Menantu Yang Tak Diinginkan

Menantu Yang Tak Diinginkan
#Bab 29 Hari H....


__ADS_3

Akad nikah akan diadakan jam sembilan di rumah Cinta dan resepsi akan di adakan di hotel yang dipesan Zen.Cinta bangun pagi sekali.Dia bersiap siap,mandi dan sholat.Hatinya terasa deg deg an menyambut pagi ini.Pagi yang akan merubah hidupnya menjadi seorang istri dari lelaki yang begitu dicintainya.


"Cinta... periasnya sudah datang"ucap ibu sambil mengetuk pintu kamar Cinta.


"Iya Bu, Cinta akan membuka pintunya"Cinta berjalan menuju pintu dan membukakan pintunya.


"Silahkan masuk mbak"ucap Cinta


Perias itu pun masuk dengan membawa banyak peralatan.


Setelah mempersilahkan perias masuk ke kamar Cinta,ibu kembali ke dapur bersama orang orang.


Perias itu mulai merias Cinta dengan segala keahliannya.


Sementara di hotel tempat keluarga Zen berkumpul...


"Pak..bajuku dimana"ucap bu Neni


"Ya gak tahu bu, kemarin dibawa apa enggak bajunya"


"Jangan jangan masih dalam mobil pak"


"Coba saja dilihat bu"


"Tempat parkirnya kan jauh pak,suruh pak Sarif saja yang mengambilnya"


"Kau itu selalu merepotkan"


Pak Bambang kemudian menghubungi pak Sarif yang sudah ada di basement.


"Hallo..pak Sarif, tolong ambilkan baju nyonya yang ada di dalam mobil,dan antarkan ke atas ya". perintah pak Bambang


"Baik pak!"


Pak Sarif segera mencari di dalam mobil, kemudian dia mengantar baju itu ke atas.


Tok tok tok....


Pak Bambang membuka pintu dan melihat pak Sarif menenteng baju istrinya.


"Terima kasih pak"


" Sama-sama tuan"


Pak Sarif kembali ke basement, menunggu orang orang untuk berangkat.


"Ini bu bajumu"ucap pak Bambang pada istrinya.


"Ina... bagaimana???Sudah siap semua?"


"Sudah kak, sudah beres semua.Kita tinggal berangkat"ucap tante Ina


"Zen.. sudah siap nak?"


"Sudah yah"Zen memakai setelan jas putih untuk akad.Dia terlihat semakin tampan dan mempesona.


"Boss kelihatan tampan sekaleeee"ucap Robert


"Aku memang tampan dari lahir Robert"ucap Zen sambil berkaca


"Kumat deh narsisnya"ucap Robert dalam hati


"Sudah siap untuk berangkat semua??"


"Sudah kak"mereka serempak menjawab

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita berangkat"


Satu jam kemudian rombongan Zen sudah sampai.Zen turun dari mobilnya,dia terlihat begitu tampan dan gagah.


Zen berada di depan diikuti oleh rombongannya.Iring iringan pengantin masuk ke dalam rumah Cinta.Meskipun yang ikut mengantar tidak banyak, tapi bawaan dan seserahannya sangat banyak, sampai ibu ibu komplek kewalahan menerimanya.


"Bawaannya banyak banget.. mimpi apa ya Cinta bisa dapat orang kaya seperti ini"ucap bu Yeni


Ibu hanya geleng-geleng kepala mendengar ocehan tetangga.


Mereka masuk di tempat yang sudah disediakan orang tua Cinta.


"Rumahnya jelek seperti ini, dasar orang miskin"ucap bu Neni dalam hatinya.


""Bu, jangan berbuat dan berbicara yang memalukan.di sini.Di kunci dulu mulutnya,kita harus menghormati mereka"ucap pak Bambang


"Sepertinya dia bisa membaca pikiranku"ucap Bu Neni dalam hati


Pak Bambang sudah hafal dengan tabiat istrinya yahg di terbiasa mencela orang jika ada yang tidak sesuai dengannya.


Zen sudah duduk di depan pak Hadi..Pak penghulu memeriksa kelengkapan berkas berkasnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit tapi Cinta tak segera keluar.Zen celingukan mencarinya.Sedangkan Cinta deg deg an menanti acara sakralnya dimulai.


"Ada apa nak Zen"kata pak Hadi


"Cinta nya mana pak?"


"Nanti setelah akad selesai, baru Cinta akan keluar kemari"


"Baiklah kalau begitu pak"Zen sudah tak sabar melihat calon istrinya itu.


"Sudah siap nak"ucap pak Hadi


"Siap pak"ucap Zen


"Saya nikahkan dan saya kawinkan Zen Andrian Wijaya bin Bambang Wijaya dengan putri saya yang bernama Cinta Andriana binti Hadi Siswoyo Seno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 200 gram tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Andriana binti Hadi Siswoyo Seno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 200 gram tunai"ucap Zen lantang.


"Bagaimana..sah saksi"


"Sah. sah. sah.."mereka berteriak bersamaan


"Alhamdulillah..Istri silahkan keluar"kata pak penghulu


Cinta di dalam kamar menangis, sekarang dirinya sudah menjadi seorang istri dan sudah tidak lajang lagi.Cinta berjalan ke sebelah Zen duduk.Zen terpana melihat istrinya.


