
Sementara di rumah Pak Ronald...
Sudah beberapa hari Edo mengurung diri di kamar setelah tahu Cinta akan menikah lima hari lagi.Dia begitu frustasi.Dia tidak mau makan dan tidak mau mengurus dirinya sendiri.Rambutnya acak acakan karena dia tak mau mandi dan tidak mau menyisir rambutnya.Ayah dan ibunya bingung.Edo tidak pernah seperti itu.Ibu mencoba membujuk Edo untuk membuka pintu kamarnya.
tok tok tok....
"Edo..buka pintunya Nak!!ada apa dengan kamu??tanya Bu Ani sambil menangis.
Edo tidak menjawab panggilan ibunya.
Ibunya sudah mencoba berkali kali berusaha agar Edo mau keluar dari kamarnya.Ayahnya pun berusaha membujuk Edo untuk keluar dari kamar, tapi tidak berhasil.
"Pak..kita telfon Bram saja,kita minta bantuannya."ucap Bu Ani.
"Baiklah Bu, seperti nya kita memang butuh bantuan nya.Dia pasti tahu apa yang terjadi pada Edo"ucap pak Ronald
Bram sedang ada di kota sebelah untuk menyelesaikan proyek perusahaan.
Kringg kringg... kring.. telfon Bram berdering
"Hallo...pak Ronald,ada apa?"jawab Bram
"Tolong kamu segera pulang Bram,Edo sangat butuh bantuan mu,ini emergency.Aku takut dia bunuh diri."pak Ronald langsung menutup telfonnya karena mendengar teriakan dari dalam kamar Edo.
Bram segera menutup telfonnya dan bergegas ke mobilnya.Dia melaju cepat agar segera sampai ke rumah Edo.
"Ada apa dengan Edo,apa dia frustasi lagi"dalam hati Bram
Pak Ronald menggedor gedor pintu, tapi Edo tidak bergeming.Dia memandangi foto Cinta sambil menangis.
"Kenapa kamu mau menikah..... kenapa kamu tak bertemu denganku dulu, kenapa kamu bertemu dengan Zen dulu...aarrrgggghhhhhhh..."Edo berteriak sambil menjambak jambak rambutnya.
"Edo...Edo...buka pintunya Nak...
"Tidak Ayah....aku mau mati saja...aku hanya mau membuka pintu itu jika Cinta yang datang ke sini"ucap Edo
Pak Ronald tercengang...
"Bu siapa itu Cinta..."ucap pak Ronald
"Masak si Cinta anak pak Hadi Pak, tetangga kita yang di perkampungan itu"ucap ibu
"Lebih baik kita ke bawah saja Bu,biarkan dia sendiri dulu.Nanti setelah Bram datang kita akan tanya padanya"
Pak Ronald dan Bu Ani pergi ke ruang bawah menunggu Bram.
Sejam kemudian Bram datang,dia segera masuk ke rumah Edo.
"bagaimana keadaan Edo pak??"tanya Bram
"kamu bisa dengar sendiri Khan,dia sedang berteriak teriak"Ucap Pak Ronald
Bram mendengar teriakkan Edo,dia meneriakkan nama Cinta berkali kali.
"Nak Bram,ibu mau tanya.Apa benar Cinta yang dimaksud Zen itu adalah anak pak Hadi?
"Benar Bu"jawab Bram
"Dia tidak mau membuka pintunya jika bukan Cinta yang kesini Bram.Bisakah kau menolong kami Bram.Bawalah Cinta kesini.Aku tidak mau anakku menjadi gila Bram,Edo anakku satu satunya"ucap Bu Ani sambil menangis.
",Baik Bu,saya akan berusaha membawa Cinta kemari."ucap Bram sambi bergegas pergi.
Dia menaiki mobilnya menuju ke rumah Cinta.Ternyata di tengah jalan dia bertemu Cinta yang sedang berjalan membawa belanjaan.Dia segera berhenti di depan Cinta.Cinta terkejut karena ada mobil yang tiba tiba berhenti di depannya.
__ADS_1
"Astaghfirullah"ucap Cinta.Belanjaannya bertaburan.
Bram keluar dari mobilnya.
"Maaf non Cinta...saya mengagetkan anda.Saya Bram,bisakah anda ikut saya sebentar"
"Anda siapa""
"Saya Bram Nona Cinta..."sambil menarik tangan Cinta untuk masuk ke mobil dan Bram mengunci semua pintu mobil agar Cinta tak bisa keluar.
"Tuan Bram..apa yang anda lakukan,ini penculikan"
"Maaf nona, saya butuh anda segera, karena ada nyawa yang perlu anda selamatkan"
Cinta semakin tidak mengerti dengan perkataan Bram.Di dalam mobil Bram menceritakan duduk perkaranya.Akhirnya Cinta paham.Tapi dia bingung harus apa.
Bram menghentikan mobilnya di depan rumah pak Iwan Ronald.
