
Kurang 1 jam, Evan sudah sampai di kota J. Helikopter yang disewanya mendarat disebuah helipad atap gedung rumah sakit. Dengan gagahnya ia menuruni lift, membuat cewek-cewek dan perawat menatap penuh kagum padanya dan hanya senyum yang ia berikan. Rizky yang sudah menunggu sang atasan segera membukakan pintu mobil untuk Evan saat melihat kemunculan pria itu dan setelahnya meninggalkan tempat itu.
"Saya sudah membawa pekerjaan anda ke rumah anda tuan ?" Kata Rizky.
"Oke Ky !"
"Bagaimana malam Minggu anda ?" Rizky tertawa.
"Menyenangkan !" Jawab Evan
Evan dan Rizky menuju rumah orang tua Evan, mengerjakan pekerjaan yang telah ia tinggalkan sehari namun meski sehari dokumen itu banyak menumpuk.
Dan saat siang datang, tanpa diduga Syifa datang oleh undangan nyonya Chyntia ke rumahnya. Keduanya bercengkrama seraya memasak makan siang bersama. Setelah itu, Evan dan Rizky muncul di meja makan. Tak lama tuan Robby dan tuan Kevin yang juga kebetulan datang juga ikut menikmati makan siang yang dimasak oleh nyonya Chyntia dan Syifa.
Saat semua telah selesai makan dan tetap diam ditempat sambil mengobrol, tiba-tiba sang mama nyeletuk.
"Van, papa dan mama sudah nentuin tanggal pertunangan kamu dengan Syifa !" Ucap sang mama dengan mimik bahagia.
DUARR
Suara petir disiang hari yang cerah membuat Evan kaget dan melotot maksimal. Pria itu melirik Syifa yang hanya tersenyum padanya.
"Apa ini gak terlalu cepat ma ?" Ujar Evan.
"Cepat bagaimana ? Udah kan sama aja. Cepat atau lambat kalian juga akan menikah !"
"Tapi ma... !"
"Kenapa ? Kamu gak mau bertunangan ?" Sang mama menatap tajam anaknya.
"Bu.. bukan begitu. Ini terlalu tiba-tiba, aku kan jadi kaget !"
"Ya udah, sekarang udah gak kaget kan. Jadi kita lanjutin pertunanganmu Minggu depan !"
"APAAAAAA ?" Evan dan Rizky memekik bersamaan kemudian keduanya saling pandang.
Evan kembali menatap Syifa dimana gadis itu tersenyum memberikan kode padanya. Sedangkan, Rizky sudah membayangkan seperti apa banjir air mata yang akan terjadi pada Lala. Selain itu, Rizky juga tiba-tiba memikirkan hubungannya dengan Cleo dan bagaimana caranya berbicara pada tuan Kevin yang terkenal galak itu. Cowok itu melirik pada tuan Kevin yang melanjutkan menikmati makan siangnya tanpa terganggu. Saat merasa seseorang menatapnya ia mendongak dan mendapat senyuman aneh Rizky.
"Oh ya, mama akan minta tolong sama Lala untuk membantu nyiapin pesta kalian !"
GLUK
Evan dan Rizky menelan saliva bersamaan, pikiran keduanya sudah macam-macam, takutnya Lala akan mengamuk di pesta Evan. Membayangkan itu, wajah Evan sudah pucat.
"Halo La !" Semua mata menoleh kearah sang mama yang terlihat Hp telah menempel ditelinganya. Jantung Evan serasa ingin loncat keluar mendengar mamanya menelepon Lala.
"Ini Tante Chyntia mama Evan !"
.........
"La, Evan Minggu depan akan tunangan sama Syifa, kamu datang ya. Kalau bisa kamu datang sehari sebelum acara. Bisa nak ?"
.........
"Oke, terima kasih La, Tante tunggu kedatangan kamu !"
Sang mama sudah memutuskan panggilannya dan tersenyum kearah Evan.
"Ma.....!" Evan sudah tidak tahu harus berkata apa lagi. Membayangkan ekspresi Lala sekarang membuatnya ingin menangis.
"Iya, mama tahu. Nanti kita Adain pesta sederhana aja. Mengundang keluarga dan sahabat terdekat aja. Nanti kalau kalian menikah baru kita adain pesta besar-besaran !" Jelas sang mama.
Evan hanya mengangguk lesu, pikirannya sudah kacau balau membayangkan ekspresi Lala kini. Dia bahkan tidak berani untuk menelepon dan menjelaskan membuatnya menarik nafas frustasi.
