
Sebelumnya Bryan dan Jerry berhasil mencuri semua kamera kecil milik Ron dan setelah sampai dirumah mereka langsung ke kamar Jerry untuk melihat hasil rekaman itu.
Jerry melepaskan kartu memori dari kamera itu dan memasangkan lewat USB ke laptopnya, cukup banyak video yang didapat dari shoot tersembunyi dan kebanyakan video gadis cantik sedang berada dikamar mandi atau pasangan yang sedang bercinta membuat kakak beradik itu geleng-geleng kepala, Jerry memilah sebentar dan akhirnya menemukan video dari kamar pertama itu.
Video dimulai, Bisa keduanya lihat Arman si pria tua itu tengah duduk di sofa sedang menikmati anggur merahnya dan didepannya 3 gadis cantik sedang berjoget erotis seraya melepaskan pakaian mereka hingga meninggalkan dalaman saja sambil mengerling genit padanya.
Pria tua itu tersenyum mesum melihat 3 tubuh ranum menggoda yang hanya mengenakan pakaian dalam berbeda warna. Seorang gadis berambut pirang dengan dalaman berwarna putih mendekati pria tua itu dan mulai menggerayangi tubuh dan mencium pipi hingga bibirnya membuat Perdana Menteri terlihat pasrah seraya menikmati service gadis itu.
Kemudian seorang gadis dengan rambut gelap memakai dalaman hijau mendekat dan menarik wajah pria tua itu ke dadanya yang terbungkus kain minim terakhir, pria tua itu mulai mengecup belahan itu namun baru saja tangan tua itu ingin melepas pengaitnya, gadis itu keburu berdiri diikuti si pirang bergabung pada gadis berambut oranye yang masih meliuk-liuk erotis.
Bryan dan Jerry terperangah amat sangat dengan jantung berdebar kencang melihat itu apalagi saat gadis itu meliuk-liuk semakin hot dan menggoda membuat tenda langsung terbangun di celana masing-masing.
'Beruntung sekali si tua Bangka itu !' Begitulah pikiran mereka berdua. Keduanya sangat ingin menggantikan posisi si Perdana Menteri saat itu.
Ketiga gadis itu semakin liar dan mulai melepas kain atasnya hingga terpampang nyata 2 eh 6 gundukan kenyal nan lembut membuat pria normal manapun ingin langsung rebah disana yang dipastikan terasa sangat empuk, begitu juga dengan kakak beradik itu, mata keduanya melotot dengan Saliva yang susah ditelan dan tangan yang ingin meraih 2 gunung kembar lembut di layar.
Ternyata hal itu membuat Arman si Perdana Menteri menggila, ia berdiri dan meraih si rambut oranye dan menciumnya dengan beringas sedangkan 2 gadis lain masih meliuk-liuk dengan gerakan menggoda seraya meraba lembut punggung Perdana Menteri.
Bryan dan Jerry menahan nafas dengan mata melotot saat pria tua itu berhasil menelanjangi gadis itu, menariknya ke sofa dan mulai menggagahinya. Terlihat jelas gadis berambut oranye itu mendesah dengan gerakan liar membuat si Perdana Menteri semakin terbakar. 2 lainnya juga mulai melepas penutup tubuh terakhir hingga polos dan bergabung setelah pelepasan pertama pria tua terjadi.
Kini Perdana Menteri itu hanya rebahan di kasur king hotel dengan pasrah membiarkan ketiga gadis itu menguasai tubuhnya dan memberikan rasa enak padanya.
Dada Bryan dan Jerry kompak naik turun dengan nafas yang sedikit berat. Melihat adegan itu membuat sisi liar mereka bangkit juga apalagi suara Perdana Menteri amat sangat keras setelah mendapat berondongan serangan nikmat dari ketiga gadis itu membuat Bryan dan Jerry merasa pusing.
