
Seminggu setelah kedatangan ayah,Cinta mendapat telfon bahwa orang tuanya meninggal kecelakaan.Zen ketika itu ada di luar kota sedang mengadakan pertemuan dengan koleganya.
" Mas,aku akan pulang,ayah dan ibu meninggal kecelakaan" Cinta menangis tersedu-sedu
" Apa maksudmu ayah dan ibu meninggal Cin"
" Barusan adik menelfonku,dia mengabarkan kalau ayah dan ibu meninggal mas" hiks hiks
" Bagaimana ini,Bram juga sedang ikut bersamaku.Apa ayah saja yang mengantarmu sayang.Tunggu ayah kesana,dia akan menjemputmu"
" Iya mas"
Zen menutup sambungan telfonnya dan menelfon ayahnya.
" Hallo Zen,ada apa?"
" Ayah, kedua mertua ku meninggal,aku sedang berada di luar kota.Bisakah ayah mengantar istriku dulu.Aku akan menyusul setelahnya"
" Baiklah Zen,aku akan mengantarnya"
" Terima kasih ayah"
Mereka saling menutup telfonnya.
Cinta segera mengemasi bajunya untuk dibawa.Dia membawa secukupnya.
Cinta turun ke bawah dan mencari mbok Ijah dengan mata yang membengkak.
" Mbok..."panggil Cinta
" Aku akan pergi ke rumah orang tuaku mbok, mereka meninggal mbok" ucap Cinta menangis lagi
" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, yang sabar nyonya.Mbok ikut berduka.Apa mbok ikut nyonya saja"
" Tidak usah mbok,aku pulang sendiri saja" ucap Cinta sambil menghapus air matanya.
Pak satpam masuk dan membawa seorang perempuan yang membawa anak kecil umur satu tahunan.
" Nyonya,ada seorang perempuan mencari tuan"
Deg... dada Cinta berdetak kencang.
"Ya Allah,apa lagi ini.Seorang perempuan mencari suamiku"
Cinta merasakan rasa campur aduk di pikirannya.Namun Cinta tetap berusaha tegar dan mengahadapi semuanya dengan sabar.
" Silahkan duduk nyonya,pak satpam boleh kembali lagi ke pos nya"
" Siap nyonya"
Mereka duduk saling berhadapan.Di depan Cinta duduk seorang wanita seumuran suaminya dengan wajah yang cantik dan menggendong anaknya.
" Apa ada yang bisa saya bantu nyonya? " tanya Cinta
" Apa benar ini rumah Zen,Zen Andrian Wijaya" ucap wanita itu
" Kalau boleh tau,siapa nama anda"
" Saya Desi, nyonya"
__ADS_1
" Ini memang rumah Zen.Ada perlu apa nyonya Desi kemari"
" Saya mencari suami saya,dia sudah lama tidak mengunjungi saya dan anaknya"
Deg....dada Cinta semakin berdetak tak karuan mendengar ucapan wanita itu.
" Maksud nyonya,Zen Andrian Wijaya adalah suami anda" tanya Cinta masih dengan nada tenang.
" Iya nyonya, kami menikah siri dua tahun yang lalu"
Deg...hati Cinta rasanya hancur, berita kematian orang tuanya, ditambah kedatangan wanita itu.
Rasanya begitu lengkap penderitaannya.
" Jadi sudah dua tahun ya anda menikah dengan Zen"
" Iya nyonya"
" Baiklah,dia masih ada di luar kota.Nyonya tunggu saja dia di sini.Pasti nanti anda akan bertemu dengannya.Saya ada kepentingan, silahkan anda beristirahat di sini.Saya akan menyuruh pembantu saya menyiapkan kamar untuk anda"
" Terima kasih nyonya"
Mbok Ijah yang mendengar itu semua hatinya ikut hancur.Rasanya tidak percaya kalau tuannya yang begitu mencintai istrinya bisa punya istri lagi.
" Mbok.."
" Iya nyonya"
" Berikan dia kamar, sekarang dia nyonyamu.Aku tidak akan kembali lagi kesini mbok.Layani dia dengan baik, seperti kau melayani ku"
" Tapi nyonya, kenapa anda tidak mau kembali ke sini"
" Nyonya Cinta...." mbok Ijah ikut menangis merasakan semua ini.
Cinta terus berlari keluar dari rumah itu.
