Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
045


__ADS_3

Rizky menutup teleponnya setelah berbicara cukup lama kemudian menghampiri Evan dan membisikkan sesuatu dan langsung membuat wajah Evan mengeras. Evan balas berbisik pada Rizky dan setelah berbisik-bisik ria keduanya menganggukkan kepala.


Cleo yang melihat itu seketika mengingat kembali apa yang tadi dilihatnya di balkon membuatnya geleng-geleng kepala menghilangkan bayangan anehnya.


"Kamu kenapa Cle ?" Tanya Rizky.


"Eh, nggak kok !"


"Urus semua Ky !" Ucap Evan.


"Baik bos !"


"Cle, kamu mau pulang sekarang ?" Tanya Rizky membuat Cleo terdiam sejenak kemudian mengangguk.


Cleo beranjak meraih tasnya.


"Aku pulang La, cepat sembuh !" Ucap Cleo.


"Terima kasih !" Lala tersenyum.


Cleo menoleh kearah Evan, berjalan kearahnya dan refleks ingin mengecup pipinya kembali.


"Ky.. Ky.. Ky.. Ky.. Ky.. !" Teriak Lala histeris seraya menunjuk Cleo dan Evan. Saking histerisnya punggungnya kembali nyut-nyut.


Rizky yang awalnya juga terkejut segera mendekati Cleo kemudian meraih lengan wanita itu menjauh dari Evan dan memeluknya.


"Kami duluan !" Ucap Rizky kemudian segera berlalu.


Tinggallah Evan dan Lala yang menatapnya salah tingkah, ia menyesali tingkahnya yang refleks berteriak memanggil Rizky.


"Kamu cemburu ?" Tanya Evan memecah kesunyian.


"Itu tidak benar !" Bantah Lala langsung tanpa menatap Evan.


Evan hanya tersenyum melihat tingkah Lala.


"Kamu ingin makan sesuatu ? Bagaimana kalau kita pesan dari luar !" Evan meraih hp dari kantong celananya.


"Pizza !" Ujar Lala singkat.


Mendengar itu Evan tertegun sejenak kemudian tersenyum.


"Seperti yang engkau inginkan permaisuriku !" Mendengar itu Lala mendelik pada Evan yang membuat pria itu menahan senyum.


*****


Rizky dan Cleo sedang berada di warung tenda pinggir jalan, memutuskan makan malam disana. Suasana warung cukup ramai dikarenakan makanannya yang enak dan murah meriah. Tampak beberapa pria tanggung menatap kagum pada Cleo. Mereka tersenyum saat tak sengaja Cleo menatap mereka yang dibalas senyum juga oleh Cleo yang membuat mereka makin klepek-klepek membuat Rizky seketika naik darah.


"Heh, berhenti tatap istriku !" Semprot Rizky kepada 5 pria tanggung itu. Kelimanya menatap tidak suka pada Rizky dan dibalas tatapan garang cowok itu membuat kelima pria itu mengalihkan pandangan seketika.


Cleo menahan senyum melihat tingkah Rizky dan sekarang ganti cowok itu menatap garang pada wanita didepannya sedangkan Cleo pura-pura menelisik setiap sudut warung. Tadinya ia hanya akan mengerjai Lala agar kepanasan namun ia juga melupakan keberadaan Rizky disana.


"Pasti senang ya dikagumi cowok-cowok !" Ujar Rizky ketus.


"Nggak lah, siapa juga juga yang suka !" Bantah Cleo dengan mata menelisik lantai tanah.


"Ada sesuatu yang hilang sampai kau kelihatan mencari-cari seperti itu !" Suara cemburu itu terdengar juga.


Cleo menatap Rizky sejenak, bayangan saat Rizky memeluk Evan kembali muncul dipikirannya. Ingin dia membahas itu namun diurungkan.


"Nggak kok !" Cleo bicara santai.

__ADS_1


"Kamu belum bisa melupakan bos ya sampai main sosor-sosor aja !" Ucap Rizky dengan wajah singa lapar.


"Eum, itu salah paham jadi jangan berpikir yang tidak-tidak !" Bela Cleo.


"Cih !" Rizky mendecih. Cleo yang sempat meliriknya berusaha keras menahan tawanya .


Nasi goreng pesanan keduanya sudah datang, membuat Cleo bisa mengalihkan perhatiannya. Cleo mulai menyantap makanannya dengan lahap sedangkan Rizky masih terdiam menatap Cleo.


"Ayo dong dimakan !" Bujuk Cleo melihat wajah asam Rizky.


"Udah kenyang !" Jawab Rizky langsung.


Cleo menatap Rizky sejenak.


"Ayo dong dimakan, kalau nggak dimakan nanti aku nggak mau lagi kamu ajak makan bareng !" Ancamnya membuat Rizky membulatkan mata. Setelah menghela nafas kasar Rizky meraih sendoknya dan mulai menikmati makanannya masih dengan wajah asamnya.


"Good boy !" Cleo tersenyum manis.


