Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 55: Rumah Baru...


__ADS_3

Zen menggendongku,dia tak ingin aku terjatuh lagi.


"Sayang.. jangan seperti ini,aku malu dilihat keluargamu"


"Cuek saja,gak usah pedulikan mereka"ucap Zen.


Dia menggendongku sampai ke dalam mobil.


Robert sudah menunggu di dalam mobil.Kopernya sudah dimasukkan ke mobil semua.


Deni hanya memandang dari jauh,tidak ada anggota keluarga yang menghentikan Cinta untuk pergi dari sana.Fitri pun juga merasa senang karena kakak iparnya tidak di sana lagi.


Robert melakukan mobil ke rumah baru tuannya.


Zen memelukku dengan erat dan mencium keningku dengan mesra.


"Maafkan semua perbuatan ibuku ya sayang!"ucap Zen.


"Aku memaafkannya sayang,dia sudah kuanggap orang tuaku sendiri."


"Terima kasih banyak sayang,kau memang istri terbaikku"dia memeluk erat diriku.


"Lepasin sayang...kau memelukku terlalu erat,aku tak bisa bernafas nih"


"Maafkan aku sayang"Zen melonggarkan pelukannya.


Zen dan Cinta sudah pergi meninggalkan rumah besar itu.


Sementara di rumah yang ditinggal oleh Cinta...


"Kenapa kau begitu lesu Mas?"


"Aku tidak apa-apa"


"Apa karena kak Cinta tidak ada di sini"


"Apaan sih Fit,gak usah berpikiran yang aneh-aneh kenapa,aku tidak ada apa-apa dengan kak Cinta"


"Tapi kenapa mukamu jadi sedih seperti itu?"


"Emangnya mukaku kenapa?Ah...malas aku berdebat denganmu"Deni pergi meninggalkan Fitri sendirian.


Deni masuk ke kamarnya,dia melihat langit-langit,


"Ternyata kak Zen tahu bagaimana kelakuan ibu pada kak Cinta,aku kira dia bukan suami yang baik.Ternyata dia hanya menyimpan semuanya sendiri.Kak Cinta begitu mencintai kak Zen, hingga dia rela disiksa seperti itu oleh ibu.Seandainya aku bisa mendapatkan istri seperti kak Cinta"


"Apa maksudmu Deni,kamu menginginkan istri seperti kak Cinta?"ucap Fitri.


"Kamu salah dengar Fit,aku bilang,kak Zen beruntung mendapatkan istri seperti kak Cinta"


"Oh ..jadi kamu tidak beruntung mendapatkan istri sepertiku"


"Bukan begitu Fit, sudahlah,capek aku ngobrol denganmu"Deni beranjak pergi ke kamar mandi.


"Mungkin dia lebih senang ngobrol dengan kakak Cinta daripada denganku,apa kamu mulai tertarik pada kakak iparmu itu ya"Fitri berbicara sendiri


Ibu di dalam kamarnya merasa kesal.


"Dasar kurang ajar,perempuan miskin itu telah merebut hati anakku,bahkan dia sampai meninggalkan rumah ini demi dia.Awas ya perempuan miskin,aku tidak akan tinggal diam,aku akan tetap berusaha untuk memisahkan kamu dari anakku"ibu mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Ternyata ibu Zen tidak akan berhenti sebelum mereka berpisah.Dia masih mempunyai berbagai macam cara untuk memisahkan menantunya dari anaknya.


...----------------...


Tak lama kami sampai ke rumah baru.


Kriet......


Pintu gerbang terbuka,ada pak satpam yang membuka gerbang itu.


Robert masuk dan memarkirkan mobilnya.Aku melihat ke kanan dan ke kiri.Aku turun dari mobil tanpa memperdulikan suamiku.Aku merasa senang berada di sini. Rumahnya memang tak sebesar rumah ibu,tapi di sini terasa begitu nyaman.Ada taman di depan dan air mancurnya,di belakang ada gazebo dengan air mancur yang lebih kecil.Ada bunga mawar merah kesukaaanku.


Zen menghampiriku yang sedang duduk di gazebo belakang menikmati pemandangan taman mawar merah yang memanjakan mataku ini.


"Apa kamu suka sayang"dia duduk di sampingku.


"Aku suka dengan semua ini, darimana kau tahu kalau aku suka mawar merah?"


"Apa sih yang kau gak tau dari kamu sayang, semua aku tahu"dia memelukku.


"Kamu memang suami terbaikku"aku pun balas memeluknya.


