
Hampir sebulan berlalu namun belum diketahui dimana sang Perdana Menteri berada. Menurut berita yang tersiar bahwa sang Perdana Menteri sedang sakit dan melakukan pengobatan untuk sementara waktu.
Bryan dan Jerry tentu saja tidak percaya dengan pria manipulatif itu. Dia kan iblis, bagaimana bisa sakit ?
Keduanya setiap hari kesana-kemari, mengunjungi tempat yang biasanya didatangi pria itu, bahkan mereka mengunjungi hampir semua club' malam untuk mencari pria busuk itu, mungkin saja dia bersenang-senang dengan wanita-wanita cantik nan seksi disana. Namun pencarian mereka nihil, Perdana Menteri itu tidak ditemukan di club malam manapun.
Hingga suatu hari, Bryan dan Jerry sedang makan malam disebuah restoran. Seseorang disamping meja mereka tampak gelisah dan beberapa kali melirik kearah pintu masuk.
Cukup lama menunggu sampai seseorang masuk dengan tergesa-gesa dan langsung duduk didepan pria itu.
"Dan, aku berhasil mendapatkan video Perdana Menteri !" Bisiknya bangga membuat Bryan dan Jerry yang hampir beranjak seketika saling pandang dan urung berdiri.
"Oh ya, mana mana ?"
Pria baru datang itu kemudian menunjukkan HP-nya pada pria itu dan nampak keduanya menonton sesuatu.
"Ya ampun, apa gadis itu masih SMA ?" Tanya Dan seraya geleng-geleng kepala.
"Mungkin saja, hampir setiap malam banyak gadis-gadis cantik datang ke kamarnya dan mereka berpesta tiada henti !"
"Bagus, pekerjaanmu di Hotel banyak manfaatnya. Hebat sekali kamu bisa pasang kamera tersembunyi dikamar Perdana Menteri itu !"
"Dan, jika ini ketahuan, aku bisa dipecat !"
"Ron, Kenapa kamu khawatir ? Dengan video ini kita bisa memeras Perdana Menteri itu. Kita bisa meminta uang yang sangat banyak padanya dan kalau kita berhasil kamu bisa memulai bisnis apa saja dengan uang itu !"
Mendengar itu, pria yang tadinya khawatir itu kini berseri-seri.
"Kamu benar juga !"
"Atau kamu lebih baik, ambil video lain supaya kita bisa mengeruk uangnya lebih banyak lagi !"
"Bisa tapi tunggu beberapa hari. Karena Sabtu depan hotel akan diadakan acar launching produk ternama jadi aku akan sibuk sekali dan kamar Perdana Menteri akan dijaga ketat oleh para bodyguardnya dan aku bisa masuk kesana jika ia butuh room service !"
"Baiklah Ron, pastikan kamu mendapatkan video yang lebih bagus lagi supaya kita bisa mendapatkan uang yang banyak darinya !"
Bryan dan Jerry saling pandang, keduanya berkomunikasi lewat mata. Saling melempar kode tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Jerry beranjak dan pergi keluar sedangkan Bryan mengawasi kedua orang itu tanpa kentara.
Keduanya masih berdiskusi mengenai rencana mereka dan mencari waktu yang tepat kapan bisa memeras Perdana Menteri.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Hp ini biar aku yang simpan !" Ucap Dan.
Bryan dengan cepat mengirim pesan kepada Jerry jikalau Hp itu berada di saku jaket Dan yang berwarna abu. Kedua pria itu beranjak menuju jalan keluar. Saat kedua orang itu melewati pintu masuk barulah Bryan beranjak dan mengikuti keluar.
Jerry yang bersembunyi, siap siaga saat melihat kedua orang itu yang hendak berpisah menaiki kendaraan masing-masing, Jerry berjalan cepat kemudian sedikit keras ia menabrak pria berjaket abu itu yang hendak memasuki mobilnya dan ia terkejut saat tubuhnya terhuyung jatuh. Kesempatan itu langsung digunakan Jerry untuk meraih dengan cepat ponsel yang berada di saku jaket itu dan menggantinya dengan Hp rusak milik Bryan yang tersimpan di dashboard mobil mereka.
"Oh My God, maaf.. saya tidak sengaja. Saya buru-buru ingin menemui kakakku jadi aku minta maaf !" Ucap Jerry seolah-olah menyesal.
"Hey sialan, matamu kau taruh dimana ?" Pria bernama Dan itu melotot ngeri pada Jerry, dirabanya saku jaketnya dan ia merasa lega saat merasakan benda pipih itu masih berada disana.
"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja !" Jerry berusaha menahan emosi.
"Sialnya bertemu denganmu, cuih !" Ucap pria itu lagi membuat Jerry berusaha menahan diri untuk tidak meninju pria menyebalkan didepannya itu.
Beruntung Bryan langsung menghampiri dan berusaha menenangkan Dan.
"Maafkan adik saya !" Ucap Bryan ramah.
