
Jam sudah menunjukkan setengah 11 siang saat Lala sendirian berada di meja sekertarisnya dulu, bertanya-tanya kemana perginya Evan dan Rizky ? Mengapa jam segini belum datang ? Apa mereka berdua tidak masuk kerja ?
Lala kembali fokus pada dokumen didepannya, dokumen pemberian Rizky yang katanya berhubungan dengan kerjasama mereka tapi setelah membolak-balik setiap halaman demi halaman Lala tidak mendapatkan hubungan apapun dengan perusahaan Benki membuat Lala menghela nafas.
Saat itulah Rizky keluar dari lift dan langsung duduk di sofa sambil menatap lekat laptopnya. Rizky menoleh sekilas menyadari kehadiran Lala.
"Itu mejamu silahkan dipakai kembali selama berada disini !" Ucap Rizky.
Lala menoleh kearah Rizky yang kini menyandarkan kepalanya pada sisi sofa dan memejamkan mata seraya memijat keningnya pelan.
"Ky !"
"Hmmm !"
"Bos sama cewek yang namanya Syifa itu, kok bisa ? Trus Cleo bagaimana ?"
Mendengar pertanyaan itu Rizky membuka kedua matanya, kembali menegakkan badannya dan memandang Lala.
"Kamu penasaran ?" Rizky malah bertanya. Lala tampak salah tingkah dan berusaha menormalkan ekspresi wajahnya, menatap Rizky kemudian menggeleng.
Baru saja Rizky akan berkata lagi saat Evan datang dengan tergesa-gesa, Rizky langsung mengikuti Evan memasuki ruangan bersama Lala yang kebingungan melihat tingkah Evan.
"Bagaimana Ky ?" Evan langsung bertanya.
"Menurut polisi, kebakaran itu bukan kecelakaan tapi disengaja karena saat diselidiki terdapat bensin dan jerigennya yang dibuang didalam pabrik dan menyebabkan kebakaran terjadi !" Jelas Rizky.
"Polisi ingin melihat rekaman cctv, tapi belum ada cctv pada pabrik dan baru akan dipasang Minggu depan. Jadi semakin sulit mencari siapa pelakunya !'
Evan menghela nafas mendengar itu, sedangkan Lala tentu saja bingung mendengar itu. Kebakaran ? Pabrik ?
"Saya sudah memperketat keamanan bos !" Ucap Rizky.
Saat semua terdiam dengan pikiran masing-masing, ruangan Evan kembali terbuka memunculkan tuan Robby dan tuan Kevin. Tiga orang refleks menampilkan senyum di bibir masing-masing.
"Lho, Lala. Kamu ada disini. Selama ini kamu kemana aja ?" Sapa tuan Robby.
"Iya tuan, saya berada di kota B !" Lala tersenyum ramah.
"Van, ada apa dengan pabrikmu ? Kenapa bisa terbakar ?" Tanya sang papa.
"Ada orang yang sengaja membakar pabrik, pa. Masih diselidiki siapa walau sulit karena pabrik belum memiliki cctv !" Jawab Evan.
"Lalu bagaimana sekarang ?"
"Sambil menyelidiki siapa dalang dari semua ini, Evan akan merenovasi bagian pabrik yang terbakar !" Jelas Evan.
"Ya udah, Van. Sekalian juga langsung pasang cctv-nya supaya yang seperti ini tidak terulang lagi !" Tambah tuan Kevin.
"Iya pa, aku akan melakukan itu !" Kata Evan.
Meski hubungannya dengan Cleo sudah berakhir tapi ia masih tetap memanggil mantan mertuanya seperti sedia kala.
"Saya juga sudah menyewa detektif untuk membantu menyelidiki ini !" Tambah Rizky.
Tuan Robby tersenyum.
"Bagus, Ky !" Ucapnya menepuk bahu Rizky.
"Jika sudah tertangkap, jangan beri ampun pada orang yang merugikan seperti ini !" Tambah tuan Robby membuat Evan dan Rizky mengangguk.
