Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 093


__ADS_3

Bryan dan Jerry terperangah mendengar itu. Perdana Menteri itu benar-benar iblis sejati. Bagaimana ia bisa dengan mudah bermain-main dengan nyawa seseorang hanya demi mempertahankan posisinya.


"Sepertinya kita terlalu lama memberinya waktu untuk bersantai. Dia tidak kapok-kapok meski sudah berulang kali kita hancurkan bisnisnya !"


"Benar, aku setuju itu !"


"Kita tidak bisa lebih lama biarkan dia gentayangan diluar sana atau akan makin banyak lagi korban yang berjatuhan akibat keserakahannya !" Ucap Jerry.


"Ya, itu benar. Tapi kita juga rencana yang matang buat jatuhkan dia, tidak bisa sembarangan karena kita lagi berurusan dengan iblis yang sesungguhnya !"


Bryan geleng-geleng kepala, bagaimana mungkin ada orang yang dengan mudah menyakiti orang lain demi agar tidak terhalang tercapai keinginannya.


"Apa rencana kakak ?"


"Entahlah, kita temukan dia dulu barulah kita pikirkan apa yang sebaiknya kita lakukan padanya dan aku harap kita benar-benar bisa menghancurkannya !"


Mata Bryan memerah, ia menyesali karena kemarin terlalu banyak mengulur waktu atau menunda sehingga ia tidak langsung membereskan pria itu.


Semenjak saat itu, mereka berusaha mencari keberadaan sang Perdana Menteri yang hilang bagai ditelan bumi. Bahkan kembali mendatangai club' Sexy itu untuk kembali mencari sang supir atau siapapun yang bisa memberi mereka petunjuk untuk menemukan Perdana Menteri.


Hanya sekali pria tua itu muncul dalam sebuah acara hari besar negara itu namun setelah itu Bryan dan Jerry tak lagi menemukan kemana perginya pria itu. Ia seperti punya ilmu menghilang.


Berbagai cara sudah dilakukan. Bahkan Jerry pernah mencoba menyelinap ke kantor juga rumah Perdana Menteri namun ia tidak menemukan apapun disana. Sepertinya pria itu kini berhati-hati setelah sekian banyak kerugian yang ia alami.


Bryan dan Jerry kehabisan ide, pria itu berubah menjadi belut dan benar-benar bersembunyi ditempat yang tepat


Bryan geram dan bersumpah jikalau ia menemukan pria tua itu maka akan ia langsung bereskan tanpa sisa.


"Bagaimana ? Apa kau sudah menemukannya ?" Tanya Bryan yang melihat Jerry sedang fokus dengan laptopnya.


"Tidak, aku memeriksa rumah beserta kantornya tapi dia tidak ada disana dan nampaknya dia tidak pulang berhari-hari !" Jerry yang sempat masuk kesana kembali memasang kamera tersembunyi.


"Sepertinya dia benar-benar liburan disuatu tempat dan menikmati hidup dengan begitu enaknya !" Tambah Jerry.


"Temukan dimanapun dia berada !" Tekan Bryan.


"Oke kak !"


Bryan menuju kamarnya dan Jerry kembali memperhatikan goole map, berpikir kemungkinan besar kemana Perdana Menteri berada melihat dari tempat-tempat biasa yang ia datangi juga tempat liburan yang biasa didatangi kaum konglomerat.


Jerry benar-benar fokus melihat peta dunia itu saat sebuah notifikasi dari akun media sosialnya muncul dan memperlihatkan sebuah pemberitahuan membuat Jerry tiba-tiba tersenyum cerah. Fokusnya musnah seketika.


Melirik ke kamar sang kakak yang tertutup rapat, Jerry membuka motif itu dan foto cantik nan mempesona menyambut pandangannya.


*****


Benki dan Fajar sedang menghadiri sebuah pesta ulang tahun pernikahan seorang konglomerat yang diadakan besar-besaran di sebuah hotel mewah dan mengundang banyak orang-orang terpandang.


Saat Benki dan Fajar telah memasuki hotel bersamaan dengan Tiara yang juga tiba. Setelah memarkir mobil dan memeriksa penampilannya, ia juga memasuki ballroom hotel yang terlihat lebih mewah dari hotel miliknya.


Beramah tamah sebentar dengan pemilik acara yang adalah teman ayahnya kemudian sang pemilik acara mempersilahkan Tiara menikmati hidangan yang tersedia.


Tiara pun berkeliling memilih makanan yang diinginkannya sambil menyapa dengan ramah orang-orang yang dikenalnya yang juga sebagian besar teman-teman juga kolega sang ayah.


Saat telah mendapatkan makanan yang diinginkan, Tiara celingak-celinguk mencari meja kosong saat tatapannya terarah pada Benki yang sedang menikmati makanan juga bersama dengan Fajar. Tiara yang melihat itu senang sekali, segera saja dihampiri pria itu.


"Ben, Fajar !" Sapa Tiara membuat 2 pria yang sedang berdiskusi serius itu mendongak bersamaan.

__ADS_1


"Angel !" Keduanya bicara bersamaan.


"Boleh gabung ?" Tanya Tiara.


"Oh, iya. Silahkan duduk !" Ucap Benki.


"Gak nyangka bisa ketemu kalian disini !"


"Kamu sama siapa kesini ?" Tanya Benki.


"Aku sendiri, aku wakilin papa yang lagi gak enak badan untuk datang !" Kata Tiara.


Keduanya kemudian ngobrol, Tiara sebisa mungkin untuk lebih dekat dengan pria ini dan mengenalnya lebih dalam agar kedepannya mereka bisa menjalin hubungan percintaan. Tiara terpesona melihat Benki malam ini. Cowok itu terlihat berkali-kali terlihat lebih tampan.