"Dia begitu cantik,aku memang tak salah memilih istri"ucap Zen dalam hati


"Silahkan mencium tangan suaminya nak Cinta"


Cinta mencium tangan Zen,dan Zen mencium kening Cinta sambil berbisik"sekarang kita sudah sah sayang"


Wajah Cinta semakin merona mendengar omongan Zen.


"Silahkan menandatangani surat nikah nya nak"


Zen dan Cinta menandatangani surat nikah mereka.Zen bahagia sekali, akhirnya dia sudah resmi memiliki Cinta dan tidak ada yang bisa memisahkannya.


Setelah acara akad selesai mereka makan hidangan yang dihidangkan keluarga Cinta.Sedangkan Zen dan Cinta berfoto foto dengan fotografer.Setelah selesai berfoto mereka menuju kamar Cinta.


Cinta mengunci pintu.Zen langsung menyergap Cinta dari belakang.


"Sayang...kita sudah halal,tidak ada yang akan memisahkan kita lagi.Hanya aku yang memilikimu"sambil menciumi tengkuk Cinta.

__ADS_1


"Sayang.. jangan terburu buru"ucap Cinta sambil melepaskan pelukan Zen.


Kamar Cinta begitu kecil tapi Zen betah saja karena ada Cinta di sisinya.Ternyata memeluk Cinta saja,bisa membangun milik Zen yang ada dalam sangkar.


Cinta duduk kasur dan melepaskan acessorisnya.Zen membantunya.Setelah terbuka semua aksesorisnya,Zen tiba tiba menjatuhkan Cinta di kasur.Dia ******* bibir Cinta dengan rakus,(bibirnya memang selalu membuat ku ingin menciumnya lagi dan lagi,bibirmu seperti candu bagiku).Cinta menikmati ciuman Zen,dia pun menginginkannya.


"Kita sudah sah sayang,aku akan menghabiskanmu saat ini juga"


Mereka saling berciuman lagi, Cinta yang tidak pernah merasakan hal seperti itu sangat menikmatinya, rasanya seperti ada yang menyetrum di dirinya.Mereka berdua terhanyut, benda yang di dalam Zen sudah mendesak untuk keluar.


tok tok tok...


"Cinta...buka pintunya nak"panggil ibu


Seruan ibu membuyarkan mereka berdua.


"Kakak sih terburu buru,kan masih ada nanti malam"ucap Cinta sambil mengancingkan bajunya.Ternyata mereka sudah separuh perjalanan.


"Tapi kamu suka kan sayang..."ucap Zen sambil memeluk Cinta dari belakang dan menciumi tengkuk Cinta.


"Sudah sayang...ada ibu.Cepat rapikan juga bajumu"ucap Cinta


Cinta membuka pintu dan ibu masuk ke kamarnya.


Ibu melihat sprei Cinta yang sudah tidak karuan.


"Ternyata mereka sudah gak sabar"ibu tersenyum kecil sambil memandang mereka


"Acara di rumah sudah selesai,apa kita langsung ke hotel"tanya ibu


"Iya bu, kita akan ke hotel, semua sudah dipersiapkan"


"Sebaiknya kita bersiap siap agar tidak terlambat"ibu segera keluar dari kamar Cinta.


"Kak..aku ganti baju dulu ya"


"Tidak usah, kita pake baju ini saja ke hotel"


"Aku mau membawa baju ganti untuk nanti sayang"Zen tidak melepaskan pelukannya sama sekali.Setelah ibu keluar kamar, Zen langsung memeluk Cinta lagi dan menciuminya tanpa bosan.


"Tidak usah sayang .. Robert sudah menyiapkan segala sesuatunya di sana.Ayo kita berangkat"


Mereka keluar dari kamar dan menuju ruang depan, berkumpul bersama keluarga mereka.


"Bu,ini ibu saya,bu Neni.Maaf tadi tidak sempat memperkenalkan karena Zen tadi juga sudah terlambat sampai di sini nya bu"ucap Zen pada ibu mertuanya.


"Saya Safitri ibunya Cinta,saya titip anak saya Bu, saya yakin ibu akan jadi mertua yang baik, karena ibu juga punya anak perempuan"kata ibu Cinta


Bu Neni sedikit tersindir dengan ucapan ibu Cinta.


"Iya bu,saya akan menganggap Cinta seperti anak saya sendiri"jawabnya.


Ibu Cinta tau kalau bu Neni tidak setuju makanya dia sengaja berkata seperti itu.


"Baiklah,ayo kita segera berangkat agar tidak terlambat resepsinya, karena Cinta masih akan di make up lagi"ucap Zen.


Mereka akhirnya keluar dari rumah Cinta bersama sama.Mereka bersama sama naik mobil.Keluarga Cinta juga menyewa mobil untuk kesana.Hanya Cinta dan Zen yang hanya naik mobil berdua,eh bertiga dengan supirnya,si Robert.


"Belah duren belah duren"ejek Robert pada Zen


Cinta hanya tersipu mendengarnya.


"Sekali ngomong lagi,aku robek mulutmu Robert"


"Hahaha..."Robert malah tertawa, tapi dia segera diam.Jika tidak pasti akan ada konsekuensi nantinya.Robert melajukan mobilnya ke hotel yang sudah dia pesan.

__ADS_1


To Be Continue...


__ADS_2