
Zen memencet bel rumahnya,keluarlah pak Dadang,tukang kebun keluarga Zen.
"Sebentar..ucap pak Dadang
Pak Dadang melihat dr lubang gerbang,dia melihat anak tuannya yang sudah lama tidak pulang membawa seorang perempuan.Pak Dadang membuka pintu gerbang.
"Silahkan masuk Nak Zen, tumben pulang Den..bawa cewek lagi hehe.."goda pak Dadang
Zen masuk bersama Cinta.
"Di rumah ada siapa Pak"tanya Zen
"Nyonya dan saudara Aden ada disini semua"
"Kakak dan adekku ada disini juga"tanya Zen lagi
"Iya Den"
"Ya sudah, terimakasih ya Pak Dadang."
"Sama sama Den"
Pak Dadang kembali menutup pintu gerbang dan meneruskan pekerjaannya.
Zen masuk ke rumah nya dengan tetap menggandeng tangan Cinta.
Assalamualaikum....
Ibu yang sedang berkumpul bersama kedua saudaranya menengok ke pintu dan terheran heran karena Zen pulang membawa seorang wanita.Setahu mereka, Zen tak pernah jalan dengan wanita.Bahkan saudaranya memperkenalkan teman teman mereka tapi Zen tak pernah mau.Dia beralasan belum memikirkan untuk punya kekasih.
"Waalaikumsalam.."Jawab mereka serempak
Zen berjalan menuju mereka,dan bersalaman dg mereka.Begitupun Cinta,dia mengikuti langkah Zen dan bersalaman dg calon ibu mertua nya yang baru dia temui.
"Ayo duduk Cin,anggap rumahmu sendiri"kata Zen
Aku masih mau ke kamar mandi dulu ya..
"Iya kak Zen"
Zen melepaskan genggaman tangan nya pada Cinta.
Cinta takjub dengan rumah Zen, begitu besar, perabotan rumah nya pun kelihatan mahal mahal.Mata Cinta melihat sekeliling rumah Zen, tanpa dia sadari bahwa ada tiga pasang mata yang memperhatikannya mulai tadi.
Ternyata kak Zen anak orang kaya,pikirnya.Tapi.kenapa dia tak jujur padaku, dia mengatakan kalau dia hanya anak sopir.
Apakah keluarga nya akan menerimaku dg keadaan ku yang miskin.
Ibu Zen berdehem, membuyarkan lamunan Cinta.Cinta terkesiap.
"Siapa namamu Nak"ucap ibu nya Zen dg sinis.
Dg melihat tingkah wanita itu yg terheran heran melihat rumah nya,dia mengira kalau Cinta hanya mau harta Zen.
"Nama saya Cinta Buu''
"Rumahmu dimana??"
"Rumah saya di kota J Bu"Cinta menjawab dg sopan
Zen keluar dari kamar mandi dan mendengar percakapan mereka.Lalu duduk berkumpul bersama.
"Bu..kenalkan.. namanya Cinta,dia baru lulus SMA.Zen akan menikah dengannya Bu...
"Apa???"jawab mereka bertiga bersamaan karena terkejut dg pernyataan Zen
"Sebentar sebentar kak, kakak serius mau menikah"tanya Putri adek Zen
"Iya.. kakak mau menikahi nya,kakak sudah mantap untuk menikah dengan Cinta,"ucap Zen sambil menggenggam tangan kekasih nya itu.
Cinta kaget dg kata kata Zen,karna dia sendiri belum memutuskan mau menikah atau tidak.Cinta terdiam bimbang dan menunduk malu.Dia sadar siapa dirinya dibandingkan mereka.Cinta hanya kerikil di antara bebatuan.
"Sebentar ya Nak Cinta...ibu mau bicara dg Zen"..
ucap ibunya
"Maaf Nak cinta, sampai lupa tidak dikasih minum dan kue"
Ibu menyuruh Bu Imah menyajikan minuman dan cemilan pada tamunya.