Suara-suara erotis itu seketika memenuhi pendengaran dan juga menyiksa keduanya. Keduanya tetap setia menonton adegan enak-enak itu hingga Perdana Menteri itu mendapatkan pelepasannya berkali-kali dan berakhirlah adegan itu.
Setelah itu kakak beradik itu berlari memasuki kamar mandi masing-masing untuk menenangkan sesuatu yang tidak seharusnya bangkit seraya memaki-maki pak tua setan itu.
Dan kini, mobil keduanya sudah berada didepan perumahan tempat dimana kediaman baru Perdana Menteri berada dan masih dengan pemandangan yang sama. Sekian lama berada disana suasana perumahan itu tampak sepi dan juga rumah-rumah yang lain tampak gelap hanya lampu taman mereka yang menyala. Tidak seorang pun lagi yang terlihat, hanya rumah ujung itu yang nampak berpenghuni
"Ini tetangga semuanya kemana ? Kok sepi sekali ?"
"Entahlah, aku juga bertanya-tanya kemana mereka ?"
"Kayaknya ada yang tidak beres di perumahan ini ? Apa mungkin si tua Bangka itu membunuh semua tetangganya ?" Tebak Jerry membuat Bryan meliriknya gondok.
"Lebih kamu pikir, bagaimana caranya kita bisa masuk ke rumah itu melewati semua laki-laki kekar itu !" Ucap Bryan.
Baru saja Jerry mau menjawab saat notifikasi Hp-nya berbunyi.
TING.
Jerry tersenyum melihat notifikasi media sosialnya memperlihatkan jika Tiara baru saja mengupdate foto baru namun senyum itu langsung luntur manakala dalam foto terlihat seorang pria berjas kantoran yang difoto dari arah belakang kemudian dengan status : I Hope😇 (aku berharap).
Wajah Jerry jelek seketika dan hendak akan mengirim pesan kepada Tiara untuk menanyakan siapa pria itu namun sebuah foto lain dari akun yang sangat ia kenal. Sebuah foto dengan senyum manis terpampang disana, itu foto Tiwi pertama setelah sekian lama gadis itu tidak mengupload apapun.
Jerry terpana, sosok itu kembali hadir setelah beberapa hari ini memenuhi kepalanya dan tanpa sadar ia mengetik dikolom komentar "Bahagialah dimanapun kamu berada", tak lama sebuah emoji senyum dari pemilik akun membalas komentarnya.
Jerry memejamkan mata, saat rasa aneh itu kembali datang, wajah Tiara dan Tiwi seketika memenuhi kepalanya. Bryan yang melirik melihat tingkah Jerry pun tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"Bisa kita tunda ? Tiba-tiba aku gak enak badan !" Ucap Jerry membuat Bryan melotot kearahnya.
Cowok itu tidak peduli dengan pelototan kakaknya, ia mengalihkan pandangannya keluar jendela. Menatap galau langit malam. Bryan menghela nafas kasar seraya menatap sebal kesampingnya, Jerry terlihat seperti gadis perawan yang batal dilamar.
"Lanjut jangan ditunda, kan kamu sendiri yang bilang ini kesempatan terakhir !"
"Iya sih tapi.....!"
Ucapan Jerry terhenti saat salah seorang bodyguard itu terlihat jalan mendekat dan melirik ke mobil mereka membuat kakak beradik itu tercekat. Pria itu kemudian berlalu, nampak di belakang mobil mereka tak lama muncul mobil lain dan pria itu tampak berkomunikasi sebentar kemudian menerima sebuah bungkusan.
Otak Jerry bekerja cepat, diraihnya tasnya dan mengobrak-abrik isinya seraya mengawasi gerak-gerik pria tadi. Saat Jerry telah menemukan apa yang ia cari dengan segera ia fungsikan, saat benda itu berfungsi bersamaan pria itu lewat juga dan kembali berusaha mengintip kedalam mobil itu.
Dengan cepat, Jerry merubah ke posisi rebah kursi Bryan yang sejak tadi terdiam melihat tingkahnya. Sang kakak memekik kaget saat kursinya tiba-tiba rebah.
