Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
034


__ADS_3

Rizky sudah berada diluar pagar rumah Cleo saat wanita itu juga segera keluar saat Rizky tiba. Rizky tersenyum manis pada Cleo yang nampak cantik dengan pakaian casualnya.


"Silahkan nona !" Rizky membuka pintu mobil untuk Cleo.


"Terima kasih !" Ucap Cleo. Rizky menuju kursi kemudi.


Keduanya meluncur menuju salah satu mall besar kemudian segera menuju sebuah resto untuk mengisi perut terlebih dahulu. Setelah memesan keduanya terdiam memandang satu sama lain. Cleo salah tingkah saat Rizky menatapnya sambil tersenyum.


"Bisa gak berhenti senyum-senyum kayak gitu. Nanti dikira orang gila !" Ucap Cleo.


"Aku memang sudah gila karenamu. Hehehehe !" Jawab Rizky membuat Cleo melengos.


"Aku senang kita bisa jalan berdua seperti ini. Semoga kita bisa sering-sering jalan seperti ini !"


Cleo menatap intens Rizky, pria yang selama setahun belakangan ini sudah terang-terangan mengejarnya apalagi didepan Evan, cowok itu seolah tidak takut pada Evan yang sudah menunjukkan taring dan tanduknya agar Rizky tidak macam-macam dulu pada wanita yang masih menjadi istrinya itu.


Dan saat perceraian berakhir dengan ketuk palu, senyum tidak hilang dari bibir Rizky saat menatap Cleo yang telah menyandang janda fresh from the oven. Evan yang juga melihat ekspresi Rizky hanya geleng-geleng kepala tak habis pikir.


Cleo pun mencoba mengikuti arus, mengikuti keinginan Rizky. Memberinya kesempatan. Jika cowok ini mampu membuatnya jatuh cinta maka ia mungkin bersedia menjalani bersama Rizky.


Makanan mereka datang dan keduanya menikmati. Tanpa sungkan Rizky menyuapi Cleo dan mau tak mau Cleo juga balas menyuapi Rizky. Ia cukup malu menjadi perhatian segerombolan anak SMP.


"hmmm... aaaaa !" Rizky mengulurkan sendok berisi makanan didepan wajah Cleo yang langsung dimakan oleh Cleo.


"Aaaaaiii... So sweat !" Pekik mereka saat Rizky menyeka ujung bibir Cleo dengan tisu membuat Cleo menunduk malu sedangkan Rizky malah mengangkat alisnya menatap bangga kearah ABG itu.


"Kakak itu beruntung ya, dapat cowok romantis. Aku juga mau punya pacar yang ganteng dan romantis kayak kakak ganteng itu !" Salah satu dari mereka menatap Cleo dan Rizky bergantian.


"Betul.. betul.. aku juga mau !" Temannya menyetujui.


Rizky hanya tersenyum bangga mendengar itu, mengedipkan mata kerah para ABG itu sedangkan Cleo melongo tak percaya mereka ingin punya pacar seperti Rizky. Saat akan mengucapkan sesuatu untuk segerombolan ABG itu Rizky menahannya dan menyuruhnya melanjutkan makan.


Keduanya melanjutkan makan tanpa mereka sadari seseorang menatap tak jauh dari mereka dengan tatapan cemburu.


Setelah selesai makan keduanya pergi nonton. Rizky meraih tangan Cleo dan menggandengnya seraya tersenyum pada wanita yang tertegun menatapnya.


Selama film berjalan, Rizky kembali menggenggam tangan Cleo dan menarik kepala Cleo untuk rebah di bahunya membuat Cleo panas dingin dengan detak jantung tak menentu.


Sepanjang film, Cleo sulit konsentrasi menikmati alur film. Parfum Rizky yang tercium jelas olehnya membuatnya tak percaya mereka diposisi sedekat ini. Cleo mencoba mendongak menatap wajah dalam kegelapan itu bisa Cleo lihat senyum Rizky membuatnya segera menunduk.


"Kenapa ? Aku tampan ya ?" Rizky


"Pede banget !" Cibir Cleo.


"Aku suka posisi ini, tinggal hati kita yang perlu didekatkan !" Ucapan itu membuat Cleo menghadiahi pinggang Rizky dengan cubitan.


Setelah film selesai, keduanya keluar bersama dengan tangan Rizky kembali menggenggam tangan Cleo menggandengnya keluar gedung.