"Zen . kamu serius mau menikah dengan dia"tanya Ibu
"Iya bu,Cinta anak yang baik dan Zen sangat mencintai nya"
"Apa kamu sudah tahu asal usulnya dan latar belakang keluarga nya"
"Sudah Bu,aku tidak peduli asal usulnya Bu,Zen sudah.cocok dengan dia,Zen tidak mau yang lain"
"Ibu sudah memilih kan jodoh untukmu, dia anak orang kaya, pendidikan nya sama denganmu,dia juga lebih cantik dari si Cinta itu"
__ADS_1
"Zen tidak mau Bu,setuju tidak setuju, Zen akan menikah dengan Cinta,titik.Aku pulang hanya untuk memperkenalkan calon mantu mama,kalau mama tidak mau ya sudah, pokoknya Zen tetap akan menikahinya"
Ibu nya hanya geleng geleng kepala mendengar Zen sangat ingin menikahi Cinta.
Zen mengakhiri perbincangan itu dan menuju ruang tamu.
"Ayo kita pulang Cinta,aku gak betah lama lama disini"Zen berucap sambil menarik tangan Cinta untuk mengikutinya.
"Makanannya belum habis kak.."
"Udah..biarin aja..nanti kita makan di jalan."
"Gak pamit sama ibu kak"
"Gak usah"
Cinta bingung dengan situasi ini,tapi dia tetap mengikuti Zen.Akhirnya Cinta hanya berpamitan pada kedua saudara Zen.
Zen naik mobil dengan marah karena ibu nya hanya melihat Cinta dengan sebelah mata.Dia menyetir dg perasaan yang tak karuan, karena ibunya tak setuju dengan pilihannya.
"Sayang...."Ucap Cinta
Zen kaget dg panggilan dr Cinta..
"Apa kamu bilang Cinta.."ucap Zen
"Sayang..."
"Coba ulangi lagi.."
"Sayang...."kata Cinta sambil memeluk lengan Zen.
Hati Zen sedikit terobati dg perlakuan Cinta padanya.
"Mulai sekarang jangan panggil aku kakak lagi ya, tapi panggil sayang...ucap Zen
"Iya sayang...."ucap Cinta
Cinta memang sengaja berbuat seperti itu, karena dia tahu suasana hati kekasih bucinnya itu.
krucuk krucuk...
Perut Cinta berbunyi..
"Kamu lapar sayang.."tanya Zen
"Iya sayang...Maaf mengganggu konsentrasi menyetir mu"
Zen menepikan mobilnya di dekat warung lesehan pinggir jalan.
"Tidak apa apa khn Sayang.. kalau makan di pinggir jalan"ucap Zen
"Gak apa apa kak..yang penting perut Cinta kenyang"jawab Cinta sambil mengelus elus perutnya.
Mereka memesan lalapan ayam goreng dan es jeruk kesukaannya.Zen memesan makanan yg sama dg Cinta.
Sambil menunggu pesanan mereka dibuat, mereka berbincang bincang.
"Sayang... kamu tadi bertengkar dengan ibumu ya..?
tanya Cinta .
"Enggak kok sayang...ibu mmg seperti itu, apalagi aku lama tidak pulang ke rumah"
Cinta tidak meneruskan pertanyaan nya,dia tahu kalau kekasihnya tak mau membicarakan itu.
Tidak lama makanan datang dan mereka berdua langsung menyantap makanannya tanpa berkata kata, karena memang keduanya sama sama lapar.
Mereka segera menghabiskan makanannya dan melanjutkan perjalanan.
Di dalam mobil...
"Kak...apa benar kakak mau menikah dengan ku"
"Kok panggil kakak lagi sihhh"
"Lupa kak..masih belum terbiasa..
