Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 58 : Jebakan


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu kami di rumah baru.Canda tawa dan suka selalu menyelimuti setiap hari.Aku melakukan semuanya sendiri, dari memasak sampai membersihkan rumah.Sebenarnya Zen mau memberi aku seorang pembantu,namun aku tidak mau.Aku masih ingin berdua saja dengannya.


Seperti biasanya,aku bangun pagi dan menyiapkan segala keperluan suamiku.


", Sayang.... sudah selesai mandinya.Ini sudah jam 8, katanya ada meeting hari ini"


"Iya sayang... sebentar.Ini sudah selesai kok"


Tak lama Zen keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya.


Aku selalu ingin memegang perut seksinya itu.Perut kotak-kotak seperti roti sobek yang menggoda.


"Mana bajuku"


"Ini sayang"


Dia memakai bajunya sendiri, tapi kalau dasi selalu aku yang memasangnya.


"Sudah rapi sayang,ayo kita sarapan"Aku membawa tas kerjanya.Dia selalu menggandeng tanganku ketika berjalan.


Kami berjalan ke ruang makan dan sarapan pagi bersama.


"Sayang...aku sudah selesai.Aku berangkat ya!"


Akupun juga sudah selesai makan.Aku mengambilkan tas kerjanya dan mengantarkan sampai ke pintu depan.


Dia mencium seluruh wajahku,tak luput juga bibirku.Akupun melakukan hal yang sama padanya.


Setelah selesai aku akan mencium punggung tangan suamiku.Begitulah rutinitas kami setiap Zen mau berangkat kerja.Pak satpam di sana sudah terbiasa melihat kelakuan kami itu.


Robert sudah menunggu di dalam mobil.


"Aku berangkat sayang..."ucap Zen sambil melambaikan tangan dan memberikan ciuman dari bibirnya.


"Hati-hati di jalan sayang.. emmmauach"ucapku menimpali.


Setelah mobil Zen tidak terlihat, aku masuk ke dalam rumah.


Pak satpam menutup gerbang rumah.Aku masuk ke dalam dan melanjutkan pekerjaan rumahku.


Sementara Zen dan Robert..


"Boss,kita langsung ke tempat meeting atau ke kantor dulu"


"Kita meeting dimana?"


"Di hotel B boss"


"Siapa yang akan bekerjasama dengan kita kali ini?"


"Perusahaan Sinar Mentari boss,owner-nya seorang perempuan cantik boss."


"Kita langsung ke tempat meeting saja Robert "


"Baik boss"


Robert segera meluncurkan mobil ke tempat meeting.


"Robert,kita janji temu dimana?"


"Di kamar 205 boss "


"Kenapa di kamar Robert "


"Aku juga tidak tahu boss.Ini perusahaan pemasok bahan makanan terbesar boss,kalau kita bisa mendapatkan kontrak ini,kita bisa mendapatkan banyak untuk boss "


"Baiklah kalau begitu "


"Satu lagi boss,dia meminta hanya boss yang masuk ke sana,aku menunggu di luar kamar."

__ADS_1


"Apalagi ini Robert"


"Entahlah boss "


"Aku merasa aneh saja dengan permintaannya Robert.Baru kali ini ada meeting seperti ini."Zen merasakan firasat tidak baik.


"Iya juga ya boss,saya juga merasa aneh, tapi kita lihat saja boss, kita juga harus berhati-hati "


"Kamu harus tetap berjaga di luar kamar Robert, jangan sampai kamu pergi dari sana.Kita harus berjaga-jaga,siapa tau nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan "ucap Zen.


"Baik boss"


Sejam kemudian mereka sudah sampai di hotel tempat pertemuan.Robert bertanya pada resepsionis.


"Mbak,kamar nomer 205 dimana ya"


"Ada perlu apa tuan"


"Kami sudah ada janji temu di sana"


"Sebentar ya tuan, saya konfirmasi dulu ke orangnya"


Tut...Tut...Tut... telfon di kamar 205 berdering.


"Nyonya, apakah anda memang sedang menunggu seseorang "


"Iya mbak,apa dia sudah datang "


"Sudah nyonya"


"Suruh dia naik ke kamar mbak"


"Baik nyonya " resepsionis menutup telfonnya.


"Anda sudah ditunggu tuan.Nanti naik lift ke lantai 8 lalu belok ke kiri"


"Baik mbak, terima kasih "Robert pergi mendekati Zen.


Zen berjalan mengekori Robert.Mereka naik lift ke lantai 8.Sesuai arahan mbak resepsionis, mereka keluar lift lalu belok kiri.


