Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
057


__ADS_3

Semua yang mendengar itu dalam sekejap sunyi senyap seraya menatap pada orang tua Evan meminta penjelasan. Sementara Lala, yang tidak menyangka akan mengalami hal ini hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangan menahan rasa penuh haru. Ia menangis masih dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Sambil menangis Lala mengangguk, suasana yang tadinya sunyi senyap sekarang hingar bingar dengan bersamaan tepuk tangan. Evan meraih cincin berlian putih dalam kotak beludru itu dan memasangkannya di jari Lala. Setelah itu keduanya berpelukan dengan Lala yang masih menangis menenggelamkan wajahnya di dada bidang Evan.


Sekarang perasaannya campur aduk, yang tadinya luluh lantak kini berbalik menjadi bahagia yang membuatnya tidak bisa lagi menahan air mata. Keduanya berpelukan diiringi tepuk tangan para tamu undangan dan juga Syifa yang ikut bahagia melihat keduanya.


Setelah itu, Evan menghampiri orang tua Syifa, menyalaminya dan meminta maaf atas apa yang terjadi.


"Tidak apa-apa kak, papa dan mamaku mengerti kok !" Syifa yang menjawab diiringi pelototan mata ayahnya.


"Terima kasih Fa, beruntung laki-laki yang berhasil mendapatkan kamu. Tidak bodoh sepertiku yang menyia-nyiakan gadis sebaik dirimu !" Ucap Evan


"Terima kasih kak, aku pasti bertemu laki-laki itu !" Syifa tertawa.


Kemudian Lala menyalami tangan dan memeluk Syifa.


"Terima kasih dan maaf aku menghancurkan acaramu !" Ucap Lala memejamkan matamu.


"Tidak apa-apa, ini lebih baik daripada kami menikah tapi dia gak bahagia sama aku !" Syifa melepas pelukannya dan menatap Lala.


"Sekali lagi terima kasih !" Ucap Lala yang diangguki oleh Syifa.


Kemudian Evan menghampiri orang tuanya bersama Lala.


"Pa, ma. Maaf, Evan mencintai Lala !" Ujar Evan sambil menggenggam erat tangan Lala yang hanya tertunduk tidak enak pada orang tua Evan.


MC acara yang juga terkejut melihat perubahan acara yang tiba-tiba membuatnya tidak tahu harus berkata apa. Evan mendekati MC sambil menggandeng tangan Lala. Meraih mic dari tangan si MC, Evan berkata :


"Maaf, kalian semua pasti terkejut dengan semua ini. Sebenarnya saya dan Syifa sudah membicarakan semua ini dan kami sepakat tidak melanjutkan perjodohan kami karena kami sudah punya pasangan masing-masing !"


Mendengar itu orang tua Syifa menatap penuh tanya pada anaknya yang hanya nyengir saja karena selama ini dia dikenal jomblo. Syifa mendekati Evan dan Lala.


"Saya minta maaf pada mama dan papa juga om dan Tante. Maaf Syifa menolak melanjutkan perjodohan ini karena Syifa juga sudah punya orang yang disukai !" Ucap Syifa seraya mengeluarkan kalung titanium yang tergantung dilehernya dan memperlihatkan pada semua orang. Lala menatap heran kalung itu, bukankah tadi Evan bilang semoga Syifa bertemu dengan laki-laki yang tepat tapi sekarang mengapa.


Lala menoleh kearah Evan, mengerti pikiran Lala, Evan hanya tersenyum dengan menggenggam erat tangan Lala dan memberi kode agar gadis itu jangan bertanya dulu.


Syifa memilih berbohong untuk menyelamatkan wajah orang tuanya, meski tidak mengenal si pemilik kalung namun ia terus saja menjaga kalung itu dengan terus memakainya dan ia bersyukur kalung itu cukup membantunya sekarang ini.


Semua orang hanya mangut-mangut saja, melihat ekspresi keduanya yang terlihat tidak ada beban dan malah tersenyum antara satu sama lain.


"Kami minta maaf, karena mengacaukan acara ini !" Ucap Evan dan Syifa bersamaan.


