Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 086


__ADS_3

Syifa menelepon Evan untuk meminta bertemu namun bersamaan dengan itu ternyata Evan sedang berkunjung ke kota S tempat dimana Lala berada.


Syifa terdiam sejenak, menarik nafas setelah memutuskan untuk tidak memberitahukan dulu kepada Evan, nanti saja saat pria itu sudah berada disini.


Syifa terdiam duduk didepan meja riasnya seraya menyisir rambutnya setelah memberi makeup tipis pada wajahnya saat matanya melirik kalung yang bertengker manis di lehernya. Dipegangnya bandul matahari itu, menatapnya lama. Andai benar kalung cantik ini untuknya pasti dia akan sangat senang.


"Mungkin ini untuk pacarnya kali ya !" Ucapnya pada cermin didepannya.


"Beruntung banget itu cewek !"


"Pasti dia cantik ya, kan kemarin cowok itu cakep banget !"


Tiara tertawa atas ucapannya sendiri, dilepaskannya kalung itu dan dimasukkan dalam kotak perhiasannya dan meraih kalung titaniumnya serta memakainya


Saat menatap kalung titanium itu membuatnya ingat sudah 2 kali ia tidak sengaja bertubrukan dengan pria dan 2 kali juga ia menemukan kalung dari pria yang itu membuatnya tertawa jika saja setiap bertabrakan dengan pria tampan maka akan menghasilkan kalung yang cantik.


Syifa menggeleng-gelengkan kepalanya beranjak meraih tas juga jas dokternya cus berangkat kerja.


"Semoga segera bertemu supaya bisa kembalikan kalung cantik itu !" Harapnya.


*****


Jerry segera beranjak dari posisi rebahannya saat melihat story' media sosial Tiara yang memperlihatkan gadis itu yang sedang dirias hendak melakukan pergelaran busana rancangan desainer kondang dalam negeri. Semenjak bertemu Tiara, Jerry mulai kepo tentang gadis itu dan mulai mencari tahu tentangnya di internet dan berhasil mendapatkan akun media sosialnya yang selalu ia perhatikan. Dari media sosial itulah, Jerry bisa tahu kegiatan apa saja yang sedang dilakukan Tiara, melihat betapa aktifnya gadis itu di media sosial.


Meski telah mendapatkan nomor Hp gadis itu namun Jerry belum sekalipun menghubunginya dengan alasan ingin membuat gadis itu penasaran dan memilih mengikuti kegiatannya lewat media sosialnya.


Jerry segera menyambar kunci mobil sang kakak, melirik sebentar kearah Bryan yang terlihat lebih pendiam dari sebelumnya kemudian melangkah dengan tergesa-gesa untuk bisa segera melihat Tiara.


Dan kini, Jerry telah berada didalam gedung setelah ia menyamar sebagai petugas kebersihan agar ia bisa masuk dengan mudah tanpa melewati setek bengek pemeriksaan ketat satpam keamanan. Dalam hal menyamar dan menyelinap, dialah jagonya. Saat melewati sebuah vas bunga cukup besar dengan bunga mawar warna-warni disana, Jerry celingak-celinguk sebentar dan saat merasa suasana aman, ia meraih 5 tangkai, 2 mawar merah, putih, pink dan kuning.


Kemudian ia segera memasuki ruangan dimana acara akan berlangsung. Para tamu undangan yang sebagian besar adalah desainer ternama juga pengamat fashion serta artis-artis ibukota memenuhi kursi tamu yang berbentuk huruf U itu, Jerry dengan cepat menelusup di bagian kursi paling depan menyerobot dengan cuek meski orang disebelahnya melotot ngeri padanya.


Acara dimulai, satu persatu model keluar dengan memperagakan gaun yang dikenakan dengan gaya anggun dan berkharisma membuat siapa saja terpukau terutama Jerry. Gadis cantik yang satu persatu muncul jelas melebarkan matanya ke titik maksimal apalagi jika pakaian yang dikenakan para model sangat minim dan seksi.


Hingga akhirnya, Tiara muncul dengan memakai gaun panjang warna merah tanpa lengan dengan belahan rok hingga paha membuat Jerry menganga seketika melihat Tiara yang begitu cantik dan seksi. Mata Jerry jangan ditanya terbelalak lebar ingin keluar melihat gadis luar biasa itu.


