Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 51 : Masa Lalu Zen


__ADS_3

Pandangan mata kami saling bertemu,


"Kak Cinta?"


"Deni...!"


Aku berdiri dan berhenti membersihkan kamar mandi.Aku tak mau ada salah paham nantinya.


Aku keluar dari kamar dan memanggil bik Imah.


"Bik Imah....kamu dimana?"


"Ada apa non??"


"Bik,ada Deni datang,aku tidak enak ada dia di sana.Aku tidak mau membersihkan kamar mandi itu.Aku yang jemur pakaian saja ya bik


Kita bertukar tugas.Nanti kalau ibu marah, biar aku yang menghadapi."ucap Cinta.


Bik Imah menuruti keinginan Cinta.Dia menuju kamar Deni.


"Permisi tuan,saya mau membersihkan kamar mandi"


"Kemana kak Cinta bik"


"Emh...dia ke belakang tuan"


"Bik, kenapa dia membersihkan kamar mandiku.Sebenarnya ada apa ini bik"


Bik Imah diam,dia masih bingung mau menjawab apa.Akankah dia berkata yang sebenarnya ke Deni tentang apa yang terjadi.


"Bukankah aku berjanji ke nona Cinta untuk tidak mengatakan apa yang terjadi pada.tuan Zen, tapi aku kan tidak berjanji untuk tidak mengatakan pada tuan Deni."


"Bikk..."ucap Deni.


"Iya tuan"


"Aku juga pernah melihat tangan kak Cinta terluka, sebenarnya apa yang terjadi padanya bik"


"Sebenarnya.... sebenarnya.,..."bik Imah menoleh ke kanan kiri melihat lihat keadaan.


"Ada apa bik?Apa yang dilihat?"


"Maaf tuan, saya takut ada nyonya besar tuan"


"Ada apa sebenarnya bik"


"Sebenarnya non Cinta di siksa oleh nyonya tuan.Nyonya membuat non Cinta melakukan pekerjaan pembantu, bahkan,dia menjambak-jambak rambut non Cinta"


"Sepertinya tangan Cinta terluka kemarin,kenapa?"


"Kemarin non Cinta nyonya suruh mencabuti rumput dengan tangannya tanpa bantuan siapapun, bahkan non Cinta harus membuang sampah rumput itu sendiri ke tempat sampah"


"Bik Imah......"panggil ibu Zen.


"Nyonya memanggil tuan,saya harus segera kesana"

__ADS_1


"Terima kasih informasinya bik"ucap Deni.


"Tuan,jangan pernah memberitahu tuan Zen.Non Cinta tidak ingin tuan Zen tahu tentang ini"


"Iya bik, jangan khawatir.Aku akan menjaga rahasia ini"


"Cintamu pada kak Zen sedalam itu kak Cinta, sungguh beruntung bisa di cintai orang sepertimu.Andai saja aku yang mengenalmu lebih dulu,pasti aku akan menjagamu dengan baik"


ucap Deni dalam hatinya.


Sekilas dia melihat Cinta yang menjemur pakaian di belakang lewat jendela kamarnya.


"Wajahnya begitu lelah,apa yang telah ibu lakukan padanya.Kenapa dia membencinya.Aku berjanji,jika ibu menyiksamu dan ada aku,maka aku tak segan membelamu kak.Semoga kau kuat dengan sikap ibu kak Cinta"ucap Deni dalam hatinya.


Dia segera kembali ke kantor,berkas itu sudah ditunggu oleh Zen.


Deni berjalan keluar,dia melihat ibu mertuanya sedang berbincang dengan bik Imah.


"Apa lagi yang mau ibu rencanakan untuk kak Cinta..heumphhh"


Deni mengemudikan mobilnya dengan cepat.


"Bik... kenapa kamu keluar dari kamar Deni tadi, wanita miskin itu kemana?"


"Ketika dia membersihkan kamar mandi di kamar non Fitri,dia merasa sakit perut nyonya,jadi dia memakai kamar mandi khusus pembantu yang ada di dapur"


"Sekarang dia dimana bik"


"Non Cinta sedang menjemur pakaian nyonya"


Bik Imah segera menghampiriku.


"Non, biar saya yang menjemur pakaiannya.Non istirahat saja"


"Tidak apa-apa kok bik,aku sudah terbiasa kok"aku tetap melanjutkan menjemur pakaian.


