Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 44 : Fitri dan Deni


__ADS_3

Fitri sudah dibutakan oleh cintanya.Apapun dia lakukan, bahkan sampai mengorbankan keperawanannya.


Mereka begitu menikmati pesta kelulusan itu.


Satria mendekati Deni.Dia membawa minuman untuk Deni.


"Hai Den..ini minumanku,jus alpukat.Aku hafal betul dengan kesukaanmu."ucap Satria.


"Terima kasih Sat,kamu temanku yang paling mengerti aku"


Dia tak pernah menaruh curiga pada temannya itu.Sebenarnya Satria berteman dengan Deni untuk memanfaatkan kepandaiannya.Dia tak tulus berteman.


Satria menelfon Fitri.


Kringgg.... kring... kringg...


Fitri mengangkat ponselnya.


"Hallo.."


"Kamu sudah siap sayang..."ucap Satria.


"Apa kamu sudah mengatur semuanya"


"Aku sudah mempersiapkan semuanya,dari tempat dan semuanya"


"Baiklah, aku siap"


Satria tadi sudah membooking hotel untuk rencana mereka.Satria memang anak orang kaya dan playboy.Dia sering bergonta ganti wanita.Semua wanita pasti selalu dia ajak ke tempat tidur.Semua wanita itu pun mau saja demi uang.Tapi Satria tak pernah mendapat wanita perawan.Dia selalu kecolongan.


Tak berapa lama,Deni merasa pusing.Ternyata Satria memasukkan obat perangsang pada jus alpukat yang diberikannya.


"Sat..aku merasa badanku seperti panas.Antar aku pulang Sat"ucap Deni.


"Baiklah"


Fitri sudah menunggu di dalam mobil Satria.


Satria menuntun Deni dan memasukkannya dalam mobil.


"Fitri..kenapa kamu ada di mobil Satria"


"Oh...mobilku rusak,jadi aku minta antar Satria untuk pulang"ucap Fitri.


Deni duduk di belakang bersama Fitri.


Satria segera menghidupkan mobilnya dan melajukan kendaraannya ke hotel B.


Badan Deni semakin lama semakin panas.Ada sesuatu yang membuat dia merasa ingin menyatukan miliknya.


Dia memandang Fitri.Tiba tiba dia menyerang Fitri.


Dia mencium dan menikmati tubuh Fitri.


Fitri yang menginginkannya hanya tersenyum dan menikmatinya.


"Fit, ingat janjimu padaku"ucap Satria.


"Iya Sat, biarkan dia menikmati diriku dulu"ucap Fitri.


Deni semakin ganas,dia hampir tak bisa menguasai dirinya.


Satria lebih cepat melajukan mobilnya,dia tidak mau kehilangan keperawanannya.

__ADS_1


"Sat...kau bawa aku kemana?"


"Ke hotel Den, nikmati saja dia.Aku akan menjaga rahasiamu"ucap Satria pada Deni.


Deni sudah semakin blingsatan menghajar Fitri.


Satria segera memarkirkan mobilnya.


"Sebentar Den,ayo kita turun dulu"Fitri membetulkan kancing bajunya yang sudah banyak terbuka karena ulah Deni.


Mereka segera turun.Satria membawa Deni ke kamar yang sudah di pesannya.


Satria mengunci pintunya.


Deni yang sudah tidak bisa menguasai dirinya langsung menyergap Fitri.


Dia melempar semua yang ada pada dirinya.Dia juga membuka apa yang melekat pada Fitri sampai tak bersisa.


Dia menikmati tubuh Fitri.Yang dipikirkan Deni saat itu hanya menyalurkan hasratnya.


Ketika dia mau melakukan penyatuan,tiba tiba ada yang membekap mulutnya.Tiba tiba dia pingsan.


Satria menarik Deni ke sofa.Dia membuka semua yang ada pada dirinya.


"Sekarang ku tagih janjimu Fit"


Fitri yang sudah membuat perjanjian dengan Satria hanya bisa diam dan memenuhi janjinya.


"Ternyata perawan memang nikmat"ucap Satria.


Satria tidak melakukan sekali.Dia melakukannya sampai lima kali.


"Kenapa kau lakukan berulang-ulang Sat,aku merasa kesakitan"


"Terima kasih Sat"ucap Fitri.


