
Keesokan harinya, Lala membuka mata menelisik setiap sudut ruangan dan menyadari ia berada di hotel. Lala bangun dan meringis merasakan sakit perih dipangkal pahanya. Lala teringat kembali malam tadi dimana dia dan suaminya ow ow.
Wajah Lala memerah malu mengingat itu, dia menoleh kesamping terlihat Evan yang masih terlelap dengan selimut yang menutup hingga perut membuat laki-laki itu terlihat seksi di mata Lala. Tanpa sadar Lala kembali berbaring menghadap Evan, menelisik wajah tampan suaminya.
"Aku tahu aku tampan !" Tiba-tiba Evan bersuara membuat Lala terkejut.
Pria itu membuka mata dan menatap Lala dengan senyum. Lala gelagapan dan berusaha bangkit dari tempat tidur namun dengan cepat Evan menarik tangan Lala hingga wanita itu jatuh di dadanya.
"Selamat pagi istriku !" Ucap Evan mencium kening seraya membelai lembut pipi Lala.
"Pagi juga !" Lala menjawab malu.
Evan memeluk erat istrinya membuat Lala semakin malu apalagi keadaan mereka masih sama-sama polos.
"Udah ih, aku lapar ?" Rengek Lala saat merasakan Evan akan bertindak lebih.
Mantan gadis itu segera beranjak dan meraih bathroab-nya dengan cepat dengan suara meringis merasakan perih di intinya. Saat akan memasuki kamar mandi, seketika ia bingung saat teringat tidak ada pakaiannya. Bahkan Hp pun tidak ada. Seketika ia melirik Evan yang menatapnya lekat.
"Baju kita gak ada !" Ucap Lala malu.
"Tunggulah aku akan menelepon adikku !" Evan meraih HP-nya.
"Oke !" Lala berjalan pelan seraya meringis menuju kamar mandi, Evan yang melihat itu terkekeh kecil seraya menelepon adiknya.
Saat Lala keluar kamar mandi, Evan yang ganti memasuki kamar mandi. Sudah terlihat 2 tas pakaian berada di sofa. Setelah bersiap Evan dan Lala bergandengan tangan menuju ruang makan hotel walau dengan langkah pelan sebab Lala masih tidak nyaman dalam berjalan.
Sarapan sekaligus makan siang mereka sebagai pasangan suami istri. Lala hampir memekik senang saat melihat keberadaan keluarganya berada disana. Segera saja Lala menghampiri mereka.
"Tante Lala !" Seru 2 keponakan cantiknya.
Lala menghampiri keduanya terlebih dahulu dan mencium keduanya bergantian.
"Kamu baik-baik aja La ?" Tanya sang kakak ipar dengan senyum usil membuat Lala menatap kak Rina manyun dengan wajah memerah.
"Udah, ayo duduk !" Kak Andika dan kak Rina tertawa melihat mimik wajah Lala.
Tak lama Evan bergabung membawa 2 piring untuk keduanya.
"Terima kasih !" Lala tersenyum manis kepada suaminya.
"Harusnya istri yang melayani suami masa terbalik !" Kak Andika memelototi adiknya.
"Sudah, tidak apa-apa kak !" Evan tersenyum kepada adik iparnya.
"Kami akan langsung pulang nanti !" Ucap Andika.
"Eh, kenapa cepat sekali kak. Disini aja dulu !" Lala memelas.
__ADS_1
"Maunya begitu tapi Ade, Melati dan Mawar harus sekolah !" Ucap sang kakak membuat Lala terdiam menatap adiknya yang mengangguk seraya sangat lahap menikmati makanannya. Ade sudah berhasil memasuki fakultas kedokteran sehingga ia harus belajar lebih rajin.
Sebenarnya Lala masih ingin lama-lama bersama keluarganya. Sebenarnya 3 hari sebelum pernikahan Evan dan Lala, keluarga Lala sudah berada di hotel dan ikut membantu segala sesuatu pernikahan keduanya meski waktu berinteraksi dengan Lala sangat jarang akibat kesibukan yang terjadi.
Dan sekarang Lala harap bisa quality time bersama keluarganya dimana jarang terjadi karena kesibukannya sendiri. Tapi sekarang mereka harus kembali pulang membuat Lala sedih dan tidak rela.
"Kali ini aja kak, kapan lagi kita bisa kumpul seperti ini !" Wajah Lala semakin memelas menatap kakaknya. Andika menghela nafas.