Keduanya memutuskan jalan-jalan sebentar mengitari mall dan memasuki toko yang menarik perhatian mereka hingga akhirnya keduanya memutuskan pulang. Cleo memakan es krim mcflurry-nya saat Rizky menahan langkahnya.


"Cle, aku ke toilet dulu !" Ucapnya menarik Cleo menuju toilet tak jauh dari sana. Kemudian Rizky memasuki toilet dan Cleo yang menunggu diluar.


Cleo menikmatinya es krimnya sambil melirik kesana kemari menatap pria-pria tampan yang berlalu lalang didepannya saat matanya menangkap seseorang yang menatapnya dengan penuh kerinduan.


Cleo mematung, es krimnya jatuh kelantai dan membuat beberapa orang menoleh kepadanya tapi Cleo tak sadar dan hanya fokus pada seseorang yang berdiri beberapa meter didepannya. Malam itu kembali berputar di kepala Cleo. Saat seorang adik menerjang keras kakaknya hingga keduanya jatuh ke laut. Tapi sekarang, Cleo tak percaya melihat apakah yang juga sedang menatapnya adalah hantu.


"Bryan !" Desisnya tak percaya.


Pria itu melangkah menghampirinya dan saat dia sudah berdiri tegak didepan Cleo yang bisa melihatnya dengan jelas membuat mata Cleo memanas. Benar orang didepannya ini adalah Bryan, dia masih hidup.


Bryan langsung memeluk Cleo erat, meluapkan kerinduannya. Ia mencium bahu Cleo. Setelah mengikutinya sejak tadi akhirnya sekarang ia bisa memeluknya. Menikmati aroma rambut serta parfum Cleo tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap mereka aneh.


"Aku merindukanmu Cle !" Ucapnya membuat Cleo langsung meneteskan air mata.


Saat suasana haru menerpa keduanya, tatapan Bryan tertuju pada Rizky yang melangkah mendekat seraya menunduk memperbaiki lipatan bajunya. Bryan langsung melepaskan pelukannya dan memakai maskernya segera pergi tanpa menoleh lagi.


Cleo yang terkejut menatap kepergian Bryan hingga punggung pria itu hilang.


"Ayo pulang !" Rizky menghampirinya.


"Cle !" Panggil Rizky saat Cleo tidak meresponnya. Ia menarik bahu Cleo berbalik padanya.


"Kamu kenapa Cle ?" Tanya Rizky bingung menyadari Cleo menangis. Cleo hanya menatap Rizky dalam kemudian memeluk cowok itu dan menangis di dada Rizky membuatnya jadi perhatian pengunjung sekitar.

__ADS_1


Rizky yang kelimpungan segera menggendong Cleo menuju tempat parkir, membiarkan Cleo memeluk lehernya dan menyembunyikan tangisnya di bahu Rizky.


Rizky meletakkan Cleo hati-hati dikursi kemudian segera memasuki kursi kemudi saat tangis wanita itu terdengar keras. Rizky segera menjalankan mobilnya meninggalkan mall.


"Kamu kenapa Cle ? Ada apa ? Kenapa tiba-tiba nangis ?" Rizky bertanya saat wanita itu berhenti menangis.


Cleo menoleh kearah Rizky.


"Tadi aku ketemu Bryan !" Ucapnya membuat Rizky mengerem mobil mendadak membuat mobil dibelakangnya ikut mengerem mendadak dan membunyikan klakson yang memekakan telinga kesal karena Rizky berhenti mendadak.


Tanpa memperdulikan bunyi klakson itu Rizky menjalankan mobilnya kembali.


"Kamu bilang apa tadi Cle ?" Rizky berharap ia salah dengar.


"Tadi aku ketemu Bryan dan dia peluk aku. Dia masih hidup Ky. Dia baik-baik aja !" Suara Cleo serak.


"Tapi Cle, kamu lihat sendiri dia dan Jerry nyemplung ke laut !"


"Dan aku juga baru aja lihat dia dengan jelas dia di mall natap aku dan peluk aku Ky. Dia bilang dia rindu sama aku !" Cleo kembali menangis mengingat momen barusan.


Ia tak menyangka akan melihat Bryan lagi. Padahal dia sudah berniat akan melupakan pria itu yang tak benar-benar mencintainya. Tapi tadi saat Bryan memeluknya sesuatu dalam dirinya terasa aneh.


