
Beberapa Tahun kemudian...
Perusahaan Bryan yang ia buka disini perlahan berkembang pesat berkat bantuan keluarga juga tuan Robby dan tuan Kevin.
Berkat bantuan dari banyak pihak maka bisnis Bryan tidak kalah suksesnya seperti di negara P dan yang paling utama jauh dari mafia yang membahayakan. Hubungan Bryan dan Evan juga semakin membaik berkat tuan Robby dan tuan Kevin, mereka mencoba merelakan apa yang telah berlalu.
Sekarang Evan membangun resort setelah membeli sebuah lahan luas di pinggir kota yang juga pinggir pantai dengan pemandangan laut yang kedepannya akan ia jadikan pusat liburan bagi wisatawan sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh keluar kota jika ingin berlibur. Resort yang dibangun dengan gaya modern untuk ekonomi menengah keatas itu tak kalah indahnya dengan resort luar kota atau Bali.
Bangunan itu telah rampung dan akan segera diresmikan, untuk itu Evan mengundang keluarga serta rekan bisnis untuk hadir dan menginap disana.
Pasangan Rizky dan Cleo tiba terlebih dahulu guna membantu mempersiapkan banyak hal, setelah memasuki sebuah kamar, Rizky meninggalkan Cleo dan putra mereka untuk istirahat sedangkan ia bersiap menemui organizer acara.
Tak lama, Evan dan Lala juga tiba bersama anak mereka yang langsung saja menuju kamar mereka untuk beristirahat sedangkan Evan menghampiri Rizky juga memastikan semua telah siap.
Bryan datang bersama anak istrinya juga seorang balita laki-laki berusia setahun yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Eh, siapa itu ?" Tanya Evan melihat balita digendongan Syifa.
"Ini Teddy, anaknya Jerry. Mereka mungkin menyusul besok !" Jawab Syifa.
Ya, dulu setiap bertemu dengan Tiara, Jerry tidak tahan untuk selalu mengasah keperkasaannya hingga membuat Tiara kebobolan. Mengetahui itu, Tiara marah besar apalagi saat itu ia akan melakukan catwalk mempromosikan merek desainer ternama.
Tiara terus memukuli Jerry, pria itu hanya pasrah. Tiara menangis karena belum siap akan hal ini.
"Maaf, aku gak sengaja !" Ucap Jerry seraya menarik Tiara kedalam pelukannya.
"Aku belum siap, karirku lagi baik-baiknya !" Tiara sesegukan.
Jerry memejamkan mata seraya berpikir bagaimana baiknya.
"Tolong lahirkan dia, itu anak kita. Aku akan menikahimu !"
"Tapi....!"
"Jangan khawatir masalah karirmu, aku akan membantumu sekuat tenaga jadi biarkan anak kita lahir. Aku juga mau membangun keluargaku sendiri !" Lirih Jerry membuat Tiara memeluknya dengan erat.
Akhirnya mereka menikah secara sederhana yang hanya mengundang keluarga saja dirumah Tiara.
Beberpa bulan kemudian, Bayi laki-laki mereka lahir, membuat Jerry sangat bahagia. Apalagi saat pertama kali menggendongnya membuatnya sangat terharu hingga tidak mampu berkata-kata dan hanya menatap lekat bayi yang mirip dengannya itu.
"Anakku !" Lirihnya.
Begitu juga dengan Tiara, saat pertama kali menyentuh anaknya, air matanya mengalir. Ia terharu menatap bayinya. Rasa bahagia menjalar dalam dirinya. Bayi mungil itu menangis dan Tiara untuk pertama kali menyusui anaknya.
Kini Jerry menepati janjinya dalam dunia modelling istrinya. Ia menemani kemananpun istrinya pergi dan berperan sebagai manajer meski ia juga memantau perkembangan perusahaan sang kakak, dengan menggunakan nama besar ayahnya, Jerry mampu membantu istrinya tetap berjaya dan tidak membiarkan siapapun tahu jika mereka telah menikah dan memiliki anak, maka dari itu Teddy selalu dititipkan kepada sang kakak.
Tak lama, pasangan Benki dan Aulia datang bersama Fajar dan Melati juga anak mereka yang berusia 8 bulan. Ya, Melati dan Fajar menikah setelah Melati lulus kuliah, orang tua Melati belum mengijinkan Melati untuk menikah mengingat usianya yang masih sangat muda juga harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Untuk Michael dia tidak bisa datang karena sibuk mempersiapkan acara pertunangannya bersama seorang gadis bernama Carla pilihan orang tuanya.
Keluarga Lala sudah datang dari Desa juga telah tiba.
Kak Andika dan istrinya serta 2 putri mereka juga Ade si calon dokter yang juga terlihat semakin gagah. Lala segera menghampiri mereka untuk melepas rindu, begitu juga mereka yang sangat merindukan anak Lala.
Tuan Robby dan tuan Kevin juga datang bersama istri mereka dan langsung disalami anak dan menantu. Para nenek langsung menggendong cucu masing-masing.
Tamu-tamu mulai berdatangan dan disambut dengan hangat oleh pemilik acara. Setelah semuanya telah tiba, acara dimulai dengan pemotongan pita oleh Evan dan istrinya.
Setelah itu para tamu dipersilahkan nikmati hidangan yang telah disiapkan dan menempati kamar yang telah disediakan.
*****
Keesokan harinya semuanya menuju pantai untuk bersantai-santai. Para tamu yang sebagian besar teman juga rekan bisnis Evan sudah pulang. Tuan Robby dan tuan Kevin juga memilih pulang.
Para suami menemani anak-anak mereka berenang sedangkan para istri duduk bergosip sambil memomong balita.