"Kalian nikmati aja waktu kalian dulu. Setelah itu kalian bisa mengunjungi kami dan kita berkumpul lagi. Bagaimana ?" Ujar sang kakak dan mau tidak mau Lala mengangguk. Andika tersenyum mengacak-acak rambut Lala dan membuat mantan gadis itu cemberut.
Kini Andika bisa bernafas lega dengan status baru Lala ini, dia tidak perlu lagi khawatir dengan Lala yang tinggal sendirian diluar sana karena sekarang ia memiliki suami yang bisa menjaganya mulai dari sekarang.
Setelah makan siang, Andika benar-benar akan meninggalkan hotel. Evan dan Lala mengantar mereka hingga lobi untuk menaiki mobil travel yang akan membawa mereka pulang.
"Titip adikku !" Ujar Kak Andika mengulurkan tangan pada Evan yang dengan senang hati disambut Evan.
"Pasti, jangan khawatir !"
Andika tersenyum teringat saat Lala memberi kabar ia akan dilamar oleh atasannya sendiri membuat Andika tidak percaya hingga Evan sendiri yang meneleponnya dan mengatakan jika dia dan keluarganya akan datang melamar langsung ke rumahnya.
Demi menyambut niat baik orang yang katanya salah satu orang terkaya di Indonesia, Andika beserta istrinya sangat antusias membuat acara lamaran yang cukup mewah di kampung mereka dan mengundang para tetangga julid mereka untuk ikut menyaksikan adiknya dilamar orang terpandang.
Saat Evan datang bersama keluarganya beserta Rizky. Semua ibu-ibu julid beserta tetangga yang lain terdiam serta terkesima melihat 3 mobil mewah yang datang juga penampilan Evan beserta keluarganya yang terlihat memang bukan orang sembarangan dan beberapa anak muda yang ikut menghadiri acara lamaran itu mengenal Evan sebagai salah satu pebisnis sukses di Indonesia.
Andika amat terhibur melihat tatapan orang-orang yang pernah menghina mereka dulu kini menganga tidak percaya melihat calon suami Lala. Kak Rina pun tidak mau ketinggalan, ia menyewa MUA profesional untuk membantu Lala tampil cantik mempesona diacara lamarannya dan usahanya tidak sia-sia, hampir semua tetangganya menganga tidak percaya melihat penampilan Lala.
*****
Travel yang membawa keluarga Lala sudah berlalu meninggalkan Lala yang ingin menangis melihat kepergian keluarganya. Evan merangkul Lala, mencoba menenangkan wanita itu.
"Nanti ganti kita yang kunjungi mereka !" Tawar Evan. Lala mengangguk.
Keduanya kembali ke kamar. Lala meraih remote tivi dan mencari siaran yang menarik. Evan duduk disampingnya seraya membawa makanan ringan untuk mereka.
Tepat saat Lala memindahkan saluran ke saluran film barat sebuah adegan ciuman menyambut mereka membuat keduanya mematung dan seketika Lala malu sambil segera mengganti channel tivi membuat Evan tersadar dan menahan tawa.
Pria itu meletakkan Snack yang dipegangnya dan kembali merangkul Lala membuat gadis itu seolah tersetrum dan seketika membeku. Evan memegang pipi Lala dan menolehkan wajah Lala kearahnya dan mencium lembut istrinya. Lala memejamkan mata menikmati pagutan suaminya.
Cukup lama saling memagut, Evan berdiri dan meraih tubuh Lala, digendongnya ala bryde style menuju tempat tidur. Evan berjalan sambil berputar membuat Lala memekik dan refleks memeluk leher Evan seraya tertawa.
Dua insan itu merebahkan tubuh mereka dikasur super empuk yang semalam menjadi saksi bisu akan sejarah panas menggelora keduanya yang dimulai.
Keduanya bertatapan dengan syahdu diikuti Evan yang kembali ******* lembut bibir istrinya kemudian ia kembali menelusuri kulit sehalus kain sutra terbaik didunia itu, mengeksplor bukan hanya dengan bibirnya juga tangannya yang tak mau kalah bergantian bermain disatu titik ke titik yang lain dimana membuat Lala mendesah pelan akibat rasa geli yang menjalar cepat ke otaknya dan seketika membuatnya tak bisa berpikir.
