Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 076


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana proses syuting iklan Snack terbaru. Tiara datang dengan penuh percaya diri. Ia disambut asisten Benki yang bernama Fajar itu, hanya pria itu seorang tidak ada Benki maupun sekertaris wanitanya membuatnya sedikit kecewa.


"Apa kamu sudah siap ?" Tanyanya dengan ekspresi tegas, tidak ada lagi sifat genitnya yang biasa ia tunjukkan jika bertemu gadis cantik itu.


"Iya, saya siap tuan !" Tiara menjawab mantap.


"Panggil saja aku Fajar. Boleh aku memanggilmu Angel ?"


"Tentu boleh tuan eh Fajar, hehehe !"


"Kalau begitu kita menuju lantai 2. Semua keperluan disana sudah disiapkan ?" Fajar mulai menuju lift diikuti oleh Tiara dan manajernya.


Sampai disana, Tiara dan manajernya dibuat takjub dengan desain yang berkonsep sangat cantik. Yakin seyakin-yakinnya, iklan ini akan sangat bagus.


"Silahkan, kita mulai dulu dengan pemotretannya !"


"Baik !" Si manajer yang menjawab dan membantu Tiara bersiap.


Setelah berganti pakaian dengan baju yang didesain super meriah dengan warna-warni namun didominasi warna orange, Tiara mulai berpose didepan kamera sambil memegang produk Snack yang dimaksud. Berbagai pose diambil dengan arahan fotografer dan nampaknya Tiara dengan mudah memahami sehingga pemotretan tidak banyak kendala.


"Bagaimana menurut anda tuan Fajar ?" Tanya sang manajer duduk disamping Fajar di sofa yang berada disana dan dengan mudah memerhatikan Tiara.


"Sangat bagus, dia benar-benar profesional !" Fajar melirik si manajer sambil tersenyum.


"Tentu saja tuan Fajar, Angel itu adalah model paling menjanjikan sekarang ini dan sebentar lagi dia akan menembus modeling internasional !" Jelas sang manajer.


"Oh ya, wow berarti dia sangat berbakat. Melihat dia sekarang saya yakin dia akan dengan mudah mendobrak standar internasional !" Fajar kagum mendengar itu.


"Benar, selama ini dia sangat kerja keras untuk mencapai cita-citanya dan sebentar lagi dia bisa berjalan di catwalk mengenakan baju desainer ternama !"


"Lalu apa dia tidak berpikir untuk menikah, bukannya hal seperti itu membuatnya sulit menikah ?" Fajar menoleh lagi.


"Hmm, untuk sekarang dia hanya fokus mengejar cita-citanya jadi belum punya keinginan untuk menikah !" Jelas sang manajer membuat Fajar mengangguk mengerti.


Keduanya terdiam memerhatikan Tiara yang masih berpose dengan begitu bagus dan terlihat alami tanpa terdengar arahan lagi dari fotografer. Tiara seperti mengambil alih dengan kemampuannya yang telah terasah.


Hingga pintu ruangan terbuka dan memunculkan Benki disana. Melihat itu Tiara tersenyum manis, ia sangat senang akhirnya yang ditunggunya muncul juga. Ia kembali berpose hingga sang fotografer menyatakan pemotretan selesai.


"Kita langsung melakukan syuting !" Ucap Fajar yang langsung dikerjakan oleh staf yang berada disana. Merubah konsep pemotretan dengan latar lebih meriah dengan banyak sekali gambar bahan-bahan pembuatan Snack ini.


"Tuan Ben, senang bertemu anda lagi !" Sapa Tiara mendekati mereka.


"Ya Nona Angel, senang bertemu denganmu juga !" Benki tersenyum membuat Tiara berbunga-bunga.


"Saya akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan anda !" Ucap Tiara tegas.


"Terima kasih, saya tunggu hasil terbaik dari anda nona Angel !" Benki berbicara ramah.


"Panggil saja angel tuan Ben !"


"Baiklah Angel !"


"Lalu boleh aku memanggilmu Ben saja !" Tiara berpikir aneh jika memanggilnya dengan sebutan Benyamin.


"Boleh saja !" Benki tersenyum.


Fajar yang mendengar pembicaraan keduanya tanpa menyahut, dia nampak menyadari jikalau Tiara tertarik pada Benki. Cara gadis itu menatap dan tersenyum sangat mudah terbaca sedangkan Benki yang kemungkinan besar tidak peka hanya berusaha ramah saja.