Rizky makan dengan lahap dan cepat sehingga mulutnya belepotan. Cleo meraih tisu dan menyeka ujung bibir Rizky.


"Aaaahh, so sweat !" Seorang gadis remaja yang melihat adegan itu seketika berucap.


Cleo hanya tersenyum kearah meja remaja itu, begitu juga Rizky yang tersenyum kearah 2 gadis remaja yang duduk di meja sebelahnya.


"Kami pengantin baru !" Ujar Rizky membuat Cleo terbelalak.


"Oh !" Ucap kedua remaja itu bersamaan seraya tersenyum.


Rizky dan Cleo kembali menikmati makanan mereka dengan mood Rizky yang sudah kembali. Setelah itu, keduanya memutuskan pulang.


"Kamu yakin nggak mau kuantar pulang ?" Tanya Cleo saat Rizky mengatakan akan pulang sendiri. Karena tadi mereka jalan menggunakan mobil Cleo dan mobil Rizky masih ada di rumah sakit.


"Iya, kamu hati-hati dijalan ya. Kalau sudah sampai tolong chat aku !" Pinta Rizky.


Cleo tersenyum dan senyum itu pudar saat sadar seseorang mengikutinya. Cleo menghela nafas saat menyadari siapa yang mengikutinya.


Saat mobil Cleo hilang dari pandangan, mimik wajah Rizky sontak berubah menyeramkan. Setelah menunggu beberapa menit saat sebuah mobil kijang berhenti dan ia langsung memasukinya.


Mobil berjalan cukup lama hingga berhenti disebuah rumah kosong yang terbengkalai. Rizky memasuki bangunan bobrok itu dengan angkuh dan langsung menuju gudang. Terlihat dua orang yang masih memakai pakaian cleaning service sedang duduk terikat dikursi.


Kedua petugas kebersihan gadungan itu menatap Rizky intens, merasa pernah melihat orang ini sebelumnya.


"Siapa namamu ?" Tanya Rizky duduk didepan keduanya.


"Rully !"


"Ardi !"


"Siapa yang memerintahkan kalian melakukan ini ?"


Kedua orang itu membisu dengan saling lirik, melihat Rizky yang terlihat biasa saja tidak menakutkan membuat mereka merasa tidak terancam sehingga kompak menutup mulut dengan memandang remeh pada Rizky.


Menyadari itu Rizky tersenyum sinis, sebuah rencana bahaya sedang terencana di otaknya jadi ia biarkan saja pikiran dua orang didepannya berjalan. Ia kemudian meraih barang-barang yang tergeletak di meja tak jauh dari posisi duduknya, meraih beberapa dokumen yang telah dikeluarkan dari kantong sampah dan juga sebuah handphone milik pelaku.


Rizky membuka dokumen itu satu persatu, ia merutuki dirinya sendiri saat lupa mengamankan dokumen penting itu ke brankas yang keberadaanya pun dirahasiakan.


Otak Rizky berjalan saat memerhatikan Hp android ditangannya. Saat mencoba membukanya namun Hp itu berpasword.


"Jangan berikan mereka makan dan minum sampai besok !" Perintah Rizky pada salah satu detektif itu.


"Baik !"

__ADS_1


"Selamat menikmati malam kalian digudang ini, semoga kalian tidak bertemu hantu !" Rizky tersenyum namun justru membuat dua orang itu bergidik.


"Istirahatlah, karena besok aku akan memaksa kalian mengakui siapa ketua kalian dan kupastikan kalian akan mengatakan info apapun yang aku butuhkan. Jika kalian menolak berbicara maka aku akan terus mengurung kalian tanpa makan dan minum !" Rizky mengangkat sebelah alisnya disertai senyum sinis.


Kemudian ia meraih dokumen-dokumen itu dan juga Hp pelaku namun ia terlihat berusaha memperbaiki pegangannya pada tumpukan dokumen penting itu hingga tak sadar Hp pelaku terjatuh dan Rizky segera berlalu keluar.


Pintu gudang tertutup rapat dengan cahaya remang-remang. Kedua penjahat itu menggeser kursi dengan susah payah dengan saling membelakangi dan berusaha melepaskan ikatan satu sama lain. Setelah cukup lama berusaha akhirnya ikatan keduanya terlepas. Si pemilik Hp segera memungut Hp-nya dan langsung melakukan panggilan.


"Halo bos, kami tertangkap. Tolong kami !" Ujarnya ketika sambungan telepon tersambung.


"Mereka terdiri dari 6 orang pria dan juga bersenjata !"


"Kami tidak tahu berada dimana. Saya akan menyalakan lokasi Hp. Tolong kami bos !"


"Maaf, saya sempat berhasil mendapatkan dokumennya karena mereka mengambilnya kembali !"


Ucapnya dengan mimik menyesal.


"Saya tidak mengatakan apa-apa pada mereka !"


"Saya berjanji bos, selanjutnya saya akan bekerja lebih baik jadi tolong kami bos !" Ucapnya dengan suara memelas.