Setelah itu, syifa kembali menghampiri orang tuanya dan Evan pun melakukan hal yang sama meski Lala tidak berani menatap orang tua Evan yang pastinya menyimpan banyak tanya untuk keduanya. Cleo yang awalnya terkejut juga hanya bisa tersenyum dan pandangannya beralih pada Rizky yang menatapnya penuh arti.


Pesta pun berjalan sebagaimana mestinya namun yang menjadi objek adalah Evan dan Lala yang terlihat sangat serasi. Evan menatap Lala dari ujung kaki hingga ujung rambut, tersenyum puas saat gaun itu sampai pada Lala dan dipakainya. Ia yang meminta kepada bi Rosnah membawa gaun itu kepada Lala diam-diam.



Gaun Lala


"Ada apa ?" Tanya Lala.


"Kamu suka ?"


"Apanya ?"


"Semuanya ?"


Lala hanya mengangguk tersenyum memandang Evan dengan perasaan bahagia. Tadinya ia berpikir harus menahan perih hatinya melihat Evan bersama gadis lain.


Acara telah selesai, semua tamu sudah pulang tinggal keluarga Evan dan Lala masih berada di ruang tamu meminta penjelasan pada Evan dan Lala.

__ADS_1


"Apa yang terjadi ?"


"Aku sama Lala selama ini pacaran ma, pa !" Jawab Evan.


"APAAA !" Pekik tuan Robby dan nyonya Chyntia.


"Maaf tuan, nyonya !" Lala bersuara lirih.


"Kenapa kamu gak bilang dari kemarin Van !" Geram sang mama.


"Lihat, kamu sudah mempermalukan keluarga Syifa. Mama malu sama keluarga besar mereka !" Ujar sang mama.


"Ma, maaf. Tapi Syifa bilang dia yang akan menjelaskan sama keluarganya sendiri !" Bela Evan.


"Harusnya kamu bilang sebelum kita semua bikin acara ini Van, ya ampun kenapa kamu baru ngomong sekarang !" Geram sekali sang mama.


"Ma, pa. Sekali lagi Evan minta maaf. Tolong restui kami. Evan dan Lala saling cinta. Evan dan Syifa udah sepakat untuk jadi adik kakak saja !"


Orang tua Evan menghela nafas saling pandang dan duo N hanya diam mendengarkan penjelasan kakaknya. Hening sejenak saat semua pandangan mengarah ke orang tua Evan menunggu keputusan keduanya.


"Apa rencanamu selanjutnya Van ?" Tanya sang papa.


"Menikah pa !" Jawab Evan langsung. Semua memandangnya menganga.


"Aku ingin cepat menikah saja pa, ma, tidak mau pacaran lama-lama dan aku harap mama dan papa bisa merestui kami, bisa menerima Lala !" Ujar Evan sambil menggenggam erat tangan Lala.


Perasaan Lala entah bagaimana lagi dijabarkan, dia benar-benar minder sekarang berada ditengah keluarga Evan, mungkin Evan menyadari itu dan terus menggenggam erat tangan Lala.


"Baiklah, kamu sudah sangat-sangat dewasa. Sudah sangat mengerti apa yang baik untuk dirimu sendiri, kalau memang Lala adalah pilihanmu dan kamu yakin dia yang terbaik papa dan mama cuma bisa merestui !" Ucap tuan Robby seraya merangkul istrinya yang tersenyum mendengar ucapannya.


Lala merasa mendapat angin segar mendengar itu, ditatapnya orang tua Evan tidak percaya. Namun dilihatnya dengan jelas mama Evan tersenyum padanya.


*****


Rizky mengantar Cleo dan orang tuanya pulang. Senyum Rizky tak pernah pudar. Teringat kembali malam sebelumnya saat ia dengan berani melamar Cleo pada orang tuanya langsung.


Flashback ON


"Apa cinta bisa bikin kenyang ?" Pertanyaan tuan Robby sontak membuat suasana hening seketika, hanya detak jam dinding yang memenuhi ruangan.


"Saya mencintai Cleo sepenuh hati saya tuan, maka dari itu saya akan menjaga dia dengan sepenuh hati dan jiwa. Pastinya saya juga akan selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dan juga anak-anak kami kelak. Huft, saya pun tak sabar ingin menghamilinya maka dari itu saya meminta restu anda untuk menikahkan kami !"