Jerry bersiul nyaring hingga nyaris semua mata mengarah padanya dan lagi dengan cueknya ia hanya mengedipkan mata pada Tiara yang juga melirik kearahnya membuat gadis itu yang awalnya terkejut kemudian melengos.


Mata Jerry terus melebar saat makhluk Tuhan paling seksi nan cantik itu tak berhenti berseliweran didepannya hingga Tiara muncul lagi dengan gaun hitam diatas lutut tanpa lengan dengan taburan Permata yang seperti bintang-bintang kecil bersinar membuat hati Jerry cenat-cenut karena terpesona.


Jerry cepat-cepat menyerahkan bunga ditangannya saat Tiara sudah berdiri didepannya. Tiara menerima itu dengan senyum manis disertai tepuk tangan yang lain.


"Terima kasih !" Ucap Tiara masih dengan senyum manisnya.


"Iya istriku !" Balas Jerry membuat senyum Tiara lenyap seketika.


Gadis itu kembali melangkah dengan anggun seraya memegang bunga yang diikat karet gelang yang ditemukan Jerry dilantai.


Saat acara usai, Jerry kembali mengendap-endap menuju ruang ganti para model. Saat berhasil menemukannya, Jerry langsung membuka pintu itu.


Dan jeng.. jeng.. jeng..

__ADS_1


Beberapa model sedang berganti pakaian. Jerry melihat jelas beberapa motif bra dengan berbagai ukuran terpampang jelas didepan matanya. Namun ia hanya fokus pada gadis yang memakai pakaian dalam berwarna hitam dan itu adalah Tiara. Tubuh gadis itu benar-benar indah dan dadanya juga bagus. Bra hitam yang menutupi gundukan berharga miliknya sukses membuat Jerry menganga


"KYAAA"


"WAAAA"


"COWOK MESUM"


"TUKANG INTIP"


"MATA KERANJANG"


"PERGI"


Gadis-gadis itu berteriak histeris serta meraih apapun untuk menutupi tubuh minim mereka. Jerry yang awalnya terpaku melihat pemandangan itu sontak panik dan segera bersembunyi saat didengarnya beberapa derap sepatu mendekat kearahnya.


Suasana heboh seketika dan Jerry dengan cepat bersembunyi dibawah meja panjang yang berada disana.


Beberapa pasang sepatu melintas dengan cepat, semakin lama semakin banyak berusaha menelusuri tempat itu mencari keberadaan pria mesum itu.


Jerry was-was ditempat persembunyiannya, berharap semoga tidak ada yang memeriksa dibawah sini apalagi semakin banyak orang yang berseliweran didepannya.


Cukup lama menunggu dan perlahan suasana terasa sunyi, Jerry keluar dari persembunyiannya dan mengendap-endap keluar dengan waspada.


Jerry cepat-cepat menuju pintu keluar saat tidak dilihatnya siapapun berjaga disana. Masih celingak-celinguk, Jerry menuju mobilnya dan mengatur nafas disana.


Beberapa waktu berlalu, Tiara terlihat keluar dari gedung itu dan menuju mobilnya. Tak membuang-buang kesempatan, Jerry menghampiri gadis itu. Sedetik setelah Tiara membuka alarm mobil, Jerry langsung masuk ke kursi penumpang membuat sang pemilik mobil terkejut.


Tiara yang terkejut dan teringat saat pria didepannya ini melihatnya dalam keadaan setengah bugil langsung saja memukuli tubuh Jerry. Meraih tasnya untuk dipukul ke tubuh Jerry juga meraih botol air mineral untuk memukul tubuh cowok itu tanpa ampun.


Tiara heran dimana cowok ini bersembunyi sedangkan tadi banyak orang yang mencarinya. Dan sekarang, ia dengan mudah muncul dihadapannya tanpa rasa bersalah.


"Dasar cowok mesum !" Bentaknya.


"Eh, aku tadi mau ketemu kamu eh malah lihat kamu kayak gitu. Aku benar-benar gak bermaksud begitu !" Jerry menahan tangan Tiara yang tak berhenti memukulinya.


