
" Kapan kita akan melakukan semua rencana kita Fit?" tanya ibu.
" Entahlah bu,aku masih tidak ingin melepas suamiku "
" Menurutlah apa kata ibu,lagian kamu sudah lama menikah juga tak punya keturunan dengan Deni.Dia bergantung pada kita,dia orang miskin Fit,untuk apa kau mempertahankannya.Lebih baik kau menikah dengan Satria " ucap ibu panjang lebar.
" Apa kata nanti sudah bu" jawab Fitri.
Meskipun Fitri sudah menjalin hubungan dengan Satria, tapi dia tetap tidak mau melepas suaminya
Entah apa alasan Fitri tak mau berpisah dengan Deni.
" Fit... jangan melamun? " Ibu mengibaskan tangannya di depan Fitri.
" Bagaimana kalau suamimu saja yang akan ada di rencana kita.Daripada kita harus mencari orang lain, lebih baik kita pakai yang ada saja.Bagaimana menurutmu Sat?"
" Kalau saya terserah ibu dan Fitri, saya hanya menjalankan saja" ucap Satria dengan senang hati.
Kalau Deni dilibatkan dalam rencana ini,maka akan ada alasan untuk Fitri berpisah dari suaminya itu.Dan Deni akan bisa memiliki Fitri seutuhnya.
" Fit... tidak usah kau pikirkan lagi, sebaiknya kita segera menjalankan rencana kita" ucap ibu.
" Terserah ibu saja sudah,aku menurut pada ibu" jawab Fitri dengan berat hati.
" Gitu dong Fit,jadi anak yang baik" ucap ibunya.
" Kapan kita melaksanakannya " tanya ibu.
" Nanti akan saya kabari bu,tunggu saja" ucap Satria.
"Kalau begitu ibu pulang dulu ya..."
" Iya bu" jawab Fitri.
" Titip anak ibu ya nak Satria"
" Jangan khawatir bu,saya akan menjaganya" jawab Satria.
" Ya sudah,ibu pergi dulu.Kalian berdua baik-baik ya.Bye..bye..." ibu pergi sambil melambaikan tangan.
" Hati-hati bu.." ucap Fitri.
Di sana hanya tinggal mereka berdua.
" Fit,ibumu sudah merestui hubungan kita, sekarang tinggal menunggu keputusanmu saja" ucap Satria.
" Sat,nanti Deni diapakan"
" Kenapa kau masih menghawatirkannya?"
" Dia masih suamiku"
" Kalau dia suamimu, kenapa kau mau bersamaku?"
" Sudahlah Sat,aku capek berdebat seperti ini"
" Fit,apa kurangnya aku dibanding dia"
__ADS_1
" Entahlah Sat,kau lebih segalanya dari dia, tapi entahlah,hatiku masih tak bisa berpaling darinya"
"Baiklah, terserah padamu, aku akan selalu menunggumu " ucap Satria kecewa.
Ternyata semua yang diperbuatnya bertahun-tahun tetap tidak bisa mengambil hati wanita pujaannya.
Satria bisa memiliki tubuhnya, tapi dia masih tak bisa memiliki hatinya.
"Aku akan berbuat apapun untuk mendapatkanmu seutuhnya Fit,aku janji pada diriku sendiri" ucap Satria dalam hatinya.
" Ada apa Sat, kenapa kau melamun?"
" Aku lupa kalau aku ada meeting hari ini.Sebaiknya kita pulang saja" ucap Satria.
" Baiklah,ayo kita segera pulang" Fitri segera beranjak dari tempat duduknya.
Mereka hanya berjalan beriringan tanpa bergandengan tangan seperti sebelumnya.
" Kenapa Fitri tidak mau bergandengan denganku lagi.Apa karena pembicaraan tentang Deni, moodnya jadi berubah" gumam Satria.
Fitri tidak peduli dengan gumaman Satria.Saat ini dia hanya memikirkan tentang Deni.
" Mampukah aku melepas suamiku untuk ikut jadi korban dalam rencana ini.Aku tahu dia suka pada kak Cinta, dia pasti sangat senang bisa berpisah dariku nantinya" ucap Fitri dalam hati.
" Fit,kita sudah sampai di basement,apa kau mau aku antar sampai pulang ke rumah"
" Fitri....?" tiba-tiba terdengar suara Deni memanggil.
" Deni..." Fitri terkejut ada Deni di sana
" Iya, kebetulan tadi ketemu Fitri.Jadi aku mau mengantarkannya pulang " ucap Satria.