__ADS_1


Obrolan keduanya terhenti saat sutradara memberitahu kalau mereka siap mulai merekam. Tiara mulai berakting didepan kamera dengan menikmati Snack ditangannya dan juga menuruti sutradara untuk berakting dengan pose lainnya.


Benki meraih Hp-nya dan mulai mengirim pesan pada pujaan hati.


Benki : Kamu lagi apa Ra ?


Aulia : Lagi beres-beres aja ini. Kakak sendiri lagi apa ?


Benki : Sedang memikirkanmu Sayang.


Aulia : Idih, dasar gombal.


Benki : 😘


Benki fokus dengan HP-nya sambil senyum-senyum tidak jelas, Fajar yang memerhatikan itu hanya ikut tersenyum dan kembali memerhatikan Tiara yang masih dengan sangat profesional memenuhi keinginan sutradara.


'Sorry Angel, sudah tidak ada celah untukmu di hati pak bos !' Batin Fajar.


Sementara itu, Aulia yang sedang membersihkan sebuah kamar yang baru saja ditinggalkan tamu yang menginap. Ia memainkan HP-nya membalas pesan Benki sambil memeluk sapu yang sejak tadi dipegangnya sambil senyum-senyum tidak jelas. Ia sangat suka menerima pesan dari Benki apalagi hubungan mereka menuju lebih baik dan berharap mereka seperti ini dalam waktu yang lama.


'Aku mencintaimu kak Benki ?" Ucap Aulia pada HP-nya seolah benda itu adalah Benki.


'Aku harap ini tidak ketahuan dalam waktu yang lama, aku belum siap kehilanganmu !' Dia Aulia dalam hati sambil memeluk Hp-nya.


*****


Siang itu, Syifa kembali diajak makan siang oleh mama Evan. Sepertinya Evan belum mengatakan kepada mamanya jika ia menolak perjodohan ini.


Syifa menyanggupi dan menerima tawaran Tante Chyntia. Keduanya berjalan-jalan berkeliling mal sebelum makan siang. Tante Chyntia membawa Syifa ke toko perhiasan. Syifa terpesona melihat aneka ragam perhiasan yang amat cantik nan mahal itu.


"Tante, kita mau apa disini ?" Syifa bertanya bodoh.


Mendengar itu Syifa menatap horor Tante Chyntia yang semakin membuat kening Tante Chyntia mengerut.


"Maaf Tante, tapi kak Evan sudah janji kalau nanti dia yang akan menemani Syifa beli cincin jadi kita berdua bisa pilih kesukaan kami masing-masing !" Syifa berbohong. Mendengar itu Tante Chyntia menghela nafas panjang.


"Sayangnya, Tante mau banget belikan kalian cincin !" Wajah Tante Chyntia terliaht sendu.


"Nanti, kalau kami udah beli cincin. Syifa kasih lihat ke Tante deh, bagaimana ?" Syifa mencoba menghibur Tante Chyntia.


"Bener ya, Tante penasaran banget pilihan kalian !"


"Iya Tante !"


"Ya udah, kita lihat-lihat aja dulu, siapa tau ada yang kamu suka nanti tinggal minta beli sama Evan !" Saran mantan calon mertua.


"Boleh Tante !"


Keduanya mulai memperhatikan cincin-cincin berlian yang dipajang di meja etalase, sungguh cantik-cantik mempesona. Hingga mata Syifa tertuju pada cincin dengan berlian agak besar dengan kerlap kerlip berlian kecil memenuhi batang cincin itu membuat Syifa terpesona dan tak mengalihkan pandangannya dari cincin itu.


"Lihat Fa, itu bagus ya !" Ucap Tante Chyntia menyadarkan lamunan Syifa dan menoleh kearahnya yang menunjuk sebuah cincin berlian putih yang juga agak besar dengan berlian-berlian kecil warna-warni mengelilingi.


Syifa tersenyum melihat pilihan Tante Chyntia.


"Bagus Tante, bagus banget !" Puji Syifa.


"Jadi nanti kalau kamu sama Evan kesini mau pilih yang itu ?"

__ADS_1


"Iya Tante, mau banget !"


Tante Chyntia tersenyum mendengar itu walau ingin sekali dia yang membelikan untuk calon menantunya.