"Kamu itu sebenarnya mau apa ?" Semprot Tiara


"Aku ingin berusaha dekat denganmu !"


"No, itu tidak akan terjadi !"


"Why ?"


"Model sepertiku dilarang keras menjalin hubungan apalagi dengan laki-laki mesum sepertimu !"


"Aku gak mesum. Aku ini hanya tampan dan kaya !"


Tiara menganga.


"Kayaknya kita cocok. Bagaimana kalau kita pacaran aja ?"

__ADS_1


"Nggak, aku lagi naksir seseorang dan aku lagi berusaha dapatkan dia !"


"Jangan deh, lebih baik sama aku yang pasti dan jangan berharap sama yang tidak pasti !"


Tiara kembali menganga.


"Sama cowok mesum sepertimu ? Ogah ! Bisa-bisa masa depanku hancur karenamu !" Tandas Tiara.


"Lho, kamu kan belum coba. Kupastikan kamu akan bahagia denganku !" Jerry memainkan kedua alisnya naik turun.


"Nggak, sekali nggak tetap nggak. Bisa sekarang kamu turun dari mobilku karena aku mau pulang !" Sentak Tiara melotot ngeri pada Jerry.


"Pikirin baik-baik !"


"Nggak !" Mata Tiara melotot maksimal.


Jerry menghela nafas kemudian turun dari mobil itu. Bertatapan sejenak, Tiara memacu mobilnya meninggalkan cowok mesum itu.


"Jangan ragukan kegigihanku yang telah terasah tajam. Sekarang kamu bilang tidak tapi nanti aku akan buat kamu bilang iya. Hehe !"


*****


Bryan yang bosan menatap luar jendela cukup lama menoleh mencari keberadaan Jerry. Saat tak ditemukan sang adik, Bryan meraih remote tv dan menyalakan tv. Mencari saluran berita internasional.


Satu persatu berita memberitakan tentang persaingan bisnis yang mengalami maju mundur diberbagai negara juga perubahan iklim serta kasus-kasus kriminal yang terjadi hingga sebuah berita kriminal di negara P membuat Bryan menegakkan duduknya.


"Sebuah penyerangan dilakukan orang tidak dikenal disebuah museum di negara P, dimana sebelumnya di tempat ini ditemukan satu geng anggota mafia yang mati keracunan. Penyerangan terjadi saat Perdana Menteri sedang berada disana. Dilaporkan keadaan Perdana Menteri baik-baik saja hanya mengalami luka ringan dan sekarang dalam penjagaan ketat. Polisi masih menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam penyelidikan ini. Demikian sekilas info.


Bryan tersentak, siaran berita itu memperlihatkan suasana dalam bangunan museum yang berdiri tak jauh dari rumahnya itu dimana barang-barang prasejarah jatuh tergeletak bersama serpihan kaca yang sangat banyak di lantai. Melihat itu siapapun berkesimpulan jika penyerangan itu mendekati brutal.


Petanyaan-pertanyaan mulai bermunculan dibenak Bryan.


Apa yang terjadi ?


Siapa yang berusaha menyerang Perdana Menteri ?


Dan Rex muncul dipikiran Bryan sebagai jawaban.


Apa 700 juta dollar itu membuat pria itu menggila ?


Pertanyaan bodoh itu muncul dipikiran Bryan membuat pria itu memukul keningnya sendiri.


Tentu saja pria itu menggila, jika kerugiannya sebesar itu maka ia akan terus mengincar orang yang dia pikir bertanggungjawab dalam semua kerugiannya.


Bryan berpikir keras, langkah apa yang sebaiknya ia ambil.


Apakah membiarkan Rex mengambil alih untuk menghancurkan Perdana Menteri ?


Atau dia harus bergerak cepat sebelum orang lain yang bertindak ?


Bryan menuju balkon kamar, merasakan hembusan angin menerpa tubuhnya, matanya menatap liar suasana luar yang terlihat panas memanggang dengan pikiran yang terus berjalan dan tak lama ia tersenyum sinis.

__ADS_1


"Tunggulah Arman, aku yang akan mengakhiri kekuasaanmu !"


__ADS_2