Semua pria yang ada disitu terlibat pembicaraan serius saat pintu terbuka dan memunculkan 2 wanita cantik.
"Eh, ada kalian !" Sapa mama Evan. Dia memasuki ruangan Evan bersama Syifa.
Lala memandang rumit pada Syifa yang juga tersenyum rumit padanya membuat Rizky yang menyadari itu hanya bisa tertawa dalam hati.
"Mama kesini mau ajak kamu makan siang bareng Van. Berhubung sudah ramai kita makan bersama saja !" Mama Evan menoleh ke suaminya dan mantan besannya.
"Dia siapa ?" Tanya tuan Kevin melihat Syifa.
"Eum, ini calon untuk Evan !" Ucap mama Evan hati-hati.
"Oh !" Tuan Kevin mengangguk.
Semua yang ada disitu saling pandang.
"Ya udah kalau begitu, ayo kita makan siang ditempat biasa !" Ajak mama Evan.
"Eh, sekalian ajak Cleo !" Bisik mama Evan pada tuan Kevin membuat pria mengangguk.
__ADS_1
Semuanya berlalu menuju lift dengan Evan dan Syifa berbicara akrab, Lala yang berada dibelakang mereka sudah tidak tahu seperti apa perasaannya sekarang ini. Sedangkan Rizky, yang berjalan disebelah Lala dan berusaha cuek namun saat merasakan aura neraka disampingnya membuatnya berusaha menahan tawa.
Saat hampir memasuki lift, Syifa terpeleset dan refleks Evan meraih pinggangnya membuat Syifa tersipu malu karena menjadi perhatian orang sekitar. Makin besar saja api yang melalap hati Lala membuat Rizky sejenak melongo dan lagi-lagi menahan tawanya.
"Terima kasih kak !" Ucap Syifa lembut.
"Bos, itu yang tenggelam dikapal Titanic sudah bangkit dari kubur dan sekarang gentayangan !" Ucap Rizky membuat semua mata menatap padanya.
Rizky nyengir tidak tau lagi harus mengatakan apa. Sedangkan Lala sudah menatap ngeri padanya seakan-akan ingin menelan Rizky bulat-bulat.
"Ya udah, ayo berangkat !" Ucap Evan mengalihkan perhatian semua orang.
Semua berangkat dengan 2 mobil menuju restoran seafood kesayangan mereka dan sekarang memasuki private room yang duduk lesehan dengan meja panjang. Syifa duduk disamping Evan dan bersampingan dengan orang tua Evan. Sedangkan Rizky dan Lala dan rizky duduk didepan Evan bersampingan dengan tuan Robby.
"Apa mereka akan menikah ?" Tanya tuan Kevin melihat kekraban Evan dan Syifa.
"Ya, semoga bisa segera !" Mama Evan terlihat sumringah membuat perasaan Lala jadi kacau.
Sambil menunggu pesanan datang mereka bercengkrama. Nampaknya Evan dan Syifa pun terlibat obrolan seru hingga mengabaikan sekelilingnya terutama Lala yang menatap Evan tak percaya.
'Apa memang sudah berakhir ?'
'Saatnya benar-benar mengucapkan selamat tinggal ?'
Lala larut dengan pikirannya.
"Udah La, jangan dipikirin. Mungkin aja hubungan bos tidak seperti pikiranmu !" Bisik Rizky pada Lala berusaha menghibur gadis yang sedang cemburu itu.
"Memang aku memikirkan apa ?' Lala balas berbisik seraya melotot ganas pada Rizky membuat cowok itu mengernyitkan dahi.
Pintu ruangan terbuka memunculkan Cleo yang terlihat ngos-ngosan melangkah masuk.
"Ma, pa. Apa kabar !" Sapa Cleo seraya menyalami mantan mertuanya.
"Baik nak, kamu sendiri apa kabar ?" Tanya mama Evan.
"Cleo baik ma !" Cleo tersenyum dan langsung menuju samping papanya.
