Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
018


__ADS_3

Rizky melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dan saat berada dijalan lenggang menuju rumah Bryan ia menambah kecepatan dengan amat kencang membuatnya serasa terbang dijalan.


Semakin jauh jalan yang dilalui semakin terlihat sepi, hanya mobilnya sendiri yang berpacu ditengah kegelapan menyambut Rizky dengan sinar temaram lampu jalan dan lampu mobilnya sendiri yang bisa membantunya fokus dengan penglihatan terbatas.


Telinganya juga fokus pada hedset ditelinganya yang menghubungkan dengan orang-orang suruhannya.


"Bos, Bryan berhasil kabur membawa nona Cleo !" Laporan dari detektif membuatnya meringis kesal.


Rizky menambah kecepatan benar-benar seperti kehilangan dirinya, ia tak bisa membayangkan Bryan berhasil menyembunyikan Cleo. Beberapa mobil muncul dibelakangnya, Rizky melirik spion dan tersenyum saat itu adalah mobil polisi yang diteleponnya.


Dari jauh rumah besar Bryan sudah terlihat. Satu-satunya rumah yang berdiri diperbukitan itu, berdiri dengan begitu angkuhnya.


Tiba-tiba sebuah mobil dari arah berlawanan muncul dengan lampu menyorot kearah Rizky, sontak hal itu membuat Rizky terkejut. Menghindari dengan membanting setir meski gesekan tak bisa dihindari, bisa ia rasakan belakang mobilnya tersenggol mobil itu.


Segera menyadari bahwa mobil itu milik Bryan, dengan cepat Rizky memutar mobilnya dan mengejar mobil bryan yang juga tak kalah cepat.


"Halo bos, kami berhasil menemukan 2 orang dengan keadaan lemah di gudang !" Si detektif menelepon lagi.


"Bawa mereka ke rumah sakit !" Perintah Rizky, dia yakin kedua orang itu adalah detektif dan anak buahnya yang hilang kemarin.


"Baik bos, dan anak buah mereka yang berjumlah 3 orang ini bagaimana ?"


"Polisi sedang menuju kesitu. Serahkan saja pada mereka !" Telepon terputus, Rizky kembali fokus mengejar mobil Bryan agar tidak kehilangan jejak.


Disaksikan gelapnya malam, Kedua mobil itu kejar-kejaran berusaha meraih dan berusaha menghindar.


Tiba-tiba mobil Bryan berbelok cepat kearah dermaga yang biasa disinggahi banyak kapal membuat mobil Rizky yang berjalan lurus cukup jauh kini harus berputar dan kembali.


Rizky melihat mobil Bryan terparkir dengan kedua sisi pintu terbuka lebar. Rizky berlari memasuki dermaga mata Rizky liar menatap kesana kemari.


"Cleooooo !" Teriaknya namun ia tak mendapat sahutan. Mulai mencari kesana kemari dan tiba ditempat yang tadinya menjadi persembunyian Bryan.


Sedangkan, Bryan dengan penuh kewaspadaan mulai berjalan sambil terus memegang Cleo sesekali memeluknya meminta wanita itu untuk tidak bersuara.


Derap langkah kaki Rizky terdengar masih dengan memanggil nama Cleo. Hal itu menguntungkan Bryan karena dengan suara derap langkah dan teriakan Rizky membuatnya mengetahui posisi keberadaan Rizky.


Mata Bryan juga liar kesana kemari mencari titik dimana transportasi pemesanannya datang. Bryan menghela nafas kasar menahan jengkel karena tidak menemukan apa-apa dan sekarang ia tidak bisa leluasa menggunakan ponselnya atau Rizky akan menemukannya.


Jauh melangkah, Bryan dan Cleo sampai ditempat peti kemas. Kembali menarik Cleo untuk bersembunyi dibalik salah satu peti kemas yang terlihat gelap.


"Cle, setelah ini kita akan ke negara P, untuk sementara kita akan menetap disana sampai keadaan stabil !" Ucap Bryan sambil memeluk Cleo dari belakang.


"Maksudnya bagaimana ? Kita ?" Cleo terkejut mendengar ucapan Bryan. Berusaha melepaskan pelukan Bryan namun pria itu justru mengetatkan pelukannya.


"Ya, kita berdua. Ayo kita mulai hidup baru disana !"


"Bryan, kau gila. Lepas !"


"Ini yang kamu mau kan Cle. Membawamu jauh dari sini dan hidup bersamaku !" Bryan memutar tubuh Cleo menghadapnya, dalam suasana minim cahaya itu keduanya bertatapan.


"Bryan !" Suara Cleo bergetar.


"Tunggulah, jangan berteriak. Jangan sampai laki-laki itu menemukanmu !" Bryan memeluk Cleo, merebahkan dagunya dibahu Cleo.


