Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
062 - End


__ADS_3

5 Tahun kemudian...


Evan, Lala, Rizky dan Cleo sedang berada di resort mewah di Bali, keempatnya sedang membuat barbeque untuk makan siang. Anak-anak tampak bermain berlarian disekitar mereka.


Mereka memutuskan berlibur bersama setelah sekian lama berkutat pada rutinitas harian yang melelahkan dan merencanakan menghabiskan beberapa hari di Bali untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.


Rizky yang menyiapkan pembakaran dan Lala yang memotong-motong bahan makanan. Evan yang menggendong putri mereka yang bernama Indah berusia 7 bulan dan Cleo yang sedang hamil 6 bulan diminta untuk tidak terlalu capek.


"Biru, awas nak jangan lari jauh-jauh !" Teriak Lala melihat anaknya mengejar kupu-kupu.


"Johnny, jangan main tanah nanti bajumu kotor !" Cleo ikut berteriak melihat putranya menatap penuh minta tumpukan tanah liat.


Ya, Lala melahirkan anak pertamanya laki-laki yang Evan beri nama Biru Langit Setyawan sebulan kemudian Cleo juga melahirkan anak pertamanya laki-laki dan diberi nama Johnny Anugerah. Dan sekarang Biru lebih dulu diberi adik perempuan bernama Indah Langit Setyawan.


Saat sedang asyik memasak dan mempersiapkan segala sesuatunya, sebuah mobil berhenti dan diikuti mobil lain membuat semua yang ada disana menoleh dan tersenyum.


"Benji !" Teriak Biru dan Johnny bersamaan saat seorang bocah laki-laki turun dari mobil itu dan langsung berlari kearah mereka sambil membawa banyak cemilan.


Benki turun dari mobil seraya tersenyum pada kerumunan itu dan mobil yang lain Bryan turun juga sambil menggandeng putrinya dimana bocah itu langsung berlari menghampiri kerumunan bocah itu.


"Apa perjalanan kalian menyenangkan ?" Sambut Evan seraya memeluk kedua pria itu bergantian.


"Iya, walau anak Perempuanku muntah-muntah !" Benki melirik kearah mobil dimana istri dan salah satu anak kembarnya masih berada disana.


"Kalau aku istriku yang masih jetlag !" Bryan teringat sesuatu dan segera menghampiri istrinya didalam mobil membuat yang lain tertawa melihat itu.


Cukup lama, saat Bryan keluar mobil sambil merangkul istrinya yang kelihatan masih pusing disusul istri Benki yang menggendong putri mereka yang juga terlihat lemah.


"Ini teh manis hangat untuk Amanda manis !" Lala mengulurkan segelas teh kepada istri Benki yang langsung diteguk bocah perempuan itu.


"Ini !" Teh lainnya diserahkan kepada istri Bryan yang masih lemas menyandar di bahu suaminya.


Mereka semua menikmati menu makan siang itu bersama seraya menyuapi anak masing-masing disertai canda tawa. Suasana yang menyejukkan itu, dikelilingi orang yang dicintai dan anak-anak yang sehat dan enerjik.


"Siapa namanya lagi ?" Tanya istri Benki pada balita dipangkuan Lala.


"Halo Tante, namaku Indah !" Lala menjawab seperti bocah.

__ADS_1


"Hmm.. Indah cantik ya !"


"Iya dong Tante, mamanya aja cantik masa anaknya nggak !" Lala kembali menjawab selayaknya bocah membuat yang mendengar menggeleng-gelengkan kepala.


"Udah berapa bulan Cle ?" Tanya istri Bryan.


"6 bulan !" Jawab Cleo sambil meraba perutnya.


"Kalian berdua gak mau ikutin jejak kami gitu tambah anak ?" Tanya Cleo melirik istri Benki dan istri Bryan bergantian.


"Aku sih nggak nunda, kalau aku cepat hamil lagi ya syukur !" Jawab istri Bryan.


"Eum, nanti dulu kali ya. Tunggu ini anak 2 gedean dikit. Soalnya mereka masih manja jadi sedikit khawatir kalau hamil lagi ?" Jawab istri Benki menatap 2 anak kembarnya bergantian. Dimana kini anak perempuannya masih berada di pangkuannya.


Bryan dan Benki menikah dibulan yang sama beberapa bulan setelah Rizky. Dari pernikahan itu Benki dikaruniai anak kembar laki-laki dan perempuan sedangkan Bryan memiliki anak perempuan jadi anak-anak pertama mereka seumuran.


Setelah dirasa cukup enakan Amanda menyusul kakaknya dan bergabung dengan Kayra anak Bryan.


Sementara para pria, tidak jauh-jauh dari obrolan seputar urusan bisnis yang dimana pasti terdengar membosankan jika ikut mendengar.