Pikiran Rizky menerawang hingga ia sadar tidak sadar atas ucapannya. Semua yang mendengar omongannya sontak menganga apalagi tuan Kevin wajahnya sudah memerah karena emosi.


'Berani sekali laki-laki ini mengucapkan kata tidak senonoh dihadapanku !' Begitu mungkin pemikiran tuan Kevin.


Laki-laki tua itu dengan cepat beranjak dari duduknya dan meraih kerah kemeja Rizky hingga cowok itu berdiri dan sebuah bogem mentah mendarat dengan sukses di pipinya membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Terdengar pekikan dari arah dapur dan juga dari lantai atas.


"Kau ingin menghamili anakku !" Geram tuan Kevin dengan mata melotot ngeri. Pria tua itu menghampiri Rizky ingin memukulnya lagi tapi Rizky bergerak cepat bangun dari posisinya dan berlari tak tentu arah menghindari amukan tuan Kevin.


Tuan Kevin mengejar Rizky yang terus menghindarinya dan pria tua itu meraih tongkat golf yang terletak disamping pintu masuk, membuat penghuni lain berteriak histeris melihat tuan Kevin mengejar Rizky dan siap mengayunkan tongkat itu ke tubuh pria tidak tahu malu itu.


Suasana ruang tamu tuan Kevin amat ramai dengan suara histeris Bu Nadia, Cleo dan para pembantu yang melihat 2 pria beda generasi itu berlari memutari sofa dan saat tuan Kevin mengayunkan tongkat golf-nya hingga nyaris terkena Rizky jika saja cowok itu tidak menunduk.


Kini Rizky yang panik berlari menaiki tangga diiringi teriakan histeris para pembantu karena dekatnya tuan Kevin dibelakangnya.


Rizky langsung beralih kearah Cleo dan bersembunyi dibelakang wanita itu yang dimana Cleo ikut melotot saat papanya berada didepannya dengan wajah super garang dengan nafas terengah-engah, usia memang tidak bisa bohong. Pria itu terdiam menurunkan tongkatnya kebawah untuk mengatur nafasnya yang terasa sesak. Setelah dirasa cukup ia kembali mengangkat tongkatnya dan menatap Rizky dengan wajah galaknya serta Cleo yang juga was-was melihat wajah papanya.


Setelah itu tuan Kevin kembali berusaha menyerang Rizky namun Rizky yang bersembunyi dibelakang cleo berusaha menjadikan Cleo tameng agar tidak terkena sabetan tongkat golf.


"Pa, udah pa. Udah !" Cleo yang pusing karena sejak tadi diputar oleh Rizky menghadap ke papanya dan ia juga takut jika papanya tidak sengaja memukulnya menggunakan tongkat itu.

__ADS_1


"Mas, sudah. Sudah !" Nyonya Nadia datang dan berusaha menenangkan suaminya yang kelihatan hampir kehabisan nafas.


"Tuan, saya minta maaf tapi saya janji. Saya akan menjadi suami yang baik untuk Cleo dan saya juga akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Saya benar-benar janji !" Ucap Rizky memegang erat kedua bahu Cleo.


"Meski saya hanya seorang asisten tapi saya akan berusaha keras untuk keluarga kami nantinya, jadi tolong !" Tambah Rizky.


Wajah tuan Kevin masih tidak bersahabat, menatap 2 orang didepannya dengan dada naik turun.


"Pa, kali ini aja pa. Tolong restui kami, Cleo juga cinta sama Rizky pa. Cleo janji setelah ini, Cleo akan dengerin apa kata papa. Jadi tolong restui kami pa, ma !" Cleo buka suara menatap kedua orang tuanya bergantian.


Nyonya Nadia membelai lembut lengan suaminya dan saat tuan Kevin menoleh ka istrinya, wanita tua itu mengangguk kecil.


"Tuan, Nyonya. Anak anda relakanlah untuk saya nanti saya ganti dengan cucu-cucu yang lucu !" Ucap Rizky berusaha mencairkan suasana yang membuat orang tua Cleo menoleh bersamaan kearahnya, wajah tuan Kevin kembali galak.


