
Plak...plak....
Ibu menampar Cinta.
" Dasar menantu kurang ajar kamu ya, menuduhku sembarangan tanpa ada bukti-bukti" bentak ibu.
" Cukup ibu, jangan pernah menampar istriku,atau aku juga akan menampar ibu" ucap Zen
" Kamu sudah buta oleh cintamu pada istrimu Zen.Dia sudah berselingkuh darimu, namun kau tetap mau bersamanya.Untuk apa kau mempertahankan wanita miskin dan ****** seperti dia.Lebih baik kau ceraikan juga istrimu itu.Seperti Fitri yang akan menceraikan suaminya" ucap ibu
"Aku bukan Fitri bu,aku tidak sama dengannya.Aku tahu semua ini pasti ada rekayasa.Aku cukup tahu siapa istriku.Dan jangan pernah bilang istriku wanita ******.Bisa jadi Deni juga ikut di jebak dalam rencana ini.Sebaiknya kau pikirkan dulu Fit, sebelum kau menyesal setelahnya" ucap Zen.
" Keputusanku sudah bulat kak,aku sudah tidak mau bersama dengan Deni" ucap Fitri
" Sudah sudah...kamu pergi dulu saja Santo,nanti kapan-kapan kamu kembali lagi" ucap pak Wijaya yang sudah pusing mendengarkan mereka semua.
" Saya pergi dulu nyonya,jika sudah selesai permasalahannya, silahkan anda hubungi saya kembali" ucap pak Santo sambil merapikan berkas-berkas.
" Terima kasih sudah datang kemari Santo" ucap pak Wijaya
" Saya pergi dulu pak.Saya akan datang lagi jika dibutuhkan " ucap pak Santo yang pergi berlalu dari hadapan keluarga Wijaya.
Sepeninggal pak Santo,pak Wijaya duduk menghadap istri dan anaknya.
" Katakan ada apa ini sebenarnya?" tanya pak Wijaya marah pada mereka berdua.
" Fitri akan bercerai dengan Deni.Fitri menemukan Deni sedang berselingkuh dengan Cinta, istri Zen "
ucap ibu
Ayah tidak percaya dengan ucapan ibu.
" Zen ,kemarilah! Apa benar ucapan ibu " tanya ayahnya.
Zen duduk bersama Cinta di hadapan ayahnya.
" Tidak seperti itu ceritanya ayah.Aku tahu istriku tak mungkin berselingkuh dariku." ucap Zen
" Lalu kenapa mereka menuduhnya seperti itu"
" Aku punya buktinya pak? " ucap ibu.
Ibu menunjukkan foto-foto Cinta dan Deni yang berada di satu ranjang.
" Benarkah foto ini Zen"
" Foto itu memang benar ayah, tapi aku tidak percaya begitu saja.Karena Cinta waktu itu diculik oleh sekelompok orang dari rumah ketika aku sedang ada masalah di luar kota.Dari pengakuan Deni ketika aku menemukan mereka,Deni pun ternyata juga diculik dan tidak tahu apa-apa." ucap Zen
" Jadi kau akan tetap bersama istrimu " ucap pak Wijaya
" Iya ayah, karena aku tahu.Semua itu bukan keinginannya" jawab Zen
" Sedangkan kamu Fit,apa kamu tetap pada pendirianmu untuk bercerai dengan Deni " tanya ayah pada Fitri.
__ADS_1
" Aku akan tetap akan bercerai ayah " jawab Fitri
" Keputusan apapun yang kalian ambil,itu konsekuensi kalian sendiri.Ayah tidak mau ikut campur dalam kehidupan kalian" ucap ayah sambil berlalu pergi menuju ke kamar.
Di tengah jalan,pak Wijaya berbalik.
" Zen, ajak istrimu pergi dari sini.Nanti kita akan bertemu lagi.Ayah masih butuh penjelasan empat mata darimu " ucap ayah
" Baik ayah" jawab Zen.
Pak Wijaya berjalan kembali ke kamarnya.Dan Zen membawa istrinya pergi dari rumah itu tanpa berpamitan pada ibunya.
" Sayang, ayo pergi.Ada nenek lampir dan muridnya di sini" ucap Zen sambil menggandeng tangan istrinya pergi dari sana.
Cinta yang bingung hanya menurut saja pada suaminya.
" Mas, siapa nenek lampir dan muridnya" tanya Cinta pada Zen
" Itu tetangga sebelah" ucap Zen kesal
Cup cup...dua kecupan mendarat di pipi Zen.