Evan bermain lama di 2 gunung yang super lembut nan empuk milik Lala yang sudah menjadi candu untuknya seraya memposisikan dirinya, saat dirasa tubuh Lala sudah siap Evan segera melakukan penyatuannya.
Suara-suara erotis nan syahdu kembali menggema memenuhi kamar mewah itu, ******* 2 orang yang saling bersahutan menyimpulkan betapa menyenangkannya kegiatan yang mereka lakukan sekarang. Evan nampak tidak bisa berhenti memberikan istrinya hentakan demi hentakan dahsyat yang sekejap membuat Lala menggila.
__ADS_1
Hingga 1 jam lamanya kegiatan menyenangkan itu berlangsung dan Evan yang kini sudah roboh disamping istrinya. Setelah mengatur nafas keduanya kembali terlelap.
*****
Pernikahan Evan membuat Rizky kebakaran jenggot. Ia tidak mau ketinggalan dan ingin melakukan hal yang sama dan kini Rizky berada diruangan Cleo, cowok itu memperlihatkan beberapa konsep pernikahan pada Cleo yang hanya menatap satu persatu.
"Kita nikah bulan depan yuk !"
Keputusan Rizky menyusul bulan depan membuat Cleo membulatkan mata sempurna. Menurutnya hal itu terlalu cepat namun Rizky bersikukuh ingin tetap mengadakan pernikahan bulan depan.
Dan saat Rizky menyampaikan niat baiknya kepada orang tua Cleo, kedua orang tua itu cukup terkejut dengan permintaan tiba-tiba Rizky hingga membuat tuan Kevin curiga.
"Kenapa kalian mau menikah cepat-cepat ?" Tanya dengan mata menyelidik pada dua orang didepannya kemudian mata tuan Kevin beralih pada perut Cleo yang rata.
"Untuk niat baik lebih baik tidak ditunda-tunda tuan !" Jawab Rizky mantap.
Namun tuan Kevin menatap tajam padanya dan Cleo bergantian dengan pikiran entah kemana.
"Apa perutmu ada isinya Cle ?" Tanya sang papa.
"Iya pa, tadi sebelum pulang aku makan bareng Rizky !" Cleo yang tidak sadar maksud pertanyaan papanya tersenyum.
"Maksud papa bukan itu !" Tuan Kevin memelototi anaknya.
"Trus apa ?" Cleo bertanya polos membuat pelototan mata tuan Kevin semakin lebar.
Suasana hening sejenak hingga Cleo menatap orang tuanya bergantian hingga ia nampak mulai mengerti maksud perkataan sang papa, seketika ia ikut melotot.
"Nggak pa, aku sama Rizky gak pernah ngapa-ngapain !" Sentak Cleo.
"Itu benar papa mertua, saya menjaganya dengan baik selama ini !" Sambar Rizky membuat orang tua Cleo menatap kearahnya.
Tuan Kevin menatap malas padanya.
"Jika papa dan mama mertua mengijinkan maka saya akan menikahi Cleo bulan depan !" Ucap Rizky mantap.
Cleo menunduk sesekali melirik orang tuanya yang saling pandang, kedua orang tua itu berkomunikasi lewat sorot mata dan tak lama sang mama mengangguk pelan seraya mengelus pelan lengan suaminya.
"Baiklah !" Ujar tuan Kevin setelah melihat istrinya mengangguk.
"Silahkan kamu siapkan pernikahanmu Ky, kami sebagai orang tua hanya bisa merestui. Kalian sudah dewasa sudah tau mana yang benar dan salah. Jadi papa dan mama tidak akan menghalangi niat baikmu Ky !" Ucap tuan Kevin membuat Rizky berbinar-binar. Tuan Kevin yang melihat mimik bahagia Rizky hanya mendengus.
"Papa dan mama tidak meminta banyak, cukup kamu bisa menjaga Cleo dengan baik dan mencintai dia dengan tulus !" Tambah sang mama menatap dalam manik mata Rizky.
"Pasti, perasaanku kepada anak kalian tidak perlu diragukan lagi !" Ucap Rizky mantap jiwa membuat tuan Kevin melengos.
"Terima kasih mama mertua, papa mertua !" Wajah Rizky berbinar-binar.
__ADS_1
Ingin sekali Rizky berteriak sekeras mungkin meluapkan kebahagiaannya seraya memeluk Cleo erat namun ia hanya bisa diam sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada orang tua Cleo yang bersedia menerimanya dengan tangan terbuka.