"Bukankah ini rumah Pak Ronald"ucap Cinta dalam hati
Bram hanya bercerita tentang boss nya, tapi dia lupa bilang bahwa boss nya itu anak Pak Ronald yaitu Edo.
Bram membukakan pintu mobilnya untuk Cinta.Perlahan Cinta keluar dari mobil dan terdiam.
"Ayo masuk Non",ucap Bram
Cinta yang bingung hanya mengikuti saja langkah Bram.Ketika Bram membuka pintu, Cinta kaget mendengar ada orang meneriakkan namanya.
"Siapa yang meneriakkan namaku, seperti nya aku pernah tau suara itu"ucap Cinta
Cinta duduk di ruang tamu,disana sudah ada Pak Ronald dan Bu Ani
"Nak Cinta...saya minta tolong... sembuh kan Edo anak saya"ucap Bu Ani
",Ini ada apa Bu"ucap Cinta
Cinta yang bingung hanya menganggukkan kepalanya.
"Baik Bu,saya akan menolong yang saya bisa.Apa saya boleh ke kamar nya kak Edo Bu?"
"Silahkan Nak,kamar Edo ada di lantai 2"
Cinta berjalan mengikuti Bram, diiringi Pak Ronald dan Bu Ani.
"Kak Edo...ini saya Cinta"
Mendengar suara Cinta,Edo beranjak dari pojok kamar nya.
Karena tak mendengar respon,Cinta memanggil kembali
",Kak Edo..."sambil mengetuk pintu kamar
Edo membuka pintu dan tiba tiba memeluk Cinta dan membawa Cinta ke dalam kamarnya.
"Kamu datang Cinta....aku mencintaimu..
aku mencintaimu..jangan pergi dariku ya..."
Cinta semakin bingung dan dia berusaha melepaskan pelukan Edo.
Bram mengisyaratkan pada Cinta untuk mengikuti apa yang di inginkan Edo.
"Kak...lepaskan dulu pelukannya ya...ayo kita duduk dulu."ucap Cinta
__ADS_1
Edo menurut saja pada kata kata Cinta.Bu Ani terheran-heran melihat anaknya yang seperti terhipnotis dengan kata-kata Cinta.
Cinta duduk bersama Edo.
"Kakak belum makan"ucap Cinta
Edo menggelengkan kepala.
"Kakak makan ya.."ucap Cinta
"Tapi disuapin kamu ya"
"iya kak"Cinta merasa kasihan melihat keadaan Edo yang seperti itu.
Bu Ani segera mengambil kan makanan untuk Edo.
Cinta menyuapinya dengan telaten.Edo terus memandangi Cinta yang ada di depannya.Cinta merasa tidak enak Edo memandang dirinya terus.Cinta menjadi salah tingkah.
"Kak..ayo buka mulutnya,aaakkkk"Cinta ikut membuka mulutnya.
Edo begitu senang disuapi makan oleh orang yang dicintainya.Cinta menyuapi Edo sampai semua makanannya habis.Cinta berpamitan pada Edo,
"Kak Edo,Cinta pulang dulu ya!!Besok Cinta kembali lagi kesini"
Edo murung kembali karena Cinta akan pergi.
"Kalau kak Edo seperti itu,besok Cinta gak akan kembali ke sini"ucap Cinta beralasan agar Edo bisa kembali ceria.
"Aku tidak akan cemberut lagi Cin"ucap Edo.
"Satu lagi kak!!!"ucap Cinta
"Apa Cin"ucap Edo
"Kakak harus janji,kakak harus kembali lagi seperti dulu, kalau tidak!!!Aku tidak mau kesini lagi"ancam Cinta.
Edo kembali tersenyum,dia berjanji pada Cinta akan kembali seperti dulu.
"Terima kasih Cinta"ucap bu Ani
"Sama-sama Bu, besok Cinta kembali lagi kesini.Cinta akan membuat kak Edo bisa seperti dulu dan bisa menerima kenyataan"ucap Cinta
"Bram,antar Cinta pulang"ucap bu Ani
"Siap bu"ucap Bram.
Cinta masuk ke mobil dan melihat di sebelahnya sudah ada barang barang belanjaan baru.
"Maafkan aku atas peristiwa tadi,itu ganti barang belanjaan yang tadi kena tabrak"ucap Bram sambil menunduk
"Tidak apa-apa pak Bram.Terima kasih sudah mengganti belanjaanku.Besok aku tidak usah dijemput,aku akan datang sendiri ke rumah pak Ronald"ucap Cinta
"Baik nona, terima kasih atas bantuannya.Aku berharap Edo bisa menerima kenyataan"ucap Bram.
Bram melajukan kendaraannya ke rumah Cinta.
"Pak Bram,jangan sampai dekat rumah.Cinta turunkan agak jauh sedikit,agar ibu tidak curiga"kata Cinta.
Bram menghentikan mobilnya tak jauh dari rumah Cinta.Pintu mobil dibuka,Cinta segera turun.
"Terima kasih pak!"
"Sama -sama"
__ADS_1
Bram kembali melajukan mobilnya ke rumah Edo.
To Be Continue