
Apa yang tuan pikirkan?"
" Entahlah Robert ! Aku juga tidak tahu" jawab Zen.
" Coba telfon nyonya Cinta tuan, barangkali terjadi apa-apa padanya"
" Benar juga kau Robert, tapi aku baru saja menelfonnya " sahut Zen
" Siapa tau saja tuan, namanya juga mencoba "
" Baiklah, tidak ada salahnya mencoba " ucap Zen.
Zen menelfon Cinta berkali-kali,namun tidak ada jawaban.
" Kemana kamu sayang.." ucap Zen resah
" Kenapa tuan " ucap Robert.
" Telfonku tidak diangkat Robert " ucap Zen.
" Coba telfon orang rumah tuan "
" Benar juga.Aku akan menelfon mbok Ijah " ucap Zen
Zen segera menelfon mbok Ijah.Namun sama saja hasilnya.
Mbok Ijah juga tidak mengangkat telfon Zen.
Karena tidak ada jawaban, Zen menelfon satpam mereka. Namun hasilnya sama saja,pak satpam juga tidak mengangkat telfonnya.
" Kemana mereka semua, kenapa tidak ada yang mengangkat telfonku " Zen bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
" Ada apa boss ?" tanya Robert.
" Sepertinya terjadi sesuatu di rumahku Robert.Tidak ada yang mengangkat sambungan telfonku"
" Jangan-jangan yang tuan takutkan benar-benar terjadi " ucap Robert.
" Bagaimana ini Robert? Perasaanku tidak enak,aku takut terjadi apa-apa pada istriku " ucap Zen gelisah
" Lebih baik anda pulang saja,biar saya saja yang menyelesaikan masalah di sini " ucap Robert
" Baiklah,aku akan langsung pulang,aku khawatir pada istriku " ucap sambil beranjak dari duduknya.
" Hati-hati tuan !" ucap Robert
" Iya.." jawab Zen.
Zen segera pergi mengambil mobilnya dan segera pulang.
Zen gelisah selama di perjalanan.Dia melajukan mobilnya cepat bak pembalap.
Di rumah Zen.....
Ibu masuk ke dalam rumah Zen yang tidak terkunci.
" Zen....Cinta...kemana kalian..." ibu memanggil-manggil nama mereka berdua.
" Kemana mereka pergi ya...?" ibu terus masuk saja sampai ruang tamu dan melihat mbok Ijah dan pak satpam terikat.
" Ya Allah,apa yang terjadi" ucap ibu sambil membuka ikatan mereka.
" Ada penjahat ke sini bu" jawab mbok Ijah.
" Apa???" ibu pura-pura terkejut
" Mereka menculik nyonya Cinta, entah mereka bawa kemana" ucap pak satpam.
__ADS_1
" Menantu ku diculik pak !! Bagaimana kau menjaga rumah ini hah..." ucap ibu sambil mengguncang-guncang pak satpam.
" Maafkan saya bu, saya tidak bisa melawan mereka.Mereka kuat sekali bu" ucap pak satpam itu menunduk.
" Sudahlah,ini bukan salah kalian" ucap ibu
" Cinta..... Cinta..... sayang.... kamu dimana " terdengar suara Zen
Zen masuk dan melihat mereka bertiga berkumpul di ruang tamu dengan wajah cemas.
" Ada apa ini, kenapa pak satpam malah ada di sini tidak di pos depan?"
" Emh....emh..."
" Ada apa....??? Ayo katakan ? " Zen mulai berteriak emosi
" Dimana istriku ? Cinta.... Cinta..." ucap Zen sambil menuju kamar tidurnya.
Mereka bertiga tidak mengucapkan apa-apa.Mereka hanya melihat Zen yang kesana kemari mencari Istrinya.
" Tuan... tuan..." pak satpam memberanikan diri memanggil tuannya.
Zen akhirnya berhenti dan diam menghadap pak satpam.
" Ada apa pak..?" tanya Zen
" Emhhh... nyonya Cinta tidak ada di rumah tuan" ucap pak satpam
" Kemana dia "
" Dia hilang Zen" ucap ibu
Zen yang mendengarnya langsung turun mendekati mereka bertiga.
" Kamu bilang apa?" Zen mencengkeram baju pak satpamnya.
" Maaf tuan,nyonya Cinta diculik" kata pak satpam.