Cleo terdiam, ingin sekali ia menangis. Seharusnya saat mendengar Rizky memanggilnya ia menyahut dan akhirnya ia akan bebas dari si gila Bryan namun genggaman tangan Bryan pada tangannya membuatnya seolah-olah tuli dan bisu.


Beberapa hari bersama Bryan seharusnya bisa menghancurkan perasaanya untuk Bryan namun hal aneh justru terjadi, ia begitu penurut pada Bryan meski disatu sisi perasaan untuk lepas dari laki-laki ini juga sama kuat.


Suara derap langkah kaki Rizky semakin dekat namun kali ini ia tidak lagi meneriakkan nama Cleo. Bryan memeluk erat Cleo menahan kepalanya agar tidak menoleh, bergeser agar tubuh keduanya tertutup gelap.


Rizky memerhatikan dermaga itu, tak satupun terlihat orang disana bahkan penjaga pun tidak ada.


'Apakah ini sudah direncanakan oleh Bryan ?' pikirnya.


Pandangan Rizky menjelajah mencari celah yang tepat untuk Bryan dan Cleo bersembunyi. Tak terlihat kapal apapun membuatnya yakin bahwa Bryan dan Cleo masih berada di dermaga ini.


Rizky mendekat ke pinggiran dermaga memerhatikan air laut berpikir mungkin Bryan membawa Cleo berenang.


"TUK !" Bryan tak sengaja menyikut dinding peti kemas itu sehingga menimbulkan suara yang cukup keras yang mampu membuat Rizky berbalik dan berlari kearah suara.


"Sial !" Maki Bryan saat suara berlari Rizky semakin dekat padanya.


Mau tidak mau, Bryan menarik tangan Cleo dan berlari. Kini Rizky bisa melihat keduanya dengan jelas.


"Cleo berhenti !" Teriak Rizky. Cleo hanya menoleh kearahnya tanpa menghentikan langkahnya atau melepaskan tangan Bryan.

__ADS_1


"Bryan berhenti !" Teriaknya lagi namun diacuhkan Bryan yang fokus menjauh dari Rizky.


Lari Bryan dan Cleo berhenti saat berada diujung dermaga, jika terus berlari maka mereka akan mencoba berlari di air.


Nafas keduanya ngos-ngosan, letih berlari kencang. Bryan menarik Cleo sembunyi dibelakangnya saat Rizky sudah berdiri didepan keduanya dengan membungkuk mengatur nafas.


"Lepaskan Cleo !" Rizky menatap tajam Bryan.


"Mimpi, silahkan tidur di laut sana dan mimpilah !" Ucap Bryan sinis seraya menunjuk air laut dengan dagunya. Cleo hanya diam memandang Rizky dengan tatapan rumit.


Rizky merengsek maju ingin meninju wajah menyebalkan Bryan namun Bryan berhasil berkelit dan menahan tangan Rizky. Ganti ingin meninju Rizky dan sama Rizky menghindar dan dijepitnya tangan Bryan dilengannya.


Keduanya berusaha melepaskan diri dari cengkraman lawan, tiba-tiba Bryan menubruk keras perut Rizky dengan lututnya membuat Rizky melotot dan berlutut memegangi perutnya sambil termehek-mehek.


Kesempatan itu digunakan Bryan untuk lari, diraihnya tangan Cleo dan berlari. Cleo yang bagai kerbau dicocok hidungnya hanya menurut. Kembali berlari ketempat mereka pertama datang


Pada saat itu Bryan melihat sebuah kapal mendekat kearah jembatan dimana biasanya kapal-kapal akan melakukan bongkar muatan, ia yakin kapal itu datang untuknya.


Bryan segera berlari menuju jembatan itu dengan terus menggenggam tangan Cleo. Akhirnya ia akan segera meninggalkan negara ini.


Namun belum juga kaki Bryan menyentuh lantai jembatan saat seseorang menarik lengan Cleo dengan keras, seketika genggaman Bryan terlepas dan Cleo jatuh terlentang akibat tarikan yang begitu kuat.


Bryan menghentikan langkahnya, berbalik dan menatap penuh amarah pada Rizky yang berdiri membelakangi Cleo.


"Brengsek !" Bryan mengamuk, diterjangnya Rizky dengan kuat.


Rizky terjatuh saat tinju Bryan mendarat tepat di pipinya, pria itu segera bangkit berdiri seraya memegangi pipinya yang pastinya lebam dan berlari memancing Bryan agar jauh dari posisi Cleo.


"Berani sekali kau ikut campur !" Teriak Bryan.


"Diam kau pebinor !" Rizky balas teriak mengejek Bryan membuat pria itu marah.


