
Wanita itu dengan seenaknya memeluk suamiku di depan mataku.Zen terkejut dan melihat siapa yang memeluknya.
"Riska???Bisakah kau lepaskan pelukanmu,aku tak suka seperti ini"bentak Zen.
Riska melepas pelukannya.Dia tidak mengira Zen bisa membentaknya seperti itu.Dengan cueknya dia duduk di dekat Zen,aku dianggap tidak ada olehnya.
Zen cuek saja dengan keberadaan Riska.
"Sayang... kenapa kau cuek padaku"dia memegang tangan Zen.
"Jaga sikapmu di depan istriku "bentak Zen.
"Apa???Kau sudah beristri?Jadi wanita dekil ini istrimu"
"Jaga kata-katamu Riska,dia istriku."
"Semudah itu kau melupakanku Zen.Setelah yang kita lalui bersama,kau pergi meninggalkanku"
"Apa kau tak salah kata nona,bukankah kau yang pergi meninggalkanku"
Riska terdiam mendengar ucapan Zen.Apa yang diucapkan Zen memang benar adanya.Dia yang pergi meninggalkan Zen.
Aku hanya diam mendengar percakapan mereka berdua.Aku hanya menjadi pemerhati.
Tiba-tiba Zen meraih tanganku dan membawaku pergi dari restoran itu.
"Ayo kita pergi sayang,di sini ada siluman ular cobra, suasananya pun sudah tidak menyenangkan lagi."ucap Zen sambil menarikku dari tempat duduk.
Aku segera mengambil tas ku dan mengikuti langkahnya pergi dari restoran.
Kami masuk ke mobil.
"Kita makan di pinggir jalan saja ya sayang,maaf kalau makanmu harus tertunda"ucap Zen
"Tidak apa-apa sayang, santai saja "aku tersenyum padanya.
"Kenapa dia tak bertanya siapa wanita yang memelukku tadi.Apa dia tidak cemburu ya"Zen berkata dalam hatinya.
Tak lama kami sampai di warung pinggir jalan.
Aku turun dari mobil duluan.Aku duduk memesan makanan favoritku tanpa menunggu suamiku turun.Aku juga memesankan makanan untuknya.
Dia datang dengan tergesa -gesa.
"Sayang.... kenapa tak menungguku?"
"Cuma dekat, ngapain masih tunggu kamu.Aku sudah lapar.Cacing di perutku sudah meronta-ronta minta makan."
"Ada sesuatu yang salah dengan istriku sepertinya "ucap Zen.
Pesanan datang,mereka makan tanpa bersuara.
Aku melahap makananku dengan cepat, karena aku merasa sangat lapar.
"Alhamdulillah kenyang..."aku mengelus-elus perutku.Suamiku hanya tersenyum melihatki bertingkah seperti itu.
__ADS_1
Aku berjalan ke mobil,
"Sayang...jangan lupa membayar makanannya"ucapku
Suamiku belum selesai makan, tapi aku pergi meninggalkannya.Dia makan dengan tergesa-gesa.Dia membayar makanan kami dan pergi menyusulku ke mobil.Aku sudah menunggunya di dalam mobil.Dia tak mengunci pintunya.
Zen masuk ke mobil,
"Sayang... kenapa kamu duduk di belakang"ucap dia.
"Tidak apa-apa,aku hanya ingin duduk di belakang."aku berkata-kata tanpa melihat padanya.
"Sepertinya istriku sedang merajuk"ucap Zen dalam hati.
Dia membiarkan istrinya ada di belakang.Dia melajukan kendaraannya pulang.
Tidak ada percakapan selama perjalanan,aku tak berminat berbicara dengan suamiku.Aku hanya memainkan gadgetku selama di dalam mobil.
"Huft..apa salahku"ucap Zen sedikit berbisik.
Kami pun tiba di rumah.Aku keluar dari mobil tanpa berkata apa-apa pada suamiku.Aku membuka pintu rumah dan masuk ke dalam.Zen ternyata segera ikut masuk tanpa memarkirkan mobilnya dengan benar.
Dia mengejar ku dan menarik tanganku.Dia menidurkanku di meja makan.Aku dibuatnya terlentang di sana.
"Apa maksud dari semua sikapmu itu sayang"dia berbicara sambil.menjelajahi leherku.
"Ada apa dengan sikapku"
"Jangan kamu bilang tidak ada apa-apa,aku tahu kamu sedang cemburu kan"dia masih tak berhenti menjelajahiku.Dia mulai membuka segitiga bermudaku.Entah apa yang ada di pikirannya.Meskipun hatiku terbakar cemburu,namun tubuhku tidak menolak perlakuan suamiku.Aku menggeliat-geliat di atas meja.Kulihat dia mulai melepaskan tutup sarang juniornya.