"Eh, monyet !" Semprot Bryan kaget.
Jerry tidak peduli dan saat pria tadi kembali berusaha mengintip kedalam mobil, Jerry seketika membuka pintu membuat pria itu terkejut.
"Ada apa ?" Tanya Jerry dingin.
"Siapa kau ? Dan apa yang kau lakukan disini ?" Tanya pria itu.
"Bukan urusanmu kan ?"
"Ini urusanku karena ini wilayah pribadi bukan umum !" Ucap pria itu seraya mengintip kedalam mobil dan melihat posisi rebah Bryan, seketika ia bergidik menatap keduanya bergantian.
"Kami pacaran dan kau menganggu kami pacaran !" Semprot Bryan yang membuat sang kakak dan pria itu terkejut.
"Baiklah, baiklah. Kami akan pergi !" Jerry tersenyum seolah-olah tidak enak.
Saat pria itu hendak berbalik, Jerry dengan cepat menjatuhkan dirinya pada pria itu hingga keduanya hilang keseimbangan dan jatuh ke tanah dengan posisi Jerry berada diatas tubuh pria itu. Secepat kilat, Jerry memasang sebuah kamera kecil di kancing baju bagian tengah pria itu.
"Apa yang kau lakukan ?" Bentak pria itu, ia merinding karena posisi mereka sangat mesra, apalagi tadi Jerry hampir menciumnya.
"Oh, maaf.. maaf. Aku tidak sengaja !" Jerry bangkit dan membantu pria itu berdiri.
"Itu pacarmu didalam mobil jadi jangan macam-macam denganku atau aku akan menghajarmu !"ancamnya dengan masih bergidik ngeri.
"Baiklah, maafkan aku !" Jerry tersenyum manis.
Pria itu berlalu dengan sebal dan Jerry segera memasuki mobil.
"Ayo pergi !" Ucapnya seraya menyalakan laptopnya.
Bryan menurut dan membawa mobil mereka jauh dari sana sedangkan Jerry memerhatikan dengan seksama layar laptopnya yang samar-samar mulai terhubung dengan kamera kecil tadi.
Terlihat pria itu memasuki sebuah kamar kosong dan membuka bungkusan tadi hingga terpampang jelas.
"Itu kokain !" Ucap Jerry.
__ADS_1
Terlihat pria itu menikmati barang haram itu seorang diri kemudian duduk terdiam menikmati sensasi yang menjalar ke tubuhnya hingga sebuah suara memanggilnya membuatnya bergegas menyembunyikan bungkusan itu dan berlari ke luar.
"Kau dari mana ?" Tanya seseorang yang tidak kelihatan kepalanya.
"Dari kamar mandi !" Jawabnya.
"Ayo ikut !" Kedua pria itu memasuki kamar depan setelah membuka kuncinya.
Bryan dan Jerry melotot melihat pemandangan dalam ruangan itu, banyak senjata api tersimpan dalam 3 karung besar dan juga ribuan peluru berbagai ukuran berada dalam 7 karung besar.
"Besok, tuan Perdana Menteri akan menuju negara Irak membawa semua ini jadi tugasmu malam ini mencari peti mati !"
"Peti mati ?"
"Tuan Arman memerintahkan untuk menyimpannya didalam peti mati supaya lebih mudah melewati pemeriksaan antar negara jadi kau yang harus mendapatkan peti mati itu. Ajaklah siapapun didepan untuk membantumu !"
"Baiklah !" Setelah mengatakan itu, keduanya keluar dan bergabung dengan orang-orang yang berada di luar rumah.
Bryan dan Jerry saling tatap.
"Ini kesempatan kita untuk menghancurkan dia jadi jangan sia-siakan lagi !" Ucap Jerry.
"Baiklah, siapkan apa yang dibutuhkan karena besok akan kupastikan pria itu tidak akan meninggalkan negara ini !" Tekad Bryan.