" Pak Satpam, terima kasih selama ini sudah baik padaku, maafkan jika Cinta ada salah selama di sini.Cinta pergi pak" Cinta keluar dari rumah itu dengan perasaan hancur lebur.Dia memesan ojek online dan tidak menunggu ayah Zen.
Pak satpam bingung dengan kata-kata yang dilontarkan nyonya Cinta.
Pak satpam melihat mbok Ijah lari dari dalam rumah mengejar Cinta.
Cinta berjalan dari rumah itu dengan menenteng tasnya tanpa menunggu ojek onlinenya datang.
' Nyonya Cinta....." mbok Ijah memeluk Cinta yang berjalan sambil menangis.
" Nyonya, kembalilah ke rumah ini.Tanyakan dulu para tuan Zen nyoba duduk perkaranya"
" Tidak usah mbok, wajah anak itu mirip dengan foto kecil suamiku.Itu sudah cukup menjadi bukti bahwa perkataan wanita itu benar"
" Nyonya...." tangis mbok Ijah
" Doakan aku dapat yang terbaik mbok,aku pamit ya mbok.Ojek online ku sudah datang" ucap Cinta
Cinta melepaskan pelukan mereka dan masuk ke dalam mobil yang sudah di pesannya.
Cinta melambaikan tangan pada mbok Ijah dan di seberang sana ayah melihat itu semua.
" Mbok, baik-baik di sini ya.Selamat tinggal" ucap Cinta
__ADS_1
Mbok Ijah melambaikan tangannya sampai Cinta tidak terlihat lagi.
Pak Wijaya masuk ke dalam rumah itu dan melihat mbok Ijah dari luar rumah dengan wajah sembab.
" Mbok,ada apa ini.Kemana Cinta"
" Nyonya Cinta sudah pergi tuan besar"
"Kenapa dia tidak menungguku "
" Nyonya Cinta tidak akan kembali ke rumah ini lagi tuan besar"
"Apa lagi ini.Apa maksudmu mbok"
" Di dalam ada seorang wanita yang mengaku istri tuan Zen.Dan nyonya Cinta berkeputusan dia tidak akan kembali lagi ke rumah ini karena perempuan itu lebih berhak dari nyonya Cinta.Begitu kata nyonya,tuan besar"
"Apa -apaan ini semua.Dasar anak kurang ajar.Dia harus menjelaskan semua ini.Sekarang kemana nona Cinta mbok"
"Dia tadi naik taksi online tuan menuju stasiun"
" Aku akan mengejarnya mbok"
"Apa tuan tidak mau melihat wanita itu"
" Aku tidak butuh melihat dia mbok, Cinta bagiku lebih penting" ucap pak Wijaya sambil masuk ke mobilnya dan mengejar Cinta.
Pak Wijaya melajukan mobilnya dengan cepat karena ingin mengejar menantunya yang pasti sedang sangat sakit hatinya.
" Apa yang sedang kau perbuat ini Zen.Aku tak menyangka kau akan menyakiti Cinta seperti ini"
Pak Wijaya memarkirkan mobilnya seenaknya saja.Dia ingin mengejar menantunya.
" Cinta... Cinta..." dia memanggil-manggil nama menantunya.
Cinta sedang membeli tiket untuk pulang.Dia tidak mendengar panggilan ayah mertuanya.
" Cinta..." pak Wijaya membalikkan badan seorang wanita muda.
" Maaf nona, saya salah.Saya kira anda menantu saya." ucap pak Wijaya
Pak Wijaya mencari-cari si sana.Akhirnya dia melihat Cinta sedang duduk menangis menunggu kereta.
Pak Wijaya mendekatinya.
" Cinta..."
" Ayah..apa yang ayah lakukan di sini"
"Bukankah Zen yang menyuruhku untuk mengantarmu pulang ke rumahmu"
" Tidak perlu ayah.Terima kasih.Cinta bisa pulang sendiri"
" Cin...ayah antar pulang ya..."
" Tidak usah ayah,aku tidak mau merepotkan keluarga Wijaya lagi.Aku bukanlah wanita yang pantas berada di keluarga Wijaya." ucap Cinta sambil menghapus air matanya
" Apa maksudmu Cin"
" Wanita yang ada di rumah Zen, mungkin lebih pantas daripada aku ayah.Aku tidak pantas berada di dalam keluarga Wijaya.Cinta minta maaf jika Cinta punya salah selama ini.Semoga Zen bisa hidup lebih bahagia bersama wanita itu"
__ADS_1
To Be Continue