Benki meladeni Tiara yang membuat gadis itu senang dan berpikir jika ia bisa mendapat lampu hijau. Fajar yang menatap interaksi keduanya serta sangat menyadari tatapan Tiara yang sarat perasaan suka membuatnya menghela nafas dan fokus kepada Hp-nya.


"Kamu tahu, Snack rasa keju yang kemarin meledak dengan cepat dipasaran. Kamu memang membawa keberuntungan pada perusahaan kami !" Ucap Benki tersenyum.


"Ih, apa sih. Itu semua karena snack-nya memang enak makanya meledak penjualannya !" Tiara tersipu.


"Mungkin aja itu Snack laku keras dipasaran karena modelnya cantik, hehehehe !" Benki menggombal membuat Fajar melongo melihat itu, karena biasanya Benki akan biasa saja terhadap wanita lain dan hanya melakukan itu pada kekasih hatinya.


"Ih, dasar gombal !" Tapi tak dinyana wajah Tiara tersipu mendengar itu dan debaran jantungnya semakin kencang.


"Kenyataannya begitu kan !"


"Kalau begitu, nanti kalau kalian mau peluncuran produk baru biar aku yang jadi modelnya pasti meledak lagi dipasaran, hahahaha !"


"Oke, bisa diatur !"


Fajar melirik dan sepertinya Tiara menangkap hal salah dalam ucapan Benki. Terbukti dari raut wajah gadis itu yang memerah malu.


"Oke Angel, kalau begitu kami duluan. Kamu belum mau pulang ?"


"Hmm, belum. Aku masih mau disini !"


"Oke, kalau begitu kami duluan !"


"Oke, hati-hati dijalan !"


Setelah Benki dan Fajar berlalu, Tiara mengabadikan momen itu dengan ber-selfie ria. Memanfaatkan suasana indah ballroom itu.


Cukup lama berfoto-foto saat memilih yang paling bagus untuk dia pasang di akun sosial medianya.


Saat Tiara memposting foto selfienya, tak lama sebuah komen muncul.


"Jerry0002 : Kamu selalu cantik disetiap waktu😘😘


Tiara terperangah melihat komen itu dan detik berikutnya dia cuek dan memutuskan pulang setelah berpamitan dengan sang pemilik acara. Sepanjang perjalanan pulang, hp Tiara terdengar beberapa pesan masuk.


Setelah membersihkan diri, Tiara meraih Hp-nya dan rebahan dikasur. Membuka pesan di akun media sosialnya.


Jerry0002 : aku merindukanmu. Apa kamu merindukanku ?"


Jerry0002 : ingatlah aku terus supaya kamu bisa menyukaiku.


Jerry0002 : Disini aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku tidak sabar ingin pulang ke Indonesia untuk bertemu denganmu lagi.

__ADS_1


Jerry0002 : Jangan sering-sering upload foto cantik, aku cemburu lho.


Jerry0002 : Ingatlah aku selalu, jangan mengingat orang yang tidak pasti.


Jerry0002 : I ❤️ U


Tiara : 😴


Jerry0002 : Mimpikan aku sayang😘


Tiara geleng-geleng kepala membaca pesan genit itu, mematikan Hp-nya dan segera tidur.


Larut dalam pikirannya, Tiara kembali meraih Hp-nya dan membuka foto Jerry. Cowok tampan kebule-bulean itu memang mempesona namun bagi Tiara tetap Ben yang paling mempesona dari penampilan, pembawaan serta kekuasaanya di dunia bisnis mampu membuat Tiara mampu mendapatkan apa yang ia inginkan. Membawanya menjadi model ngetop hingga mancanegara.


*****


Ting...


Benki yang juga rebahan setelah membersihkan diri meraih Hp-nya yang berbunyi dan melihat Aulia yang mengirim pesan membuat senyumnya mengembang.


Aulia : Lihat deh, ibu tadi membeli singkong di pasar dan singkongnya terlihat bersinar😆


Pesan itu datang bersama dengan sebuah foto singkong yang sebesar lengan serta paha orang dewasa yang sudah dibersihkan.


Melihat itu Benki terpana, semakin lama gadis itu semakin jahil membuatnya gemas ingin mencubit pipi atau mengacak-acak rambut gadis itu.


Aulia : Jadi ingat sama seseorang yang juga bersinar terus ngangenin😍


Senyum timbul di sudut bibir Benki membaca pesan genit itu.


Benki : Apanya yang bersinar ?🤨


Aulia : 🤔


Sementara Aulia yang mendapat pertanyaan itu jadi mati kutu. Ia menatap Hp-nya dengan senyum-senyum tidak jelas.


Aulia : Semuanya.


Benki : Ih, kok semuanya ! Kasih jawaban yang pasti dong.


Aulia tidak tahu harus mengetik apa, Benki membuatnya benar-benar mati kutu.


Aulia : Hatinya yang bersinar.


Aulia cekikikan sendiri sambil mengetik itu, apalagi saat membayangkan wajah Benki yang melotot membaca itu.


Benki : Kamu itu sekarang pintar gombal ya.


Aulia : Itu tidak benar.


Benki : Bagusnya kamu itu dikasih hukuman apa ?


Aulia : Ih, kok dihukum ? Gadis manis nan lembut sepertiku jangan dihukum.


Benki : Trus maunya diapakan ?


Aulia : Disayang dong seperti aku yang sayang sama kamu.

__ADS_1


Keduanya larut dengan obrolan chat, saling menggombal satu sama lain hingga keduanya tertidur bersamaan dengan Hp masih menyala.


__ADS_2