Rizky tak berkata lagi, pertanyaan bagaimana pria itu bisa selamat bergelayut dikepalanya. Jika memang benar apa kata Cleo, maka dia harus waspada. Kembalinya Bryan berarti pria itu memiliki tujuan.


'Ingin kembali pada Cleo !' Rizky tersentak dengan pikirannya sendiri.


'Tidak.. tidak.. takkan kubiarkan dia merebut Cleo lagi !' Batin Rizky seraya mengcengkram kuat setir mobilnya.


Mobil sudah berhenti didepan rumah Cleo.


"Terima kasih Ky, malam ini !" Ucap Cleo. Saat akan membuka pintu mobil, Rizky meraih tubuh itu dan memeluknya erat. Cleo mematung


"Aku mencintaimu Cle !" Ucap Rizky. Setelah itu melepaskan pelukannya dan Cleo segera membuka pintu berlari memasuki rumahnya.


Rizky menatap hingga wanita itu hilang dari pandangannya.


"Bryan apa tujuanmu ?" Rizky sudah menyusun rencana dikepalanya saat meninggalkan rumah Cleo.


*****


Hari ini Benki sang bos akan bertemu pertama kali dengan gadis pilihan orang tuanya, mereka akan makan malam di sebuah restoran mewah. Rencananya Fajar akan mengantar Benki ke restoran membuat Lala ingin ikut tanpa seizin kedua pria itu.


Lala melotot melihat lampu kamar Fajar mulai padam, segera ia meraih sepatu kets putihnya, memakainya dan mengunci kamarnya setelah itu ia berlari keluar.


Fajar sedang menstarter motornya saat Lala berlari dan langsung naik dibelakangnya membuat Fajar memekik kaget.


"Eh, APA ?" Sentaknya menoleh ke belakang menatap Lala yang nyengir.


"Ikut, aku juga mau lihat seperti apa calon istri bos !" Lala memegang kedua bahu Fajar memintanya segera berjalan


"Ya jangan bikin kaget gini Romlah. Aduh, jantungku rasanya mau jatuh !" Ucap Fajar membuat Lala mencibir.


"Sudah, ayo jalan !" Lala menepuk bahu Fajar.


Fajar geleng-geleng kepala dan mulai menjalankan motornya.


"Let's goooooo !" Ucap Lala. Kepergian keduanya disertai tatapan anak-anak kost lain yang mengintip di jendela.


Sampai di rumah Benki, Fajar memasukkan motornya ke garasi dan mulai mengeluarkan mobil mewah Benki. Setelah itu, Fajar memasuki rumah dan keluar bersama Benki.


Fajar membukakan pintu belakang untuk sang bos dan kemudian menutup pintunya dan memasuki kursi kemudi.


"YA AMPUN !" Benki berteriak kaget saat melihat Lala nyengir padanya duduk disamping kemudi.


"La, kamu bisa gak jangan bikin kaget !" Semprot Benki sambil memegangi dadanya melotot kearah Lala.


"Saya tidak bikin anda kaget bos, tapi bos yang mengagetkan diri melihat saya !" Sargah Lala membuat Benki melongo tidak mengerti.


Fajar yang mendengar itu hanya tertawa kecil dan mulai menjalankan mobil.


"Kamu ngapain ikut La ?" Tanya Benki.


"Fajar yang ngajak !" Jawab Lala membuat Fajar melotot ngeri padanya.

__ADS_1


"Hahahaha becanda. Saya juga penasaran seperti apa calon istri pak bos !" Ucap Lala kemudian.


Tak lama mobil sudah sampai di restoran mewah, ketiganya turun dan memasuki restoran itu bersama. Benki memilih duduk disudut, Fajar beserta Lala duduk di meja lain tepat disamping Benki. Lala menyadari jika sejak tadi bosnya membawa sebuah paperbag tas merek ternama dengan pita besar berwarna merah disisinya.


"Itu pita maksudnya apa Jar ?" Tanyanya.


"Itu tanda supaya itu cewek gampang kenalin bos, begitu kata nyonya besar !" Jelas Fajar membuat Lala mangut-mangut.


Tak lama kemudian seorang gadis tampak celingak-celinguk meneliti setiap pengunjung restoran dan saat tatapan matanya tertuju pada pita paperbag di meja Benki, perlahan gadis itu mendekat menghampiri Benki diiringi tatapan Fajar dan Lala.


"Kak Benki ?" Tanyanya sopan saat berada didepan meja Benki.