Tersenyum pada Evan dan Syifa kemudian senyum itu hilang saat pandangannya terpaku pada Lala yang berada disampingnya begitu pula Lala yang menatap Cleo dengan tatapan rumit pada wajah dan perut Cleo.
Rizky pun buru-buru menarik pinggang Lala dan menggesernya menempati tempatnya tadi dan Rizky bergeser duduk disamping Cleo, melirik Cleo sekilas dan bersikap biasa.
"Apa kabar La !" Sapa Cleo condong sedikit kedepan karena terhalang tubuh kekar Rizky.
"Aku juga baik !" Cleo tersenyum.
"Laki-laki atau perempuan ?" Pertanyaan Lala itu seketika yang berada diruangan itu meliriknya tidak mengerti. Cleo pun hanya bisa terdiam tidak tahu harus berkata apa.
"Tengah-tengahnya !" Rizky yang menjawab seraya memegang kepala Lala agar fokus kedepan.
"Apa tengah-tengah !" Lala yang kesal pada Rizky langsung mencubit pipi keras cowok itu dan dibalas dicubit juga pipinya oleh Rizky. Tangan Lala meraih rambut Rizky seraya menyelamatkan rambutnya sendiri dari jangkauan tangan Rizky.
Keduanya gelut seperti 2 ABG labil yang sedang memperebutkan seseorang itu membuat Evan dan Cleo histeris.
"Ya ampun udah eh !" Evan berusaha melerai keduanya yang saling mencengkram dan Cleo juga memegang tubuh Rizky seraya melepaskan cengkraman tangan Lala pada rambut cowok itu.
Para orang tua hanya bisa menganga melihat kejadian itu dan Syifa yang juga ikutan melongo berusaha keras menahan tawa melihat kelucuan 2 orang didepannya. Setelah itu, dengan bantuan Evan dan Cleo, pertikaian keduanya lepas dengan tatapan garang dan juga rambut acak-acakan.
Refleks Evan meraih wajah Lala dan mengamati warna merah bekas cubitan Rizky membuat Lala melotot kaget melihat wajah Evan dari jarak dekat.
Cleo pun sama, refleks membelai pipi Rizky, bekas cubitan Lala terlihat merah membuat tuan Kevin melotot melihat itu.
Tanpa kentara tangan Rizky meraih tangan Cleo dan menggenggamnya dengan tatapan mata lurus kedepan namun ternyata hal itu tak luput dari pandangan Lala membuat gadis itu menganga menatap 2 orang itu tidak percaya.
*****
Seseorang tertawa geli saat mengingat tentang kabar kebakaran pabrik Evan. Cukup lama ia tertawa hingga tawanya reda dengan senyum sinis tersungging di bibirnya.
"Aku belum puas, aku ingin menghancurkanmu lebih dalam lagi !" Ucapnya berbicara sendiri kemudian kembali tertawa.
Kemudian ia meraih Hp-nya dan menelepon seseorang.
"Halo, aku punya pekerjaan untukmu !" Ucapnya seraya tersenyum berbahaya.
"Lebih cepat lebih baik. Jika kau bisa membereskannya dengan cepat dan memberiku kabar baik dengan cepat maka aku akan membayarmu 2 kali lipat !" Pria itu tertawa kencang setelah itu meraih bir kalengnya seraya tersenyum sinis.
"Ini baru permulaan Evan, aku akan menghancurkanmu hingga rata ke tanah !" Ucapnya seraya meneguk habis minumannya.
*****
__ADS_1
Selesai makan sambil bercengkrama sejenak tentang hubungan Evan dan Syifa yang membuat Lala panas panas hot, orang tua Evan dan Syifa memutuskan pulang. Tuan Kevin dan Cleo juga bersama kembali ke kantor mereka.
Setelah itu ketiganya menuju pabrik. Memeriksa kembali keadaan pabrik takut jika serangan kedua kembali datang.
Ketiganya turun dari mobil dan disambut 5 satpam. Sejak kejadian itu, Evan memperketat pengamanan dan menambah banyak satpam yang bergantian menjaga pabrik hingga cctv berhasil dipasang.