"Tante, boleh saya ajak kak Evan bicara berdua !" Syifa yang sejak tadi diam kini bersuara.
"Oh boleh nak, boleh banget. Kalian bicarain aja apa-apa saja yang kalian butuhkan baru kasih tau mama nanti mama siapkan !" Ucap sang mama yang berpikir Syifa dan Evan akan membahas pesta mereka.
__ADS_1
Syifa tersenyum, beranjak dari duduknya dan dengan gerakan mata meminta Evan untuk mengikutinya. Meninggalkan orang tua Evan yang mulai membicarakan pesta keduanya dan Rizky yang juga sibuk dengan pikiran tentang hubungannya dengan Cleo.
Sementara itu, Lala yang sedang menonton tivi dikamarnya masih mematung dengan Hp yang masih melengket ditelinganya meski sejak lama mama Evan sudah mengakhiri panggilan mereka. Air mata Lala tumpah, hatinya sakit mendengar kabar itu. Padahal baru saja hubungan mereka membaik, baru saja kemarin Evan kembali memberikannya cincin dan sekarang kabar itu datang bagai bom yang langsung memporak-porandakkan hatinya.
Lala meletakkan Hp-nya di sembarang tempat dan memeluk lututnya seraya membenamkan wajahnya menumpahkan air matanya dengan menyayat hati.
*****
Malam itu, Rizky datang ke rumah Cleo tanpa memberitahu wanita itu. Dari turun dari mobil hingga didepan pintu rumah Cleo, jantung Rizky berdebar hebat. Ditangan kirinya sebuah buket bunga mawar putih yang cukup besar dan dipeluknya mesra.
Cowok itu menarik nafas, berusaha menetralkan rasa gugupnya dan meredam debaran jantungnya yang makin gila hingga membuat perutnya mulas namun sekuat tenaga ditahannya.
Rizky memencet bel, tidak lama pintu itu dibuka oleh salah seorang pembantu dirumah itu.
"Mau bertemu siapa tuan ?" Tanya pembantu itu sopan.
"Tuan Kevin ada ?" Tanya Rizky gugup.
"Ada tuan, silahkan masuk !" Si pembantu membuka lebar pintu mempersilahkan Rizky masuk.
Cowok itu masuk dengan mata menelisik sekitar rumah orang tua Cleo.
"Silahkan duduk tuan, saya akan panggilkan tuan Kevin !"
"Iya Bu, terima kasih !" Rizky duduk diruang tamu dengan perasaan semakin tidak menentu.
Tak lama calon mertuanya yang galak itu terlihat menuruni tangga dengan sebelah alis terangkat tinggi saat melihat Rizky duduk di sofa ruang tamunya.
"Selamat malam tuan !" Sapa Rizky sopan.
"Selamat malam Ky ?" Balas tuan Kevin.
"Ini untuk anda !" Rizky menyerahkan buket bunga mawar putih itu kepada calon mertuanya yang diterima pria tua itu dengan kening berkerut. Bahkan pembantu yang tadi menyambut Rizky yang sedang menuruni tangga dan melihat adegan itu malah menahan tawa.
"Terima kasih. Silahkan duduk !" Ucap tuan Kevin.
Posisi Rizky yang duduk didepan tuan Kevin dan menghadap tangga bisa melihat kedatangan Cleo dengan mata melotot mencoba memberi kode padanya bertanya apa yang dilakukan disini.
"Ada apa Ky ?" Pertanyaan tuan Kevin membuat tatapan Rizky beralih pada pria tua didepannya.
"Tumben kamu kemari. Ada apa ingin bertemu denganku !" Tanya tuan Kevin lagi. Meski terdengar biasa namun mampu membuat jantung Rizky lompat-lompat.
"Sa.. saya.. Ng.. !" Rizky melirik Cleo yang juga memasang wajah gelisah.
"Saya apa ?" Suara tuan Kevin seperti petir ditelinga Rizky, nyalinya jadi ciut untuk menyampaikan niat baiknya.
"Katakanlah Ky, saya tidak akan memakanmu !" Ucap tuan Kevin melihat kegelisahan Rizky.