"Huh !" Dan berlalu dengan sombong.
Saat mobil Dan berlalu, dengan cepat Bryan dan Jerry segera menaiki mobil mereka dan pulang.
Sungguh beruntung, ponsel itu tidak diberi password hingga Bryan dan Jerry dengan mudah membukanya.
__ADS_1
Keduanya geleng-geleng kepala saat puluhan video porno tersimpan disana bahkan video dari kamera tersembunyi dalam suasana kamar hotel dimana tamu itu sedang bercinta atau video gadis-gadis cantik yang telanjang sedang berada di toilet membuat Bryan dan Jerry menganga melihat gadis-gadis itu.
"Orang seperti ini seharusnya dipecat trus dipenjara !" Jerry berkomentar meski tak dipungkiri ia senang melihat video itu.
"Benar, setelah kita menemukan Perdana Menteri, kita kirim dia ke penjara !"
Keduanya kembali mencari video Perdana Menteri, cukup lama mencari dengan membuka satu persatu akhirnya ditemukan juga.
Kakak beradik itu menganga melihat pria itu sedang menikmati tubuh seorang gadis belia. Dalam video itu nampak gadis itu enggan saat sang Perdana Menteri menjamah setiap lekuk tubuh polosnya yang mungil, menyentuh bagian sensitif tubuhnya, memaksanya menerima sesuatu yang tidak diinginkannya namun ia tidak bisa menolak bahkan saat pria tua itu meminta gadis remaja itu memanjakan bawah perutnya, yang walau terlihat enggan tapi gadis itu melakukan juga dengan berjongkok didepan perdana Menteri yang sedang duduk dan melakukan keinginan pria tua itu hingga pria tua itu mengadahkan wajah merasa keenakan.
Apalagi saat dengan kasar pria tua itu menarik lengan gadis remaja itu dan melemparnya ke kasur kemudian kembali menjamahnya dengan beringas membuat gadis itu memejamkan mata seraya menggenggam erat sprei dengan ekspresi tidak ikhlas tapi pria tua tidak peduli dan lebih fokus pada keinginan bawah perutnya sendiri.
Saat Pria tua itu menyatukan tubuh mereka, gadis itu semakin erat menggenggam sprei kasur dan menggigit bibirnya keras. Tubuh mungilnya hanya bisa pasrah menerima hentakan demi hentakan dari pria tua itu. Air matanya mengalir dengan mata terpejam erat. Cukup lama berlalu akhirnya Perdana Menteri mencapai puncaknya dan gadis itu langsung meraih pakaiannya dan memakainya.
Pria tua membuka laci nakas dan meraih sesuatu kemudian melemparkan begitu saja segepok uang pada gadis remaja itu yang tanpa kata hanya menerimanya dan segera keluar dari kamar itu dengan wajah sendu dan pucat meninggalkan pria tua yang tertawa puas itu.
Kakak beradik itu mematung menonton itu, keduanya menahan nafas sejenak melihat iblis itu beraksi. Tubuh keduanya bergetar melihat tidak berdayanya gadis itu.
"Mungkin lebih baik kita langsung melemparnya di neraka !" Komentar Jerry sadar dari kekagetannya.
"Iya, aku memikirkan hal yang sama. Ayo cepat temukan dia sebelum lebih banyak gadis tidak berdosa masuk perangkapnya !" Jawab Bryan.
*****
Seminggu sebelum pernikahan Lala.
Mama Tiara sedang mengobrol dengan Aulia tentang rencana kejutan ulang tahun Tiara yang akan diadakan seminggu lagi. Menceritakan kepada gadis itu konsep seperti apa yang akan dirancang untuk ulang tahun Tiara. Aulia yang mendengar itu juga antusias untuk membantu mama Tiara dalam menyiapkan kejutan ulang tahun sahabatnya.
Mama Tiara bercerita tentang makanan yang dihidangkan, konsep yang penuh dengan bunga segar serta kue yang enak dan mewah yang telah dipesan jauh-jauh hari di toko kue terkenal di kota itu.
"Nanti kita pesan banyak bunga segar supaya suasananya seperti taman bunga !"
"Oh iya, bagus itu Tante. Saya setuju !" Sahut Aulia.
"Trus nanti kuenya itu dibuat langsung sama chef terkenal yang berasal dari luar negeri makanya mahal !"
Mama Tiara tersenyum geli mendengar itu dan tidak menceritakan rencananya dengan calon besan. Pikirnya cukup keluarga inti yang tahu.
"Gak sabar deh Tante tunggu acaranya Minggu depan !"
"Iya benar, apalagi sebentar lagi dia nikah. Gak nyangka secepat ini !" Mata mama Tiara menerawang.
Senyum Aulia langsung luntur mendengar itu, pikirannya beralih ke Benki. Perasaanya jadi cemas saat memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.
Aulia hanya tersenyum mendengar setiap kata yang diucapkan mama Tiara.
Sementara itu, Benki terkejut mendengar penuturan sang mama. Saat ini mereka sedang makan malam saat sang mama melaporkan sesuatu.