"Apa kamu tidak mau masuk ke dalam rumah kita sayang?"


" Mau dong sayangku..."ucapku manja.


Dia menggendongku ke dalam rumahnya.Dia menurunkan aku dan merogoh sakunya,


"Sayang..bukalah!"dia memberikan kunci rumah padaku.


"Ayo kita buka bersama sayang"ucapku.


"Sayang..nanti kamu jatuh kalau seperti itu"


"Aku senang sekali sayang,terima kasih untuk semua ini"


"Yang pasti,ini semua tidak gratis sayang,"dia membelai rambutku.


Aku mengerti maksud suamiku.


"Kamar kita dimana sayang?"


"Kamar kita di lantai atas sayang..."


"Ayo kita kesana"aku menarik tangan suamiku.


Kami menaiki tangga dan berjalan ke kamar kami.


Aku membuka pintu kamar dan semua bernuansa ungu.Dari cat tembok hingga perabotan dan spreinya, semua berwarna ungu.


Aku merebahkan diriku di atas kasur empuk itu.Suamiku melihat apa yang kulakukan.Dia mengunci pintu kamar dari dalam.Dia merebahkan dirinya di dekatku.


"Sayang...."


"Hem ..."


"Ayok ... junior sudah lama puasa nih, dia sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam gua tersembunyi di dalam sana.Sudah selesai kan palang merahmu sayang"


Tak banyak bicara,aku membuka bajunya dan kuciumi dia di wajahnya,ku ***** bibir ranumnya.Dia membiarkan saja aku melakukan itu pada dirinya.Aku telusuri semua yang ada di tubuhnya.Aku tak melewatkan apapun di setiap incinya.Dia masih membiarkan aku berbuat seperti itu.Dia begitu menikmati apa yang kuperbuat padanya.

__ADS_1


"Sayang...."ucap Zen.


Juniornya sudah melesak ingin keluar dari sarangnya.Aku tetap menciumi sekujur tubuhnya.


Dia yang sudah tak tahan, langsung membantingku ke tempat tidur.


"Aku sudah menginginkanmu sayang"


Dia membuka sarang berlapis si junior.Signalnya sedang on fire.Dia langsung menyergapku dengan ganasnya.Dia tak membolehkanku memimpin permainan.Junior berjalan masuk ke gua yang sudah lama tidak dia kunjungi.


Setelah dua jam bermain, muntahan lahar keluar dari tempatnya.


"Ah ... terima kasih sayangku"dia mencium keningku dan memelukku.


"Sayang... aku turun dulu"ucapku.


"Tunggu sebentar lah sayang,aku merindukanmu sayangku,di sini sebentar.Aku masih ingin bersamamu"dia memeluk pinggangku erat-erat.


Aku menuruti saja kemauan suamiku.


Lima belas menit kemudian aku merasa ada sesuatu yang mau keluar.


"Sayang...aku mau pipis"


"Pipis di sini saja"katanya.


"Ih .. jangan aneh-aneh sayang,aku mau ke kamar mandi dulu"aku segera melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi.


"Ah. akhirnya lega"


Tok tok tok..."Sayang...buka pintunya"ucap Zen.


"Ada apa sayang"


"Aku juga mau melepaskan sesuatu ini sayang"


Sebenarnya aku sudah selesai di kamar mandi.Aku membuka pintu kamar mandi untuk kembali ke kasur.Tapi yang terjadi aku malah tidak bisa keluar.Ketika pintu ku buka,aku malah diserangnya dengan serangan bertubi-tubi.


"Aku mau lagi sayang..."ucapnya.


"Kan masih barus dran sayang! Memangnya junior sudah kuat"


Aku dipepet ke tembok oleh Zen.


"Jangan meremehkan juniorku sayang,kamu mau minta berapa kali,dia pasti sanggup sayang"Dia mulai menyerangku di kamar mandi.


Aku mulai menikmati belaian demi belaian.Tanpa sadar mulutku mengeluarkan ******* nikmat....


"Keluarkan desahanmu sayang...."dia bermain-main di bukit kembar kenyal.


To Be Continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian para readers.


Like,koment,and vote.


Sebenarnya othor ingin bisa up 3 episode perhari, namun apalah daya, othor masih sibuk dengan pekerjaan.


Maaf hanya bisa up 1 episode sehari.🙏🙏🙏

__ADS_1


😘😘😘❤️❤️❤️I love you All Readers ❤️❤️❤️😘😘😘


__ADS_2