"Aku juga berterima kasih padamu.Meskipun dia akan jadi suamimu, tapi aku yang mendapat malam pertamamu.Aku akan selalu mengingat kejadian ini sampai kapan pun sayang"


Satria keluar dari kamar itu dengan tertawa puas.


"Aku yang dapat madunya,kamu yang dapat getahnya Den,.Fitri bodoh,hahaah"ucap Satria sambil berjalan keluar dari hotel.


Pagi menjelang Deni terbangun dengan tubuh tanpa sehelai benang,dan dia terkejut ada Fitri di sebelahnya.


"Fit... bangun fit..."ucap Deni membangunkan Fitri.


"Ada apa ini Den,Aw.... kenapa kita ada di sini"ucap Fitri berpura pura.


"Aku juga tidak ingat Fit"


"Apa yang telah kamu lakukan padaku tadi malam Den"dia memukul mukul dada Deni.


"Aku tidak melakukan apa apa padamu Fit"


"Kamu menyerangku bertubi tubi tadi malam...kenapa kamu tak ingat.Hiks. hiks. hiks"Fitri pura pura menangis.


"Benarkah Fit,"


"Lihatlah, ada noda darah di kasur ini.Aku juga punya buktinya"


Fitri menunjukkan foto foto dirinya bersama Deni tadi malam.


Deni bingung,dia tidak merasa mengambil keperawanan Fitri, tapi Fitri bersikukuh kalau Deni yang melakukannya.

__ADS_1


"Aku tidak ingat kita melakukannya tadi malam"ucap Deni.


Fitri semakin keras menangis.Deni semakin bingung.


"Sebentar Fit,bukankah tadi malam kita bersama Satria?"


"Dia hanya mengantar kita sampai ke sini.Kemudian dia pulang.Tadi malam kau menyerangku dan kamu setuju saja ketika Satria membawamu ke sini.Tadi malam kita melakukannya sampai berkali-kali.Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus nikahi aku"ucap Fitri.


Deni bingung dengan kejadian ini.Tiba tiba badannya merasakan panas seperti tadi malam.Mungkin efek obat itu masih ada karena belum tersalurkan.


"Ada apa Den"


"Entahlah,badanku terasa panas"


"Apakah obatnya bereaksi lagi,apa karena tadi malam tidak tersalurkan ya",pikir Fitri.


Tiba tiba Deni menyerang Fitri.


"Biarlah kulakukan lagi saja, mungkin tadi malam aku tidak ingat"ucap Deni dalam hati.


"Apa yang mau kau lakukan Den"


"Layani aku Fit,aku sudah tak tahan"


Fitri malah senang, akhirnya dia bisa melakukan dengan orang yang dia inginkan.


Beberapa jam kemudian Deni selesai dengan pergumulannya.


"Aku akan menikahimu Fit,aku akan bertanggung jawab"ucap Deni.


Fitri bahagia rencananya berhasil.


"Akhirnya aku bisa memilikimu,meski dengan cara yang licik",ucap Fitri dalam hatinya.


"Aku akan secepatnya menikahimu Fit.Aku akan ke rumah orangtuamu secepatnya"


Mereka check out dan pulang ke rumahnya masing-masing.


Deni adalah laki laki yang tak punya orang tua.Dia hidup sendiri.


Sehari setelahnya Deni pergi ke rumah orang tua.Dia menceritakan kejadian di hari itu. Ayah Zen menyambut baik niat Deni yang mau bertanggung jawab pada anaknya.Padahal itu renaca anaknya sendiri.Sebenarnya ibu Zen tidak mau karena Deni miskin, tetapi demi menuruti keinginan anak perempuannya,dia akhirnya setuju.


Seminggu kemudian pernikahan di adakan dengan mewah.Fitri begitu bahagia.


Satria datang menyalami mereka.


"Selamat ya Den, semoga samawa"


"Terimakasih Sat"


Satria menyalami Fitri dan membisikkan sesuatu padanya.


"Selamat ya...istri semalamku.Kalau suamimu kurang hot,kamu boleh mencariku"


Fitri hanya diam.


"Samawa ya Fit"dia menyalami Fitri dan pergi mengambil makanan.


Flash back on...


Deni dan Fitri segera pergi bersama ke kantor.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2