Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 116


__ADS_3

Malam telah larut, para tamu undangan juga sebagian besar sudah pulang dan waktunya kedua pengantin untuk istirahat. Aulia melepas heels-nya dan menentengnya sepanjang perjalanan menuju kamar mereka.


Melihat itu, Bryan berinisiatif langsung menggendong istrinya membuat Syifa memekik kaget.


"Bry, turunin, malu dilihat orang !"


Respon yang ditunjukkan Bryan malah berputar membuat Syifa kembali memekik dan refleks memeluk leher Bryan diiring kekehan suaminya.


"Ini romantis kan !"


"Gak, malu !" Syifa menyembunyikan wajahnya dibahu suaminya saat beberapa orang lewat tersenyum melihat kelakuan keduanya.


Bryan menurunkan Syifa saat berada didepan kamar mereka, membuka kunci dan membawa Syifa masuk. Saat Syifa hendak menuju kamar mandi, Bryan menarik lengannya hingga ia membentur dada bidang itu. Bryan memeluknya erat membuatnya ikut membalas pelukan itu.


"Istriku !" Lirihnya.


"Udah ih, aku mau ganti baju. Gerah !" Syifa melepaskan diri dan langsung menuju kamar mandi.


Didalam sana jantung Syifa berdebar kencang memikirkan apa akan terjadi selanjutnya. Ia segera melepaskan gaun pengantinnya dan membersihkan diri.


Setelah itu dengan menggunakan bathroab, ia keluar dari kamar mandi membawa gaun pengantinnya dan meletakkan di sofa. Bryan yang juga duduk disana sambil memainkan HP-nya seketika beranjak sambil menatapnya mesum apalagi saat Bryan mengedipkan matanya membuat Syifa bergidik seketika.


Saat Bryan telah berada dikamar mandi, Syifa mencari kopernya kesana kemari namun tak ditemuinya benda itu. Ia pun duduk di sofa sambil menonton televisi hingga Bryan keluar dari kamar dengan mengenakan bathroab juga.


"Bry, kamu lihat koperku gak ?" Tanya Syifa.


"Hm, aku gak tau dimana ?" Bryan tersenyum.


"Trus gimana dong ? Pakaianku gak ada !" Keluh Syifa.


"Gak perlu pake baju kan ! Kita nanti gak butuh baju !" Bryan mendekat dan berbisik sensual membuat Syifa merinding.


Sebelah tangan Bryan menarik Syifa dan memeluknya sedangkan sebelah tangannya meraih dagu gadis itu dan menciumnya lembut.


Syifa membeku, menatap Bryan dengan wajah sangat dekat dengannya. Ia memejamkan mata merasakan pagutan suaminya juga tangan Bryan yang membelai punggung hingga bawah pinggangnya.


Perlahan Bryan menggiring istrinya menuju tempat tidur. Ia melepaskan bathroab mereka kemudian perlahan membaringkan tubuh itu di kasur dan mengunci pergerakan gadis itu.


Tubuh Syifa bergetar dan jangan tanyakan jantungnya yang berdetak lebih kencang nan cepat apalagi saat tubuh polos mereka bersentuhan membuat pikirannya seketika kosong.


Bryan menatap wajah Syifa yang memerah dan membelai lembut pipinya membuat istrinya memejamkan mata menikmati sentuhan itu. Bryan mendekat dan mencium lembut istrinya yang mana ciuman itu semakin lama semakin dalam. Tangan Bryan tidak tinggal diam, ia membelai lembut tubuh istrinya. Ciuman itu beralih ke leher Syifa dan meninggalkan jejak merah disana membuat gadis itu menahan suaranya agar tidak keluar kemudian Bryan menatap dada Syifa bergantian membuat gadis itu malu dan menutup dadanya dengan kedua tangan.


"Kenapa ditutup ?"


"Aku malu !"


"Gak perlu malu, sekarang aku suamimu !"


Bryan kembali mencium Syifa, mencium lembut bibirnya hingga gadis itu terlena. Tangan Bryan meraba lembut area dada istrinya membuat tubuh Syifa serasa dialiri listrik ribuan volt.


Syifa terlena dan pasrah dengan semua sentuhan Bryan di titik sensitifnya. Ia meremas rambut suaminya saat mulut pria itu terus bermain di dadanya sedangkan tangannya yang lain meraba lembut otot-otot seksi Bryan membuat pria itu semakin terbakar.