Bryan mengincar pelipis Rizky untuk ditonjok namun Rizky berhasil berkelit dan menahan erat tangan Bryan membuat pria itu sulit bergerak. Rizky lupa memperhitungkan lutut Bryan dan sekali lagi ia mendapatkan tubrukan lutut diperutnya.


Perut Rizky yang tadinya masih sakit kini semakin sakit. Melihat Rizky mengerang kesakitan sambil memegang perutnya, Bryan menendang tubuh Rizky hingga telentang dilantai.


"Harusnya kau jangan ikut campur !"


Bryan segera naik ke tubuh Rizky, meninju dengan membabi buta meski terkena beberapa tinju Rizky mulai melawan dengan berkelit, menarik kerah baju Bryan dan merubah posisi.


Kini ganti Rizky menonjok Bryan membabi buta dan meski Bryan melawan dan berusaha menghindar tapi beberapa kali tinju keras Rizky mengenai wajahnya. Saat Bryan menutup wajahnya dengan lengan menghindari tonjokan Rizky, Rizky beralih ke perut Bryan dan meninjunya.


Bryan melotot saat rasa sakit membuat perutnya bergejolak, ia terbatuk-batuk. Bryan berusaha menahan sakit saat Rizky bangkit dari tubuh Bryan dan berjalan menuju Cleo yang menatap keduanya dengan tatapan kosong.


"Kamu tidak apa-apa ?" Tanya Rizky seraya membelai lembut kepala Cleo. Wanita itu hanya menatapnya tidak fokus.


Rizky membimbing Cleo untuk berdiri, merengkuh pundaknya, bersiap membawanya pergi.


"Berhenti !" Suara tegas Bryan terdengar. Rizky melirik kearahnya.


Bryan mengacungkan senjata pada keduanya. Rizky membeku dan Cleo terbelalak.


"Bryan, jangan !" Cleo histeris serta merta berdiri didepan Rizky seperti berusaha melindungi cowok itu.


"Minggir Cle, aku akan melenyapkan siapapun yang menghalangiku !" Tatapan tajam Bryan tertuju pada Rizky seolah ingin menerkam habis cowok itu.


"Bryan please, tolong turunin pistolnya. Jangan tembak siapapun !" Cleo sudah menangis.


"Kemari !" Dengan sebelah tangannya yang bebas, Bryan memanggil Cleo mendekat kearahnya.


Cleo perlahan mendekati Bryan saat tangannya ditahan Rizky. Melihat itu emosi Bryan terpancing.


"Klek !" Bryan mulai menarik pelatuk, Cleo panik, menghempaskan tangan Rizky dan berlari masuk kepelukan Bryan.


"Turunin pistolnya !" Cleo mengiba berusaha menurunkan lengan Bryan yang masih setia membidik Rizky.


"Bryan. Turunin pistolnya, jangan menembak. Please !" Tangis Cleo semakin deras.


Namun Bryan seakan tuli, dieratkan pelukannya pada tubuh Cleo, memegang kepalanya untuk bersandar di bahunya agar wanita itu tidak melihat ia menembak Rizky.


Diiringi Isak Cleo, Bryan mulai menarik pelatuk. 1 detik 2 detik 3 detik.


"Dor !"


Aaaaaaarrrrrggggghhhhh !" Bryan berteriak kesakitan. Belum juga ia menarik pelatuknya saat tembakan dari arah lain membidik senjata ditangannya dan membuat pistol itu terhempas dengan begitu kuat dari tangannya terjatuh dan terseret hingga nyemplung kedalam air membuat tangan Bryan kebas seketika.

__ADS_1


Cleo ikut terkejut dan berteriak, panik saat tubuh Bryan luruh jatuh dengan tangan terasa ngilu membeku.


Rizky langsung menarik tangan Cleo dan membawanya kedalam pelukannya bersamaan dengan beberapa polisi menghampiri Bryan dan meringkusnya.


Melihat Rizky memeluk Cleo membuat emosi Bryan naik, dia mengamuk dan berusaha melepaskan pegangan para polisi dan ingin menerjang Rizky.


"Cle, jangan memeluknya. Lepaskan tubuhmu dari dia !" Teriak Bryan pada Cleo.


Cleo hanya bisa menangis, lagi tubuhnya tidak merespon teriakan. Isaknya terdengar jelas.


Suasana semakin ramai dengan datangnya polisi dan detektif sewaan Rizky.


"Terima kasih atas bantuan anda pak !" Ucap Rizky pada polisi itu.


"Sama-sama pak. Kalau begitu kami akan membawa tersangka segera ke kantor polisi !" Ucap polisi itu, Rizky hanya mengangguk sopan.


Bryan berontak saat akan digelandang masuk mobil polisi.