"Ya udah yuk nak, kita pergi makan siang !"


"Oke Tante !"


Keduanya pergi meninggalkan toko perhiasan itu dengan Syifa yang melirik kearah cincin yang ia lihat tadi dengan mupeng.


Setelah makan siang yang diiringi obrolan seru seputar apa saja, Tante Chyntia mengajak Syifa ke kantor Evan.


"Eh, kita mau apa disana Tante !"


"Tante ada perlu sedikit dengan Evan, memangnya kamu gak kangen sama Evan ?" Pertanyaan menggoda Tante Chyntia itu membuat Syifa tersenyum malu.


"Mau ya temani Tante, kan lumayan kamu juga bisa ketemu sama dia !"


"Oke Tante !"


Keduanya menuju kantor Evan dan saat berada diruangan Evan, ruangan itu kosong melompong.


"Mungkin keluar makan siang Tante !" Ucap Syifa.


"Hmm, benar juga. Ya udah kita duduk dulu ya !"


Keduanya kembali mengobrol sambil menonton tivi, membicarakan konsep seperti apa yang Syifa mau saat pertunangan mereka nanti juga gaunnya yang dijawab dengan baik oleh Syifa walau gadis itu yakin semuanya tidak akan terlaksana sesuai keinginannya.


Hingga ruangan Evan terbuka dan memunculkan si pemilik ruangan beserta bawahannya dan seorang gadis asing yang membuat kening Syifa berkerut.


"Lho mama, kapan datang ?" Tanya Evan.


"Ya ampun Lala, kamu kemana aja nak. Kok gak pernah kelihatan ?" Tante Chyntia mengabaikan pertanyaan anaknya dan fokus pada gadis disamping Evan.


Mendengar itu Syifa menatap lekat gadis yang datang bersama Evan dan Rizky. Dia telisik dari ujung kaki hingga ujung rambut kemudian pandangannya bertemu dengan Evan yang terlihat mengangguk penuh arti.


Gadis bernama Lala itu dan Tante Chyntia mengobrol begitu akrabnya.


"Oh ya La, kenalin ini Syifa, calonnya Evan !" Ucap Tante Chyntia menyentuh bahu Syifa.


"Calon apa ya Tante ?" Tanya Lala.


"Calon istri La !"


Bisa Syifa lihat ekspresi wajah gadis didepannya itu berubah seketika, nampak sendu dan sedih menatap kearahnya dan Evan bergantian, sedangkan Evan, wajahnya datar-datar saja seperti jalan tol. Hingga Rizky mengucapkan kata-kata konyol yang membuat Tante Chyntia dan Syifa bingung.


"Waduh, yang tenggelam di kapal Titanic bakal jadi hantu gentayangan dengar ini, hehehe, maaf saya bercanda !" Rizky nyengir.


Syifa dan Lala saling pandang, saling menatap lekat. Bisa Syifa lihat gadis itu sangat cantik, rambut coklatnya, pakaiannya yang seolah memperlihatkan bahwa dia gadis yang patut untuk diperhitungkan.


"Kenalkan, Syifa !" Syifa mengulurkan tangan yang disambut baik gadis didepannya.


"Lala !" Gadis itu tersenyum manis. Syifa mulai sedikit mengerti mengapa Evan menyukai gadis ini.


Obrolan ringan terjadi meski diiringi mimik wajah kecut Lala dimana juga membuat Syifa tidak enak karena membuat gadis itu salah paham padanya dan disatu sisi bingung pada Evan yang hanya diam tidak berusaha meluruskan hubungan mereka sehingga pria itu bisa mendapatkan Lala lagi.


"La, kalau nanti Evan dan Syifa tunangan, kamu bantuin ya ?" Kata Tante Chyntia tiba-tiba membuat semua yang berada disana terkejut.

__ADS_1


"APAAAA !" Evan dan Lala kompak memekik, mimik wajah keduanya juga sama horor membuat Syifa menahan senyum melihat itu. Kedua orang itu sangat cocok. Bahkan Syifa bisa menyadari bahwa Lala pun juga mencintai Evan dilihat dari ekspresi dan tatapan gadis itu.


'Aku mengerti kak Evan dan aku ikhlas untuk dia !' Batin Syifa berbicara dan tersenyum manis pada Lala yang menatap nanar padanya.


__ADS_2