"Ulang tahun ma ?
"Iya, seminggu lagi ulang tahunnya Tiara. Kamu gak tau ?" Lapor sang mama.
Benki terdiam, beberapa bulan ini bersama "Tiara", tidak pernah sekalipun dia terpikirkan hal itu. Dia terlena dengan semua kebersamaan mereka hingga hal penting ini luput dari pikirannya.
"Jadi gini Ki, mungkin ini saatnya kamu tunangan sama Tiara !"
Mata Benki semakin melotot.
"Tunangan ma ?"
"Iya, jadi orang tua Tiara juga bikin pesta kejutan buat Tiara. Nah, lebih bagus lagi kalau hubungan kalian diresmikan !" Ucap sang mama.
"Bayangkan sesudah dia terkejut karena pesta kejutan dari orang tuanya eh tiba-tiba kamu datang trus berlutut didepannya dan langsung melamar dia. Mama mau banget lihat ekspresi mukanya waktu kamu lakuin itu ?" Wajah sang mama terlihat senang mengatakan itu.
__ADS_1
Benki terperangah mendengar penuturan sang mama.
"Mama akhir-akhir ini suka nonton film Korea kak, hehehehe !" Ucap Melati.
"Menurut papa bagaimana ?" Sang mama beralih kepada suaminya yang sejak tadi hanya diam melihat interaksi anak dan istrinya.
"Ya, papa ikut aja. Kalau memang itu yang terbaik ya papa pasti setuju !" Ujar sang papa.
"Ki, mungkin aja ini sudah waktunya. Kamu tunangan sama Tiara atau langsung menikahi dia. Bagaimana ?"
"Iya ma, biar aku pikir bagaimana bagusnya. Aku juga mau hubungan kami ke jenjang yang serius !" Ucap Benki membuat sang mama tersenyum.
Pikiran Benki berputar saat Hp-nya berbunyi dan melihat kekasih hati yang mengirimi pesan.
Aulia : Mau bertemu ?
Benki : Dimana ?
Aulia : Di mall. Ayo nonton ?
Benki : Oke ayang😘
Benki segera menyelesaikan makannya kemudian berpamitan kepada orang tuanya untuk bertemu dengan kekasih hati.
Sementara itu, Aulia yang sudah menunggu di pintu masuk mall mulai merasakan dadanya berdebar keras saat melihat Benki yang semakin mendekat dengan senyuman hangat dan saat Benki berdiri tepat didepannya, Aulia langsung memeluk erat tubuh itu.
Benki yang terkejut hanya diam sesaat kemudian balas memeluk Aulia.
"Kamu kenapa ?" Tanyanya dan kepala Aulia hanya menggeleng didadanya.
"Ayo masuk !" Aulia melepaskan pelukannya sambil menggenggam tangan Benki dan menggandengnya memasuki mall.
Keduanya memasuki bioskop dan membeli tiket kemudian memasuki gedung teater. Selama film berjalan Aulia menggenggam tangan Benki dan merebahkan kepalanya dibahu pria itu membuat Benki sedikit bingung dengan tingkah Aulia yang aneh. Keduanya tidak berbicara hingga film selesai.
"Mau makan ?" Tawar Benki saat mereka telah keluar dari bioskop.
"Udah kenyang, kakak lapar ?"
"Aku juga udah kenyang, ya udah kita minum aja !"
Keduanya menuju kedai minuman jus yang berada disana dan memesan jus alpukat.
"Kamu kenapa ? kok rasanya hari ini agak aneh ?"
"Eh, aku nggak apa-apa !" Aulia tersenyum manis.
"Kak ?"
"Hmmm ?"
"Minggu depan kakak ada acara ?" Jantung Aulia berdetak 2x lebih cepat saat mengatakan itu.
Sedangkan, Benki yang mendengar pertanyaan itu seketika mengerti apa maksud pertanyaan Aulia dan tersenyum dalam hati sambil merencanakan sesuatu.
"Ng, aku mau ke kota J, menghadiri pernikahan Lala. Kamu mau ikut ?"
"Nggak, banyak kerjaan !" Aulia langsung mengeleng.
"Hmm, trus habis dari kota J, aku mau ke luar negeri selama beberapa hari untuk perjalanan bisnis !" Ucap Benki terlihat biasa padahal dalam hati ia tertawa.
"Kenapa ? Ada sesuatu ?" Benki bertanya pura-pura tidak tahu.
"Eh, Ng... Nggak kak. Aku kira kakak gak kemana-mana. Aku mau kita jalan-jalan aja !"
__ADS_1
Benki menyeringai dalam hati, sebuah rencana sudah tersusun matang dikepalanya. Tangannya terulur membelai lembut rambut Aulia yang membuat gadis itu sempat mematung kemudian tersenyum hangat.
'Syukurlah, Setidaknya ini cukup untuk menghindari kak Benki tahu tentangku dan Tiara'.