Hingga akhirnya, Bryan akan melakukan penyatuan mereka. Ia memposisikan tubuhnya pada inti tubuh istrinya.


"Tahan ya, katanya ini akan sakit tapi aku akan pelan-pelan !" Ucap Bryan seraya mencium kening istrinya dimana Syifa hanya mengangguk dengan jantung berdebar kencang.


Syifa memejamkan matanya erat seraya meremas kuat bantalnya saat merasakan sesuatu yang yang keras mulai memasukinya. Ia menjerit seraya melotot saat Bryan menghentak kencang hingga miliknya terbenam sempurna kedalam tubuh Syifa. Tubuh Syifa bergetar seraya meremas kuat kain sprei serta air matanya yang mengalir mengisyaratkan rasa sakit yang ia rasakan.


Menyadari itu Bryan terdiam sejenak kemudian kembali memagut lembut bibir istrinya dengan tangan meraba lembut pipinya mencoba membuat wanita itu rileks dan saat ia merasa istrinya mulai tenang, Bryan mulai menggerakkan tubuhnya.


Syifa kembali memejamkan mata merasakan rasa sakit sekaligus nikmat yang semakin lama terasa menyebar dengan cepat ke setiap urat nadinya dan lama kelamaan perasaan enak itu juga meresap dalam setiap sel darahnya yang membuatnya terasa terbang ke langit ke-tujuh.


Suara-suara ******* memenuhi kamar itu, Bryan menggila dengan suara Geraman saat merasakan kenikmatan hakiki untuk pertama kalinya. Hampir setengah jam berpacu diatas tubuh istrinya, Bryan hampir mendapat pelepasannya. Dengan tempo yang semakin cepat akhirnya ia sampai puncak bersama sang istri.


Bryan berguling disamping istrinya. Keduanya mengatur nafas mereka yang ngos-ngosan. Setelahnya Bryan meraih dan memeluk Syifa yang mulai terlelap akibat kelelahan pada pengalaman pertamanya.


"I Love You !" Bisiknya kemudian memejamkan mata ikut terlelap bersama sang istri.


Tak jauh dari kamar pengantin itu, Jerry pun sedang menikmati malamnya bersama Tiara disebuah kamar yang sengaja disewa Jerry. Setelah gadis itu memukulinya akibat merasa diabaikan selama 2 bulan.

__ADS_1


"Maaf sayang, aku sama kakak beneran sibuk, suer !"


"Bohong, disana kamu pasti selingkuh kan makanya kamu gak pernah kasih kabar !" Tuduhnya dengan mata melotot.


"Sayang, hatiku ini cuma milikmu, hanya untukmu. Sudah tidak ada lagi tempat untuk cewek lain !" Jerry menggombal seraya menggenggam kedua tangan Tiara.


"Cih, dasar tukang gombal !" Decih Tiara membuang muka.


"Itu benar, dimanapun aku berada. Aku menjaga hatiku dengan baik hanya untukmu seorang !" Setelah mengatakan itu, Jerry menangkup kedua pipi Tiara kemudian menciumnya lembut.


Jerry menggendong tubuh ramping itu dan membawanya ke tempat tidur. Dikecupnya lembut bibir itu dengan tangannya yang tidak bisa dikondisikan. Tiara menahan tangan Jerry dengan maksud menyudahi semua tapi Jerry malah balik menahan tangan gadis itu dan melanjutkan kegiatannya.


"Maaf, aku gak bisa menahan diri !" Bisiknya dengan suara berat.


Tiara pasrah saat Jerry terus mengecupnya, melepaskan pakaiannya, meraba lembut kulit halusnya hingga menyatukan tubuh mereka. Ia memejamkan mata menikmati keperkasaan Jerry, rasa nikmat yang menjalar disetiap urat nadinya hingga ke otaknya itu membuatnya menggila dan hanya fokus dengan apa yang mereka rasakan sekarang.


Jerry ambruk disamping Tiara begitu keduanya mencapai puncak kenikmatan setelah melalui durasi yang cukup lama. Tiara berbalik membelakangi Jerry yang masih mengatur nafas dengan pikiran kalut.


Jerry mendekat dan memeluk gadis itu dari belakang seolah mengerti perasaan wanita itu.


"Aku mencintaimu sayang, sangat !" Ucap Jerry seraya mengeratkan pelukannya.


Tiara diam dan memejamkan mata berusaha menggapai dunia mimpi.