Setelah semua yang terjadi dan dilewati, kini semua akhirnya menemukan kebahagiaannya masing-masing dan semakin sempurna dengan kehadiran anak-anak.


Malam telah datang, makan malam yang hingar bingar disertai teriakan para anak-anak membuat suasana sangat ribut, para mama tak jarang ikut berteriak saat anaknya sulit diatur. Hingga akhirnya bocah-bocah itu tidur juga setelah kenyang membuat para orang tua bisa bernafas lega.


Di balkon kamar resort yang saling berdampingan 4 pasang suami istri itu menikmati indahnya bulan bulat penuh disertai cahaya kuning oranye yang mengelilingi serta kerlap-kerlip bintang-bintang yang sangat kecil dan dibawahnya hamparan air laut disertai ombak-ombak kecil membuat suasana amat syahdu.


Cleo yang sedang menikmati indahnya langit sambil menikmati jus alpukatnya seraya bersandar di dada bidang Rizky yang juga sedang mengelus lembut perutnya.


"Aku penasaran dia laki-laki atau perempuan ?" Ucap Rizky sambil terus meraba lembut perut istrinya.


"Kita USG nanti !" Saran Cleo.


"Gak usah, aku mau jadi kejutan aja nanti !" Ujar Rizky yang masih terus membelai perut Cleo yang mana membuatnya hatinya nyaman.


"Nanti kalau yang ini sudah lahir, kita tambah lagi 1 ya !" Tambah Rizky membuat Cleo hampir tersedak.


Saat Cleo menoleh kearah Rizky untuk protes namun dengan cepat Pria itu memagut bibirnya lembut serta tangannya yang tadinya meraba sekitar perut kini merambat keatas membuat Cleo melenguh. Tanpa melepas pagutannya, Rizky menggendong tubuh Cleo memasuki kamar dan menutup pintu dengan tendangan kaki.

__ADS_1


Sementara disebelah, Lala memandang bulan sambil memeluk tubuh Evan yang juga membelai rambutnya terkadang mengecupnya.


"Aku mau sekarang waktu berhenti supaya aku bisa bahagia seperti ini terus !" Ucap Lala seraya mencium dada Evan. Aroma tubuh Evan benar-benar membuatnya tenang.


"Aku akan buat kamu selalu bahagia sayang !" Ucap Evan sambil mencium kening Lala.


"Terima kasih sayang, aku bahagia. Terima kasih sudah memberikan 2 anak yang lucu-lucu !" Lala mendongak tersenyum manis pada suaminya.


"Semua yang udah kamu lewatin, semua yang terjadi kepada kita. Semua kesabaranmu. Anggap itu semua sepadan. Terima kasih juga kamu mau menjaga semuanya buatku !" Evan kembali mencium kening Lala.


"Aku mencintaimu sayang !"


"Aku juga mencintaimu !"


Lala meraih tengkuk Evan dan ******* lembut bibir itu sambil meraba lembut pipi suaminya.


"Sayang ?" Ucap Lala saat bibir Evan berada di lehernya.


"Iya sayang !" Suara Evan terdengar berat tanpa menghentikan kegiatannya.


"Aku hamil lagi !"


"APAAAAA ?" Teriak Evan melotot bersamaan dengan desiran ombak yang terdengar sedikit kencang.


"Iya, udah 5 Minggu. Biru dan Indah bakal punya adik !" Lala menarik tangan Evan dan meletakkan diperutnya.


Sebelum mereka kemari Lala iseng mengecek karena tamu bulanannya terlambat datang dan menurut perkiraan dokter sudah berusia 5 Minggu. Lala sangat bahagia mendengar itu dan berencana memberi kejutan kepada Evan yang kini terdiam mencerna segalanya dan detik berikutnya ia tersenyum senang.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya kita dikasih lagi meski diluar dugaan !" Ucap Evan memeluk Lala. Wanita itu tersenyum dan meraih wajah Evan dan kembali ******* bibirnya lembut.


"Ayo masuk, aku udah gak tahan !" Evan merengkuh tubuh Lala dan membawanya memasuki kamar, menutup pintu dan mematikan lampu kemudian bersama mereguk kenikmatan surga dunia.


Keempat pasang suami istri itu pada akhirnya memaknai arti cinta dan pengorbanan. Bersama melewati dan dengan bijaksana menghadapi masalah yang datang menghadang dan juga menyempurnakan segalanya dengan kejujuran, maka semua hal bisa didapatkan dan diselesaikan dengan mudah jika semua itu ada dalam hubungan yang sedang dijalani.


~Sekian & Terima Kasih~


~Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit Season 1 Selesai~

__ADS_1


__ADS_2