Mendengar itu Rizky menarik nafas dalam. Meyakinkan diri untuk mengatakan yang sebenarnya sebelum si kusir delman Heru itu merebut Cleo darinya. Apalagi kejadian tadi pagi saat pengumuman tiba-tiba pertunangan Evan membuatnya ikut was-was, tidak bisa ia bayangkan jika Cleo pun akan mengalami hal yang sama. Sekali lagi Rizky menarik nafas dalam dan menghembuskanya, diulanginya hingga tiga kali dan setelah itu menatap papa Cleo penuh arti.
"Saya ingin melamar Cleo untuk menjadi istri saya tuan !" Ucap Rizky tegas membuat Cleo menutup mulutnya dengan kedua tangan seraya melotot tidak percaya dengan keberanian Rizky.
Suasana seketika hening, tuan Kevin mematung mendengar ucapan Rizky, mama Cleo yang baru keluar dari dapur juga terkejut mendengar ucapan Rizky. Para pembantu Cleo yang berjumlah 3 wanita itu pun ikut mengintip ke ruang tamu.
"Punya apa kamu berani melamar anak saya ?"
"Saya punya cinta yang besar untuk Cleo, tuan !" Jawab Rizky mantap.
Suasana sejenak kembali hening dan tak lama terdengar cekikan tertahan para pembantu yang kaget mendengar ucapan Rizky. Apalagi Cleo, ia menganga mendengar ucapan Rizky barusan.
Tatapan mata tuan Kevin menajam melihat kepercayaan diri pria didepannya dan semakin menatap tajam seolah menusuk relung hati Rizky. Baru saja tuan Kevin membuka mulut, Rizky sudah menyerobot.
"Didunia ini, hanya saya satu-satunya pria yang mencintai Cleo sepenuh jiwa dan raga. Menerima dia apa adanya dan menjaganya hingga akhir hayat !" Ucap Rizky mantap jiwa.
"Ah, so sweat !"
"Aduh, itu cowok romantis !"
__ADS_1
"Nona Cleo beruntung !"
Suara-suara dari arah dapur terdengar cukup jelas hingga ruang tamu membuat Rizky menahan senyum.
"Apa cinta bisa bikin kenyang ?" Pertanyaaan yang terlontar dari tuan Kevin membuat suasana sunyi kembali.
Tak ada yang berani bersuara, bahkan bernafas saja harus dilakukan perlahan. Suara tuan Kevin terdengar menakutkan, Rizky yang duduk didepannya pun ciut saat melihat tatapan meremehkan calon mertuanya.
*****
Seminggu telah berlalu dan besok adalah pertunangan Evan. Lala sudah berada didepan rumah pria itu. Andai bukan permintaan nyonya Chyntia, maka dipastikan Lala tidak akan menginjakkan kakinya di rumah ini.
Selama seminggu ini, Lala benar-benar kacau balau, ia harus berusaha profesional tetap bekerja meski hatinya teriris atas berita pertunangan Evan.
"La, kamu sudah datang nak !" Sambut mama Evan.
"Iya Tante !"
"Ya udah, masuk yuk didalam ada Nabila dan Nikita !" Ucapan mama Evan itu cukup membuat Lala semangat mendengarnya.
Selama berada di rumah itu, Lala berusaha keras menghindari kontak mata dengan Evan. Ia akan pura-pura sibuk membantu mempersiapkan keperluan pertunangan Evan. Meski dengan hati yang perih dan tangis yang siap tumpah ruah namun ia berusaha tidak memperlihatkan itu pada sekitarnya. Lala juga lebih banyak berinteraksi dengan duo N dan berada jauh dari jangkauan Evan hingga pria itu sulit berbicara dengannya. Jadi selama Lala berada di rumah Evan ia tidak pernah berinteraksi dengan pria itu.
Namun disatu sisi, Lala juga sedih saat melihat tidak adanya niat Evan untuk menjelaskan semua kepadanya, sikap pria itu biasa aja dan terkesan santai membuat pemikiran aneh Lala menguasai gadis itu dan menambah kesedihannya.
Dan hari esok telah datang, pertunangan Evan yang akan diselenggarakan di rumah orang tua Evan. Semua orang sedang bersiap-siap dengan berdandan cantik. Terutama Lala, harus tampil cantik di pertunangan kekasih hatinya Miris.
Saat Lala memasuki kamar mandi, seseorang memasuki kamarnya dengan mengendap-endap dan meraih gaun Lala yang tergantung menggunakan hanger dan menggantinya dengan gaun lain. Setelah itu orang itu keluar dengan mengendap-endap juga.