Ketiganya berada di pabrik memeriksa bekas kebakaran yang rencananya akan dibongkar dan direnovasi. Lala menganga tidak percaya melihat keadaan pabrik yang berubah drastis itu.
"Renovasi akan dilaksanakan setelah cctv terpasang menghindari jika pelaku menyamar sebagai salah satu pekerja bangunan !" Ucap Rizky.
"Baik Ky, kuserahkan padamu !" Ucap Evan.
Dan Lala, gadis itu hanya bisa mengikuti kedua pria itu kesana kemari karena pekerjaannya yang tidak jelas apa.
Saat petang datang, ketiganya sholat Maghrib berjamaah di mushola pabrik kemudian berniat untuk makan malam.
"Jaga pabrik dengan baik, jangan sampai kecolongan lagi !" Titah Evan tajam.
"Baik tuan !" Jawab para satpam itu serempak dan menunduk.
Mobil Evan berlalu dan saat berada ditempat sepi dan hendak berbelok saat sebuah mobil kijang datang dari arah berlawanan dan langsung menabrak depan mobil Evan membuat mobil itu terseret hingga menabrak pohon dipinggir jalan.
Tiga orang yang berada di mobil itu pada dasarnya tidak menggunakan sabuk pengaman sontak ikut terguncang dan membentur dashboard dan badan mobil.
Evan yang tubuhnya terbentur badan mobil serta kepalanya yang terbentur kaca mobil merasakan kepalanya serasa berputar sakit dan memeganginya seraya berusaha menormalkan penglihatannya saat merasa keningnya berdarah setelah itu menoleh kepada Rizky yang juga berusaha menormalkan rasa sakit ditubuhnya akibat terbentur setir kemudi.
"La, bangun !" Evan maju menyentuh pundak Lala yang tak bergerak disamping Rizky. Dahi gadis itu benjol besar dan bengkak.
Evan terus mengguncang bahu Lala hingga mata gadis itu perlahan terbuka dan langsung mengernyit menahan sakit kepalanya.
"Ky ?" Evan beralih memegang bahu Rizky.
"Saya baik-baik aja bos !" Ucap Rizky menahan sakit.
DUUKKKK.
Suara pukulan keras di kap mobil membuat ketiganya menoleh bersamaan. Rasa takut hinggap pada Lala saat beberapa pria berdiri sambil memegang tongkat bisbol kayu didepan mobil mereka. Lala menoleh kesana kemari, tempat itu benar-benar sepi tidak ada rumah maupun kendaraan lain yang lewat.
Serasa Dejavu saat teringat kejadian dulu mereka juga di posisi ini hingga membuat Lala dirawat di rumah sakit. Lala mulai menangis dan menatap Evan takut.
"Ky !"
"Tenang bos, biar saya yang akan menghadapi mereka !"
Rizky keluar dari mobil dan menghadapi pria-pria itu.
"Kalian siapa dan mau apa ?" Tanya Rizky.
"Banyak bacot lu. Lu gak tau lagi berhadapan dengan siapa !" Tantang salah satu yang kelihatan paling songong
"4 tikus got !" Sinis Rizky pada pria berjumlah 4 orang itu.
"Kurang ajar lu !" Pria paling tinggi terpancing emosi dan maju menerjang Rizky.
Rizky memasang kuda-kuda saat pria tinggi itu ingin meninju wajahnya. Rizky berkelit saat bogeman mentah itu hampair mengenai wajahnya, ia menunduk dan dengan cepat menendang sangat keras pada ulu hati pria tinggi itu dengan lututnya dan saat pria itu membungkukkan badannya menahan sakit tanpa ampun Rizky menendang wajahnya hingga ia berdiri tegak dan lagi sebuah tendangan menuju dadanya membuatnya terlempar kearah teman-temannya membuat tiga pria lain menghindar hingga tubuh pria itu jatuh menghantam tanah dengan keras membuatnya langsung pingsan.
