Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 063


__ADS_3

Disebuah hotel bintang 5 terlihat cukup ramai, disebuah ruangan ballroom tampak diadakan pesta pernikahan membuat banyak pegawai hotel yang hilir mudik melayani para tamu yang datang.


Sedangkan beberapa karyawan wanita lainnya juga sedang mempersiapkan ruang rapat khusus yang akan digunakan menjelang siang nanti. Para pegawai wanita dengan tekun dalam bekerja sebab orang-orang yang menyewa ruang rapat ini dipastikan adalah orang-orang penting serta berkedudukan tinggi jadi harus meninggalkan kesan yang bagus untuk mereka.


"Aulia, pel disebelah sana !" Manajer mereka memanggil salah seorang pegawai hotel itu seraya menunjuk sudut ruangan yang terlihat basah.


"Iya Bu !" Gadis bernama Aulia itu langsung mengerjakan perintah atasannya.


Semua pegawai wanita itu akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka 10 menit sebelum para tamu datang.


"Aul, nanti sebelum kamu pulang, ambil pesanan bos besar dan antarkan kerumahnya !" Perintah sang manajer bernama Indri itu.


"Baik Bu !" Jawab Aulia sopan.


Setelah menajer berlalu, para pegawai wanita yang berjumlah 5 orang itu masih berdiri disana untuk menyambut para tamu VIP itu terdiam menatap pesta pernikahan melalui pintu masuk yang berada tepat beberapa meter didepan mereka. Memerhatikan pernikahan mewah anak Sultan itu dan menikmati alunan musik yang dibawakan dengan suara merdu oleh penyanyi profesional atau bahkan mengagumi tamu-tamu tampan yang hadir disana.


"Ohmaigod, lihat cowok itu, cakep ya mirip Stevan William !" Pekik salah satu gadis bertag nama Irma melihat tamu pernikahan yang kebule-bulean yang baru datang.


"Iya cakep !" Sahut gadis lain bernama Ana.


"Dari penampilannya dia pasti holang kaya !" Tambah gadis bernama Isa.


"Sudah, sadarlah kalian wahai cewek-cewek rakyat jelata. Cowok tajir gitu pastinya seleranya keju bukan singkong goreng seperti kalian !" Ujar gadis bertag nama Veni sadis menghancurkan harapan teman-temannya.


"Yeee, sirik aja. Kamu itu gak bisa lihat orang seneng ya !" Semprot Irma memelototi Veni.


"Aku hanya membantu kalian supaya gak jatuh terlalu tinggi, sakit tuh pasti !" Bela Veni.


"Emang kamu gak tertarik sama cowok tadi ?" Isa.


"Huft, tertarik. Tapi aku sadar aku bagai punguk merindukan bulan !" Veni.


"Ya gak gitu juga Juleha. Siapa tahu jodoh kan siapa bisa kira. Bisa saja kamu sama dia jodoh lho !"Sambar Ana.


"Betul, sebelum janur kuning melengkung dia bisa didapatin kok !" Ucap Aulia.


"Iya sih mungkin aja tapi Noh, kalian bakal bersaing sama cewek-cewek model gitu !" Veni menunjuk dengan dagunya kepada tamu wanita yang terlihat sangat cantik dan penampilan mahalnya yang super elegan membuat kelima gadis itu menelan saliva minder seketika.


Tersadar jika mereka bagai langit dan bumi dengan gadis-gadis cantik nan kaya itu dan harapan untuk mendapatkan pria tampan dan kaya harus mereka kubur dalam-dalam. Jika dalam cerita novel seorang pangeran mencintai gadis rakyat jelata maka jangan harap itu akan terjadi di dunia nyata.


"Ya, terima aja kalau suatu saat nanti jodoh kita itu tukang ojek, satpam atau pegawai hotel juga seperti kita. Sapa tau mereka ganteng juga meski jongos !" Mendengar ucapan Aulia membuat keempatnya menoleh ngeri pada gadis itu.


"Kamu aja ya, aku nggak !"


"Yang benar aja somplak. Meski kita ini cuma pegawai hotel tapi masalah jodoh kita harus cari yang 4 sehat 5 sempurna !" Semua tertawa mendengar omongan ngaco Isa.


Saat asik memerhatikan pesta disana saat kelimanya hampir tidak sadar jika para tamu rapat telah berdatangan. Kelimanya berdiri anggun menyapa para pria berjas mahal itu, membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


Pria-pria tampan dan berkedudukan tinggi namun sebagian besar telah menikah melangkahkan kaki memasuki ruang rapat itu, kelima gadis itu seketika melupakan Stevan William kawe dan melotot menatap para pengusaha sukses itu.


Hingga pandangan kelimanya terarah kepada 3 orang yang melangkah kearah mereka. Seorang pria dengan pahatan wajah dewa Yunani berjalan dengan begitu khas elegan seorang pria, tatanan rambutnya, pakaiannya, sepatu hingga wajah dan tubuhnya serta tatapan matanya amat memukau. Dibelakangnya seorang pria dan wanita mengikuti langkahnya juga dengan elegan seolah mereka bertiga datang dari dimensi lain membuat kelimanya menganga.