"Ky, kamu jangan berpikir macam-macam dulu, ingat kamu dan Cleo belum menikah jadi kalau kamu sudah berpikir aneh-aneh, kamu sendiri yang pusing !" Ucap nyonya Nadia.


"Iya, nyonya. Maaf !" Rizky nyengir.


"Saya memang tidak sekaya bos Evan. Bahkan saya pun tidak pantas untuk disandingkan dengannya tapi saya yakin saya mampu, saya bisa menjaga keluarga kami kedepannya. Tolong percayalah pada saya. Saya akan berusaha menjadi imam yang baik dikeluarga kami nanti !" Jelas Rizky mantap. Cleo yang mendengar itu terharu dan orang tua Cleo saling pandang.


Tuan Kevin masih menatap keduanya dengan wajah galaknya walau pikirannya tetap berjalan melihat 2 orang didepannya yang terlihat menunggu jawaban darinya. Tuan Kevin terdiam sangat lama, membuat yang lainnya menunggu jawabannya dengan was-was terutama para pembantu yang mengintip di tangga.


"Baiklah, kali ini aku akan berusaha mempercayaimu. Jika apa yang kau katakan tadi tidak ada yang kamu tepati maka aku akan menghajarmu dengan tongkat golf ini !" Ucap tuan Kevin sambil mengangkat tongkat golf-nya.


Mendengar itu, Rizky dan Cleo menatap tuan Kevin tidak percaya. Keduanya terdiam dengan mata menatap tuan Kevin.


"Silahkan kalau kalian ingin menikah !" Ucap tuan Kevin sebelum berbalik menuju kamarnya diikuti istrinya.


Rizky segera menarik Cleo berdiri dan memeluknya seraya berputar-putar membuat Cleo panik. Namun pria itu tidak melepaskan pelukannya dan tetap memutar tubuh Cleo hingga wanita itu pusing.


"Aku janji Cle, aku akan jadi terbaik untukmu !" Bisik Rizky dengan perasaan haru, air matanya nyaris jatuh.


"Aku juga janji, aku akan jadi istri terbaik untukmu !" Balas Cleo dengan memeluk erat tubuh Rizky.


Keduanya masih terdiam dengan pemikiran masing namun enggan melepaskan pelukan mereka disertai tepuk tangan para pembantu yang masih setia melihat tingkah mereka.


Flashback OFF


Rizky membuka pintu untuk tuan Kevin dan nyonya Nadia.


"Selamat malam pa, ma. Selamat istirahat !" Kata Rizky dengan cengiran lebarnya dibalas delikan mata tuan Kevin.


"Iya, terima kasih. Kamu juga istirahat yang cukup Ky !" Pesan calon mama mertua. Tuan Kevin hanya menatap malas pada Rizky.


"Iya nyonya, terima kasih !"


Orang tua Cleo berlalu memasuki rumah meninggalkan Rizky dan Cleo yang kini saling menatap dengan senyum-senyum tidak jelas.


"Istirahatlah, kamu pasti capek !" Rizky memeluk Cleo erat. Cleo yang berada di dada bidang Rizky memejamkan mata merasakan hangatnya dekapan Rizky hanya mengangguk.


Setelah melepaskan pelukannya, Cleo berlalu memasuki rumahnya sambil melambaikan tangan pada Rizky.


*****


Evan dan Rizky terlibat pembicaraan serius tentang pernikahan Evan yang akan dilangsungkan bukan depan. Lala pun sangat terkejut mendengar rencana itu namun Evan tetap pada keputusannya.


Maka dari itu segala sesuatu sudah disiapkan sekarang. Untuk urusan WO dan baju pengantin, Evan serahkan pada mamanya.


Hal itu pun membuat Rizky ingin melakukan hal yang sama, dirinya pun tak ingin menunda-nunda lebih lama lagi. Ia pun memikirkan apa saja yang harus disiapkannya.


Evan dan Rizky duduk bersama membahas konsep pernikahan yang diinginkan Evan namun bersamaan Rizky juga menyusun konsep pernikahannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2