Tiga yang lain terkejut melihat itu, si songong langsung mengayunkan tongkat bisbolnya kepada Rizky yang berhasil dihindari oleh Rizky. Melihat temannya berusaha menumbangkan Rizky, 2 lainnya menuju pintu mobil tempat Lala duduk, merasa seseorang disana penjahat itu memukul kaca mobil dengan keras membuat Lala berteriak dan Evan menarik tubuh Lala sebelum pecahan kaca menjatuhi tubuh gadis itu.
Tangis Lala semakin kencang membuat Evan memeluknya erat, saat kaca pintu depan sudah pecah penjahat itu kemudian beralih ke pintu belakang membuat Lala semakin ketakutan dan memeluk erat tubuh Evan.
Tongkat bisbol kayu itu mengayun dengan kencang hingga hanya sekali pukul kaca mobil itu hancur berkeping-keping. Evan melindungi Lala agar tidak terkena pecahan kaca setelah itu dengan cepat Evan berbalik dan meraih tongkat bisbol itu hingga tubuh penjahat itu maju membentur badan mobil. Dengan cepat juga Evan membuka pintu mobil dan menendangnya hingga tubuh penjahat itu terpental jatuh ke tanah.
"Diam disini !" Ucap Evan pada Lala dan segera keluar membuat tongkat bisbol itu jatuh dan menggelinding jauh.
Evan langsung menerjang penjahat yang baru saja hendak bangun itu membuatnya kembali berbaring dengan Evan yang meninjunya membabi buta, amarahnya naik seketika saat melihat Lala berteriak ketakutan.
Sedangkan Lala mengintip melihat apa yang dilakukan Evan dengan tangis yang berderai kencang.
Evan masih terus meninju penjahat yang sudah tidak sadarkan diri itu, saat itu mata Lala membulat sempurna saat teman penjahat itu meraih tongkat bisbol yang dijatuhkan Evan itu dan mendekati Evan dan bersiap-siap mengayunkan tongkat itu ke kepala Evan.
Tanpa pikir panjang Lala membuka pintu mobil dan berlari kencang kearah Evan. Lala memeluk tubuh Evan bersamaan ayunan tongkat itu menghantam punggungnya dengan keras yang seketika membuat Lala pingsan.
Menyadari itu Evan berbalik menatap nyalang pada penjahat itu, tanpa perasaan penjahat itu kembali mengangkat tongkat bisbol untuk dihantamkan ke wajah Evan.
Namun saat akan memukul seseorang mencekal lengannya membuat gerakannya terhenti, Penjahat itu menoleh dan Rizky sudah menatapnya dengan bengis. Dengan cepat Rizky memelintir tangan penjahat itu 180 derajat seketika membuat penjahat itu berteriak keras dan pegangan pada tongkat bisbol ditangannya terlepas yang langsung diraih Rizky dan langsung memukulkan tongkat itu ke tangan penjahat yang tengah dipelintir itu, bayangkan saja sakitnya seperti apa.
Penjahat itu jatuh berlutut kesakitan dan dengan amarah yang meninggi tanpa ampun lagi Rizky menghantamkan tongkat itu ke wajah penjahat itu dan seketika membuat penjahat ambruk tak sadarkan diri.
Evan dengan panik menggendong tubuh Lala dan segera memasuki mobil diikuti Rizky yang juga ikutan panik melihat Lala seolah tidak bernafas. Mengantongi hp senter ditangannya dan mulai menjalankan mobil. Saking paniknya, Rizky hampir melindas tubuh si songong yang sudah ia buat terkapar dengan darah yang keluar dari mulut.
__ADS_1
Rizky mengendarai mobil itu dengan kecepatan penuh dengan Evan yang memeluk tubuh Lala yang lemas, Evan menangis melihat gadis itu tak berdaya, saat mobil berbelok saat itulah keluar sesuatu dari balik baju Lala menuju lehernya. Kalung dengan bandul 2 cincin hitam itu membuat air mata Evan kembali mengalir deras.
"La, please.. tolong jangan bikin aku takut. Tolong bangun, please !" Ucap Evan seraya membelai lembut wajah lemas itu.