
Siang itu di rumah Zen.....
Ibu tiba-tiba datang tanpa kabar ke rumah Zen.
Seorang anak kecil melintas di depannya.
" Mbok Ijah....siapa anak kecil ini?" teriak ibu Zen
Dengan tergopoh-gopoh mbok Ijah menuju suara yang memanggilnya.
" Ada apa nyonya?" tanya mbok Ijah
"(Orang ini kapan datang ya, tiba-tiba ada di sini.Bikin pusing aku aja) ucap mbok Ijah dalam hati.
" Itu siapa anak laki-laki yang berlari-lari di dalam sini?"
" Itu anak pak Zen bu"jawab mbok Ijah
" What???" ibu Zen kaget
" Itu anak pak Zen dari perempuan lain Bu"
" Cinta kemana?"
" Non Cinta pergi nyonya"
" Pergi kemana? Belanja tah?"
" Bukan nyonya, non Cinta pergi dari rumah ini"
" Maksudmu! Cinta pergi dari rumah ini untuk selamanya"
" Iya nyonya.Non Cinta menyerahkan Zen pada ibu anak ini"
" Hahaha... akhirnya Cinta pergi juga dari rumah ini tanpa campur tangan ku" ibu Zen berucap dalam hati
"Sekarang Zen dimana mbok.Aku ingin tahu bagaimana ceritanya ini semua" ucap ibu Zen
Tiba-tiba Zen masuk bersamaan dg ibu yang bertanya keberadaannya.
" Hei Zen ,kamu datang...?" ucap ibu dengan lemah lembut
Zen duduk membuka sepatu dan jasnya.
__ADS_1
" Ada apa bu datang kesini? Mau menyiksa menantumu lagi ? Dia sudah tidak ada di sini.Ibu bahagia kan?" Zen pergi berjalan ke kamarnya dengan muka kesal.
" Zen... tunggu!"
Zen menoleh pada ibunya.
" Ada apa lagi bu....?" tanya Zen kesal
' Kenalkan aku dengan istri barumu"
" Dia bukan istriku.Istriku hanya Cinta saja sampai kapanpun" ucap Zen sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya
Tiba-tiba seorang perempuan masuk ke dalam rumah dengan membawa banyak belanjaan.
" Mama ..." ucap seorang bocah laki-laki berlari dari belakangnya.
" Mama capek,sana pergi main dengan mbok Ijah"
" Aku kangen mama,aku sudah sering main dengan mbok Ijah...Aku ingin main sama mama pokoknya "
" Mama capek,kalau mama bilang capek ya capek " bentak Desi pada anaknya
Seketika itu Indra terdiam dibentak oleh ibunya.
Ibu melihat itu semua.
" Oh .. ternyata ini istri baru Zen..." ucap ibu sambil berputar mengelilingi Desi.
" Iya, saya istrinya mas Zen.Anda siapa tiba-tiba ada di rumahku?" ucap Desi
" Dasar menantu kurang ajar kamu ya" ibu menarik rambut Desi dan menyeretnya.
" Lepaskan tanganmu wanita tua!" ucap Desi sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman mertuanya itu.
" Bruak ..." tiba-tiba ibu Zen terjatuh karena Desi juga menariknya
Zen yang mendengar suara orang terjatuh akhirnya keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi.
Zen berjalan di tangga.
" Ada apa dengan kalian berdua?" ucap Zen yang melihat ibu dan Desi saling menarik rambut satu sama lain.
Mereka saling melepaskan ikatan mereka karena terkejut dengan suara bentakan Zen.
__ADS_1
" Wanita ini kurang ajar Zen,dia sangat berani pada ibu.Aku tidak mau punya menantu seperti ini.Najis..." ucap ibu
" Siapa juga yang mau punya ibu mertua sepertimu?? Pantas saja istri Zen meninggalkan rumah ini.Pasti karena punya ibu mertua sepertimu" ucap Desi
" Plak....!! Jangan pernah menyebut istriku dengan mulut kotormu itu!" ucap Zen
Desi terkejut tiba-tiba Zen menamparnya.
Ibu hanya senyum-senyum penuh kemenangan.
Meskipun dia tahu Zen tidak membelanya, tapi setidaknya Desi sudah merasakan ditampar Zen.
" Sekarang ibu pergi dari rumah! Dan kau Desi,kau juga pergi dari rumah ini.Aku akan memberikan semua hakmu.Mulai hari ini aku menceraikanmu,dan kau bukan istriku lagi" ucap Zen tiba-tiba.
" Apa maksud semua ini Zen.Aku adalah ibu dari anakmu?"
" Anakku tetaplah anakku,aku akan membesarkannya.Kau boleh pergi dari rumah ini."
" Tapi dia juga anakku Zen"
" Terserah padamu,kau juga boleh membawanya.Aku tidak keberatan " ucap Zen santai.
' Jadi kau tidak sayang pada anakmu?"
" Apa ???Anakku? Benarkah?'
" Apa maksud pertanyaanmu itu.Apa kau meragukan kalau dia anakmu"
" Aku memang meragukannya?"
" Apa maksudmu?" tanya Desi lagi....
...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf hanya bisa upload segini ya....
InsyaAllah besok saya lanjutkan
Terimakasih untuk semua yang masih setia menunggu update si Cinta
Terimakasih banyak juga,pada yang sudah memfavoritkan cerita ini...
I love you full readers.....😘😘🥰*
__ADS_1