*****


Benki dan Aulia, keduanya kini sedang berada di Bali untuk menikmati bulan madu mereka yang terlambat. Menempati hotel mewah pinggir pantai.


Pagi itu saat baru saja sampai di kamar hotel mereka, Aulia menyibak gorden dan langsung disuguhi pemandangan laut yang menenangkan jiwa. Aulia begitu terpukau melihat pemandangan perahu-perahu kecil nelayan hingga kapal yang cukup besar menghiasi lautan biru.


Aulia terperanjat saat Benki memeluknya dan mencium rambutnya kemudian menyandarkan dagunya di bahunya.


"Kenapa melamun ?" Tanyanya.


"Gak melamun, lihat tuh pemandangannya bagus. Jadi pengen berenang !"


"Nanti sore, kalau berenang sekarang kamu bakal jadi gosong !" Benki terkekeh.


"Bersenang-senang, apalagi ?" Benki segera menggendong Aulia dan membawanya ke tempat tidur.


"Eh, eh, eh, masih pagi lho ini !" Aulia mencegah Benki yang akan melepas pakaiannya.


"Ini kegiatan yang bagus dan menyenangkan sambil menunggu sore hari !" Bibir Benki langsung membungkam istrinya sebelum wanita itu mengeluarkan suara protes lagi.


Aulia memejamkan mata saat bibir dan tangan Benki mengeksplor kulit lembutnya, mulai mengecup dari leher dan terus turun kebawah serta memainkan titik sensitifnya membuatnya semakin terlena.


Benki terus mencium dan meraba lembut tubuh istrinya hingga akhirnya ia melakukan penyatuan mereka.


Di pagi menjelang siang itu. Suara ******* mengalun di kamar itu, kedua insan yang sedang dimabuk asmara tanpa bosan mereguk manis surga dunia mereka hingga mencapai puncak kenikmatan.


Benki yang dalam kondisi prima mengulang kegiatan itu lagi dan lagi hingga keduanya mencapai pelepasannya untuk yang kesekian kali. Aulia langsung terlelap begitu ronde ketiga mereka selesai. Benki memeluk tubuh istrinya seraya mengecup keningnya kemudian ikut terlelap.


*****


Bryan dan Syifa juga telah tiba di bandara Ngurah Rai. Keduanya juga menuju Bali untuk berbulan madu dan menginap di hotel yang sama dengan pasangan Benki dan Aulia.


Saat membuka pintu kamar mewah itu, Syifa sangat terpukau, segera menyibak gorden dan memunculkan pemandangan laut yang cantik. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur super empuk itu seraya menikmati pemandangan luar jendela hingga mengabaikan suaminya yang masuk sambil membawa 2 koper.


Melihat pose istrinya yang begitu menguntungkan. Bryan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Langsung saja ia lompat ke kasur dan memagut bibir istrinya yang sempat memekik sebentar.


Syifa terbawa suasana dan membalas pagutan suaminya seraya memeluk leher pria itu. Tangannya meremas rambut Bryan saat mulut suaminya bermain di dadanya dan mengecap puncaknya bergantian.


Melepaskan semua yang masih melekat kemudian mengeksplor kulit lembut dengan kecupan memabukkan hingga pikiran keduanya menjadi ringan dan hanya dipenuhi dengan rasa enak.


Saat penyatuan terjadi, keduanya menggila. Suara ******* menggema kencang dikamar suite room itu, fokus menikmati hingga keduanya mencapai pelepasan. Keduanya tertidur setelah nafas mereka kembali teratur.


Sore harinya, Benki dan Aulia yang sudah terjaga memutuskan untuk ke pantai dan berenang di laut. Sambil bergandengan tangan keduanya menuju pantai dan sebelum menyentuh air, keduanya mengabadikan momen itu dengan ber-selfie ria dengan berbagai pose lucu nan mesra.


"Benki !" Panggil seseorang membuat sejoli yang sedang asik berfoto itu menoleh bersamaan.

__ADS_1


"Syifa, kamu disini juga !" Benki terlihat terkejut. Syifa menggandeng tangan Bryan menghampiri Benki dan Aulia.


"Iya, kami kan lagi bulan madu. Gak nyangka ketemu kalian disini !" Ucap Syifa surprise.


"Oh ya, aku dan istriku juga lagi bulan madu !"


"Eh, kalian baru bulan madu sekarang ?" Tanya Syifa tidak percaya.


"Aku sibuk jadinya baru bisa bulan madu sekarang !"


"Oh, Oke deh !"