"Bagaimana sayang, sepertinya sekarang aku yang jadi pawangmu"dia memainkan junior di dalam gua gelap yang bersembunyi di dalam segitiga.Ditariknya maju mundur,dia membalikkan badanku.Sebagian tubuhku ada di atas meja Aku setengah berdiri.Junior masuk lewat belakang.Sementara junior bermain, tangannya pun ikut bermain di dua benda kenyal milikku.
"Uh....ah ...uh....ah...."hanya suara itu yang terdengar dari ruang meja makan.
Setelah puas di sana,kami berpindah ke ruang depan.Kami melakukannya di sofa.Ada sensasi tersendiri ketika di sana.
"Sayang....."
"Iya cintaku"
"Jangan berhenti berpacu,buatlah semakin cepat,aku sudah mau sampai ke puncak"
Dia semakin mempercepat ritme nya.Sepertinya dia juga mau sampai ke pendakiannya.
"Ah......"kami bersama sampai ke puncak pendakian.
Kami duduk kelelahan di sofa.
"Kenapa kamu menghajarku habis-habisan"ucapku.
"Kamu membuatku kesal dengan sikapmu yang iba-tiba berubah aneh"
"Jadi kamu seperti itu hanya karena aku bersikap aneh?"
"Hehehe..itu alasan lainnya,alasan utamanya karena aku selalu menginginkanmu"dia memelukku dan menciumiku lagi.
__ADS_1
"Sudah cukup sayang...aku sudah lelah "
"Padahal aku masih menginginkannya lagi sayang "
"Kita saja baru selesai,masak mau mulai lagi?"
"Emangnya gak boleh "
"Boleh saja sayang..."ucapku sambil memeluknya dan menciumnya.
"Jangan menggodaku sayang..."
"Aku tidak menggodamu sayang..."aku mencium bibirnya dan berlari menjauh darinya.
Aku berlari ke kamar kami di lantai 2 tanpa apapun.Suamiku ikut berlari mengerjaku ke lantai dua.
"Jadi begini ya permainanmu sayang"ucap Zen.
Dia masuk ke dalam selimut.Kami saling bergumul di dalam sana.
"Aku tak akan mengampuni sayang,kamu sudah berani membuat si junior terbangun.Kamu harus tanggung jawab lagi sayang"
"Tidak...."aku berpura pura menolaknya.
"Kalau kau tidak mau,kau akan memaksanya wanita cantik"dia pura- pura menjadi penjahat yang akan memperkosa sanderanya.
Aku berlari lari di dalam kamar,
"Mau lari kemana kamu sayang,aku akan mendapatkanmu,hahaha"
Dia berlari mengejarku,aku tertangkap di depan kaca riasku.Tanoa basa basi,dia menyerangku kembali.Entah kenapa dia bisa begitu kuat melakukannya berkali-kali,dia tak pernah ada bosannya.
"Kena kamu sayang, tubuhmu adalah milikku, tidak boleh ada orang lain yang menyentuhnya"dia berkata sambil bekerja dengan si junior.
Entah dia membolak balikkan aku seperti apa dan dengan berbagai gaya.Akhirnya setelah satu jam,dia sudah selesai dengan beban si junior.
Dia menarikku ke atas kasur dan tidur di sebelahku karena kecapekan.
"Sayang....dia hanya mantan.Aku sudah tak punya rasa apapun padanya.Mungkin dulu aku cinta mati padanya, tapi itu dulu Setelah dia meninggalkanku,aku mengalami trauma,sampai akhirnya aku bertemu denganmu.Kamu sudah membuat kepercayaan dan cintaku kembali lagi sayang.Kamu membuatku percaya,bahwa masih ada cinta yang tulus di dunia ini.Percayalah,aku tidak akan pindah ke lain hati.Jiwa ragaku hanya untukmu sayang"Dia mengecup keningku mesra.
"Aku percaya padamu sayang,dari caramu memperlakukannya di depanku,aku tahu kamu sudah tak memiliki rasa cinta lagi untuknya.Aku mencintaimu Zen Andrian Wijaya"aku menarik tangannya untuk lebih erat memelukku.
"Aku juga mencintaimu Cinta Andriana"...
Mungkin hawa- hawa pengantin baru itu seperti Zen dan Cinta.Kapan saja langsung tancap gas.Apalagi di rumah sendiri.Rasanya bebas tanpa batas.Kami tertidur karena kelelahan setelah melakukan 2 ronde pertempuran.
To Be Continue....
Terimakasih untuk semua readers ku
Terima juga untuk silent ridersku
Terimakasih untuk yang sudah meninggalkan jejak dan jempolnya di karyaku ini.
Pokoknya othor ucapkan terimakasih kasih buanyakkkkkk
__ADS_1
😘😘😘❤️❤️❤️😘😘😘