" Biar dia pulang bersamaku Sat, terima kasih sudah menawariku istriku tumpangan " ucap Deni.
" Sama-sama Den,kalau begitu aku pergi dulu ya Fit"
" Oh...iya Sat, hati-hati di jalan "
" Iya, sampai ketemu lagi di lain waktu " Satria menjabat tangan Deni dan masuk ke mobilnya.
Satria melajukan mobilnya meninggalkan sepasang suami istri itu di basement.
"Fit,ayo kita pulang." ajak Deni sambil menggandeng tangan istrinya.
Fitri terkejut dengan perlakuan manis suaminya.
"I...i...iya Den " ucap Fitri terbata bata
" Mobilku di sana sayang.. ayo kita kesana"
Fitri yang semakin bingung dengan sikap Deni,hanya mengekor saja.
"Ada apa dengan suamiku, kenapa dia jadi manis begini.Seandainya saja dia seperti ini sejak lama, aku pasti tidak akan berpaling darimu" Fitri berucap dalam hati.
Mereka sampai di mobil Deni.
Deni membukakan pintu untuk istrinya.
__ADS_1
"Ayo masuk sayang..."
Fitri merasa ada di awang-awang diperlakukan seperti itu oleh Deni.
Setelah Fitri masuk, Deni menyusul masuk ke mobilmya. Deni melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan, Fitri hanya memandang suamii..
" Sayang, kenapa kau melihatku begitu, seperti harimau yang ingin menyantap mangangsanya." ucap Deni.
Fitri tiba- tiba memeluk lengan suaminya.
"Sayang.... ada apa? " tanya Deni.
" Tidak apa-apa sayang,aku hanya ingin seperti ini" jawab Fitri.
" Tadi ketemu Satria dimana sayang?" tanya Deni.
" Ketemu di tempat tadi itu sayang. Kami tidak sengaja bertemu di sana" jawab Fitri yang tetap memeluk lengan Deni.
" Sayang... lepaskan tanganmu dariku.Aku tak bisa konsentrasi mengemudi" ucap Deni.
" Aku ingin seperti ini Den"
" Aku tak bisa konsentrasi sayang... lepaskanlah dulu ya"
" Baiklah" ucap Fitri cemberut sambil melepaskan tangannya dari lengan suaminya
"Terima kasih sayang,sekarang aku bisa mengemudi dengan leluasa" Deni membelai kepala Fitri.
" Kamu pikir aku tidak tahu kalau kau tadi memang bersama Satria kesana.Jangan pikir aku tidak tahu Fit, aku hanya pura-pura bodoh saja" ucap Deni dalam hati.
Ternyata Deni sudah tahu bagaimana kelakuan istrinya.Namun dia hanya diam saja.Entah apa yang Deni rencanakan.
Meskipun dia tahu istrinya selingkuh darinya, namun dia masih tetap mau bersamanya.
" Sayang...apa kau tidak ingin memiliki anak dariku,kita sudah lama menikah,apa kau masih tetap tidak menginginkan seorang anak menghiasi rumah kita"
"Entahlah Den,aku masih belum memikirkan itu"
"Baiklah, terserah padamu saja " ucap Deni.
Tak ada lagi pembicaraan setelah itu.
Fitri tertidur dan tidak bersuara lagi.
Deni melihat Fitri yang sedang duduk di sampingnya tertidur pulas.
" Apa yang sudah kau lakukan bersama Satria, hingga kau sampai kelelahan seperti itu Fit,aku tak percaya kamu bisa melakukan semua itu padaku" ucap Deni sambil terus mengemudi.
Rasa cinta Deni pada Fitri semakin hari semakin pupus.Fitri tetap berlaku seenaknya dan tidak bisa mencerminkan kepribadian seorang istri yang baik untuk suami..Ditambah lagi dengan perselingkuhan yang dilakukan bersama Satria selama ini.Rasa cinta Deni semakin menghilang.
"Seandainya saja ada wanita seperti kak Cinta,pasti aku akan menikahinya dan meninggalkan Fitri" ucap Deni.
Ternyata Cinta masih menjadi istri idaman Deni.Meskipun sudah lama Deni tak pernah bertemu dengan Cinta,namun ternyata rasa yang ada dalam diri Deni tetap disimpan rapi dalam-dalam di relung hatinya.
To Be Continue
__ADS_1