Sedangkan Bryan dan Aulia hanya terdiam melihat interaksi pasangan mereka.


"Sayang, udah. Jangan ganggu mereka !" Kata Bryan.


"Oh iya maaf, silahkan lanjutkan pacaran kalian, hehehe !" Syifa kembali menggandeng tangan Bryan hendak berlalu dari sana.


"Bagaimana kalau nanti kita makan malam sama-sama !" Ajak Benki melirik istrinya meminta persetujuan yang diangguki oleh Aulia.


Bryan dan Syifa saling pandang kemudian mengangguk.


"Oke, boleh tuh. Sampai jumpa nanti malam. Bye !" Syifa dan Bryan berlalu.


"Ya udah, ayo berenang !" Keduanya menuju laut dan menghabiskan sore mereka dengan berenang, terkadang saling menyemprotkan air hingga kejar-kejaran penuh tawa yang melengkapi sore mereka.


Malamnya sesuai janji, kedua pasangan itu memutuskan memesan meja untuk 4 orang ditepi pantai yang dihiasi lilin cantik sambil menikmati alunan deburan ombak dilaut yang gelap.


"Kalian rencananya disini berapa lama ?" Tanya Syifa.


"3 hari lagi kami pulang, pekerjaanku tidak bisa membuatku libur lama-lama. Kalau kalian ?"


"Kami seminggu disini !" Jawab Bryan.


"Oke deh, selamat menikmati !" Kata Benki.


Keempatnya mulai menikmati hidangan yang diselingi obrolan ringan maupun tentang bisnis antara Benki dan Bryan.


"Kapan kamu berencana punya anak ?" Bisik Aulia.


"Aku sih maunya langsung punya, aku gak mau tunda-tunda. Kalau kamu !" Syifa ikut berbisik.


"Aku juga mau langsung punya, gak mau tunda-tunda juga !"


"Oke, perbanyak aja makan makanan bergizi atau ikut promil !"


Syifa pun membagi pengetahuan seputar persiapan kehamilan dimana Aulia mendengarnya dengan penuh perhatian.


Setelah makan malam selesai, kedua pasangan itu kembali ke kamar masing-masing.


Benki menyusul Aulia yang duduk di sofa menghadap jendela dan menatap laut hitam didepannya. Aulia langsung memeluk Benki begitu suaminya duduk disampingnya.


"Terima kasih sudah datang dihidupku dan memberi kebahagiaan !" Ucap Benki balas memeluk Aulia sambil mencium keningnya.


"Terima kasih juga karena bersedia terima aku apa adanya. Aku mencintaimu kak !" Ucap Aulia didada Benki.


"Aku juga mencintaimu !" Benki mengeratkan pelukannya dan detik berikutnya ia memagut bibir Aulia, tak lama kemudian ia beranjak sambil menggendong sang istri tanpa melepaskan ciumannya menuju tempat tidur untuk kembali menikmati madu cinta surga dunia.


Sementara itu, Bryan dan Syifa setengah berbaring seraya saling memeluk sambil menonton tivi. Tangan Syifa meraba lembut dada kiri Bryan dengan bibirnya tenggelam pada pakaian dada kanan pria itu dan menikmati aroma alami tubuh suaminya.


"Kamu tuh kenapa ? Pengen ?" Goda Bryan yang kegelian dengan tingkah istrinya.


"Aku bersyukur, pria tampan ini adalah milikku !" Syifa mendongak dan tersenyum manis pada Bryan membuat pria itu terpana.


"Aku juga bersyukur, gadis cantik ini bersedia menunggu dan menikahiku !" Bryan tersenyum dan meraih dagu Syifa kemudian memberikan ciuman lembut dibibir itu.


Ciuman yang semakin lama semakin menuntut membuat Bryan langsung mengukung istrinya, tangannya mulai masuk ke balik baju Syifa membuat pikiran wanita itu kosong.


Dua pasangan pengantin baru itu nampak sibuk dengan kegiatan nikmat mereka. Memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bulan madu mereka untuk mengekspresikan cinta mereka yang sudah atau baru saja bersemi.

__ADS_1


Rasa bahagia yang menghampiri kedua pasangan pengantin baru itu setelah banyak hal yang mereka lewati dan menjadikan pembelajaran untuk bisa menghargai arti sebuah hubungan yang kedepannya akan lebih mudah menghadapi rintangan apapun dengan rasa kasih sayang yang kuat.


__ADS_2