Sayang ku.... apa sayang benar benar mau menikahiku"tanya Cinta
"Iya sayang...aku benar benar mencintai mu"
*Kalau orang tua sayang tidak setuju dengan ku bagaimana??aku cukup tahu diri siapa diri ku dan status sosial ku"
"shuttt...tangan Zen menutup mulut Cinta.
"Kalau masih ngomong gitu lagi nanti aku cium loh ya"
Cinta akhirnya tidak jadi melanjutkan kata katanya.
__ADS_1
"siapapun dan bagaimana pun kamu,aku tetap akan mencintaimu sayang..."ucap Zen.
Cinta tersipu dg kata kata Zen.Cinta menguap karena matanya sudah tidak bisa diajak kompromi.
"Ngantuk ya sayang.."ucap Zen
"Hehe..iya kak"jawab Cinta
"Sini tidur di sini,sambil menepuk bahunya"Ucap Zen
Kemudian Cinta bersandar pada bahunya sambil memeluk lengan nya.
Jam menunjukkan pukul 4 sore,Zen menepikan mobilnya untuk sholat ashar.Dia membangunkan Cinta.Zen menepuk pipi Cinta pelan pelan.
"Sayang..ayo bangun...
"Sudah sampai kah sayang..
"Belum sayang...ini masih di masjid.Kita sholat dulu ya.
"Iya sayang,.. Cinta bangun sambil mengucek ngucek matanya.
Mereka berdua turun dari mobil dan menunaikan sholat dg berjamaah.Setelah sholat, Cinta mencium tangan Zen.Itulah yang disukai Zen dari Cinta,dia begitu taat pada Allah.Sikap ini yang tidak pernah ditemukan pada perempuan lainnya.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya untuk pulang.Cinta sudah tidak mengantuk lagi,dia sudah cukup tidur tadi.
Sekitar pukul 7 mereka sampai di rumah Cinta.Mereka tadi berhenti dulu untk sholat Maghrib di jalan.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam..,Kalian sudah sampai anak anak"jawab ibu
"Alhamdulillah Bu.."
"Mandi dulu sana Cinta..badan kamu lengket semua.
Ibu menemani Zen di ruang tamu.Zen berkata pada ibu bahwa dia ingin menikahi Cinta secepatnya.
Ibu bilang pada Zen, semua terserah Cinta, yang penting Cinta bahagia.
"Bu...saya akan melamar Cinta secara pribadi nanti ya Bu"
"Terserah Nak Zen"
Setelah mandi Cinta ke ruang tamu dan duduk bersama Zen dan juga Pak Hadi.Zen berpamitan untuk pulang, karena dia juga merasa lelah seharian menyetir, Zen ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur empuk nya.
"Pak..Buk..saya pulang dulu.."ucap Zen
"Loh..gak makan dulu Nak.."kata bapak
"Tidak usah pak, tadi sudah makan di jalan bersama Cinta"
"Ya sudah kalau begitu,hati hati ya Nak...
"Iya Pak..
Cinta mengantar Zen menuju mobilnya,dan Zen tiba tiba mencium pipi Cinta.Wajah Cinta merona bercampur malu dengan perlakuan Zen.
"Maaf ya sayang kalau aku menciummu, untuk semangat dan obat capekku.Kamu gak marah kahn sayang"
"Kali ini enggak sayang,tp tidak ada lain kali sebelum halal.
"Okey sayang...Aku pulang dulu.. emmuach
"Emmuach juga...
Zen akhirnya pulang dan Cinta masuk ke dalam rumahnya.
"Cin...sini nak"panggil Bapak
"Iya pak..ada apa"
"Bagaimana tadi di sana, apa semua nya baik baik saja"
Cinta menunduk dan bapak yakin bahwa sedang ada yang tidak beres.
"Pak... seandainya Orang tua kak Zen tidak setuju denganku bagaimana"
Pak Hadi terkejut....
To be Continue
...........
Terimakasih yang sudah like ya para readers
Tinggalkan like dan komen...
agar Author lebih rajin update lagi..
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih buat para readers...