Bik Imah tak lagi membantahku,dia membiarkan saja aku tetap menjemur pakaian.Dia pun membantuku menyelesaikan pekerjaan itu.Setelah selesai aku duduk santai di gazebo belakang bersama bik Imah.


"Non...kenapa non tidak melawan perlakuan nyonya besar"


"Untuk apa bik"


"Agar dia tidak semena mena pada non Cinta"


"Mana mungkin aku melawan orang tuaku bik.Aku sudah menganggap mertuaku itu ibuku sendiri.Meskipun dia tak menginginkanku menjadi menantunya, tapi aku masih akan terus berjuang mengambil hatinya bi"


"Nyonya besar itu orang yang keras kepala non, sangat sulit untuk ditaklukkan"


"Selama suamiku masih mau menemaniku,aku akan terus berjuang bik,tapi jika dia menyakitiku,aku akan pergi dari hidupnya bik'


"Non Cinta baik sekali, sungguh beruntung tuan Zen mendapatkan istri seperti non Cinta.Tidak seperti mantan pacar tuan Zen yang hanya bisa memerintah seenaknya"


"Emangnya tuan Zen pernah punya mantan pacar yang pernah di bawanya ke sini bik"


"Bukan mantan pacar non, lebih tepatnya mantan tunangan.Tuan Zen sudah bertunangan selama setahun dan dia akan menikah,tapi tiba- tiba tunangannya pergi tanpa alasan yang jelas.Tuan Zen begitu mencintai wanita itu.Dia sampai terpuruk dan tak mau mengenal wanita lagi non.Ketika aku mendengar tuan Zen mau menikah, saya ikut bahagia non.Akhirnya tuan Zen bisa sembuh dan bisa membuka hatinya untuk orang lain"

__ADS_1


"Pantas saja dia langsung melamarku bik, mungkin dia takut ditinggal lagi oleh seorang perempuan"


"Mungkin saja non.Dia tidak mau kejadian itu terulang lagi dalam hidupnya"


"Apa bik Imah tahu nama mantan tunangan suamiku"


"Kalau tidak salah namanya Riska non.Nyonya begitu menyukainya karena dia anak orang kaya dan berpendidikan tinggi Tapi aku tak begitu menyukainya non.Dia tak bisa menghormati orang lain.Saya lebih suka dengan non Cinta"


"Tapi mertuaku tak suka padaku bik..hehehe"aku tertawa kecil sambil menerawang jauh ke atas langit biru.


Jam tangannku menunjukkan pukul 12 siang,aku mengajak masuk bi Imah.


"Bik, sudah siang,ayo kita masuk dan memasak makan siang!"


"Ayo non"bik Imah berdiri dari duduknya.


Kami berjalan sambil bercanda,bik Imah lah tempatku bercerita,aku menganggap dia seperti orang tuaku sendiri.


Aku membantu bik Imah memasak.Sejam kemudian kami selesai memasak.


"Bik,aku mau mandi dulu ya"pamitku pada bik Imah.


"Iya non silahkan"


Aku pergi ke kamarku dan mandi.Tak lupa aku kirim chat pada suamiku.


"Sayang... jangan lupa makan siang.Aku mencintaimu"


Kling....masuk notifikasi di HP Zen.


Dia melihat notifikasi dari istrinya.Dia membaca dan membalasnya.


"Iya sayang...kamu juga jangan lupa makan"


Kling...balasan dari Cinta masuk lagi.


"Jangan lupa sholat dulu ya sayang, pekerjaan bisa menunggu❤️❤️❤️😘😘😘😘"


"Siap cintakuh.....😘😘😘"


"Aku menunggumu nanti malam ya sayang"


"Baik sayang...aku mencintaimu 😍😍😍😘😘😘"


"I ❤️ U to my husband 😘😘😘"


Cinta meletakkan ponselnya.


"Sepertinya haidku sudah selesai. Aku merasakan tak ada sesuatu yang keluar.Ah....lebih baik kupastikan saja di kamar mandi"


Aku mengambil handukku dan pergi ke kamar mandi.


Aku memastikan haidku.


"Ternyata sudah bersih,aku akan segera mandi dan sholat"

__ADS_1


__ADS_2