Dan keesokan harinya, kakak beradik itu sudah sangat siap. Untuk Jerry, dia memenuhi tasnya dengan benda-benda aneh yang juga membuat Bryan merasa aman.
Mobil mereka parkir cukup jauh dari depan perumahan itu dan keduanya berjalan kaki menuju rumah ujung itu. Keduanya jalan dengan begitu hati-hati agar kehadiran mereka tidak disadari para bodyguard yang menjaga rumah itu.
Tapi para bodyguard itu terlihat sedang berkerumun memerhatikan sebuah Hp dan tak lama mereka yang berjumlah 7 orang itu tertawa terbahak-bahak. Nampaknya mereka sudah tidak peduli dengan sekitar dan fokus pada hiburan baru mereka.
Kakak beradik itu saling pandang. Jerry membuka tasnya hati-hati dan meraih sebuah masker tebal dari sana.
"Pakai selama berada diluar nanti dilepas saat aku bilang boleh !" Titah Jerry.
Bryan menerima masker tebal itu dengan bingung namun ia hanya mengangguk tidak bertanya lebih lanjut, langsung dipakainya saat melihat Jerry melakukan hal sama.
Jerry meraih 2 botol parfum ukuran besar dan mengendap-endap mendekati kerumunan yang terus tertawa itu.
"Halo !" Ucap Jerry lantang membuat semua bodyguard itu menoleh kearahnya dan secepat kilat Jerry menyemprotkan 2 botol parfum itu kearah mereka. Awalnya, ketujuh orang itu tersentak dan tak lama mereka oleng ke lantai dan tak sadarkan diri.
Bryan terperangah melihat itu dan tersadar saat Jerry melambaikan tangan padanya untuk mengikutinya masuk namun seseorang yang baru muncul dari dalam rumah seketika terkejut melihat kejadian itu, pria yang kemarin berbicara dengan Jerry. Pria itu tampak sedikit teler namun saat menatap pada Jerry, ia tiba-tiba panik dan berlari kedalam dengan meraih Hp-nya dan menelepon seseorang sambil berusaha menghindari kejaran Jerry.
"Halo, ada penyusup yang menerobos masuk kesini !" Teriaknya panik sambil memutari meja makan namun detik selanjutnya ia tersandung dan jatuh terjengkang dengan begitu mulusnya ke lantai hingga membuat wajahnya meringis kesakitan bersamaan dengan HP-nya yang juga menghantam lantai dengan keras dan seketika mati.
Ia melotot saat seseorang sudah berdiri tepat didepannya, belum juga ia bersuara saat sebuah semprotan memenuhi wajahnya dan meresap masuk kedalam Indra penciumannya dan detik berikutnya ia tak sadarkan diri.
"Ini obat bius !" Jelasnya pada Bryan yang mematung melihat kejadian itu. "Obat bius yang biasa dipakai dokter waktu mengoperasi, aku beli secara ilegal dan ya harganya mahal untunglah berguna, hahahaha !" Tambahnya membuat Bryan geleng-geleng kepala, adakala adiknya ini penuh kejutan.
Melihat tubuh-tubuh bodyguard yang tinggi nan kekar itu bisa dipastikan jika mereka adalah pria-pria terlatih membuat Jerry yakin kalau ia dan kakaknya tidak akan bisa mengalahkan mereka jika adu otot maka dari itu obat bius menjadi pilihannya.
__ADS_1
Setelah memastikan tidak ada lagi orang disana, kakak beradik itu membawa semua pria yang tidak sadarkan diri itu kekamar belakang, kebetulan ada tali tambang lusuh disana dan keduanya memakainya untuk mengikat kedelapan orang itu. Setelah itu, kakak beradik itu tersenyum puas melihat pria-pria terikat itu sedang tidur nyenyak.
"Ayo, kita cari senjata itu !" Kata Bryan dan keduanya berlalu menuju kamar penyimpanan benda berbahaya itu.