Benki yang sejak tadi sibuk dengan Hp-nya seketika mendongak menatap gadis cantik dengan rambut ikal sepunggung memakai dress putih lengan pendek selutut membuat Benki terdiam seketika. Tatapan mata lembut serta senyumnya yang polos membuat Benki terpesona pada pandangan pertama.


"Kak !" Panggil gadis itu saat melihat Benki diam.


"Oh ya, silahkan duduk !" Benki tergagap.


Gadis itu kemudian duduk, ia terlihat gelisah. Jujur saja, Ia pun sempat terpesona melihat Benki namun ia segera menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran itu.


"Ayo pesan dulu !" Ucap Benki memanggil pelayan.


Gadis itu terlihat bingung dengan menu dengan penggunaan nama bahasa Inggris itu.


"Triple cheese Hamburg steak dan orange jus !" Ucap Benki seraya mengembalikan daftar menu pada pelayan itu.


"Saya pesan yang sama !" Ucap gadis itu.


Sedangkan Fajar dan Lala yang juga pusing melihat menu itu memutuskan memesan yang sama seperti Benki.


Sambil menunggu makan Fajar dan Lala curi-curi pandang ke meja sebelah.


"Nama kamu siapa ?" Tanya Benki melihat gadis itu menunduk gelisah, sangat jelas terlihat ia salah tingkah semeja dengan Benki.


"Au... Eh, Tiara. Iya nama saya Tiara !" Ucapnya gugup membuat Fajar dan Lala saling pandang.


"Ini hadiah dari mama !" Benki menggeser paperbag kedepan Tiara.


"Terima kasih !" Gadis itu tertegun sejenak kemudian tersenyum.


"Yakin Lo dia mantan model ?" Lala berbicara pelan pada Fajar. Meski cantik dan memakai pakaian mahal tapi pembawaannya amat sederhana.


"Masa anak orang kaya, lulusan luar negeri, mantan model begini bentuknya !" Ucap Lala tak bermaksud mengejek.


Fajar pun menyadari kebenaran ucapan Lala ikut menelisik tingkah gadis itu yang sedang berbicara pada Benki. Dia tampak hati-hati dalam bicara takut salah dan juga ia akan berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan Benki.


Makanan datang dan siap dinikmati, sekali lagi Lala dan Fajar melihat jika gadis ini seperti baru pertama kali makan steak, ia bahkan melihat cara makan Benki dahulu sebelum mengikuti menggunakan pisau dan garpu.


"Ini cewek sopan banget Jar. Kayak bukan anak orang kaya !" Lala kembali melirik Fajar yang hanya mengangkat bahu.


"Apa kegiatanmu sekarang setelah lulus kuliah ?" Tanya Benki.


"Saya mau mengembangkan modeling saya disini aja kak !"


"Begitu, kamu suka banget sama pekerjaan model ?"


"Eum iya suka banget !" Bibir gadis itu bilang suka tapi ekspresi wajahnya berkebalikan.


Benki dan Tiara ngobrol ringan, pembawaan gadis itu yang sopan membuat Benki tertarik. Baginya Tiara ini misterius.


Setelah selesai ditraktir pak bos ganteng Benki, Fajar dan Lala keluar terlebih dahulu kemudian Benki dan Tiara berjalan berdampingan keluar.


"Ayo, saya antar pulang !" Tawar Benki membuat Tiara gugup.


"Gak usah kak, saya dijemput kok. Duluan kak !" Tiara langsung berbalik.


"Eh tunggu, minta nomor hp kamu !" Benki menyodorkan Hp-nya pada Tiara. Terlihat gadis itu mematung sejenak kemudian perlahan meraih hp Benki dan mengetik nomor Hp-nya. Setelah itu dia segera berbalik pergi setelah mengembalikan hp Benki.


Setelah gadis itu hilang dibelokan, Benki kemudian memasuki mobilnya. Perjalanan pulang diisi keheningan.


Lala menatap cincin hitamnya kemudian menatap langit hitam diatasnya membuat Evan muncul dipikirannya, teringat saat mereka makan bersama. Ingin sekali dia mengulang masa-masa itu namun mustahil, Lala hanya bisa menahan tangis.


Sedangkan Evan yang juga sedang menatap langit hitam di balkon kamarnya tanpa permisi rasa rindu pada Lala menyeruak masuk membuatnya menghela nafas.

__ADS_1


"Aku merindukanmu !" Evan berbicara pada langit hitam.


__ADS_2