Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 108


__ADS_3

Di hotel megah itu, Jerry begitu fokus dengan laptopnya. Senyum smirk menghiasi bibirnya, konsentrasinya tercurah penuh disana. Cukup lama akhirnya ia menekan enter dengan keras.


"SELESAI !" Pekiknya kemudian tertawa.


Ia beralih menatap jendela kaca besar yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi malam pekat itu, Jerry tersenyum sinis.


"Aku tidak sabar menunggu besok !" Ucapnya.


Keesokan harinya, di mentari pagi yang cerah dan hangat yang menerpa permukaan bumi termasuk jendela kamar hotel tempat Jerry menginap. Saat sinar matahari menerpa wajahnya, cowok itu terbangun dari tidurnya dan menyambut pagi dengan semangat yang bertalu-talu.


Jerry memandangi sejenak pemandangan luar jendela kamarnya lalu meraih telpon hotel dan memesan sarapan pagi untuk diantar ke kamarnya kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Jerry meraih laptopnya dan membuka sebuah akun media sosial palsu miliknya dan dengan ringan ia mengunggah sesuatu disana.


Tak butuh waktu yang lama, video itu langsung viral. Memenuhi semua trending topik di negara itu. Video Perdana Menteri sedang bercinta dengan seorang gadis yang diyakini masih dibawah umur. Itu video pertama yang dilihat kakak beradik itu setelah mencuri Hp milik Ron di restoran dimana gadis dalam video itu terlihat terpaksa.


Jerry tersenyum sinis saat nyaris semua stasiun televisi, memberitakan hal itu dengan heboh hingga memunculkan banyak hipotesis yang bertanya apakah video itu benar atau hanya editan belaka.


Namun tak berselang kemudian, semua itu langsung berhenti dengan sendirinya dan tak ada lagi yang berani memberitakannya. Jerry yang menyadari siapa dalangnya jadi geram, ia kembali membuka laptopnya dan mengunggah sebuah video yang telah ia edit tentang senjata ilegal yang kemarin hampir dibawa ke luar negeri dan terdengar jelas saat anak buahnya mengatakan apa yang akan dilakukan Perdana Menteri dengan senjata itu, juga rekaman suara saat Arman Joseph membunuh pembunuh bayaran yang ia sewa untuk menyingkirkan Rex.


Warta berita kembali heboh, semuanya berusaha menemukan kebenaran akan berita yang kembali trending itu bahkan mereka melibatkan ahli IT untuk memeriksa video baru itu dan sebagian besar mengatakan jika video itu asli.


HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.


Jerry tertawa melihat kehebohan itu.


"Kali ini tamatlah riwayatmu pria serakah !" Ucapnya.


Ia kembali meraih laptopnya dan mengunggah video saat Perdana Menteri bersama 3 gadis yang masih terlihat dibawah umur dan bercinta dengan begitu ganasnya. Hal itu seperti menyulut bensin pada api yang sedang membakar hingga api itu semakin membesar membuat seluruh warta berita shock dan tidak berhenti menyorot tentang Perdana Menteri mereka.


Tak sedikit dari mereka memperlihatkan video saat Perdana Menteri itu melakukan kegiatan amal serta begitu memikirkan keadaan anak yatim piatu sehingga selalu menyambangi panti asuhan membuat Jerry mencibir.


Sementara itu, Perdana Menteri yang telah pulang kerumah mewahnya seketika shock saat rahasianya memenuhi Chanel berita, Keanu yang sempat berhasil meredam berita pertama kini sulit untuk melakukan lagi apalagi nyatanya ia terlibat dengan semua kejadian itu.


"Bungkam seluruh stasiun tv itu !" Bentak Perdana Menteri saat menelepon Keanu.


"Saya sedang mengusahakannya tuan !" Jawab Keanu.


"Lakukan dengan cepat atau aku yang akan cepat mati !" Bentak Perdana Menteri lagi.


Ia gusar sekali, bagaimana ini bisa terjadi ? Bagaimana video itu tiba-tiba muncul ? Siapa yang merekamnya ?


Dan jawaban yang ia temukan adalah petugas room service yang terus-menerus membersihkan kamarnya juga selalu melayani kebutuhannya dengan ramah selama ia menginap di suite kamar mewah hotel itu.


"SIALAN !" Teriaknya seraya menggebrak meja. Ia kembali menelepon Keanu.


"Keanu, segera tuntut pihak hotel x serta room service yang kemarin bertugas membersihkan kamarku !" Perintahnya.


"Baik tuan !"

__ADS_1


Perdana Menteri memutuskan sambungan telepon kemudian jalan mondar-mandir diruangannya memikirkan bagaimana dia mengatasi masalah ini.