Lala keluar dari kamar mandi dan langsung menuju meja rias, mengenakan make-up dan menata rambutnya. Saat dirasa cukup, ia beralih menuju gaunnya tergantung namun langkahnya terhenti saat melihat gaunnya berubah menjadi gaun yang tidak dikenalinya.
Lala sibuk dengan pikirannya, matanya menoleh ke segala arah mencari keberadaan gaunnya saat seseorang memasuki kamarnya.
"La, ayo. Bentar lagi dimulai !" Nikita melongokkan kepala.
"Oke, oke !" Lala langsung saja meraih gaun itu dan memakainya.
Semua orang sudah berkumpul, cukup ramai. Cleo datang bersama orang tuanya, bahkan ada Benki dan Fajar yang turut diundang. Keluarga dan kerabat dekat keluarga kedua pihak telah berkumpul.
Saat Lala menuruni tangga dengan mengangkat sedikit rok-nya agar tidak tersandung. Semua yang melihatnya pasti terpukau melihat Lala yang malam ini terlihat sangat cantik dan anggun terutama Evan, matanya tak berkedip menatap kekasih hatinya namun Lala tidak menyadari itu karena sibuk dengan gaun barunya.
Lala bergabung dengan dengan Benki dan Fajar, berinteraksi dengan keduanya kemudian Lala menatap nanar pada Evan yang sudah berdiri ditempat yang telah disiapkan untuk calon pasangan dan terlihat seolah cuek padanya hingga Syifa datang bersama kedua orang tuanya.
Entah bagaimana perasaan Lala sekarang, dia sendiri tidak tahu bagaimana menjabarkannya saat melihat Syifa berdiri didepan Evan dan keduanya menatap saling tatap dengan senyum bahagia, air mata Lala serasa sudah ingin meluncur bebas.
"Jodoh pasti bertemu !" Ucap Rizky yang sudah berada disebelah Lala membuat cewek itu kaget.
"Sendirian pak. Mana gandengannya !" Lala celingak-celinguk mencari keberadaan Cleo namun hanya dibalas helaan nafas oleh Rizky.
"Papanya Cleo minta dibangunkan 1000 candi dalam semalam !"
"Hah !" Lala mengerutkan kening tidak mengerti.
Pertanyaan Lala tidak terjawab karena acara telah dimulai. Seorang MC yang mengcakup keluarga juga mulai mengucapkan ramah-tamah pada semua tamu. Setelah cukup, kemudian ia mengarahkan memasuki inti acara yaitu pemasangan cincin antara kedua calon pengantin.
Evan sudah membuka kotak beludru merah yang memperlihatkan 2 cincin cantik yang siap dipasangkan dijari masing-masing membuat hati Lala nyeri, jujur saja Evan dan Syifa terlihat amat serasi, tampan dan cantik membuat para tamu yang lain berdecak kagum menatap mereka.
Evan dan Syifa tersenyum menatap satu sama lain, Evan sudah memperlihatkan cincin didepan wajah Syifa yang tanpa diduga gadis itu menggeleng. Semua orang terdiam saat Syifa menutup kotak beludru itu dan meraih seraya meletakkannya di meja kemudian ia membalik dan mendorong tubuh Evan kearah Lala.
"Aku kembalikan dia padamu !" Ucap Syifa pada Lala seraya tersenyum manis membuat semua yang mendengarnya kecuali Rizky, Benki dan Fajar terkejut.
Cewek cantik itu berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang memandang penuh tanya padanya namun Syifa hanya tersenyum seraya menggenggam tangan kedua orang tuanya dengan kode meminta untuk jangan bertanya dahulu.
Kini semua mata fokus pada Evan yang berdiri dan menatap Lala penuh haru. Sementara Lala yang bingung apa yang sedang terjadi saat Evan berdiri didepannya dengan senyum penuh arti sedang menatapnya.
"Selama ini, sudah banyak yang kamu lewati dan hadapi, tawa dan tangis yang menyertai hubungan kita yang berat tapi kamu tetap berusaha melakukan yang terbaik bahkan berusaha mengalah demi kebahagiaanku dan demi kebaikan orang lain. Aku tahu sekarang pun kamu mengalah demi aku tapi 1 hal yang aku ingin kamu tahu dan aku juga sudah tidak mau menunda lagi !"
Evan berlutut didepan Lala seraya mengeluarkan kotak beludru kecil berwarna navy, dibukanya dan diulurkanya kepada Lala.
__ADS_1
"Maukah kau menikah denganku !"