"Aduh, Andre lucu sekali !" Ucap Lala seraya mencubit-cubit kecil pipi gembul itu.
"Iya benar, jadi pengen !"
"Pengen apa ?" Semua wanita disana menoleh kearah Cleo.
"Pengen anak lagi !" Cleo memelototi semuanya membuat mereka terkikik.
"Sayang, mama kangen !" Tiara meraih Teddy dari gendongan Syifa dan menciuminya hingga balita itu tertawa geli.
"Papa juga kangen !" Ganti Jerry mencium anaknya, namun saat ciuman kedua malah meleset dan hinggap di pipi Tiara membuat para wanita langsung mencibir Jerry barengan.
*****
Puas bersenang-senang, malamnya mereka makan malam bersama. Makan malam yang diiringi candaan serta obrolan seru disertai celoteh anak-anak yang tidak bisa diam ditempat dan lebih suka berlari-lari yang membuat para ibu nyaris selalu berteriak membuat momen ini tak terlupakan.
Setelah itu, mereka memasuki kamar masing-masing. Para istri menidurkan anak mereka kemudian menyusul sang suami yang menikmati pemandangan malam di balkon kamar mereka.
Evan dan Rizky kompak langsung mengukung istri mereka diranjang setelah mematikan lampu, menikmati malam pertama mereka di resort baru itu.
Syifa menyusul Bryan yang tampak melamun di balkon setelah menidurkan putri mereka. Syifa langsung memeluk suaminya yang membuat Bryan sedikit terperanjat.
"Lagi mikirin apa ?"
"Aku mau tambah anak !" Jawab Bryan langsung membuat Syifa tertegun.
"Boleh aja !" Syifa melepaskan pelukannya dan berdiri.
Bryan terpaku apalagi saat Syifa mengedipkan sebelah matanya dan menggigit genit bibirnya membuat Bryan mengeram. Ia segera mengunci pintu balkon dan dengan cepat ia menangkap tubuh istrinya dan membawanya ke sofa agar kegiatan mereka nanti tidak menganggu tidur putri kecil mereka.
__ADS_1
Pasangan Jerry dan Benki yang tak sengaja mendengar percakapan itu sontak terdiam sambil geleng-geleng kepala.
"Kayaknya kamar sebelah lagi hot-hotnya !" Jerry berkomentar.
"Pasti, ke tempat seperti ini pasti mengutamakan melakukan itu kan !" Jawab Tiara sambil memainkan HP-nya.
"Mungkin lebih baik kita juga kasih Teddy adik !"
"Apa ? Nggak mau ! 4 tahun lagi baru kasih dia adik !" Tiara panik dan masuk ke kamarnya diikuti Jerry yang juga mengunci pintu balkon.
Sedangkan Benki, yang sejak tadi dia mendengar percakapan itu seketika memandang istrinya.
"Aku sih gak keberatan lho anak kita ada adiknya !" Aulia mengedipkan mata genit pada Benki kemudian berlalu masuk ke kamar mereka. Benki terperangah sejenak kemudian secepat kilat ia mengunci pintu balkon dan mematikan lampu.
Tinggallah Fajar dan Melati yang baru saja bergabung dengan suaminya setelah putra mereka tertidur ikut mendengar obrolan kamar sebelah.
"Jangan pikir aneh-aneh, Andre masih bayi !" Sambar Melati sebelum Fajar mengucapkan sesuatu.
"Ya, buatnya aja yang sering. Hasilnya belakangan !"
Fajar tersenyum mesum kemudian ia menggendong Melati masuk dan membaringkannya di permadani empuk kamar mereka agar tidak menganggu bayi yang tertidur lelap itu.
Secepat kilat Fajar mengunci pintu balkon kemudian melepas pakaiannya dan langsung menindih istrinya sambil membantu Melati melepas pakaian.
Fajar mulai mencium mesra istrinya dengan tangannya yang menjamah lembut ke area sensitif yang seketika membuat Melati terbang melayang.
Buaya buntung itu tak henti membuat istrinya melenguh dengan sentuhan mautnya. Melati hanya bisa menahan suaranya dengan menggigit bibirnya agar tidak menganggu tidur anak mereka.
Keduanya mulai menggila apalagi Fajar yang terus menerus memberi kecupan maut dan mengeksplor kulit lembut itu dan bermain di area berbahaya. Hingga penyatuan terjadi, keduanya menggila hingga lupa jika bayi mereka sedang tertidur pulas dan bisa terganggu dengan suara-suara aneh mereka.
Saat pelepasan terjadi, Fajar ambruk di bahu istrinya seraya menetralisir nafas mereka yang amburadul.
Setelah nafas kembali kembali normal, Fajar mengangkat kepalanya kemudian tersenyum seraya menatap mesra istrinya. Dibelai lembut kepala Melati kemudian mencium lembut keningnya.
Keduanya menuju kamar mandi, setelah membersihkan diri dan mengenakan piyama tidur, keduanya menyusul bayi mereka yang nampak tidak terganggu dengan kegiatan mereka tadi.
Keduanya tidur di sisi si bayi, mencium pipi gembul itu bergantian.
"Aku mencintaimu !" Ucap Fajar.
"Aku juga !" Jawab Melati langsung.
Keduanya tersenyum mesra dan memejamkan mata, mengarungi dunia mimpi bersama.
Hampir semua kamar di resort itu, merasakan malam menggelora dari sepasang insan yang merasakan telah mengerti arti mencintai dan berharap kebahagiaan itu bisa awet hingga mereka menua bersama atau saat maut yang memisahkan mereka.
Tamat.
__ADS_1