"Baik bos, kami tunggu !" Ucapnya dengan mimik sumringah.


Diluar ruangan, Rizky tersenyum mendengar itu. Ia berhasil menyimpan alat perekam dibawah meja tadi dan sekarang ia bisa mendengar kata demi kata didalam gudang bobrok itu. Ia sengaja menjatuhkan Hp pelaku agar mereka bisa meminta tolong. Rizky tersenyum sinis saat memikirkan betapa mudahnya musuh menggapai umpan. Sekarang ia hanya perlu menyusun strategi agar bisa menangkap yang lainnya juga.


Detik demi detik berlalu, menit demi menit berganti namun Rizky masih tetap sabar menunggu pergerakan lawan yang akan datang untuk menyelamatkan bawahannya. Saat kemudian Rizky mendengar suara samar langkah kaki membuat sudut bibir Rizky terangkat.


"Bawa kedua orang itu keluar !" Perintah Rizky.


Salah satu detektif memutar kunci dan membuka pintu gudang dan sedetik kemudian sebuah tendangan mengarah ke dadanya hingga membuat ia jatuh terjengkang kebelakang. Sontak pistolnya terlepas dan pelaku bernama Rully itu segera memungutnya, semua terkejut dan menoleh kearah gudang. Kedua pelaku itu berdiri menjulang dengan salah satu menodongkan pistol kearah detektif yang lain.


'BUAK'


Belum juga ia menarik pelatuknya saat Rizky menendang perutnya membuat Rully melotot dan genggaman pistolnya terlepas. Temannya tidak terima dan langsung menyerang Rizky, menonjok dan menendang Rizky dengan gerakan membabi buta membuat Rizky cukup kewalahan menghindari serangan itu.


'BUAK'


Satu tinju berhasil mendarat di pipi kiri Rizky kemudian tendangan mendarat di lengan kirinya membuat tubuhnya terhuyung. Rizky marah apalagi pelaku bernama Ardi itu dengan cepat menyerangnya kembali membuat Rizky harus konsentrasi penuh tidak bisa lagi mengganggap remeh lawannya.


Pertarungan keduanya berjalan alot karena lawan Rizky kali ini bukan kaleng-kaleng. Menyerang - menghindar adalah yang dilakukan keduanya, apalagi dilakukan pada bangunan kayu yang sudah cukup lapuk itu. Hingga Ardi kembali berhasil meninju perut Rizky membuat cowok itu terbatuk dan jatuh telentang. Kesempatan itu digunakan Ardi duduk diperut Rizky dan memberi pukulan yang berusaha keras dihindari Rizky.


Hingga Rizky berhasil memegang tangan pelaku itu dan secepat kilat membalik keadaan dan sekarang ganti Rizky duduk diperut pelaku itu dan memukulinya membabi buta, meski sempat bisa menghindari namun pada akhirnya Ardi pingsan setelah dipukul keras oleh Rizky.


Rizky kelelahan, dadanya naik turun mengatur nafas.


"Bawa mereka keluar !" Perintah Rizky.


2 orang detektif membawa Ardi yang pingsan itu, sedangkan Rully yang lain yang sejak awal sudah dilumpuhkan pun ditarik untuk keluar.


Sesampainya diluar rumah, tatapan Rizky menelisik setiap tempat, ia harus ekstra konsentrasi dalam gelapnya malam karena ia yakin bahwa rekan para pelaku ini sudah datang untuk menyelamatkan keduanya. Dalam gelapnya malam, Rizky memicingkan matanya melihat dengan seksama pada pergerakan apa saja yang terlihat.


"Bawa mereka masuk ke mobil dan bawa ke gudang pabrik !" Perintah Rizky masih menelisik sekitar.


"Baik !"


'DOR'


Baru saja saat kedua pelaku itu akan dimasukkan ke mobil saat sebuah tembakan terdengar dan mendarat sempurna di dada Ardi yang pingsan itu hingga menembus jantung, bahkan darahnya sedikit menyemprot 2 detektif yang memeganginya. Penjahat itu ambruk tewas seketika, semua yang melihat itu sangat terkejut, belum hilang keterkejutan mereka saat sebuah tembakan terdengar lagi dan juga mendarat di dada Rully hingga menembus jantung dan tak lama ia pun tewas.


Semua refleks mengeluarkan pistol masing-masing menatap penuh kewaspadaan pada sekitar. Jantung mereka berdebar kencang, melihat dua orang itu tertembak dititik yang sama dan jarak si penembak yang tidak terjangkau membuat mereka yakin bahwa mereka sedang menghadapi seorang profesional. Saat itulah terdengar langkah kaki berlari menjauh dan langsung menaiki mobil yang tak terlihat dalam kegelapan dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Semuanya terkejut dan bernafas lega walau diselingi rasa takut saat penembak itu kabur yang artinya mereka tidak diincar.


"Kurang ajar. Berani sekali dia melakukan ini didepanku !" Geram Rizky.


__ADS_2