"Cle, kamu bilang kamu cinta sama aku dan kamu bilang mau hidup denganku !" Bryan memandang Cleo yang masih terisak diperlukan Rizky.


"Aku mencintaimu Cle !" Ucapan Bryan sungguh-sungguh, kali ini dari dasar hatinya membuat isakan Cleo semakin terdengar perih, hatinya tersayat mendengar itu. Wanita itu membenamkan wajahnya di dada Rizky.


"Cleo, jawab aku Cle !" Teriak Bryan.


Suasana hening, hanya suara isakan Cleo bersanding dengan deburan ombak.


"Tidak.. Tidak.. TIDAK !" Ucap Cleo yang semula pelan kini nyaring dengan tangis tak kalah nyaringnya.


Mendengar itu Bryan gemetar, sesuatu merubuhkan hatinya, meluluhlantakan perasaannya. Ia kembali mengamuk, berontak keras yang berhasil membuat polisi yang menahannya hilang keseimbangan dan melepaskan pegangannya.


Bryan langsung berdiri dan berusaha menerjang Cleo namun Rizky yang menyadari itu segera membalik tubuhnya, melepaskan pelukannya dan meraih tangan Bryan, memutarnya serta memitingnya dibelakang tubuh Bryan membuat pria itu berteriak.


Mendengar teriakan Bryan, ingin Cleo berlari kearahnya dan melepaskan tangan Rizky namun yang bisa dia lakukan hanya menangis.


Para polisi kini memegang erat tubuh Bryan yang tengkurap dilantai hingga membuat pria itu tidak berkutik, pandangan Bryan nanar menatap lautan dalam gelapnya malam.


'Mama, Papa. Maaf Bryan gagal !' ucapnya dalam hati.


Polisi menarik tubuh Bryan membuatnya berlutut. Perlahan Cleo mendekati Bryan, memegang kedua pipi pria yang menatapnya dengan tatapan menghunus.


"Maaf Bry, maaf !" Cleo terisak. Bryan memalingkan wajahnya hingga tangan Cleo terlepas dari pipinya.


Rizky menarik tangan Cleo dan kembali memeluknya, membiarkan wanita itu menumpahkan tangisannya di dada bidang Rizky.


Bryan emosi ingin berteriak menumpahkan kehancuran hatinya.


"Dengar, aku tidak akan berhenti. Suatu hari nanti aku akan datang lagi bagaimanapun caranya dan saat itu kupastikan keluargamu akan hancur tak bersisa !" Kata Bryan dengan mata memerah.


"Dan saat itu tiba aku akan menyambutmu dengan kekuatan yang tak terkalahkan !" Balas Rizky mengejek. Dada Bryan naik turun kerena emosi.


"Saat aku datang lagi, aku pun tak segan-segan padamu Cle, bersiaplah aku juga tak segan-segan menyakitimu !" Ancamnya menatap tajam wanita yang masih terisak itu.


"Dan saat kau datang aku akan meminjam alat Doraemon untuk mementalkanmu ke planet Pluto biar kau bisa jadi petani disana !" Rizky masih mengejek.


"Diam kau hantu !" Bentak Bryan pada Rizky.


"Apa kau bilang !" Rizky memelototi Bryan.


"Dasar tuyul !" Semprot Bryan.


"Eh, dasar kau jailangkung !" Balas Rizky.


Keduanya terlibat adu mulut dengan melontarkan bermacam-macam jenis hantu urban legend di Indonesia.


"Dasar kau suster ngesot !" Ejek Rizky melihat posisi duduk Bryan yang bertumpu satu paha. Semua yang sejak tadi mendengar perdebatan itu menahan tawa kecuali Cleo.


Bryan mengeram jengkel, baru saja ia akan membalasnya saat sebuah mobil mewah muncul dan berhenti tak jauh dari mereka. Tuan Kevin muncul dari dalam mobil dan berjalan dengan begitu angkuhnya kearah Bryan yang menatap penuh benci padanya.


Tuan Kevin berdiri tepat didepan Bryan, menatap datar pada pria yang juga menatapnya dengan tatapan terhunus berusaha mencabik-cabiknya.


"Selama ini kau salah paham !" Kalimat pertama tuan Kevin dan membuat wajah Bryan memerah karena emosi.


"Pih, diam kau manusia jahat, tega-teganya kau membiarkan papaku menanggung beban berat, kau sahabatnya tapi kau menolak menolongnya dan lihat papaku bunuh diri karna tidak ada yang mendukungnya. Kau dan si tua Robby itu malah ikut mengabaikan papaku. Sahabat macam apa kau ?" Teriak Bryan menumpahkan emosi hatinya. Menatap nyalang pria tua didepannya.


"Orangtuamu tidak bunuh diri, tapi dibunuh !"

__ADS_1


__ADS_2