Tatapan 3 orang itu sempat melirik kearah pesta pernikahan kemudian terarah lurus kedepan. Aulia tidak bisa mengalihkan pandangannya melihat makhluk Tuhan paling seksi ini. Saat melewati kelimanya, aroma yang ditinggalkannya begitu enak dicium.

__ADS_1


"Kruuukkk !" Sebuah suara perut sekektika membuat ketiga orang itu menoleh bersamaan, Isa nyengir malu sambil memegang perutnya saat ketiga orang itu merhatikannya.


"Pak Benki, selamat datang !" Sebuah suara menyapa membuat ketiga orang itu menoleh bersamaan.


"Oh, Pak Maulana. Bagaimana kabar anda ?" Benki bertanya seraya menjabat tangan rekan bisnisnya itu. Kedua orang itu ngobrol sambil memasuki ruang rapat.


Aulia masih terus menatapi pria bernama Benki itu dengan dada berdesir tidak karuan, pria itu amat memikat membuat Aulia tidak bisa mengalihkan tatapannya hingga pria itu memasuki ruangan.


Hingga, semua orang telah hadir dan rapat pun dimulai. Diluar ruangan keempat gadis itu menertawai Isa yang terlihat merah wajahnya. Gara-gara terlalu mengagumi dewa Yunani membuat perutnya mulas.


"Udah deh, berhenti ketawa !" Sungut Isa.


*****


Ditempat lain, disebuah bangunan mewah tempat pemotretan model-model kelas atas, dimana cahaya Blitz kamera menguasai ruangan. Beberapa model berpose mengeluarkan pesona terbaiknya.


Disebuah kursi kecil, seorang model yang sedang naik daun duduk sambil membaca majalah fashion menunggu giliran untuk dipotret saat manajernya mendekatinya.


"Ra, akhirnya kamu kesampaian juga bakal memperagakan busana- busana buatan desiner Perancis. Jadi kamu dipastikan terpilih kalau imej kamu seterusnya selalu bagus !" Lapor sang manajer membuat gadis itu memekik senang.


"Oh ya, oh ya !" Gadis itu refleks berdiri dan menutup mulutnya dengan kedua tangan tidak percaya dengan berita gembira yang baru didengarnya.


"Benar, kamu kan gak punya pacar juga gak punya suami dan juga reputasi kamu selama ini bagus jadi kemungkinan besar kamu akan terpilih untuk kesana !" Jelas sang manajer.


Mendengar itu, gadis itu sedikit tersentak. Ia memang belum menikah tapi pacar.....


"Ra, Tiara woi Tiara !" Panggil manajernya dengan keras.


"Eh iya, iya. Aku mau benget kesana. Aku janji akan selalu jaga reputasi aku dengan baik !" Tegasnya mantap.


Angel Mutiara, seorang model profesional yang bercita-cita menembus mancanegara, mengincar karir yang lebih cemerlang dan ternyata hal itu akan terjadi sebentar lagi.


*****


Dirumah Tiara...


"APAAAA ?" Pekik Tiara kaget mendengar penuturan orang tuanya.


"Iya Ra, ada lamaran yang datang untuk kamu dan dia anak teman mama dan papa ?" Ucap sang mama sumringah.


"Tapi ma, harusnya mama sama papa konsultasi dulu dong sama aku. Jangan putusin sepihak begini. Aku gak bisa ma, pa. Pekerjaan aku tidak membolehkan modelnya untuk pacaran atau menikah dulu. Papa sama mama kan tau kalau ini adalah impian aku !" Tiara memelas kepada kedua orang tuanya.


Mereka sedang makan malam bersama, saat orang tua Tiara memberitahukan pengumuman jika dia akan dijodohkan yang seketika mengagetkan calon model internasional itu. Sontak saja ia menolak keras karena hello sebentar lagi mimpinya terwujud dan ia tidak mau perjodohan ini menunda kesuksesannya.


Kedua orang tuanya saling pandang dan menghela nafas bersamaan.


"Lebih baik kamu berhenti jadi model Ra, dan lebih fokus mempelajari menajemen hotel dan menjadi penerus keluarga kita membantu kakakmu, kasian dia mengurus ini sendirian !" Ucap sang papa membuat Tiara menganga.


"Pa, urusan hotelkan sudah ada kak Toni jadi tolonglah biarin aku mengejar cita-citaku. Masa papa dan mama tega ngehancurin impianku !"


"Baiklah, seenggaknya kamu kenal aja dulu sama dia dan kalau sudah waktunya kalian bisa menikah !" Ucap sang mama.


Tiara terdiam, menatap orang tuanya bergantian. Jujur saja, pekerjaannya sekarang adalah segala-galanya baginya, apalagi tanpa sepengetahuan siapapun ia juga memiliki kekasih yang sudah dipacarinya selama setahun belakangan dan cowok itu selalu menuruti apapun perkataannya hingga ia selalu merasa aman. Tapi sekarang bagaimana ?

__ADS_1


Tiara gelisah, ***** makannya mendadak hilang. Otaknya berputar cepat mencari jalan keluar dari masalah baru ini.