"Kurang ajar !" Desisnya.


Beberapa jam kemudian, muncul berita jika orang terduga penyebar video itu ditangkap ditempat kerjanya. Pria itu menunduk saat digiring ke kantor polisi.


"Saya tidak menyebarkannya karena Hp dan video saya dicuri orang. Jadi itu bukan perbuatan saya !" Ron membela diri. Perdana Menteri yang mendengar itu sontak terkejut.


'Kalau bukan dia lalu siapa ?' Perdana Menteri bertanya-tanya hingga ia tersentak saat kakak beradik Collins muncul dipikirannya.


'Tidak mungkin. Bukankah Jack berhasil menghabisi mereka ?' Terkanya lagi.


Pria tua itu segera meraih HP-nya dan mencoba menghubungi Jack tapi sayang ponsel pria itu tidak aktif membuat Perdana Menteri murka.


"SIALANNNNNNNN !" Teriaknya.


Ia semakin resah saat pemberitaan itu mulai menyudutkannya, apalagi komentar-komentar negatif netizen karena Ron mengakui jika video itu asli hanya saja tercuri darinya.


Detik berganti menit berganti jam, berita itu belum juga reda malah semakin panas dengan komentar-komentar pedas mulai melengkapi topik trending itu.


'Pedofil seperti dia tidak pantas menjadi Perdana Menteri !'


'Pecat Perdana Menteri !'


'Dia juga seorang pembunuh !'


'Segera penjarakan dia, dia sangat berbahaya !'


'Andai saja para anggota mafia itu masih hidup pasti aku akan mudah meminta pertolongan mereka untuk mengatasi semua ini !' Perdana Menteri memijat keningnya yang terasa nyut-nyut.


Sementara itu, Jerry yang terus memantau perkembangan berita itu tertawa kencang. Ia begitu puas saat pemberitaan itu terus memojokkan Perdana Menteri.


Keesokan harinya, Presiden langsung melakukan konferensi pers di istana negara dimana para wartawan sudah memenuhi tempat itu untuk meliput.


Dengan penuh wibawa, presiden dengan tegas mengatakan jika Arman Joseph dipecat dari posisinya sebagai Perdana Menteri sebab terbukti melakukan tindakan tercela dan mencoreng nama baik bukan hanya status kedudukannya tapi juga negara.


"Dengan ini, maka pihak yang bersangkutan bukan lagi Perdana Menteri. Kepada pihak berwajib untuk menyelidiki dan melakukan prosedur sesuai hukum yang berlaku. Terima kasih dan sekian !" Tutup Presiden seraya meninggalkan tempat itu.


Arman yang juga menonton itu dikediamannya langsung lemas, berakhir sudah karirnya. Sesuatu yang selama ini sangat ia bangga-banggakan, yang selama ini selalu ia pertahankan dengan darah dan air mata meski melakukan hal kotor sekalipun kini hancur dalam sekejap.


Setelah keputusan presiden diputuskan, masyarakat kembali mendesak kepolisian untuk segera menangkap Arman. Mantan Perdana Menteri itu menonton saat seorang ahli hukum mengatakan bahwa ia akan didakwa dengan kepemilikan senjata ilegal juga melakukan hubungan **** dengan anak dibawah umur dan soal pembunuhan Rex, bukti rekaman suara itu tidak cukup kuat jadi ia terancam hukuman penjara nyaris 20 tahun.


Mendengar itu, Arman semakin shock. Membayangkan menghabiskan waktu yang lama dipenjara membuatnya tertekan, Ia menatap ke segala arah diruangannya ini. Benda-benda mewah banyak mengisi sudut ruangannya serta gaya hidupnya yang juga benar-benar mewah membuatnya tidak terima jika semua ini direnggut darinya tiba-tiba.


Perdana Menteri itu duduk terdiam di kursi kerjanya, melamun seharian tanpa makan, ancaman hukuman yang panjang itu benar-benar menghantuinya, stress semakin berat ia rasa. Pikirannya terus berjalan mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini hingga tak terasa pagi telah datang dan ia tidak tidur sama sekali.


Sebuah ketukan di pintu membuat sang Perdana Menteri tersadar, pembantunya masuk membawa sarapan untuknya dan setelah meletakkan di meja ia menunduk lalu keluar. Arman tak beranjak dari duduknya, ia menyalakan televisi untuk menonton perkembangan kasusnya dan ia hanya melihat komentar-komentar menyakitkan yang ditujukan kepadanya apalagi ancaman hukuman untuknya semakin lama.