" Siapa yang berani menculiknya" ucap Zen
" Saya tidak tahu tuan.Mereka ada tiga,saya tidak bisa melawan mereka bertiga.Maafkan saya tidak bisa menjaga nyonya" pak satpam itu menunduk.Dia sudah pasrah jika Zen akan memberhentikannya.
Zen melepas cengkramannya pada pak satpamnya.
Dia hanya terduduk lemas di sofa sambil mengacak-acak rambutnya.
" Kenapa aku meninggalkanmu sendirian di sini.Kenapa aku tak membawamu saja" ucap Zen penuh penyesalan.
Dia masih berpikir mau mencari istrinya kemana.
Akhirnya dia menelfon Robert.
" Hallo Robert " ucap Zen
" Ada apa tuan " jawab Robert.
" Istriku di culik Robert,firasatku benar.Makanya perasaanku tidak nyaman di sana"
" Apa tuan, nyonya Cinta diculik " tanya Robert
" Iya, segera minta tolong pada Bram untuk mencari mereka " perintah Zen
" Baik tuan, saya akan menghubungi Bram"
" Lebih cepat lebih baik Robert "
"Iya tuan "
__ADS_1
Zen menutup sambungan telfonnya.
Ibu mendekati Zen.
" Nak,yang sabar ya.Semoga istrimu lekas ketemu" ucap ibu
" Terima kasih bu" ucap Zen frustasi.
" Ibu pergi dulu ya Zen, masih ada urusan lain" ucap ibu
" Iya bu" ucap Zen
Ibu pergi dari rumah Zen dengan hati yang gembira.
" Aku akan melakukan berbagai berbagai macam cara untuk memisahkan kalian..hahaha" ucap ibu sambil berjalan keluar.
" Mbok Ijah,mbok tidak apa-apa?" tanya Zen
" Saya tidak apa-apa tuan " jawab mbok Ijah
" Istirahatlah mbok! Pasti mbok shock dengan kejadian ini"
" Terima kasih tuan." ucap mbok Ijah sambil pergi dari sana.
" Pak satpam, sebaiknya kamu juga istirahat!"
" Saya tidak bisa istirahat sebelum nyonya ditemukan tuan"
" Sudahlah, istirahat saja.Biarkan aku yang akan mencari istriku.Ini semua bukan salahmu.Kamu sudah berusaha menjaga rumah ini.Istirahatlah saja." ucap Zen
" Terima kasih banyak tuan " pak satpam memegang kaki Zen.
" Bangunlah pak,jangan seperti ini.Segeralah beristirahat " ucap Zen
" Terima kasih tuan,saya akan beristirahat" pak satpam segera bangun dan beranjak dari sana.
Zen masih termenung sendiri di sana.Dia bingung harus bagaimana.Dia akhirnya pergi keluar rumah mengendarai mobilnya tanpa tujuan.
Sementara di kamar tempat Cinta dan Deni disekap.
Cinta terbangun dan membuka matanya.Dia merasa kepalanya pusing.
" Kepalaku sangat pusing, kenapa aku merasa ada yang menindihku" ucap Cinta
Dia membuka matanya.Dia melihat tubuhnya tanpa busana, dan dia melihat seorang lelaki sedang memeluknya dengan telanjang dada.Dia terkejut dan segera melepaskan diri dari pelukannya. Cinta duduk dan melihat lelaki itu dengan seksama.Dia segera menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
" Deni...." ucap Cinta terkejut
Deni yang merasa ada yang memanggilnya,dia ikut terbangun dan membuka matanya.
" Kak Cinta...." ucap Deni.
Deni pun ikut terbangun dan terkejut karena dia sedang dalam keadaan telanjang dada dan Cinta hanya memakai selimut.
" Apa yang sudah kamu lakukan padaku" ucap Cinta
" Aku tidak melakukan apa-apa kak, sumpah.Aku tidak melakukan apa-apa " jawab Deni.
" Jika kau tak melakukan apa-apa, kenapa aku bisa telanjang seperti ini.Kenapa kau bisa tidur satu ranjang denganku.Jangan-jangan,kamu yang menyuruh mereka menculikku." cerocos Cinta.
" Kak,aku juga tidak tahu apa-apa soal ini semua.Aku juga jadi korban di sini." Deni beranjak mendekati Cinta
" Jangan mendekat, pergi jauh dariku.Kamu pasti sudah melakukan sesuatu padaku.Aku ini istri kakakmu Den,kenapa kamu tega melakukan semua ini"
" Kak...aku bersumpah.Aku tidak melakukan apapun padamu.."
To Be Continue
__ADS_1