanan Cinta"dia berpikir sambil melajukan mobilnya.
Dia mencari di internet tempat yang menjual semua makanan tersebut.
Letaknya tak jauh dari tengah kota.
Dia membeli semua pesanan Cinta di alun-alun kota.
Di sana semua aneka makanan ada.
Zen berkeliling mencari pesanan istrinya.
Semua mata terpana padanya.Zen yang tampan dan tubuhnya yang atletis membuat semua mata perempuan terpana jika melihatnya.
"Mas mas... ganteng banget jadi orang,aku mau lo jadi pacarmu"seorang perempuan menyapanya.
"Mbak.. jangan kepedean deh jadi cewek,kamu mau jadi pacar aku"
"Iya mas,aku mau"
"Tapi aku yang gak mau jadi pacar kamu ahhahahahh"dia berlalu sambil membawa pesanan istrinya.
"Dasar br***sek"ucap wanita itu.
Zen segera pergi dari sana,dia tidak suka orang-orang memandangnya.Dia paling tidak suka diperhatikan orang-orang di sekitarnya.
Dia segera melajukan mobilnya pulang,dia tidak mau istrinya menunggu lama.
"Sayang.... pesanan sudah datang,ayo makan"
Aku senang menyambut kedatangan suamiku.Aku sudah sangat lapar.
Melihat Zen sudah datang,mbok Ijah kembali ke dapur.
"Tuan,saya pergi dulu"
"Iya mbok, terima kasih"
'Kemarikan sayang...aku lapar"ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya sayang..."
Zen segera membuka semua makanan itu.
"Kamu juga harus makan,aku mau dibarengi sama kamu.Aku mau makan berdua denganmu"
"Iya sayangku,cintaku... bidadariku..'
Mereka akhirnya makan bersama.Semenjak hamil dia selalu minta ditemani oleh Zen jika makan.Jika dia tidak ditemani,maka dia tidak akan makan.
Empat bulan kemudian....
'Sayang...hari ini jadwal periksa ke dokter Nana"
"Aku akan mengantarmu sayang"
Zen selalu menyempatkan dirinya untuk mengantar istrinya untuk periksa ke dokter Nana.Dia tidak ingin melewatkan perkembangan calon anaknya.
"Aku ganti baju dulu ya sayang..''
"Iya sayangku"
Aku memilih baju hamil berwarna ungu muda.Semenjak hamil aku suka dengan warna ungu.Padahal dulu aku tak suka dengan warna itu.
Zen membelikanku lima lusin baju hamil,sampai lemari bajuku hanya berisi baju hamil semua.
"Aku sudah siap sayang.."
"Ayo sayang"
Cinta menggandeng tangan Zen.Mereka berangkat ke dokter Nana di rumah sakit.
Sejam kemudian mereka sampai di rumah sakit.Mereka segera masuk tanpa harus antri.
"Bagaimana kabarnya Cinta"
"Alhamdulillah sudah baik-baik saja"
"Yuk kita periksa,naiklah ke tempat tidur"
Cinta segera naik ke tempat tidur.Nana mengoleskan gel dingin pada perutku.
Dia memutar-mutar alat di atas perutku.
"Usianya sekarang sudah 16 minggu, harusnya dia sudah mulai bergerak Cin"
Zen memperhatikan di layar monitor.Tiba-tiba terlihat ada gerakan di layar monitor.
"Sayang...dia bergerak"Zen sangat senang sekali melihat calon anaknya bergerak.
"Alhamdulillah...kamu sudah bergerak anakku.Ruh sudah ada di dalam tubuhmu."
Nana menutup kembali baju Cinta yang tadi dibukanya.Cinta bangun dari duduknya,dan berjalan menuju meja Nana.
Zen tak henti-hentinya mengelus perut Cinta.
"Hai sayang...aku ayah Zen dan ini mama Cinta,kenalkan juga ini dokter Nana"
Nana menahan tawanya melihat kelakuan Zen.
"Cinta,ini aku beri resep vitamin untukmu dan bayimu.Apa ada yang kamu keluhkan"
"Tidak ada Na,aku sekarang sudah sehat."
"Oke... tunggu sebentar ya,aku akan menulis resep untukmu"
Cinta menunggu dengan sabar,Zen menciumi perutku di depan Nana.Sebenarnya aku malu dengan kelakuan Zen, tapi percuma saja aku bicara padanya,dia tak akan mendengarkanku,jadi kubiarkan saja dia berbuat seperti itu.
Dokter Nana hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Zen.
"Zen,ini resep obat untuk istri dan anakmu,ambil saja di apotik depan."
Zen segera berhenti dari kelakuannya yang membuat aku malu di depan Nana.Dia mengambil resep dari dokter Nana.
"Oke, terima kasih Nana, kami pulang"
__ADS_1
"Oke, kalau ada apa-apa, jangan lupa hubungi aku ya"
'Iya Na"jawab Cinta.