"Assalamualaikum !" Ucap seseorang.


"Waalaikumsalam !" Jawab kedua orang tua Tiara.


Aulia masuk sambil memegang 2 kotak kue besar ditangannya dan menaruhnya hati-hati di meja makan.


"Ini om, pesanan anda !" Ucap Lala kepada Pak Reino, papa Tiara.


"Oh ya ampun, hampir lupa. Terima kasih Ya !" Ucap papa Tiara yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


"Aul, ayo ikut makan bareng !" Ajak mama Tiara. Aulia awalnya ingin menolak namun melihat menu makanan yang menggugah selera disertai perutnya yang keroncongan ia pun memutuskan menerima tawaran itu.


Aulia menikmati makan malamnya dengan nikmat dan ia mendongak saat merasakan seseorang menatapnya dalam. Tiara menatapnya dengan tatapan sulit diartikan membuat Aulia cuek dan kembali mengunyah makanannya.


Selesai makan Tiara menyeret gadis itu menuju kamarnya, Aulia yang tidak tahu ada apa gerangan hanya mengikuti saja langkah Tiara yang memegang erat tangannya.


"Aku mau dijodohin tapi aku gak mau jadi kamu yang harus gantiin aku temuin itu cowok dan buat perjodohan ini batal !" Ucap Tiara to the point.


"Maksudnya bagaimana ?" Aulia bingung mendengar ucapan Tiara yang tanpa titik koma. Tiara menghela nafas kasar.


"Aku mau dijodohin mama dan papa tapi aku gak mau karena karirku sedang dipuncak dan model sepertiku belum boleh menikah !" Jelas Tiara.


"Dan papa mama maksa aku buat ketemu dulu sama itu cowok. Aih, aku gak mau, gak mau banget !" Keluh Tiara.


"Jadi tolong kamu yang pergi temuin dia. Aku takut kalau aku yang temui dia, dia nanti malah jatuh cinta sama aku dan ngotot untuk menikahi aku karena gak mau kehilangan cewek perfect sepertiku !"


Mata Aulia membola dengan mulut menganga mendengar ucapan penuh percaya diri Tiara.


"Jadi Ul, tolong ya bantuin aku kali ini. Tolong kamu yang temuin itu cowok dan buat perjodohan ini batal !" Tiara menggenggam erat tangan Aulia sambil menatapnya dengan tatapan mata kucing.


"Oke.. oke !" Aulia yang jengah akhirnya menyetujui.


"Yes, nanti kalau kamu berhasil, aku akan naikin jabatan kamu jadi manajer di hotel. Bagaimana ?" Tawar Tiara membuat mata Aulia berbinar-binar.


"Oke, dengan senang hati nona !" Aulia balas membalas genggaman tangan Tiara dengan semangat 45.


Ayah Aulia adalah anak dari supir papa Tiara yaitu Reino Hendrawan. Sejak Aulia belum lahir, sang papa sudah menjadi supir di keluarga Hendrawan dan biasanya Tiara dan Aulia bermain bersama meski Keluarga Aulia tidak tinggal di rumah itu.


Tuan Reino juga membantu Aulia mendapatkan pendidikan yang bagus, ia selalu sekolah ditempat yang sama dengan Tiara dan sebagai balas jasa Aulia berusaha keras melindungi Tiara dengan ketat dari orang-orang yang berniat buruk padanya atau bahkan membantu Tiara lepas dari hukuman sekolah maupun hukuman orang tuanya jika saja Tiara melakukan kesalahan, membuat tanpa sadar Tiara sering bergantung pada temannya itu.


Hingga saat Aulia lulus SMA, terjadi kecelakaan dimana mobil yang dikendarai pak Amri, papa Aulia yang sedang parkir di pinggir jalan menunggu tuan Reino yang sedang rapat ditabrak oleh mobil yang melaju kencang plus ugal-ugalan. Sialnya, tepat posisi pak Amri duduk yang ditabrak keras hingga membuat laki-laki tua itu tewas ditempat.


Dan sejak saat itu, tuan Reino memutuskan membiayai biaya hidup Aulia dan ibunya juga pendidikan Aulia hingga lulus universitas. Aulia yang tak ingin terlalu merepotkan tuan Reino dengan membiayai biaya sehari-hari akhirnya memilih melamar kerja di hotel milik tuan Reino jadilah ia bekerja sambil kuliah juga membantu keluarga tuan Reino.


Dan sekarang, Tiara kembali meminta bantuannya meskipun tanpa upah ia pasti slalu rela menolong keluarga tuan Reino.


*****


Malam hari beberapa jam sebelum pertemuan, Aulia sudah datang ke kamar Tiara dan di tempat tidur sudah ada dress putih cantik beserta kotak sepatu merek ternama.


"Ini semua baru jadi semua ini buat kamu !" Ucap Tiara membuat Aulia senang bukan kepalang karena dress itu begitu cantik dan memukau.

__ADS_1


"Oke, ayo mulai !" Tiara membimbing Aulia duduk di meja rias dan mulai merias gadis itu.


__ADS_2