Telepon dimejanya berbunyi, pria tua itu menyalakan loudspeaker yang ternyata mengabarkan jika Keanu pun telah ditangkap karena diyakini sebagai kaki tangannya dan dipastikan ia terlibat dalam semua perbuatan buruk pria tua itu.

__ADS_1


Mendengar itu Arman jadi depresi karena hanya Keanu yang selama ini ia andalkan dan sekarang itu juga direnggut darinya.


Tok tok tok


"Tuan, maaf. Ada Polisi datang !" Lapor pembantunya sambil menunduk dan tak lama 2 orang polisi muncul disana.


"Tuan Arman Joseph, silahkan ikut kami ke kantor polisi !"


Arman menghela nafas berat serta tatapan nanar terarah ke kedua polisi itu.


'Inikah akhirnya ?' Batinnya seraya mendekat kearah pintu.


"Bisakah kalian tunggu sebentar ? Beri aku waktu 10 menit lagi, setelah itu kalian bisa membawaku !" Lirih pria tua itu.


Kedua polisi itu saling pandang.


"Baiklah, kami harap anda tidak kabur atau melakukan sesuatu yang merugikan kami !" Titah polisi itu yang hanya diangguki Arman.


Pria tua itu kemudian menutup pintu, bersandar disana dengan air matanya luruh begitu saja saat berpikir ini adalah akhir dari segalanya.


Ia berjalan menuju meja kerjanya dan membuka laci kanan bawah, terlihat sebuah brangkas yang tidak terlalu besar disana. Menekan kode dan brangkas itu terbuka. Ia meraih sebuah botol kecil kemudian menutup kembali brangkas dan lacinya.


Ia beralih pada sarapan yang belum ia sentuh di meja, ia kemudian meraih susu dan menuangkan sesuatu dari botol kecil tadi. Pria tua itu menangis saat menatap susu itu, ia masih tidak percaya kalau inilah akhir dari segala kekuasaannya.


Mantan Perdana Menteri itu terus menangis, semua hal buruk yang pernah ia lakukan seketika melintas dikepalanya yang membuatnya semakin terpuruk, air matanya tidak bisa berhenti mengalir.


"Tuan Arman, 1 menit lagi kami harus membawa anda ke kantor polisi !" Terdengar suara polisi dari luar.


"Iya, aku mengerti !" Jawabnya.


Arman meraih susu itu, ia menatap sejenak seluruh ruangan yang penuh barang-barang mewah itu yang tidak akan lagi pernah bisa ia nikmati. Perlahan, Arman meminum susu itu hingga tandas kemudian kembali menangis.


Suara ketukan disertai ucapan para polisi meminta Arman untuk segera ikut dengannya bersamaan dengan tubuh pria tua itu bergejolak, dadanya sangat sesak dan otaknya terasa mendidih, tubuhnya kejang-kejang seketika hingga ia jatuh dari kursi, ia ingin berteriak kencang akibat rasa sakit pada tubuhnya yang amat dahsyat namun tak bisa hingga ia diam tidak bergerak dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar serta tubuhnya yang perlahan membiru.


*****


Berita kematian mantan Perdana Menteri akibat bunuh diri menyebar dengan begitu cepat. Semua stasiun televisi dengan kompak memberitakan hal ini.


Jerry menatap datar pada layar televisi itu, saat lautan wartawan memenuhi kediaman Arman dan melihat polisi membawa kantong mayat dan memasukkannya ke ambulan.


Dan tak lama kemudian, para polisi mengkonfirmasi jika Arman Joseph dinyatakan tewas bunuh diri dengan menenggak racun yang setelah diselidiki lewat botol kecil yang ditemukan di TKP. Itu adalah sejenis racun saraf yang sangat berbahaya serta ilegal dan tidak diperjualbelikan secara bebas.


Maka dengan ini, kasus tentang Arman Joseph ditutup.


Jerry menghela nafas kasar, ia menatap keluar jendela dengan kecewa kemudian ia meraih tasnya dan pulang kerumahnya.


Sedangkan Bryan yang juga menonton itu lewat channel internasional seketika ikut kecewa, pria tua itu menghindari hukuman dengan bunuh diri benar-benar pengecut.


Jika dibandingkan dengan banyak nyawa tidak berdosa melayang akibat keserakahannya itu benar-benar tidak sepadan, kematian sangat enak untuknya tapi ia malah nekat bunuh diri demi menghindari dinginnya penjara.

__ADS_1


Bryan melirik Michael yang terlelap di sofa kemudian ia beralih menatap langit-langit kamarnya.


'Sudah selesai, pa, ma. Pria serakah itu sekarang mati. Bahagialah kalian disana !' Batin Bryan seraya menitikkan air mata.


__ADS_2