"Ini dia kamar 205 tuan"


Tok tok tok....


"Ini saya nyonya, direktur yang ada temu janji dengan anda"


Tiba-tiba pintu terbuka, seorang laki-laki membuka pintunya dan keluar dari sana.


"Silahkan masuk tuan"ucapnya.


"Terima kasih"


Laki-laki itu pergi meninggalkan kami dengan pintu yang terkunci.Robert merasa curiga.Pertemuan apa ini, hingga tertutup seperti ini.


"Tuan,ayo kita pergi dari sini, nyonya menyuruh kita untuk meninggalkan mereka berdua"


"Aku tetap di sini"


"Kalau anda tetap di sini, nyonya tidak akan menandatangani kontrak kerja sama ini tuan"


Aku mengikuti kemana arah permainan mereka.


"Sepertinya memang ada yang tidak beres,aku harus melindungi Zen dari mereka.Sementara ini,aku akan mengikuti kemana permainan mereka ini"


"Kenapa aneh begini pertemuan kali ini"ucap Zen bicara sendiri.


"Silahkan duduk di sofa itu tuan,saya masih menyiapkan minuman untuk anda"


Zen duduk di sofa yang disediakan.

__ADS_1


Dia chat pada Robert,


"Robert kamu dimana"


Cling.... masuk notifikasi di ponsel Robert.


"Aku pergi dari kamar itu boss, mereka menyuruhku pergi.Mereka mengancamnku,jika aku tidak pergi, mereka tidak mau menandatangani kontrak ini"


"Sepertinya memang ada yang tidak beres Robert.Ingat rencana kita tadi ya.Jika mereka lengah, segeralah bertindak"


"Siap tuan"jawab Robert.


Di kamar hotel...


Tiba-tiba seorang perempuan keluar dengan memakai jubah mandinya.


Dia duduk di depanku dengan menyuguhkan minuman.


"Riska ..."


"Kenapa kau terkejut sayang..."


"Apa maksud semua ini?"


"Aku direktur utama perusahaan yang akan bekerjasama denganmu"


"Bisakah kau memakai baju yang lebih sopan Ris?"


"Ini sudah sopan Zen,apa kamu mau aku tak memakai baju sama sekali"


"Tidak Ris, terserah padamu saja"


"Kalau saja,ini bukan kontrak besar,aku akan pergi dari sini"ucap Zen dalam hati.


"Apa kamu bingung dengan ini semua hahaha...Aku sekarang sudah menikah dengan pria yang lebih kaya darimu Zen.Perusahaan ini adalah salah satu pemberiannya.Aku masih mencintaimu sayangku"


"Apa maksud dari semua ini Ris,kalau kamu hanya akan menggodaku,maka aku akan pergi dari sini"


'Baiklah..it's ok.Minumlah dulu,aku sudah repot-repot membuatkanmu minuman dingin itu"


"Aku akan meminumnya setelah kau tanda tangan kontrak ini"


"Kau sudah berani mengancamnku sayang....kemana sifat lembutmu yang dulu kau tunjukkan kepadaku."Riska membelai pipi Zen.Dia mulai menggoda Zen.


Zen selalu menghindar darinya.


"Hentikan Ris, kalau kau tidak mau tanda tangan,aku akan pergi"


"Oke oke...aku akan menandatangani berkas ini setelah kau meminum jus buatanku ini"


",Baiklah"tanpa pikir panjang Zen meminum jus itu,dia sudah jengah dengan perlakuan Riska.Zen menghabiskan seluruh minuman itu.Riska yang melihatnya tersenyum menang.Riska segera menandatangani berkas yang dibawa Zen.


Tiba-tiba Zen merasa tubuhnya memanas.Riska membuka handuk kimononya,dan tampaklah tubuhnya berbalut lingerie hitam.Zen yang melihat itu,menelan salivanya.Tubuh Riska sangat mulus tanpa celah.


Zen merasa ada sesuatu yang dicampur ke dalam minumannya.Merasa ada yang tidak beres,Zen segera menghubungi Robert.


Robert segera bertindak sesuai arahan dari bossnya tadi.


Riska mendekati Zen.Dia memegang tangan Zen dan mengarahkannya pada bukit kembarnya.


Zen tak kuasa menolaknya.Meskipun dalam hatinya dia tidak mau, tapi gejolak di dalam tubuhnya tak bisa menolak.


To Be Continue....


Sabar ya my readers...


Yuk baca episode selanjutnya....


Terima kasih yang masih setia di sini...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like+vote+koment


__ADS_2