Zen terkejut dengan tingkah istrinya.
" Sayang....kamu memang selalu penuh kejutan ya .." ucap Zen sambil terus berjalan.
" Aku tidak mau suamiku marah padaku,aku ingin dia selalu baik-baik saja" ucap Cinta
" Ayo kita pergi sayang.. jangan bikin aku jadi gerah di sini" ucap Zen.
"Hei...jaga mulutmu,sekali lagi kau mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan istriku,aku akan merobek mulutmu itu" ucap Zen
" Sayang..sudah.Jangan kau hiraukan dia.Sebaiknya kita pulang saja" ucap Cinta yang tidak tahu siapa wanita itu.
" Kamu benar sayang, untuk apa di hiraukan perempuan seperti itu" ucap Zen
Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah pak Wijaya.
Di perjalanan....
" Mas, boleh aku bertanya?" ucap Cinta
" Mau tanya apa sayang" ucap Zen sambil memegang tangan istrinya.
" Kamu kenal dengan wanita itu mas" tanya Cinta
" Kenapa sayang?" tanya Zen
" Dari suaranya, aku merasa tidak asing mas.Aku pernah mendengar suara itu" ucap Cinta
" Dimana sayang..." tanya Zen
" Sebentar mas,aku akan mengingatnya" jawab Cinta sambil meletakkan tangannya di pelipis.
__ADS_1
" Sekarang aku ingat mas" ucap Cinta tiba-tiba.
Zen yang terkejut menghentikan mobilnya tiba-tiba.
" Astaghfirullahaladzim" ucap Cinta
" Maaf sayang, kamu juga berucap tiba-tiba,jadi aku ikut kaget " ucap Zen
" Maaf mas" ucap Cinta
Zen tidak melanjutkan perjalanannya.Dia akan mendengarkannya istrinya berkata dulu.Dia tidak mau ketika di perjalanan,dia mengerem mendadak lagi.
" Sayang...siapa wanita itu.Dimana kamu pernah melihatnya?"
" Aku tidak melihatnya mas,namun aku mendengar suaranya.Dia adalah wanita yang dulu menculikku pertama kali dan menyebabkan bayi kita hilang mas" ucap Cinta.
"Apa...???"
" Apa kau tidak salah mendengar sayang?"
" Tidak mas,itu benar suara dia"
" Dasar kurang ajar kamu Riska, ternyata kamu yang menyebabkan aku kehilangan bayiku." Zen memukul-mukulkan tangannya ke setir mobilnya.
Cinta mengambil tangan Zen dan menciuminya.
" Mas,nanti tanganmu sakit, jangan seperti itu.Aku jadi sedih" ucap Cinta
" Sayang,aku tidak apa-apa kok" Zen menarik tangannya dari Cinta,dan memeluk istrinya.
" Maafkan aku sayang,aku tidak bisa menjagamu dengan baik, ternyata selama ini ada musuh dalam selimut " ucap Zen
" Maksudmu mas?"
" Riska tadi adalah mantan pacarku sebelum bersamamu.Dia sudah menghancurkan hidupku.Hingga aku bertemu denganmu,dan kau membuatku bisa jatuh cinta lagi."
" Jadi dia mantanmu mas"
" Iya sayang,maaf kalau aku tak pernah menceritakannya" ucap Zen
" Aku tak peduli mas ! Dia adalah masa lalumu dan sekarang aku yang ada di sampingmu.Aku tak peduli masa lalumu mas, yang aku pedulikan hanya masa depan kita" ucap Cinta
" Terima kasih sayang,aku benar-benar mencintaimu.Sifat ini yang membuatku jatuh cinta padamu " ucap Zen sambil memeluk istrinya.
" Sudah mas, sekarang kita pulang." ucap Cinta dengan tersenyum.
" Siap sayang..." ucap Zen
Zen segera melanjutkan perjalanan agar segera sampai ke rumah.Dia sudah ingin berduaan dengan istri tercintanya itu.
" *Ternyata semua dalang dari ini semua adalah kamu Riska, pasti ibu ikut dalam rencana ini.Benar kata istriku, jangan terlalu percaya dengan ibu.Aku berpikir ibu sudah bisa menerima istriku, ternyata semua itu hanya bohong belaka.Itu hanya akal-akalan ibu untuk mengetahui kehidupanku sehari-hari.Huft....! Kenapa ibu tidak mau menerima istriku " ucap Zen dalam pikirannya
To Be Continue
__ADS_1
Terima kasih banyak masih setia di sini
I❤️U my all readers*